<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Dagang AS-China Untungkan Sektor Pertanian RI</title><description>Perang dagang yang melibatkan dua negara besar, yakni Amerika Serikat dan China rupanya berdampak negatif pada penjualan hasil pertanian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/320/1995972/perang-dagang-as-china-untungkan-sektor-pertanian-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/320/1995972/perang-dagang-as-china-untungkan-sektor-pertanian-ri"/><item><title>Perang Dagang AS-China Untungkan Sektor Pertanian RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/320/1995972/perang-dagang-as-china-untungkan-sektor-pertanian-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/320/1995972/perang-dagang-as-china-untungkan-sektor-pertanian-ri</guid><pubDate>Rabu 26 Desember 2018 09:32 WIB</pubDate><dc:creator>Rany Fauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/26/320/1995972/perang-dagang-as-china-untungkan-sektor-pertanian-ri-SZNvw8DDmm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok. Kementan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/26/320/1995972/perang-dagang-as-china-untungkan-sektor-pertanian-ri-SZNvw8DDmm.jpg</image><title>Foto: Dok. Kementan</title></images><description>JAKARTA - Perang dagang yang melibatkan dua negara besar, yakni Amerika Serikat dan China rupanya berdampak negatif pada penjualan hasil pertanian di wilayah Maryland. Dampak itu terutama terjadi pada sektor kedelai.

Ahli bidang pertanian Amerika Serikat Robert Blake mengatakan, situasi ini justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendapatkan harga beli yang menarik dibandingkan saat era sebelum kebijakan perang tarif Amerika Serikat dengan China diberlakukan.

&quot;Persediaan kedelai di Maryland hanya sanggup bertahan selama 3 (tiga) bulan lamanya sejak dipanen dan memiliki konsekuensi untuk dijual murah atau dimusnahkan bila penjualan kedelai mereka tidak habis dalam kurun waktu dimaksud,&quot; kata Robert dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (26/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Langkah Strategis Tim Kementan dalam Kunjungan ke Amerika
Dia mengatakan, selain kedelai Amerika Serikat juga memiliki ketergantungan buah tomat sampai 80%. Rata-rata buah tersebut didapat melalui impor dari negara Kanada.

&quot;Tomat Indonesia bisa masuk pasar Amerika Serikat selama harga jualnya bersaing. Kami membuka peluang ini bagi Kementerian Pertanian,&quot; katanya.

Selanjutnya, kata Robert, Kedekatan hubungan University of Maryland dengan FDA juga sangat memberikan keuntungan bagi Kementan untuk memahami standar dan permintaan yang harus dipenuhi oleh Indonesia bila ingin melakukan ekspor komoditas pertanian ke wilayah Amerika Serikat.

&quot;Laboratorium dan lahan percobaan yang berteknologi tinggi merupakan satu diantara yang harus dipenuhi. Selain itu, era perdagangan saat ini juga didominasi oleh perdagangan internet, tidak terkecuali penjualan produk hasil pertanian dan pangan olahan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Apa Jadinya jika Indonesia Perang Dagang dengan China?
Dia mengatakan, perkembangan Artificial Intellegence (AI) saat ini sudah merambah ke berbagai sektor kehidupan di Amerika Serikat. Tidak hanya implementasi di bidang militer dan teknologi, namun juga merambah pada bidang pertanian dan kesehatan.

&quot;Teknologi pertanian Amerika Serikat sudah mengandalkan penggunaan AI sebagai bentuk langkah percepatan berbagai proses pertanian,&quot; katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih dari Partai Demokrat Paul Ryan menjelaskan bahwa Presiden Trump akan terus menjalankan proteksi yang ketat bagi guna mewujudkan jargon kampanye Buat Amerika Hebat Lagi.

&quot;Meski kebijakan itu berdampak negatif pada hubungan bilateral antara Amerika Serikat dengan negara lain, termasuk negara sekutunya sendiri (Kanada dan Mexico),&quot; pungkasnya.
Selain itu, beberapa asosiasi pertanian Amerika Serikat juga sudah  mengeluh dengan kebijakan ini, namun mereka hanya bisa mengandalkan  kepiawaian pejabat di Gedung Putih dalam menata perdagangan komoditas  pertanian yang dinilai masih defisit.

Sebelumnya Jajaran Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian  menggelar pertemuan dengan Ambassador di sejumlah wilayah di Amerika  Serikat.

Dalam pertemuan ini, Kementan fokus pada pembicaraan kerjasama dan  pengembangan benih padi bersama Universitas Hasanuddin di Sulawesi  Selatan serta penelitian dengan international Rice Research Institute  (IRRI) di Filipina.

Dari Jepang, Ahli bidang Pertanian Sri Nuryanti meyakinkan bahwa  negara matahari itu tetap menggunakan bahan baku produk asli Indonesia.  Salah satunya adalah Java Tea Japan dan Japan Tea Association. Hal utu  disampaikan Sri dalam seminar yang menghadirkan pengusaha teh Jepang.

&quot;Indonesia itu kaya akan teh dengan citarasa dan aroma khas  pegunungan yang cocok dinikmati penduduk Jepang. Makanya ketika kita  putarkan video tentang produksi dan pengolahan teh di Indonesia, mereka  benar-benar bersemangat,&quot; katanya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan  Siahaan meminta seluruh Atase bekerja secara maksimal dalam mengawal  kepentingan Indonesia di forum multilateral khususnya pada tiga badan  internasional yang berpusat di Roma.

&quot;Meskipun KBRI memiliki fungsi multilateral, namun tujuan diadakan  Attani di sini (KBRI Roma) harus bisa mengawal kepentingan Indonesia,  apalagi memang tusinya terkait dengan pertanian,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Perang dagang yang melibatkan dua negara besar, yakni Amerika Serikat dan China rupanya berdampak negatif pada penjualan hasil pertanian di wilayah Maryland. Dampak itu terutama terjadi pada sektor kedelai.

Ahli bidang pertanian Amerika Serikat Robert Blake mengatakan, situasi ini justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendapatkan harga beli yang menarik dibandingkan saat era sebelum kebijakan perang tarif Amerika Serikat dengan China diberlakukan.

&quot;Persediaan kedelai di Maryland hanya sanggup bertahan selama 3 (tiga) bulan lamanya sejak dipanen dan memiliki konsekuensi untuk dijual murah atau dimusnahkan bila penjualan kedelai mereka tidak habis dalam kurun waktu dimaksud,&quot; kata Robert dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (26/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Langkah Strategis Tim Kementan dalam Kunjungan ke Amerika
Dia mengatakan, selain kedelai Amerika Serikat juga memiliki ketergantungan buah tomat sampai 80%. Rata-rata buah tersebut didapat melalui impor dari negara Kanada.

&quot;Tomat Indonesia bisa masuk pasar Amerika Serikat selama harga jualnya bersaing. Kami membuka peluang ini bagi Kementerian Pertanian,&quot; katanya.

Selanjutnya, kata Robert, Kedekatan hubungan University of Maryland dengan FDA juga sangat memberikan keuntungan bagi Kementan untuk memahami standar dan permintaan yang harus dipenuhi oleh Indonesia bila ingin melakukan ekspor komoditas pertanian ke wilayah Amerika Serikat.

&quot;Laboratorium dan lahan percobaan yang berteknologi tinggi merupakan satu diantara yang harus dipenuhi. Selain itu, era perdagangan saat ini juga didominasi oleh perdagangan internet, tidak terkecuali penjualan produk hasil pertanian dan pangan olahan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Apa Jadinya jika Indonesia Perang Dagang dengan China?
Dia mengatakan, perkembangan Artificial Intellegence (AI) saat ini sudah merambah ke berbagai sektor kehidupan di Amerika Serikat. Tidak hanya implementasi di bidang militer dan teknologi, namun juga merambah pada bidang pertanian dan kesehatan.

&quot;Teknologi pertanian Amerika Serikat sudah mengandalkan penggunaan AI sebagai bentuk langkah percepatan berbagai proses pertanian,&quot; katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih dari Partai Demokrat Paul Ryan menjelaskan bahwa Presiden Trump akan terus menjalankan proteksi yang ketat bagi guna mewujudkan jargon kampanye Buat Amerika Hebat Lagi.

&quot;Meski kebijakan itu berdampak negatif pada hubungan bilateral antara Amerika Serikat dengan negara lain, termasuk negara sekutunya sendiri (Kanada dan Mexico),&quot; pungkasnya.
Selain itu, beberapa asosiasi pertanian Amerika Serikat juga sudah  mengeluh dengan kebijakan ini, namun mereka hanya bisa mengandalkan  kepiawaian pejabat di Gedung Putih dalam menata perdagangan komoditas  pertanian yang dinilai masih defisit.

Sebelumnya Jajaran Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian  menggelar pertemuan dengan Ambassador di sejumlah wilayah di Amerika  Serikat.

Dalam pertemuan ini, Kementan fokus pada pembicaraan kerjasama dan  pengembangan benih padi bersama Universitas Hasanuddin di Sulawesi  Selatan serta penelitian dengan international Rice Research Institute  (IRRI) di Filipina.

Dari Jepang, Ahli bidang Pertanian Sri Nuryanti meyakinkan bahwa  negara matahari itu tetap menggunakan bahan baku produk asli Indonesia.  Salah satunya adalah Java Tea Japan dan Japan Tea Association. Hal utu  disampaikan Sri dalam seminar yang menghadirkan pengusaha teh Jepang.

&quot;Indonesia itu kaya akan teh dengan citarasa dan aroma khas  pegunungan yang cocok dinikmati penduduk Jepang. Makanya ketika kita  putarkan video tentang produksi dan pengolahan teh di Indonesia, mereka  benar-benar bersemangat,&quot; katanya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan  Siahaan meminta seluruh Atase bekerja secara maksimal dalam mengawal  kepentingan Indonesia di forum multilateral khususnya pada tiga badan  internasional yang berpusat di Roma.

&quot;Meskipun KBRI memiliki fungsi multilateral, namun tujuan diadakan  Attani di sini (KBRI Roma) harus bisa mengawal kepentingan Indonesia,  apalagi memang tusinya terkait dengan pertanian,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
