<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca-Tsunami, Jumlah Penumpang Kapal di Pelabuhan Merak Turun 2 Kali Lipat</title><description>Tsunami yang menghantam kawasan Selat Sunda pada Sabtu malam 22 Desember 2018, berdampak ke angkutan penyeberangan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/320/1996192/pasca-tsunami-jumlah-penumpang-kapal-di-pelabuhan-merak-turun-2-kali-lipat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/320/1996192/pasca-tsunami-jumlah-penumpang-kapal-di-pelabuhan-merak-turun-2-kali-lipat"/><item><title>Pasca-Tsunami, Jumlah Penumpang Kapal di Pelabuhan Merak Turun 2 Kali Lipat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/320/1996192/pasca-tsunami-jumlah-penumpang-kapal-di-pelabuhan-merak-turun-2-kali-lipat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/26/320/1996192/pasca-tsunami-jumlah-penumpang-kapal-di-pelabuhan-merak-turun-2-kali-lipat</guid><pubDate>Rabu 26 Desember 2018 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/26/320/1996192/pasca-tsunami-jumlah-penumpang-kapal-di-pelabuhan-merak-turun-2-kali-lipat-xoQGiGQ7Z4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Udara Pulau Sebesi Lampung</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/26/320/1996192/pasca-tsunami-jumlah-penumpang-kapal-di-pelabuhan-merak-turun-2-kali-lipat-xoQGiGQ7Z4.jpg</image><title>Foto Udara Pulau Sebesi Lampung</title></images><description>JAKARTA - Tsunami yang menghantam kawasan Selat Sunda pada Sabtu malam 22 Desember 2018, berdampak ke angkutan penyeberangan. Di mana setelah pasca tsunami tersebut, angkutan penyeberangan dari Merak-Bakauheni langsung sepi penumpang.
&quot;Jadi, sebelum kejadian itu, atau pada tanggal 21-22 Desember arus penumpang angkutan penyebrangan meningkat. Namun setelah kejadian, arus penumpang langsung turun drastis,&quot; ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi, di Kemenhub, Jakarta, Rabu (26/12/2018).
Baca Juga: Amankan Pasokan, Operasi Pasar LPG Digelar di Daerah Terdampak Tsunami
Dia menjelaskan, berdasarkan data Kemenhub, pada 21-22 Desember arus penumpang masing-masing sebesar 51.384 penumpang dan 66.897. Kemudian, setelah kejadian tsunami arus penumpang langsung turun hingga dua kali lipat.
&quot;Misalnya pada tanggal 23-24 Desember yang masing-masing sebesar 36.585 penumpang dan 31.241 penumpang,&quot; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/12/26/55021/278351_medium.jpg&quot; alt=&quot;Korban Tsunami Selat Sunda Mulai Membersihkan Rumahnya&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia menuturkan, penurunan penumpang itu, disebabkan oleh beberapa hal, seperti masyakarat merasa bingung dengan keadaan laut di Merak pasca tsunami. Hal tersebut yang menyebabkan penurunan penumpang.
&quot;Kami lihat di Merak banyak masyarakat atau penumpang yang enggan menyeberang karena ombak yang tinggi,&quot; pungkasnya.
Baca Juga: BUMN Kerahkan 13 Alat Berat Evakuasi Korban Tsunami Selat Sunda
Sebelumnya, BNPB mencatat korban tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung hingga siang tadi tercatat 429 orang tewas, 1.485 luka-luka dan 154 hilang. Kemudian 162.082 orang mengungsi. Sekira 882 rumah dan fasilitas umum rusak akibat tsunami.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMi8yNi8xLzExNzk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Tsunami yang menghantam kawasan Selat Sunda pada Sabtu malam 22 Desember 2018, berdampak ke angkutan penyeberangan. Di mana setelah pasca tsunami tersebut, angkutan penyeberangan dari Merak-Bakauheni langsung sepi penumpang.
&quot;Jadi, sebelum kejadian itu, atau pada tanggal 21-22 Desember arus penumpang angkutan penyebrangan meningkat. Namun setelah kejadian, arus penumpang langsung turun drastis,&quot; ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi, di Kemenhub, Jakarta, Rabu (26/12/2018).
Baca Juga: Amankan Pasokan, Operasi Pasar LPG Digelar di Daerah Terdampak Tsunami
Dia menjelaskan, berdasarkan data Kemenhub, pada 21-22 Desember arus penumpang masing-masing sebesar 51.384 penumpang dan 66.897. Kemudian, setelah kejadian tsunami arus penumpang langsung turun hingga dua kali lipat.
&quot;Misalnya pada tanggal 23-24 Desember yang masing-masing sebesar 36.585 penumpang dan 31.241 penumpang,&quot; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/12/26/55021/278351_medium.jpg&quot; alt=&quot;Korban Tsunami Selat Sunda Mulai Membersihkan Rumahnya&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia menuturkan, penurunan penumpang itu, disebabkan oleh beberapa hal, seperti masyakarat merasa bingung dengan keadaan laut di Merak pasca tsunami. Hal tersebut yang menyebabkan penurunan penumpang.
&quot;Kami lihat di Merak banyak masyarakat atau penumpang yang enggan menyeberang karena ombak yang tinggi,&quot; pungkasnya.
Baca Juga: BUMN Kerahkan 13 Alat Berat Evakuasi Korban Tsunami Selat Sunda
Sebelumnya, BNPB mencatat korban tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung hingga siang tadi tercatat 429 orang tewas, 1.485 luka-luka dan 154 hilang. Kemudian 162.082 orang mengungsi. Sekira 882 rumah dan fasilitas umum rusak akibat tsunami.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMi8yNi8xLzExNzk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
