<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kado Akhir 2018, Untuk Pertama Kalinya Penerimaan Negara di Atas 100%</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa di tahun 2018 ini merupakan kali pertama total seluruh penerimaan negara mencapai 100%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/31/20/1998348/kado-akhir-2018-untuk-pertama-kalinya-penerimaan-negara-di-atas-100</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/31/20/1998348/kado-akhir-2018-untuk-pertama-kalinya-penerimaan-negara-di-atas-100"/><item><title>   Kado Akhir 2018, Untuk Pertama Kalinya Penerimaan Negara di Atas 100%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/31/20/1998348/kado-akhir-2018-untuk-pertama-kalinya-penerimaan-negara-di-atas-100</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/31/20/1998348/kado-akhir-2018-untuk-pertama-kalinya-penerimaan-negara-di-atas-100</guid><pubDate>Senin 31 Desember 2018 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rany Fauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/31/20/1998348/kado-akhir-2018-untuk-pertama-kalinya-penerimaan-negara-di-atas-100-PDKiLVc7RM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/31/20/1998348/kado-akhir-2018-untuk-pertama-kalinya-penerimaan-negara-di-atas-100-PDKiLVc7RM.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa di tahun 2018 ini merupakan kali pertama total seluruh penerimaan negara mencapai 100%. Penerimaan tersebut merupakan total dari seluruh sumber penerimaan, baik itu pajak, cukai, PNBP, dan hibah.
&amp;ldquo;Apresiasinya atas capaian dan kinerja jajarannya tahun 2018. Beberapa indikator utama capaian kinerja yang sangat membanggakan antara lain penerimaan perpajakan yang mencapai di atas 100%, belanja APBN di kisaran 95% serta defisit yang menurun. Capaian kinerja ini terasa semakin membanggakan mengingat tahun 2018 dipenuhi gejolak perekonomian global yang sangat dinamis, ujar Sri Mulyani seperti dikutip melalui facebook @kemenkeuRI, Senin, (31/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Penerimaan Negara Tembus Rp1.936 Triliun, Defisit Hanya 1,86%
Hal ini disampaikan Menkeu pada acara video conference dengan seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang tersebar di 34 provinsi dalam rangka mengkomunikasikan perkembangan akhir tahun fiskal 2018 terkait penerimaan negara, pengeluaran negara dan pengelolaan aset negara di Aula Mezanine, Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta.
&amp;ldquo;Saya berterima kasih bahwa kita semua telah berhasil menyelesaikan tahun 2018. Yang saya dengar tadi baik dari Papua sampai Sumatera untuk peneriman pajak mungkin masih di bawah 100%. Namun bea cukai dan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) rata-rata di atas 100%. Ini telah berkontribusi untuk pertama kalinya tahun 2018, APBN kita total penerimaan negara mungkin akan mencapai di atas 100%. Jadi ini adalah sesuatu yang sangat baik. Ini merupakan suatu milestone,&amp;rdquo; puji Menkeu setelah mendengar laporan dari para Kepala Kantor Wilayah yang diwakilinya termasuk dari unit vertikal lainnya.
Hal tersebut Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto menginformasikan bahwa pendapatan negara untuk tahun 2018 sudah mencapai 100,1% mengacu pada hasil perhitungan jam tujuh pagi hari ini. &amp;ldquo;Pendapatan negara sudah 100,1%. Itu (data) jam 07.00 pagi. Mudah-mudahan meningkat,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Harapan Sri Mulyani soal Belanja Negara
Capaian kinerja tersebut tidak lepas dari kerjasama dan kolaborasi antar unit eselon I di lingkungan Kemenkeu baik di pusat maupun unit vertikal-nya misalnya antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang sudah menunjukkan hasilnya.
&amp;ldquo;Kalau dilihat tadi banyak yang sudah melakukan kolaborasi pajak dan bea-cukai, melakukan law enforcement, melakukan penindakan, saya yakin ini adalah cara kerja kita bersama yang akan semakin baik. Saya ingin ini semua ditingkatkan,&amp;rdquo; tegas Menkeu dalam arahannya.
&amp;ldquo;Jadi memang kalau kita bekerjasama hasilnya lebih baik. Itu sudah nyata,&amp;rdquo; tambahnya.Dengan bekal capaian kinerja tahun 2018 ini, Menkeu menyatakan optimismenya Kemenkeu akan siap menghadapi tahun 2019.
Namun demikian, Menkeu tetap mengingatkan agar jajarannya tidak  terlena dengan prestasi yang dicapai namun diharapkan semua pihak tetap  menjaga kewaspadaan mengingat masih adanya ketidakpastian global dan  dalam negeri yang masih dinamis, misalnya masih adanya ancaman perang  dagang antara Amerika dan China serta mitra dagang strategisnya serta  fluktuasi harga minyak dan indikator-indikator ekonomi makro lainnya.
&amp;ldquo;Tahun 2019 bukan tahun yang kita bayangkan akan jauh lebih ringan.  Namun kita tidak terbebani. Untuk tahun 2019 kita masuki, Insya Allah  dengan seluruh perasaan optimisme. Namun tetap kita memiliki kewaspadaan  dan kehati-hatian yang tinggi,&amp;ldquo; pungkas Menkeu.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa di tahun 2018 ini merupakan kali pertama total seluruh penerimaan negara mencapai 100%. Penerimaan tersebut merupakan total dari seluruh sumber penerimaan, baik itu pajak, cukai, PNBP, dan hibah.
&amp;ldquo;Apresiasinya atas capaian dan kinerja jajarannya tahun 2018. Beberapa indikator utama capaian kinerja yang sangat membanggakan antara lain penerimaan perpajakan yang mencapai di atas 100%, belanja APBN di kisaran 95% serta defisit yang menurun. Capaian kinerja ini terasa semakin membanggakan mengingat tahun 2018 dipenuhi gejolak perekonomian global yang sangat dinamis, ujar Sri Mulyani seperti dikutip melalui facebook @kemenkeuRI, Senin, (31/12/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: Penerimaan Negara Tembus Rp1.936 Triliun, Defisit Hanya 1,86%
Hal ini disampaikan Menkeu pada acara video conference dengan seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang tersebar di 34 provinsi dalam rangka mengkomunikasikan perkembangan akhir tahun fiskal 2018 terkait penerimaan negara, pengeluaran negara dan pengelolaan aset negara di Aula Mezanine, Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta.
&amp;ldquo;Saya berterima kasih bahwa kita semua telah berhasil menyelesaikan tahun 2018. Yang saya dengar tadi baik dari Papua sampai Sumatera untuk peneriman pajak mungkin masih di bawah 100%. Namun bea cukai dan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) rata-rata di atas 100%. Ini telah berkontribusi untuk pertama kalinya tahun 2018, APBN kita total penerimaan negara mungkin akan mencapai di atas 100%. Jadi ini adalah sesuatu yang sangat baik. Ini merupakan suatu milestone,&amp;rdquo; puji Menkeu setelah mendengar laporan dari para Kepala Kantor Wilayah yang diwakilinya termasuk dari unit vertikal lainnya.
Hal tersebut Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto menginformasikan bahwa pendapatan negara untuk tahun 2018 sudah mencapai 100,1% mengacu pada hasil perhitungan jam tujuh pagi hari ini. &amp;ldquo;Pendapatan negara sudah 100,1%. Itu (data) jam 07.00 pagi. Mudah-mudahan meningkat,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Harapan Sri Mulyani soal Belanja Negara
Capaian kinerja tersebut tidak lepas dari kerjasama dan kolaborasi antar unit eselon I di lingkungan Kemenkeu baik di pusat maupun unit vertikal-nya misalnya antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang sudah menunjukkan hasilnya.
&amp;ldquo;Kalau dilihat tadi banyak yang sudah melakukan kolaborasi pajak dan bea-cukai, melakukan law enforcement, melakukan penindakan, saya yakin ini adalah cara kerja kita bersama yang akan semakin baik. Saya ingin ini semua ditingkatkan,&amp;rdquo; tegas Menkeu dalam arahannya.
&amp;ldquo;Jadi memang kalau kita bekerjasama hasilnya lebih baik. Itu sudah nyata,&amp;rdquo; tambahnya.Dengan bekal capaian kinerja tahun 2018 ini, Menkeu menyatakan optimismenya Kemenkeu akan siap menghadapi tahun 2019.
Namun demikian, Menkeu tetap mengingatkan agar jajarannya tidak  terlena dengan prestasi yang dicapai namun diharapkan semua pihak tetap  menjaga kewaspadaan mengingat masih adanya ketidakpastian global dan  dalam negeri yang masih dinamis, misalnya masih adanya ancaman perang  dagang antara Amerika dan China serta mitra dagang strategisnya serta  fluktuasi harga minyak dan indikator-indikator ekonomi makro lainnya.
&amp;ldquo;Tahun 2019 bukan tahun yang kita bayangkan akan jauh lebih ringan.  Namun kita tidak terbebani. Untuk tahun 2019 kita masuki, Insya Allah  dengan seluruh perasaan optimisme. Namun tetap kita memiliki kewaspadaan  dan kehati-hatian yang tinggi,&amp;ldquo; pungkas Menkeu.</content:encoded></item></channel></rss>
