<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keributan di Pesawat Garuda Indonesia, Begini Pengakuan Istri Brian Personel Sheila On 7</title><description>Istri Brian Kresnaputro drummer band Sheila on 7, Dewi Fitriasari  bercerita mengenai kronologi kericuhan yang terjadi di dalam pesawat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/31/320/1998140/keributan-di-pesawat-garuda-indonesia-begini-pengakuan-istri-brian-personel-sheila-on-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/12/31/320/1998140/keributan-di-pesawat-garuda-indonesia-begini-pengakuan-istri-brian-personel-sheila-on-7"/><item><title>Keributan di Pesawat Garuda Indonesia, Begini Pengakuan Istri Brian Personel Sheila On 7</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/12/31/320/1998140/keributan-di-pesawat-garuda-indonesia-begini-pengakuan-istri-brian-personel-sheila-on-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/12/31/320/1998140/keributan-di-pesawat-garuda-indonesia-begini-pengakuan-istri-brian-personel-sheila-on-7</guid><pubDate>Senin 31 Desember 2018 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rikhza Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/31/320/1998140/keributan-di-pesawat-garuda-indonesia-begini-pengakuan-istri-brian-personel-sheila-on-7-VGdGD4ykc3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penumpang Ngamuk di Pesawat Garuda (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/31/320/1998140/keributan-di-pesawat-garuda-indonesia-begini-pengakuan-istri-brian-personel-sheila-on-7-VGdGD4ykc3.jpg</image><title>Penumpang Ngamuk di Pesawat Garuda (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Beberapa waktu yang lalu, telah beredar sebuah video tentang keributan di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 863 rute Hong Kong-Jakarta. Terkait keributan tersebut, Istri Brian Kresnaputro drummer band Sheila on 7, Dewi Fitriasari bercerita mengenai kronologi kericuhan yang terjadi di dalam pesawat. Dia adalah salah satu perempuan yang terdapat dalam video viral tersebut.
&amp;ldquo;Banyak yang tanya apakah saya orang yang di dalam video yang beredar viral di pesawat itu? Yup, itu memang saya, tapi bukan yang mabuk itu ya, hehe,&amp;rdquo; jelas Dewi dilansir dari Instagramnya, Senin (31/12/2018).
Kabarnya, Dewi merupakan salah satu korban pelemparan selimut saat kericuhan. &amp;ldquo;Saya adalah wanita yang jadi korban pelemparan dari wanita berbaju biru itu,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga: Viral Penumpang Ngamuk di Pesawat Garuda Indonesia
Melalui instastory, Dewi angkat bicara lantaran banyak pihak yang menyudutkan keluarganya. &amp;ldquo;Kamu tuh mau apa sih bilang kita yang salah juga mengeroyok? Please yah, apakah kalau kamu dilempar selimut kamu akan diam saja?&amp;rdquo;
Dewi menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari pihak ground staff Garuda Indonesia yang salah memberi nomor tempat duduk kepada kakak serta keponakannya yang berumur 4 tahun sehingga terpisah jauh.
&amp;ldquo;Di saat kakak saya kebingungan, awak kabin memberi tahu untuk duduk dulu di tempatnya dan nanti ditukar tempat duduk apabila penumpang sudah masuk semua,&amp;rdquo; jelasnya.

Dikarenakan tak mungkin untuk terpisah serta banyak penumpang yang ingin lewat maka kakak dan keponakan Dewi menunggu di kursi 40H dan 40K. Kemudian datanglah sepasang pria dan wanita, serta dengan nada tinggi wanita tersebut berteriak,&amp;rdquo;Get out, that&amp;rsquo;s my seat,&amp;rdquo; teriak wanita berbaju biru tersebut.
Atas permintaan wanita tersebut, kakak dan keponakan Dewi pun menuruti dan pindah dari kursi tersebut. &amp;ldquo;Nah di saat keluar dari kursi, si anak balita itu kakinya nyenggol sepatu si wanita, berteriaklah wanita itu lagi, &amp;lsquo;don&amp;rsquo;t step on my shoes, it&amp;rsquo;s expensive&amp;rsquo; bla2&amp;rdquo; ungkap Dewi.
Hal tersebut memancing Dewi untuk berbicara. &amp;ldquo;If you don&amp;rsquo;t want to be stepped, take business class, it&amp;rsquo;s only child,&amp;rdquo; Dewi menyarankan jika tidak ingin terinjak, pilihlah kabin kelas bisnis, sebab yang dia hadapi hanyalah anak-anak.Pria yang datang bersama wanita tersebut pun mengatakan agar tak  mendengarkan perkataan wanita berbaju biru lantaran dia dalam keadaan  mabuk. Sebelum kejadian tersebut, kakak Dewi sudah meminta maaf kepada  wanita berbaju biru tersebut. Tetapi wanita tersebut mnjawab dengan nada  tinggi. &amp;ldquo;Who the hell are you,&amp;rdquo; teriak wanita berbaju biru tersebut.
Terciumlah aroma alkohol yang sangat menyengat dari wanita tersebut.  &amp;ldquo;Kakak saya langsung bilang &amp;lsquo;okay you&amp;rsquo;re drunk&amp;rsquo;,&amp;rdquo; jelas Dewi. Tak  berselang lama, Purser penerbangan tersebut datang menghampiri pasangan  tersebut untuk bertanya mengenai apa yang terjadi.
Wanita berbaju biru tersebut lantas menjawab dengan nada yang tinggi,  &amp;ldquo;That crazy kid seating in my chair. I don&amp;rsquo;t like it. This is my chair  (Bocah ini duduk di kursiku. Aku tidak suka. Ini kursiku),&amp;rdquo; ujar wanita  tersebut.
Baca Juga: Penumpang Ngamuk di Pesawat, Garuda Indonesia: Dalam Keadaan Mabuk
Jawaban dari wanita tersebut, dinilai Dewi, sontak memancing  celetukan penumpang di belakangnya. Celetukan  tersebut membuat wanita  berbaju biru kembali merespons dengan setengah berteriak dan menantang   kakak Dewi, apakah dia mampu membeli sepatu tersebut. Kata-kata dari  wanita tersebut lantas dirasa Dewi benar-benar menyinggung serta  merendahkan keluarganya.
Ground Staff dan Pilot datang serta memutuskan untuk meng-offload pasangan tersebut dengan alasan mabuk.
&amp;ldquo;Saat hendak berjalan keluar dari kursinya, tiba-tiba dia mengambil  selimut yang masih ada plastiknya dan memukulkan kepada saya yang duduk  bersebrangan dengan dia, lumayan sakit sih itu plastiknya, untung tidak  kena anak saya&amp;rdquo; jelas Dewi.

Pukulan tersebut lantas membuat seluruh keluarga Dewi bereaksi dan  marah kepada wanita tersebut. &amp;ldquo;Akhirnya terjadi keributan dan seorang  wanita staf sepertinya kewalahan mengatasi sampai akhirnya pilot harus  turun tangan sendiri untuk melerai dan menarik wanita itu keluar diikuti  pasangannya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dewi mengklarifikasi, video yang beredar bukanlah video lengkap  kejadian, melainkan video yang berisi saat setelah pelemparan selimut  kepadanya. &amp;ldquo;Tidak benar bahwa kami menyoraki wanita itu di saat mau  diturunkan,&amp;rdquo; jelasnya.
Dewi mengungkapkan, keluarganya benar menyoraki wanita tersebut saat  pelemparan selimut dan saat wanita tersebut ingin mengambil video  keluarga Dewi sambil berteriak kampungan.
&amp;ldquo;Disitulah kami sorakin lagi dan langsung saat itu kapten berteriak untuk menyuruh kami diam,&amp;rdquo; ungkapnya.Awalnya Dewi pun tak ingin mempermasalahkan kejadian tersebut karena   dirinya menghargai pihak Garuda Indonesia yang meminta agar tidak   membagikan video mengenai kejadian tersebut.
&amp;ldquo;Jadi video yang beredar itu bukan dari kami, tapi dari penumpang   lain yang ikut mengvideokan kejadian tersebut, sayangnya dia tidak video   dari awal kejadiannya seperti apa,&amp;rdquo; pungkasnya.
Dewi pun mengunggah video detik-detik pelemparan selimut serta foto   bukti merah ditelinganya lantaran dilempar dengan selimut. Foto   keponakannya pun diunggah dengan mengungkapkan keadaan keponakannya   tersebut yang trauma setelah kejadian. Keponakannya mengungkapkan, jika   dirinya tak menginjak sepatu, melainkan hanya menyenggol sedikit.
Dewi pun telah membukakan pintu maaf kepada wanita berbaju biru   tersebut. Dia pun mengatakan, dirinya bukanlah ibu dari anak yang   menyenggol sepatu wanita tersebut.
Baca Juga: Cara Garuda Indonesia Raup Laba Bersih Rp1 Triliun di 2019
&amp;ldquo;Saya mendengar dan pastikan bapak dari anak itu sudah meminta maaf saat pindah,&amp;rdquo; ungkap Dewi.
Dewi menyayangkan cerita yang beredar telah membangun opini publik ke   arah yang salah. &amp;ldquo;Bukan, ini bukan tentang orang tua yang tidak bisa   mendidik anaknya meminta maaf atau malah seakan orang tua yang menjawab   dengan ketus setelah anaknya menyenggol sepatu orang,&amp;rdquo; jelasnya.
Dewi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sikap Captain pesawat   yang mengambil tindakan tegas untuk menurunkan penumpang tersebut serta   para penumpang lain yang sudah berinisiatif berkumpul untuk berbagi   video kejadian tersebut.
Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memberikan klarifikasi   tentang beredarnya vidio keributan yang terjadi di dalam pesawat Garuda   Rute Hong Kong-Jakarta. VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan   Rosan menjelaskan kronologis keributan tersebut. Bermula saat proses   boarding penerbangan GA 863 rute Hong Kong-Jakarta, penumpang yang duduk   di kursi 40 K menimbulkan keributan karena kakinya terinjak oleh anak   kecil.
&amp;ldquo;Ketiga petugas cabin crew berusaha menenangkan, diketahui ternyata   penumpang tersebut sedang dalam keadaan mabuk serta tercium bau alkhohol   pada saat penumpang berbicara,&amp;rdquo; kata dia kepada Okezone.
Dia melanjutkan, atas dasar pertimbangan tersebut, untuk alasan   keamanan dan kenyamanan penumpang lain maka Pilot in Command memutuskan   untuk menurunkan penumpang tersebut dari pesawat.
Menurutnya, Penumpang sempat melakukan perlawanan sehingga   mengharuskan Pilot in Command melakukan tindakan tegas. Dia meyakini apa   yang dilakukan oleh awak pesawat telah sesuai dengan prosedur dan   tindakan awak pesawat untuk menurunkan/offload penumpang tersebut semata   mata untuk menjaga agar aspek safety dan kenyamanan penumpang selama   penerbangan dapat terjaga.
&amp;ldquo;Awak pesawat juga telah melakukan koordinasi dengan petugas keamanan di bandara Hongkong atas kejadian tersebut,&amp;rdquo; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Beberapa waktu yang lalu, telah beredar sebuah video tentang keributan di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 863 rute Hong Kong-Jakarta. Terkait keributan tersebut, Istri Brian Kresnaputro drummer band Sheila on 7, Dewi Fitriasari bercerita mengenai kronologi kericuhan yang terjadi di dalam pesawat. Dia adalah salah satu perempuan yang terdapat dalam video viral tersebut.
&amp;ldquo;Banyak yang tanya apakah saya orang yang di dalam video yang beredar viral di pesawat itu? Yup, itu memang saya, tapi bukan yang mabuk itu ya, hehe,&amp;rdquo; jelas Dewi dilansir dari Instagramnya, Senin (31/12/2018).
Kabarnya, Dewi merupakan salah satu korban pelemparan selimut saat kericuhan. &amp;ldquo;Saya adalah wanita yang jadi korban pelemparan dari wanita berbaju biru itu,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga: Viral Penumpang Ngamuk di Pesawat Garuda Indonesia
Melalui instastory, Dewi angkat bicara lantaran banyak pihak yang menyudutkan keluarganya. &amp;ldquo;Kamu tuh mau apa sih bilang kita yang salah juga mengeroyok? Please yah, apakah kalau kamu dilempar selimut kamu akan diam saja?&amp;rdquo;
Dewi menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari pihak ground staff Garuda Indonesia yang salah memberi nomor tempat duduk kepada kakak serta keponakannya yang berumur 4 tahun sehingga terpisah jauh.
&amp;ldquo;Di saat kakak saya kebingungan, awak kabin memberi tahu untuk duduk dulu di tempatnya dan nanti ditukar tempat duduk apabila penumpang sudah masuk semua,&amp;rdquo; jelasnya.

Dikarenakan tak mungkin untuk terpisah serta banyak penumpang yang ingin lewat maka kakak dan keponakan Dewi menunggu di kursi 40H dan 40K. Kemudian datanglah sepasang pria dan wanita, serta dengan nada tinggi wanita tersebut berteriak,&amp;rdquo;Get out, that&amp;rsquo;s my seat,&amp;rdquo; teriak wanita berbaju biru tersebut.
Atas permintaan wanita tersebut, kakak dan keponakan Dewi pun menuruti dan pindah dari kursi tersebut. &amp;ldquo;Nah di saat keluar dari kursi, si anak balita itu kakinya nyenggol sepatu si wanita, berteriaklah wanita itu lagi, &amp;lsquo;don&amp;rsquo;t step on my shoes, it&amp;rsquo;s expensive&amp;rsquo; bla2&amp;rdquo; ungkap Dewi.
Hal tersebut memancing Dewi untuk berbicara. &amp;ldquo;If you don&amp;rsquo;t want to be stepped, take business class, it&amp;rsquo;s only child,&amp;rdquo; Dewi menyarankan jika tidak ingin terinjak, pilihlah kabin kelas bisnis, sebab yang dia hadapi hanyalah anak-anak.Pria yang datang bersama wanita tersebut pun mengatakan agar tak  mendengarkan perkataan wanita berbaju biru lantaran dia dalam keadaan  mabuk. Sebelum kejadian tersebut, kakak Dewi sudah meminta maaf kepada  wanita berbaju biru tersebut. Tetapi wanita tersebut mnjawab dengan nada  tinggi. &amp;ldquo;Who the hell are you,&amp;rdquo; teriak wanita berbaju biru tersebut.
Terciumlah aroma alkohol yang sangat menyengat dari wanita tersebut.  &amp;ldquo;Kakak saya langsung bilang &amp;lsquo;okay you&amp;rsquo;re drunk&amp;rsquo;,&amp;rdquo; jelas Dewi. Tak  berselang lama, Purser penerbangan tersebut datang menghampiri pasangan  tersebut untuk bertanya mengenai apa yang terjadi.
Wanita berbaju biru tersebut lantas menjawab dengan nada yang tinggi,  &amp;ldquo;That crazy kid seating in my chair. I don&amp;rsquo;t like it. This is my chair  (Bocah ini duduk di kursiku. Aku tidak suka. Ini kursiku),&amp;rdquo; ujar wanita  tersebut.
Baca Juga: Penumpang Ngamuk di Pesawat, Garuda Indonesia: Dalam Keadaan Mabuk
Jawaban dari wanita tersebut, dinilai Dewi, sontak memancing  celetukan penumpang di belakangnya. Celetukan  tersebut membuat wanita  berbaju biru kembali merespons dengan setengah berteriak dan menantang   kakak Dewi, apakah dia mampu membeli sepatu tersebut. Kata-kata dari  wanita tersebut lantas dirasa Dewi benar-benar menyinggung serta  merendahkan keluarganya.
Ground Staff dan Pilot datang serta memutuskan untuk meng-offload pasangan tersebut dengan alasan mabuk.
&amp;ldquo;Saat hendak berjalan keluar dari kursinya, tiba-tiba dia mengambil  selimut yang masih ada plastiknya dan memukulkan kepada saya yang duduk  bersebrangan dengan dia, lumayan sakit sih itu plastiknya, untung tidak  kena anak saya&amp;rdquo; jelas Dewi.

Pukulan tersebut lantas membuat seluruh keluarga Dewi bereaksi dan  marah kepada wanita tersebut. &amp;ldquo;Akhirnya terjadi keributan dan seorang  wanita staf sepertinya kewalahan mengatasi sampai akhirnya pilot harus  turun tangan sendiri untuk melerai dan menarik wanita itu keluar diikuti  pasangannya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dewi mengklarifikasi, video yang beredar bukanlah video lengkap  kejadian, melainkan video yang berisi saat setelah pelemparan selimut  kepadanya. &amp;ldquo;Tidak benar bahwa kami menyoraki wanita itu di saat mau  diturunkan,&amp;rdquo; jelasnya.
Dewi mengungkapkan, keluarganya benar menyoraki wanita tersebut saat  pelemparan selimut dan saat wanita tersebut ingin mengambil video  keluarga Dewi sambil berteriak kampungan.
&amp;ldquo;Disitulah kami sorakin lagi dan langsung saat itu kapten berteriak untuk menyuruh kami diam,&amp;rdquo; ungkapnya.Awalnya Dewi pun tak ingin mempermasalahkan kejadian tersebut karena   dirinya menghargai pihak Garuda Indonesia yang meminta agar tidak   membagikan video mengenai kejadian tersebut.
&amp;ldquo;Jadi video yang beredar itu bukan dari kami, tapi dari penumpang   lain yang ikut mengvideokan kejadian tersebut, sayangnya dia tidak video   dari awal kejadiannya seperti apa,&amp;rdquo; pungkasnya.
Dewi pun mengunggah video detik-detik pelemparan selimut serta foto   bukti merah ditelinganya lantaran dilempar dengan selimut. Foto   keponakannya pun diunggah dengan mengungkapkan keadaan keponakannya   tersebut yang trauma setelah kejadian. Keponakannya mengungkapkan, jika   dirinya tak menginjak sepatu, melainkan hanya menyenggol sedikit.
Dewi pun telah membukakan pintu maaf kepada wanita berbaju biru   tersebut. Dia pun mengatakan, dirinya bukanlah ibu dari anak yang   menyenggol sepatu wanita tersebut.
Baca Juga: Cara Garuda Indonesia Raup Laba Bersih Rp1 Triliun di 2019
&amp;ldquo;Saya mendengar dan pastikan bapak dari anak itu sudah meminta maaf saat pindah,&amp;rdquo; ungkap Dewi.
Dewi menyayangkan cerita yang beredar telah membangun opini publik ke   arah yang salah. &amp;ldquo;Bukan, ini bukan tentang orang tua yang tidak bisa   mendidik anaknya meminta maaf atau malah seakan orang tua yang menjawab   dengan ketus setelah anaknya menyenggol sepatu orang,&amp;rdquo; jelasnya.
Dewi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sikap Captain pesawat   yang mengambil tindakan tegas untuk menurunkan penumpang tersebut serta   para penumpang lain yang sudah berinisiatif berkumpul untuk berbagi   video kejadian tersebut.
Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memberikan klarifikasi   tentang beredarnya vidio keributan yang terjadi di dalam pesawat Garuda   Rute Hong Kong-Jakarta. VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan   Rosan menjelaskan kronologis keributan tersebut. Bermula saat proses   boarding penerbangan GA 863 rute Hong Kong-Jakarta, penumpang yang duduk   di kursi 40 K menimbulkan keributan karena kakinya terinjak oleh anak   kecil.
&amp;ldquo;Ketiga petugas cabin crew berusaha menenangkan, diketahui ternyata   penumpang tersebut sedang dalam keadaan mabuk serta tercium bau alkhohol   pada saat penumpang berbicara,&amp;rdquo; kata dia kepada Okezone.
Dia melanjutkan, atas dasar pertimbangan tersebut, untuk alasan   keamanan dan kenyamanan penumpang lain maka Pilot in Command memutuskan   untuk menurunkan penumpang tersebut dari pesawat.
Menurutnya, Penumpang sempat melakukan perlawanan sehingga   mengharuskan Pilot in Command melakukan tindakan tegas. Dia meyakini apa   yang dilakukan oleh awak pesawat telah sesuai dengan prosedur dan   tindakan awak pesawat untuk menurunkan/offload penumpang tersebut semata   mata untuk menjaga agar aspek safety dan kenyamanan penumpang selama   penerbangan dapat terjaga.
&amp;ldquo;Awak pesawat juga telah melakukan koordinasi dengan petugas keamanan di bandara Hongkong atas kejadian tersebut,&amp;rdquo; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
