<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanja Subsidi Membengkak hingga Rp216,8 Triliun Selama 2018, Ini Rinciannya</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja pemerintah pusat Rp1.444,4 triliun atau 99,3% dari target APBN</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/02/20/1999173/belanja-subsidi-membengkak-hingga-rp216-8-triliun-selama-2018-ini-rinciannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/02/20/1999173/belanja-subsidi-membengkak-hingga-rp216-8-triliun-selama-2018-ini-rinciannya"/><item><title>Belanja Subsidi Membengkak hingga Rp216,8 Triliun Selama 2018, Ini Rinciannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/02/20/1999173/belanja-subsidi-membengkak-hingga-rp216-8-triliun-selama-2018-ini-rinciannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/02/20/1999173/belanja-subsidi-membengkak-hingga-rp216-8-triliun-selama-2018-ini-rinciannya</guid><pubDate>Rabu 02 Januari 2019 21:05 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/02/20/1999173/belanja-subsidi-membengkak-hingga-rp216-8-triliun-selama-2018-ini-rinciannya-ZlRgc0EkRs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/02/20/1999173/belanja-subsidi-membengkak-hingga-rp216-8-triliun-selama-2018-ini-rinciannya-ZlRgc0EkRs.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja pemerintah pusat Rp1.444,4 triliun atau 99,3% dari target APBN yang sebesar Rp1.454,5 triliun. Di mana belanja untuk subsidi membengkak sepanjang 2018.

Realisasi belanja subsidi mencapai Rp216,8 triliun atau 138,8% dari target sebesar Rp156,2 triliun. Belanja yang membengkak ini disebabkan tingginya belanja subsidi energi maupun non energi.

Subsidi energi tercatat Rp153,5 triliun, padahal dialokasikan Rp94,5 triliun atau 162% dari target. Terdiri dari subsidi BBM dan LPG sebesar Rp97 triliun atau bengkak 207% dari alokasi Rp46,7 triliun. Lalu subsidi listrik tercatat bengkak 118,6% yakni menjadi 56,5 triliun dari alokasi sebesar Rp47,7 triliun.
&amp;nbsp;Baca Juga: Penerimaan Pajak 2018 Hanya Rp1.315 Triliun, Kurang Rp108 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, membengkaknya belanja subsidi energi ini dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Hal ini membuat pemerintah menambah subsidi pada energi.

Kemenkeu mencatat harga minyak dunia mencapai USD67,5 per barel, memang meleset dari asumsi APBN 2018 yang sebesar USD48 per barel.

&quot;Subsidi kita terbelanjakan lebih tinggi dari target, karena ada perubahan kebijakan subsidi energi terutama BBM per liter dari Rp500 jadi Rp2.000 per liter saat harga minyak tinggi meskipun di akhir tahun (harga minyak) sudah mengalami penurunan,&quot; kata dia dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (2/1/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit APBN 2018 Rp259,9 Triliun, 1,76% dari PDB
Adapun untuk subsidi non energi membengkak 102,5% menjadi Rp63,3 triliun dari alokasi sebesar Rp61,7 triliun.

Sekadar diketahui, secara keseluruhan pemerintah telah membelanjakan Rp2.220,2 triliun sepanjang 2018, atau mencapai 99,2% dari target yang sebesar Rp2.220,7 triliun. Angka tersebut juga tercatat tumbuh 9,7% dibandingkan tahun lalu.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja pemerintah pusat Rp1.444,4 triliun atau 99,3% dari target APBN yang sebesar Rp1.454,5 triliun. Di mana belanja untuk subsidi membengkak sepanjang 2018.

Realisasi belanja subsidi mencapai Rp216,8 triliun atau 138,8% dari target sebesar Rp156,2 triliun. Belanja yang membengkak ini disebabkan tingginya belanja subsidi energi maupun non energi.

Subsidi energi tercatat Rp153,5 triliun, padahal dialokasikan Rp94,5 triliun atau 162% dari target. Terdiri dari subsidi BBM dan LPG sebesar Rp97 triliun atau bengkak 207% dari alokasi Rp46,7 triliun. Lalu subsidi listrik tercatat bengkak 118,6% yakni menjadi 56,5 triliun dari alokasi sebesar Rp47,7 triliun.
&amp;nbsp;Baca Juga: Penerimaan Pajak 2018 Hanya Rp1.315 Triliun, Kurang Rp108 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, membengkaknya belanja subsidi energi ini dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Hal ini membuat pemerintah menambah subsidi pada energi.

Kemenkeu mencatat harga minyak dunia mencapai USD67,5 per barel, memang meleset dari asumsi APBN 2018 yang sebesar USD48 per barel.

&quot;Subsidi kita terbelanjakan lebih tinggi dari target, karena ada perubahan kebijakan subsidi energi terutama BBM per liter dari Rp500 jadi Rp2.000 per liter saat harga minyak tinggi meskipun di akhir tahun (harga minyak) sudah mengalami penurunan,&quot; kata dia dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (2/1/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit APBN 2018 Rp259,9 Triliun, 1,76% dari PDB
Adapun untuk subsidi non energi membengkak 102,5% menjadi Rp63,3 triliun dari alokasi sebesar Rp61,7 triliun.

Sekadar diketahui, secara keseluruhan pemerintah telah membelanjakan Rp2.220,2 triliun sepanjang 2018, atau mencapai 99,2% dari target yang sebesar Rp2.220,7 triliun. Angka tersebut juga tercatat tumbuh 9,7% dibandingkan tahun lalu.

</content:encoded></item></channel></rss>
