<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Tren Bisnis yang Bakal Ramai di 2019, Ada Robot Sosial hingga Mobil Listrik</title><description>Sejak beberapa tahun terakhir, banyak sekali perubahan dan perkembangan yang kita temui di dunia bisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/07/320/1999949/5-tren-bisnis-yang-bakal-ramai-di-2019-ada-robot-sosial-hingga-mobil-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/07/320/1999949/5-tren-bisnis-yang-bakal-ramai-di-2019-ada-robot-sosial-hingga-mobil-listrik"/><item><title>5 Tren Bisnis yang Bakal Ramai di 2019, Ada Robot Sosial hingga Mobil Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/07/320/1999949/5-tren-bisnis-yang-bakal-ramai-di-2019-ada-robot-sosial-hingga-mobil-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/07/320/1999949/5-tren-bisnis-yang-bakal-ramai-di-2019-ada-robot-sosial-hingga-mobil-listrik</guid><pubDate>Senin 07 Januari 2019 07:33 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/04/320/1999949/5-tren-bisnis-yang-bakal-ramai-di-2019-ada-robot-sosial-hingga-mobil-listrik-zBmmiHN2oI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Robot (Foto: BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/04/320/1999949/5-tren-bisnis-yang-bakal-ramai-di-2019-ada-robot-sosial-hingga-mobil-listrik-zBmmiHN2oI.jpg</image><title>Robot (Foto: BBC)</title></images><description>JAKARTA - Sejak beberapa tahun terakhir, banyak sekali perubahan dan perkembangan yang kita temui di dunia bisnis. Mulai terus bertumbuhnya industri finansial teknologi hingga menjamurnya bisnis online travel yang bertujuan mengakomodir hasrat berpetualang generasi milenials.
Membincang perubahan, gerak dan laku perubahan terjadi hampir setiap saat. Hal itu berjalan linear dengan kebutuhan hidup masyarakat dan juga pola hidupnya. Seperti kemunculan industri finansial teknologi atau industri keuangan yang berbasis pada teknologi yang mulai booming pada beberapa tahun kebelakang.
Hadirnya industri anyar itu sejalan dengan meningkatnya jumlah generasi produktif di Indonesia. Melansir proyeksi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2013 lalu, pada tahun ini jumlah penduduk di Indonesia mencapai 265 juta jiwa, di mana 67,6% di antaranya atau sekitar 179,13 juta jiwanya masuk dalam kategori usia produktif.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi: Mobil Listrik Itu Barang Langka dan Eksotis
Hal itu menjadi ceruk tersendiri bagi tumbuh kembangnya industri finansial teknologi yang memang sangat mengandalkan kecepatan, kenyamanan dan juga kecanggihan teknologi di hampir setiap lini kehidupannya. Dengan melihat data di atas, tak aneh pula jika Indonesia berpotensi menjadi destinasi baru pengembangan bisnis digital dunia.
Nah bagaimana dengan tahun 2019 mendatang, apa saja kah yang akan ramai diperbincangkan di tahun babi tanah tersebut, simak ulasannya seperti dikutip cekaja, Senin (7/1/2019).
Mengutip data Web Summit 2018, terdapat 5 tren yang bakal ramai di tahun 2019 dan tahun-tahun selanjutnya, di antaranya adalah penggunaan robot dalam tatanan sosial masyarakat.
1. Robot Sosial
Penerapan teknologi robotik dalam skala industri sudah banyak ditemui belakangan ini. Perusahaan  berskala internasional seperti Toyota ataupun lainnya sudah mengimplementasikan teknologi robot dalam proses produksinya.
Alih-alih menambah jumlah pekerjaan bagi manusia, kehadiran robot diprediksi bakal lebih banyak menggantikan pekerjaan manusia di beberapa tahun kedepan. Bahkan, perkembangan teknologi robot diproyeksikan juga bakal menyentuh kehidupan sosial masyarakat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Hari Inovasi, Kini Robot pun Punya Sentuhan Emosi
Adanya teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, memungkinkan robot untuk memiliki kecerdasan emosional yang diharapkan dapat membantu kehidupan masyarakat. Untuk saat ini kehadiran robot sudah banyak ditemui di berbagai sektor kehidupan, seperti perawatan kesehatan, sektor ritel, pendidikan juga perhotelan.
2. Wanita di Perusahaan Teknologi
Pada tahun 2019 mendatang, sejumlah posisi strategis di perusahaan teknologi bakal banyak diperankan oleh wanita. Hal itu dikarenakan sekitar 49% wanita percaya bahwa tempat para wanita bekerja saat ini cukup memastikan kesetaraan gender.
Meskipun begitu, persentase jumlah wanita yang merasa perlu membuktikan kualitas pekerjaannya kepada rekan kerja pria juga cukup tinggi, angkanya mencapai 61%, sedangkan 37% wanita merasa ditawari peran kepemimpinan hanya untuk mengisi kuota kosong saja.
&amp;nbsp;Baca Juga: Robot Kecoa untuk Operasi Intelijen, Bisa Menyadap dan Mengintai
Mulai merajainya wanita dalam tatanan karir yang selama ini diisi oleh pria sebenarnya sudah terlihat pada tahun ini. Berdasarkan riset salah satu firma global, Grant Thornton Indonesia, sekitar 43 persen wanita Indonesia mampu mencapai posisi manajemen senior di perusahaan.
Jumlah tersebut menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia, bahkan angkanya jauh lebih tinggi ketimbang rata-rata perempuan yag berada di wilayah Asia Pasifik yang hanya mencapai 23%. Dari total jumlah perusahaan yang ada di Indonesia, hanya 15% perusahaan yang posisi manajemen seniornya tidak diisi oleh wanita.
Angka ini lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, yang 22% dan 21% perusahaan di sana tidak memiliki perempuan di jenjang manajemen senior.3. Remote pekerjaan semakin lazim
Mengacu pada survey Gallup, pada tahun-tahun mendatang perilaku  remote dalam melakukan pekerjaan bakal lebih lazim terdengar. Hal itu  terjadi seiring dengan digitalisasi yang memungkinkan banyak orang untuk  menciptakan bisnis mereka sendiri.
Bahkan diprediksi sekitar 43% karyawan sebagian waktu kerjanya berada  di rumah. Dengan adanya skema remote dalam menuntaskan pekerjaannya,  setiap karyawan akan menempatkan nilai lebih pada lingkungan kerjanya  yang fleksibel.
Meski begitu perusahaan tetap harus menemukan keseimbangan yang baik  agar program melaksanakan pekerjaan dari jauh (remote) dapat membantu  meningkatkan retensi karyawan.
4. Muncul peluang dari Cryptocurrency
Seperti di ketahui, sepak terjang mata uang krypto atau  cryptocurrency di wilayah Asia khususnya berjalan secara diam-diam.  Namun baru-baru ini, salah satu layanan perdagangan EToro melakukan soft  launching cryptocurrency wallet yang dinamakan EToroX.
Produk baru ini diyakini bakal membuka peluang lebih besar lagi untuk  perdagangan mata uang krypto. Pasalnya wallet tersebut telah mendapat  lisensi dari Komisi Layanan Keuangan Gibraltar (GFSC).
Melalui sistem ini juga nantinya perusahaan yang menggunakannya dapat  mentransmisikan uang atau asetnya melalui penggunaan Blockchain atau  Distributed Ledger Technology (DLT). Sebelumnya Gibraltar sendiri  dicatat sebagai yurisdiksi Blockchain dan crypto-friendly.
5. Mobil listrik Tesla akan tergantikan
Tidak dapat dipungkiri, gaya hidup masyarakat dewasa ini mulai  beralih ke gaya hidup sehat juga cerdas. Oleh karena itu, beberapa  sektor industri sudah mulai menggodok pengaplikasian teknologi yang  tepat untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan namun tetap  mengedepankan sisi modernitas.
Salah satu sektor yang paling kentara memperlihatkan kemampuannya di  sini adalah sektor otomotif. Ya, Anda pasti pernah mendengar mobil  pabrikan Amerika yang berbahan bakar listrik, Tesla. Mobil canggih nan  modern itu berhasil memikat ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang  Soesatyo untuk memboyongnya ke Indonesia.
Namun ternyata masa depan industri otomotif tidak berada pada  penggunaan listrik, baru &amp;ndash; baru ini penerapan teknologi AI dan juga  konektivitas sedang dalam proses membuat mobil menjadi lebih pintar.
Dalam lima tahun ke depan, desain keselamatan dan juga sistem  pemantauan juga akan membuat jalan raya menjadi tempat yang lebih aman.  Salah satu produsen mobil asal China, Byton yang juga mobil listrik saat  ini tengah membangun kendaraan pertamanya dengan menggabungkan  teknologi sentuh dan suara untuk mengendalikannya.
Bahkan dengan konsep mobil all-electric Byton menyuguhkan apa yang  disebut sensor Air Touch yang memungkinkan penumpang mengendalikan layar  utama dengan isyarat tangan.
Nah untuk lebih mempersiapkan masa depan Anda, mulailah berpikir  untuk menjadi seorang entrepreneur. Karena dengan menjadi seorang  wirausaha, Anda dapat menjadi mandiri secara finansial.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejak beberapa tahun terakhir, banyak sekali perubahan dan perkembangan yang kita temui di dunia bisnis. Mulai terus bertumbuhnya industri finansial teknologi hingga menjamurnya bisnis online travel yang bertujuan mengakomodir hasrat berpetualang generasi milenials.
Membincang perubahan, gerak dan laku perubahan terjadi hampir setiap saat. Hal itu berjalan linear dengan kebutuhan hidup masyarakat dan juga pola hidupnya. Seperti kemunculan industri finansial teknologi atau industri keuangan yang berbasis pada teknologi yang mulai booming pada beberapa tahun kebelakang.
Hadirnya industri anyar itu sejalan dengan meningkatnya jumlah generasi produktif di Indonesia. Melansir proyeksi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2013 lalu, pada tahun ini jumlah penduduk di Indonesia mencapai 265 juta jiwa, di mana 67,6% di antaranya atau sekitar 179,13 juta jiwanya masuk dalam kategori usia produktif.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi: Mobil Listrik Itu Barang Langka dan Eksotis
Hal itu menjadi ceruk tersendiri bagi tumbuh kembangnya industri finansial teknologi yang memang sangat mengandalkan kecepatan, kenyamanan dan juga kecanggihan teknologi di hampir setiap lini kehidupannya. Dengan melihat data di atas, tak aneh pula jika Indonesia berpotensi menjadi destinasi baru pengembangan bisnis digital dunia.
Nah bagaimana dengan tahun 2019 mendatang, apa saja kah yang akan ramai diperbincangkan di tahun babi tanah tersebut, simak ulasannya seperti dikutip cekaja, Senin (7/1/2019).
Mengutip data Web Summit 2018, terdapat 5 tren yang bakal ramai di tahun 2019 dan tahun-tahun selanjutnya, di antaranya adalah penggunaan robot dalam tatanan sosial masyarakat.
1. Robot Sosial
Penerapan teknologi robotik dalam skala industri sudah banyak ditemui belakangan ini. Perusahaan  berskala internasional seperti Toyota ataupun lainnya sudah mengimplementasikan teknologi robot dalam proses produksinya.
Alih-alih menambah jumlah pekerjaan bagi manusia, kehadiran robot diprediksi bakal lebih banyak menggantikan pekerjaan manusia di beberapa tahun kedepan. Bahkan, perkembangan teknologi robot diproyeksikan juga bakal menyentuh kehidupan sosial masyarakat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Hari Inovasi, Kini Robot pun Punya Sentuhan Emosi
Adanya teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, memungkinkan robot untuk memiliki kecerdasan emosional yang diharapkan dapat membantu kehidupan masyarakat. Untuk saat ini kehadiran robot sudah banyak ditemui di berbagai sektor kehidupan, seperti perawatan kesehatan, sektor ritel, pendidikan juga perhotelan.
2. Wanita di Perusahaan Teknologi
Pada tahun 2019 mendatang, sejumlah posisi strategis di perusahaan teknologi bakal banyak diperankan oleh wanita. Hal itu dikarenakan sekitar 49% wanita percaya bahwa tempat para wanita bekerja saat ini cukup memastikan kesetaraan gender.
Meskipun begitu, persentase jumlah wanita yang merasa perlu membuktikan kualitas pekerjaannya kepada rekan kerja pria juga cukup tinggi, angkanya mencapai 61%, sedangkan 37% wanita merasa ditawari peran kepemimpinan hanya untuk mengisi kuota kosong saja.
&amp;nbsp;Baca Juga: Robot Kecoa untuk Operasi Intelijen, Bisa Menyadap dan Mengintai
Mulai merajainya wanita dalam tatanan karir yang selama ini diisi oleh pria sebenarnya sudah terlihat pada tahun ini. Berdasarkan riset salah satu firma global, Grant Thornton Indonesia, sekitar 43 persen wanita Indonesia mampu mencapai posisi manajemen senior di perusahaan.
Jumlah tersebut menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia, bahkan angkanya jauh lebih tinggi ketimbang rata-rata perempuan yag berada di wilayah Asia Pasifik yang hanya mencapai 23%. Dari total jumlah perusahaan yang ada di Indonesia, hanya 15% perusahaan yang posisi manajemen seniornya tidak diisi oleh wanita.
Angka ini lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, yang 22% dan 21% perusahaan di sana tidak memiliki perempuan di jenjang manajemen senior.3. Remote pekerjaan semakin lazim
Mengacu pada survey Gallup, pada tahun-tahun mendatang perilaku  remote dalam melakukan pekerjaan bakal lebih lazim terdengar. Hal itu  terjadi seiring dengan digitalisasi yang memungkinkan banyak orang untuk  menciptakan bisnis mereka sendiri.
Bahkan diprediksi sekitar 43% karyawan sebagian waktu kerjanya berada  di rumah. Dengan adanya skema remote dalam menuntaskan pekerjaannya,  setiap karyawan akan menempatkan nilai lebih pada lingkungan kerjanya  yang fleksibel.
Meski begitu perusahaan tetap harus menemukan keseimbangan yang baik  agar program melaksanakan pekerjaan dari jauh (remote) dapat membantu  meningkatkan retensi karyawan.
4. Muncul peluang dari Cryptocurrency
Seperti di ketahui, sepak terjang mata uang krypto atau  cryptocurrency di wilayah Asia khususnya berjalan secara diam-diam.  Namun baru-baru ini, salah satu layanan perdagangan EToro melakukan soft  launching cryptocurrency wallet yang dinamakan EToroX.
Produk baru ini diyakini bakal membuka peluang lebih besar lagi untuk  perdagangan mata uang krypto. Pasalnya wallet tersebut telah mendapat  lisensi dari Komisi Layanan Keuangan Gibraltar (GFSC).
Melalui sistem ini juga nantinya perusahaan yang menggunakannya dapat  mentransmisikan uang atau asetnya melalui penggunaan Blockchain atau  Distributed Ledger Technology (DLT). Sebelumnya Gibraltar sendiri  dicatat sebagai yurisdiksi Blockchain dan crypto-friendly.
5. Mobil listrik Tesla akan tergantikan
Tidak dapat dipungkiri, gaya hidup masyarakat dewasa ini mulai  beralih ke gaya hidup sehat juga cerdas. Oleh karena itu, beberapa  sektor industri sudah mulai menggodok pengaplikasian teknologi yang  tepat untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan namun tetap  mengedepankan sisi modernitas.
Salah satu sektor yang paling kentara memperlihatkan kemampuannya di  sini adalah sektor otomotif. Ya, Anda pasti pernah mendengar mobil  pabrikan Amerika yang berbahan bakar listrik, Tesla. Mobil canggih nan  modern itu berhasil memikat ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang  Soesatyo untuk memboyongnya ke Indonesia.
Namun ternyata masa depan industri otomotif tidak berada pada  penggunaan listrik, baru &amp;ndash; baru ini penerapan teknologi AI dan juga  konektivitas sedang dalam proses membuat mobil menjadi lebih pintar.
Dalam lima tahun ke depan, desain keselamatan dan juga sistem  pemantauan juga akan membuat jalan raya menjadi tempat yang lebih aman.  Salah satu produsen mobil asal China, Byton yang juga mobil listrik saat  ini tengah membangun kendaraan pertamanya dengan menggabungkan  teknologi sentuh dan suara untuk mengendalikannya.
Bahkan dengan konsep mobil all-electric Byton menyuguhkan apa yang  disebut sensor Air Touch yang memungkinkan penumpang mengendalikan layar  utama dengan isyarat tangan.
Nah untuk lebih mempersiapkan masa depan Anda, mulailah berpikir  untuk menjadi seorang entrepreneur. Karena dengan menjadi seorang  wirausaha, Anda dapat menjadi mandiri secara finansial.</content:encoded></item></channel></rss>
