<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Ingin UMKM Go Online, Bagaimana Caranya?</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) ungkapkan keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 56 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/11/320/2003065/jokowi-ingin-umkm-go-online-bagaimana-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/11/320/2003065/jokowi-ingin-umkm-go-online-bagaimana-caranya"/><item><title>Jokowi Ingin UMKM Go Online, Bagaimana Caranya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/11/320/2003065/jokowi-ingin-umkm-go-online-bagaimana-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/11/320/2003065/jokowi-ingin-umkm-go-online-bagaimana-caranya</guid><pubDate>Jum'at 11 Januari 2019 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Rachma Unzilla </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/11/320/2003065/jokowi-ingin-umkm-go-online-bagaimana-caranya-fscP8yQNF3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/11/320/2003065/jokowi-ingin-umkm-go-online-bagaimana-caranya-fscP8yQNF3.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ungkapkan keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 56 juta. Dengan banyaknya masalah yang dihadapi UKM-UKM seperti bagaimana membangun brand, membuat design kemasan, dan persoalan lain yang mengangkut modal, Jokowi ingin UKM Go-Online.
Bagaimana Go-Online yang dimaksud? Menurut Presiden, UKM bisa masuk ke e-commerce. Selain itu, UKM juga bisa bisa saja kerja sama dengan Menteri Perindustrian dan Menteri UKM untuk memperbaiki packaging yang ada di negara kita.
Baca Juga: RI Butuh Lembaga Pemeringkat Kredit UMKM
 
&quot;Yang kita lihat ini, satu per satu akan bisa selesai kalau dunia usaha, swasta ini bersama-sama dengan pemerintah membangun negara ini bersama-sama,&quot; kata Presiden di kawasan Jakarta Pusat, kemarin yang dikutip dari laman setkab.go.id.
Lain hal lagi dengan desain seperti furniture. Kepala Negara menjelaskan, banyak UKM-UKM kita memiliki produk yang bagus tetapi tidak mengikuti tren pasar.
&quot;Seperti inilah yang tadi saya sampaikan, kalau bisa disambungkan antara ekosistem offline dan ekosistem online ini akan menjadi sebuah kekuatan yang besar bagi produk-produk yang ada di negara kita,&quot; ujar Presiden.

Di sisi lain, adapun kekhawatiran Presiden mengenai produk-produk Indonesia yang tidak bisa masuk ke online. Jangan sampai tergeser dengan barang-barang dari luar negeri.
&quot;Jangan sampai kejadian ini terjadi. Market place kita, produknya itu justru dari luar. Mungkin sementara enggak apa-apa tapi dalam jangka pendek, jangka tengah, ini harus diusahakan bersama-sama agar barang-barang itu semuanya produk dalam negeri kita,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ungkapkan keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 56 juta. Dengan banyaknya masalah yang dihadapi UKM-UKM seperti bagaimana membangun brand, membuat design kemasan, dan persoalan lain yang mengangkut modal, Jokowi ingin UKM Go-Online.
Bagaimana Go-Online yang dimaksud? Menurut Presiden, UKM bisa masuk ke e-commerce. Selain itu, UKM juga bisa bisa saja kerja sama dengan Menteri Perindustrian dan Menteri UKM untuk memperbaiki packaging yang ada di negara kita.
Baca Juga: RI Butuh Lembaga Pemeringkat Kredit UMKM
 
&quot;Yang kita lihat ini, satu per satu akan bisa selesai kalau dunia usaha, swasta ini bersama-sama dengan pemerintah membangun negara ini bersama-sama,&quot; kata Presiden di kawasan Jakarta Pusat, kemarin yang dikutip dari laman setkab.go.id.
Lain hal lagi dengan desain seperti furniture. Kepala Negara menjelaskan, banyak UKM-UKM kita memiliki produk yang bagus tetapi tidak mengikuti tren pasar.
&quot;Seperti inilah yang tadi saya sampaikan, kalau bisa disambungkan antara ekosistem offline dan ekosistem online ini akan menjadi sebuah kekuatan yang besar bagi produk-produk yang ada di negara kita,&quot; ujar Presiden.

Di sisi lain, adapun kekhawatiran Presiden mengenai produk-produk Indonesia yang tidak bisa masuk ke online. Jangan sampai tergeser dengan barang-barang dari luar negeri.
&quot;Jangan sampai kejadian ini terjadi. Market place kita, produknya itu justru dari luar. Mungkin sementara enggak apa-apa tapi dalam jangka pendek, jangka tengah, ini harus diusahakan bersama-sama agar barang-barang itu semuanya produk dalam negeri kita,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
