<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Mengelola Modal Usaha yang Berasal dari Utang</title><description>Modal usaha adalah elemen terpenting dalam menjalankan suatu bisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/13/320/2003617/cara-mengelola-modal-usaha-yang-berasal-dari-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/13/320/2003617/cara-mengelola-modal-usaha-yang-berasal-dari-utang"/><item><title>Cara Mengelola Modal Usaha yang Berasal dari Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/13/320/2003617/cara-mengelola-modal-usaha-yang-berasal-dari-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/13/320/2003617/cara-mengelola-modal-usaha-yang-berasal-dari-utang</guid><pubDate>Minggu 13 Januari 2019 09:32 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/12/320/2003617/cara-mengelola-modal-usaha-yang-berasal-dari-utang-iNla3rkIjo.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/12/320/2003617/cara-mengelola-modal-usaha-yang-berasal-dari-utang-iNla3rkIjo.jpeg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Modal usaha adalah elemen terpenting dalam menjalankan suatu bisnis. Karena sifatnya krusial, setiap pelaku usaha butuh perhitungan yang benar-benar matang sejak awal. Akan dipakai apa saja modal tersebut nantinya, tentu harus sesuai dengan rencana keuangan tadi.
Semua demi kelangsungan bisnis agar tetap stabil, bahkan mengalami peningkatan dari segi untung. Kenyataannya, sebagian besar pengusaha pemula ataupun pro mampu menjadi pengusaha sukses dengan terlebih dahulu berutang.
Pinjaman dari bank itu digunakan tak lain untuk mengoptimalkan kegiatan bisnis, sehingga pengusaha bisa memperoleh keuntungan. Itulah yang disebut utang produktif.
Dengan adanya utang tersebut, otomatis membuat kewajiban finansial semakin bertambah. Sembari terus berjuang menjalankan bisnis, Anda juga perlu lebih ketat mengatur arus kas untuk menyicil angsuran dari utang tersebut setiap bulannya.
Baca Juga: Daftar Peluang Usaha Menjanjikan di Musim Hujan
 
Beda Utang Produktif dan Utang Konsumtif
Jika utang produktif digunakan sebagai modal usaha, lain halnya dengan utang konsumtif. Tujuan utang konsumtif lebih mengarah pada kebutuhan konsumsi pribadi. Salah satunya adalah pembelian gadget seperti ponsel pintar. Gadget adalah barang yang terkena depresiasi alias penurunan nilai jual. Saat beli, harganya mungkin Rp 5 juta. Tapi tahun depan harganya bisa jadi merosot jadi Rp 4 juta.
Meski begitu, utang konsumtif ini bisa berubah produktif ketika gadget turut dimanfaatkan untuk sarana komunikasi dalam berbisnis. Hadirnya penghasilan tambahan dari aktivitas tersebut menandakan utang yang diambil bukanlah konsumtif.
Kelola Modal Usaha dari Utang dengan Cara Ini
Banyak orang alergi dengan utang. Mereka khawatir tidak dapat hidup dengan tenang dan nyaman jika memiliki utang. Terlebih dalam menjalankan bisnis, terkadang ada saja masanya pemasukan mengalami fluktualitas.

Namun di samping itu, tak selamanya modal usaha dari utang akan &amp;lsquo;mencekik&amp;rsquo; Anda. Lalu bagaimana cara mengelolanya secara efektif? Berikut ini beberapa trik jitunya yang dikutip dari CekAja.com:
1. Pilih jenis utang yang tepat
Jauh sebelum memutuskan untuk berutang demi modal usaha, pastikan Anda telat memilih jenis utang paling tepat. Sebab, pemilihan jenis hutang yang tidak tepat akan menimbulkan beragam risiko.
Pada dasarnya ada dua jenis hutang, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Utang jangka panjang lebih diminati oleh para pelaku bisnis, karena pertimbangan goal yang harus dicapai dalam waktu lama.
Tenggat waktu pembayaran atau jatuh tempo utang jangka panjang bisa mencapai satu periode akuntansi, yakni satu tahun lebih. Pelunasan hutang jangka panjang umumnya dibayar dengan aktiva tidak lancar.
Contoh dari aktiva tidak tetap adalah segala macam aset perusahaan seperti saham. Sementara bila memilih utang jangka pendek, tentu saja akan merepotkan Anda dalam hal pelunasan yang harus dipenuhi lebih cepat.
Selain itu, Anda juga tidak perlu gegabah memilih bank. Ada beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan saat mengajukan pinjaman, seperti bunga yang tidak terlalu besar dan tenor yang panjang. Anda bisa membandingkan produk pinjaman antara bank satu dengan yang lainnya melalui marketplace produk keuangan pertama di Indonesia, CekAja.com.2. Disiplin membayar cicilan
Setelah pinjaman dari bank telah Anda dapat, jangan lantas terlena.  Tagihan akan terus menghampiri setiap bulannya. Namun jangan pula kalut,  karena kunci dari mengelola modal yang berasal dari utang adalah hanya  dengan disiplin membayar cicilan.
Buat jadwal pembayaran utang, sehingga Anda sudah bisa  mempersiapkannya lebih awal. Bila perlu bayar cicilan tersebut sebelum  tanggal tempo. Kontrol keuangan agar tidak sekali pun menunggak cicilan.
Karena sekali saja menunggak akan dikenakan menambah bunga yang cukup  besar di bulan berikutnya. Motiviasilah diri sendiri, bahwa semakin  cepat hutang-hutang terlunasi maka tentu akan semakin cepat pula Anda  bebas dari beban finansial yang ada.
3. Menambah aset
Berhutang saat membangun suatu bisnis juga tidak akan menjadi  masalah, jika pada akhirnya Anda bisa menambah aset sebanyak-banyaknya  dari situ. Sebagai simulasi, Anda mengajukan pinjaman Rp 25 juta dengan  tenor 12 bulan dan bunga 0 persen.
Pinjaman digunakan untuk memulai suatu usaha butik dan pelunasan  utang dilakukan dengan cara dicicil sebesar Rp2 juta per bulan.  Asumsikan Anda mampu menghasilkan omset Rp1 juta per hari alias Rp30  juta per bulan.
Baca Juga: Tips Sukses Bisnis Manisan Pala, Modal Kecil Untung Besar
Dengan biaya operasional sebesar Rp25 juta per bulan, Anda memiliki  laba bersih sebesar Rp5 juta per bulan. Anda dapat menggunakan laba  bersih untuk melunasi cicilan utang setiap bulan, sehingga sisa bersih  yang dapat Anda ambil adalah Rp3 juta.
Nah melalui keuntungan tersebut, apabila rutin nantinya Anda jadi  bisa menambah aset usaha maupun aset pribadi. Sekalipun modal yang  diperoleh awalnya dari utang, tapi jelas tidak sia-sia karena hasilnya  lebih memuaskan.
4. Perhatikan rasio keuangan
Dalam mengajukan pinjaman sebagai modal usaha, umumnya baru bisa  dipenuhi jika calon debitur memiliki rasio utang terhadap pendapatan  yang cukup baik. idealnya, rasio utang tersebut adalah sejumlah 30  persen dari total penghasilan.
Maka dari itu, jaga rasio utang ini agar tidak melampaui batas  seharusnya. Tahan hasrat untuk menambah utang lagi, sekalipun nominalnya  kecil atau bersifat pribadi.
Dengan selalu konsisten menjaga rasio utang dan pendapatan di angka  ini, dan membayar cicilan dengan teratur juga bisa berdampak pada skor  kredit Anda di SLIK yang menjadi baik dan bebas dari blacklist.
Modal usaha yang berasal dari utang ibarat oase di padang pasir.  Terlihat indah dari kejauhan, tetapi bila didekati mungkin tak seindah  itu. Utang dalam berbisnis adalah hal yang wajar-wajar saja terjadi.  Meskipun begitu, perlu juga diperhatikan agar jangan sampai membuat  kondisi finansial bisnis malah memburuk.
Jadi, bijaksanalah dalam mengatur utang ini. Hindari menggunakan  pinjaman modal bank untuk bisnis yang belum pasti potensinya, karena  masih ada kewajiban Anda untuk mengembalikannya lewat cicilan utang.</description><content:encoded>JAKARTA - Modal usaha adalah elemen terpenting dalam menjalankan suatu bisnis. Karena sifatnya krusial, setiap pelaku usaha butuh perhitungan yang benar-benar matang sejak awal. Akan dipakai apa saja modal tersebut nantinya, tentu harus sesuai dengan rencana keuangan tadi.
Semua demi kelangsungan bisnis agar tetap stabil, bahkan mengalami peningkatan dari segi untung. Kenyataannya, sebagian besar pengusaha pemula ataupun pro mampu menjadi pengusaha sukses dengan terlebih dahulu berutang.
Pinjaman dari bank itu digunakan tak lain untuk mengoptimalkan kegiatan bisnis, sehingga pengusaha bisa memperoleh keuntungan. Itulah yang disebut utang produktif.
Dengan adanya utang tersebut, otomatis membuat kewajiban finansial semakin bertambah. Sembari terus berjuang menjalankan bisnis, Anda juga perlu lebih ketat mengatur arus kas untuk menyicil angsuran dari utang tersebut setiap bulannya.
Baca Juga: Daftar Peluang Usaha Menjanjikan di Musim Hujan
 
Beda Utang Produktif dan Utang Konsumtif
Jika utang produktif digunakan sebagai modal usaha, lain halnya dengan utang konsumtif. Tujuan utang konsumtif lebih mengarah pada kebutuhan konsumsi pribadi. Salah satunya adalah pembelian gadget seperti ponsel pintar. Gadget adalah barang yang terkena depresiasi alias penurunan nilai jual. Saat beli, harganya mungkin Rp 5 juta. Tapi tahun depan harganya bisa jadi merosot jadi Rp 4 juta.
Meski begitu, utang konsumtif ini bisa berubah produktif ketika gadget turut dimanfaatkan untuk sarana komunikasi dalam berbisnis. Hadirnya penghasilan tambahan dari aktivitas tersebut menandakan utang yang diambil bukanlah konsumtif.
Kelola Modal Usaha dari Utang dengan Cara Ini
Banyak orang alergi dengan utang. Mereka khawatir tidak dapat hidup dengan tenang dan nyaman jika memiliki utang. Terlebih dalam menjalankan bisnis, terkadang ada saja masanya pemasukan mengalami fluktualitas.

Namun di samping itu, tak selamanya modal usaha dari utang akan &amp;lsquo;mencekik&amp;rsquo; Anda. Lalu bagaimana cara mengelolanya secara efektif? Berikut ini beberapa trik jitunya yang dikutip dari CekAja.com:
1. Pilih jenis utang yang tepat
Jauh sebelum memutuskan untuk berutang demi modal usaha, pastikan Anda telat memilih jenis utang paling tepat. Sebab, pemilihan jenis hutang yang tidak tepat akan menimbulkan beragam risiko.
Pada dasarnya ada dua jenis hutang, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Utang jangka panjang lebih diminati oleh para pelaku bisnis, karena pertimbangan goal yang harus dicapai dalam waktu lama.
Tenggat waktu pembayaran atau jatuh tempo utang jangka panjang bisa mencapai satu periode akuntansi, yakni satu tahun lebih. Pelunasan hutang jangka panjang umumnya dibayar dengan aktiva tidak lancar.
Contoh dari aktiva tidak tetap adalah segala macam aset perusahaan seperti saham. Sementara bila memilih utang jangka pendek, tentu saja akan merepotkan Anda dalam hal pelunasan yang harus dipenuhi lebih cepat.
Selain itu, Anda juga tidak perlu gegabah memilih bank. Ada beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan saat mengajukan pinjaman, seperti bunga yang tidak terlalu besar dan tenor yang panjang. Anda bisa membandingkan produk pinjaman antara bank satu dengan yang lainnya melalui marketplace produk keuangan pertama di Indonesia, CekAja.com.2. Disiplin membayar cicilan
Setelah pinjaman dari bank telah Anda dapat, jangan lantas terlena.  Tagihan akan terus menghampiri setiap bulannya. Namun jangan pula kalut,  karena kunci dari mengelola modal yang berasal dari utang adalah hanya  dengan disiplin membayar cicilan.
Buat jadwal pembayaran utang, sehingga Anda sudah bisa  mempersiapkannya lebih awal. Bila perlu bayar cicilan tersebut sebelum  tanggal tempo. Kontrol keuangan agar tidak sekali pun menunggak cicilan.
Karena sekali saja menunggak akan dikenakan menambah bunga yang cukup  besar di bulan berikutnya. Motiviasilah diri sendiri, bahwa semakin  cepat hutang-hutang terlunasi maka tentu akan semakin cepat pula Anda  bebas dari beban finansial yang ada.
3. Menambah aset
Berhutang saat membangun suatu bisnis juga tidak akan menjadi  masalah, jika pada akhirnya Anda bisa menambah aset sebanyak-banyaknya  dari situ. Sebagai simulasi, Anda mengajukan pinjaman Rp 25 juta dengan  tenor 12 bulan dan bunga 0 persen.
Pinjaman digunakan untuk memulai suatu usaha butik dan pelunasan  utang dilakukan dengan cara dicicil sebesar Rp2 juta per bulan.  Asumsikan Anda mampu menghasilkan omset Rp1 juta per hari alias Rp30  juta per bulan.
Baca Juga: Tips Sukses Bisnis Manisan Pala, Modal Kecil Untung Besar
Dengan biaya operasional sebesar Rp25 juta per bulan, Anda memiliki  laba bersih sebesar Rp5 juta per bulan. Anda dapat menggunakan laba  bersih untuk melunasi cicilan utang setiap bulan, sehingga sisa bersih  yang dapat Anda ambil adalah Rp3 juta.
Nah melalui keuntungan tersebut, apabila rutin nantinya Anda jadi  bisa menambah aset usaha maupun aset pribadi. Sekalipun modal yang  diperoleh awalnya dari utang, tapi jelas tidak sia-sia karena hasilnya  lebih memuaskan.
4. Perhatikan rasio keuangan
Dalam mengajukan pinjaman sebagai modal usaha, umumnya baru bisa  dipenuhi jika calon debitur memiliki rasio utang terhadap pendapatan  yang cukup baik. idealnya, rasio utang tersebut adalah sejumlah 30  persen dari total penghasilan.
Maka dari itu, jaga rasio utang ini agar tidak melampaui batas  seharusnya. Tahan hasrat untuk menambah utang lagi, sekalipun nominalnya  kecil atau bersifat pribadi.
Dengan selalu konsisten menjaga rasio utang dan pendapatan di angka  ini, dan membayar cicilan dengan teratur juga bisa berdampak pada skor  kredit Anda di SLIK yang menjadi baik dan bebas dari blacklist.
Modal usaha yang berasal dari utang ibarat oase di padang pasir.  Terlihat indah dari kejauhan, tetapi bila didekati mungkin tak seindah  itu. Utang dalam berbisnis adalah hal yang wajar-wajar saja terjadi.  Meskipun begitu, perlu juga diperhatikan agar jangan sampai membuat  kondisi finansial bisnis malah memburuk.
Jadi, bijaksanalah dalam mengatur utang ini. Hindari menggunakan  pinjaman modal bank untuk bisnis yang belum pasti potensinya, karena  masih ada kewajiban Anda untuk mengembalikannya lewat cicilan utang.</content:encoded></item></channel></rss>
