<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukalapak Tegaskan Belum Minat IPO</title><description>Bukalapak mengatakan bahwa untuk saat ini Bukalapak belum  berencana untuk go public melalui IPO di Bursa  Efek Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/15/278/2004715/bukalapak-tegaskan-belum-minat-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/15/278/2004715/bukalapak-tegaskan-belum-minat-ipo"/><item><title>Bukalapak Tegaskan Belum Minat IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/15/278/2004715/bukalapak-tegaskan-belum-minat-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/15/278/2004715/bukalapak-tegaskan-belum-minat-ipo</guid><pubDate>Selasa 15 Januari 2019 13:51 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/15/278/2004715/bukalapak-tegaskan-belum-minat-ipo-pS7WteXGPG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/15/278/2004715/bukalapak-tegaskan-belum-minat-ipo-pS7WteXGPG.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Co-founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid mengatakan bahwa untuk saat ini Bukalapak belum berencana untuk go public melalui Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. &amp;rdquo;Untuk IPO, belum ada rencana konkrit. Kita masih mempelajari berbagai kemungkinannya karena untuk mendapatkan dana tidak harus IPO. Bisa melalui private financing, obligasi, dan lainnya,&quot; kata Fajrin Rasyid dilansir dari Harian Neraca, Selasa (15/1/2019).
Baca Juga: Perusahaan di Papua Didorong Go Public
Lebih lanjut, Fajrin mengatakan ada beberapa persyaratan yang masih mengganjal bagi Bukalapak untuk melantai di Bursa, terutama terkait kewajiban yang harus dipenuhi setelah IPO.&amp;rdquo;Persyaratan IPO sekarang lebih mudah yang kami masih cari tahu adalah sebenarnya ada enggak sih perubahan ke depannya soal kebijakan-kebijakan setelah IPO,&quot; ujar Fajrin.
Menurutnya, hal tersebut yang kadang bikin perusahaan starup bila sudah IPO harus publish data dan itu yang belum disentuh sama BI. Fajrin juga berharap adanya relaksasi terkait kewajiban-kewajiban setelah IPO, seperti kewajiban untuk melaporkan detail laporan keuangan.&amp;rdquo;Itu mungkin bisa jadi salah satu yang paling beratlah karena dengan inovasi yang cepat sekali kadang-kadang pengen inovasi ini jangan sampai kemudian diketahui banyak orang lalu ditiru dengan cepat dan sebagainya,&quot; kata Fajrin.

Disampaikannya, hal tersebut menjadi perhatian bagi Bukalapak sebelum IPO dan tidak cuma soal angka akan tetapi kegiatan-kegiatan penting dan sebagainya. Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mendorong perusahaan startup yang memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar atau biasa disebut startup Unicorn seperti Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka, untuk masuk ke pasar modal.
Dirinya meminta para startup Unicorn melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di BEI,&amp;rdquo;Saya berharap Unicorn-Unicorn masuk ke Bursa Efek Indonesia. Hanya masalah waktu dan masalah size daripada offering-nya,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Co-founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid mengatakan bahwa untuk saat ini Bukalapak belum berencana untuk go public melalui Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. &amp;rdquo;Untuk IPO, belum ada rencana konkrit. Kita masih mempelajari berbagai kemungkinannya karena untuk mendapatkan dana tidak harus IPO. Bisa melalui private financing, obligasi, dan lainnya,&quot; kata Fajrin Rasyid dilansir dari Harian Neraca, Selasa (15/1/2019).
Baca Juga: Perusahaan di Papua Didorong Go Public
Lebih lanjut, Fajrin mengatakan ada beberapa persyaratan yang masih mengganjal bagi Bukalapak untuk melantai di Bursa, terutama terkait kewajiban yang harus dipenuhi setelah IPO.&amp;rdquo;Persyaratan IPO sekarang lebih mudah yang kami masih cari tahu adalah sebenarnya ada enggak sih perubahan ke depannya soal kebijakan-kebijakan setelah IPO,&quot; ujar Fajrin.
Menurutnya, hal tersebut yang kadang bikin perusahaan starup bila sudah IPO harus publish data dan itu yang belum disentuh sama BI. Fajrin juga berharap adanya relaksasi terkait kewajiban-kewajiban setelah IPO, seperti kewajiban untuk melaporkan detail laporan keuangan.&amp;rdquo;Itu mungkin bisa jadi salah satu yang paling beratlah karena dengan inovasi yang cepat sekali kadang-kadang pengen inovasi ini jangan sampai kemudian diketahui banyak orang lalu ditiru dengan cepat dan sebagainya,&quot; kata Fajrin.

Disampaikannya, hal tersebut menjadi perhatian bagi Bukalapak sebelum IPO dan tidak cuma soal angka akan tetapi kegiatan-kegiatan penting dan sebagainya. Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mendorong perusahaan startup yang memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar atau biasa disebut startup Unicorn seperti Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka, untuk masuk ke pasar modal.
Dirinya meminta para startup Unicorn melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di BEI,&amp;rdquo;Saya berharap Unicorn-Unicorn masuk ke Bursa Efek Indonesia. Hanya masalah waktu dan masalah size daripada offering-nya,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
