<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Investasi Dorong Pertumbuhan Kinerja Industri Pengolahan</title><description>Bank Indonesia&amp;nbsp; mencatat kinerja sektor industri pengolahan pada kuartal IV-2018 berada di level ekspansi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/15/320/2004632/bi-investasi-dorong-pertumbuhan-kinerja-industri-pengolahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/15/320/2004632/bi-investasi-dorong-pertumbuhan-kinerja-industri-pengolahan"/><item><title>BI: Investasi Dorong Pertumbuhan Kinerja Industri Pengolahan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/15/320/2004632/bi-investasi-dorong-pertumbuhan-kinerja-industri-pengolahan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/15/320/2004632/bi-investasi-dorong-pertumbuhan-kinerja-industri-pengolahan</guid><pubDate>Selasa 15 Januari 2019 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/15/320/2004632/bi-investasi-dorong-pertumbuhan-kinerja-industri-pengolahan-4o19uGZoeL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Bank Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/15/320/2004632/bi-investasi-dorong-pertumbuhan-kinerja-industri-pengolahan-4o19uGZoeL.jpg</image><title>Ilustrasi: Bank Indonesia</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja sektor industri pengolahan pada kuartal IV-2018 berada di level ekspansi. Hal ini terindikasi dari nilai Prompt Manufacturing Index (PMI)-BI sebesar 51,92%, meskipun lebih rendah dari 52,02% pada kuartal III-2018.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan kondisi ini sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha sektor industri pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal IV-2018 yang terindikasi meningkat dengan SBT sebesar 0,32%, tapi lebih rendah 3,85% daripada kuartal III-2018.
&amp;ldquo;Peningkatan kinerja sektor industri pengolahan tersebut juga sejalan dengan perkembangan investasi sektor industri pengolahan kuartal IV-2018 yang meningkat dengan SBT sebesar 2,71%,&amp;rdquo; ujar Agusman di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, perkembangan kinerja sektor industri pengolahan berdasarkan PMI-BI tersebut sejalan dengan perkembangan Nikkei Indonesia Purchasing Managers Index (PMI) yang mengindikasikan kinerja sektor industri pengolahan Indonesia pada kuartal IV-2018 berada di fase ekspansi, meskipun lebih rendah dibandingkan kuartal III-2018.
&amp;ldquo;Hal ini sebagaimana ditunjukkan rata-rata PMI kuartal IV/2018 (Oktober-Desember) yang berada di level ekspansi dengan indeks sebesar 50,70%, namun lebih rendah dibandingkan rata-rata PMI kuartal III/2018 (Juli-September) sebesar 51,03,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Penjualan Eceran Tumbuh 3,4%
Dia mengatakan, pada kuartal I-2019 kinerja sektor industri pengolahan diprakirakan terus ekspansif. Hal ini terindikasi dari PMI-BI berada di fase ekspansi dengan indeks sebesar 54,75% yang meningkat dari 51,92% pada kuartal IV-2018.
&amp;ldquo;Perkembangan kinerja sektor industri pengolahan ini sejalan dengan pertumbuhan kegiatan usaha industri pengolahan kuartal I-2019 yang lebih tinggi dibandingkan kuartal IV-2018 dengan SBT sebesar 2,17%, naik dari 0,32% pada kuartal IV-2018,&amp;rdquo; ungkap dia.
Sedangkan ekspansi industri pengolahan kuartal didorong oleh sebagian besar komponen indeks. Berdasarkan komponen pembentuk PMI-BI, peningkatan kinerja industri pengolahan pada kuartal IV-2018 didorong oleh ekspansi di sebagian besar komponen indeks, terutama indeks volume pesanan dan indeks volume produksi.

Indikator volume pesanan pada kuartal IV-2018 tercatat mengalami ekspansi dengan indeks sebesar 54,74% meningkat dibandingkan 53,37% pada kuartal III-2018. Hasil survei juga mencatat peningkatan volume pesanan didorong oleh peningkatan per mintaan khususnya di pasar domestik.
Dia menuturkan, ekspansi volume pesanan diprakirakan berlanjut pada kuartal I-2019 dengan indeks sebesar 56,17%. Sejalan dengan peningkatan volume pesanan, indikator volume produksi pada kuartal IV-2018 berada di fase ekspansi dengan indeks sebesar 54,58%. Pada kuartal I-2019, indeks volume produksi diprakirakan semakin ekspansif di level 61,43% sejalan dengan optimisme peningkatan pesanan dan terjaganya permintaan.
Baca Juga: BI: Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Melambat
&amp;ldquo;Tingginya permintaan dan volume produksi juga mendorong peningkatan persediaan barang jadi,&amp;rdquo; ungkap dia. Indikator persediaan barang jadi periode kuartal IV/2018 berada di fase ekspansi dengan indeks sebesar 54,03%.
Sementara itu, pada kuartal I-2019, indeks volume persediaan barang jadi diprakirakan semakin ekspansif di level 56,26% sejalan dengan optimisme peningkatan pesanan dan kegiatan produksi. Namun, kata dia, peningkatan aktivitas produksi sektor industri pengolahan tidak sepenuhnya berdampak pada tingkat penggunaan tenaga kerja.
&amp;ldquo;Indeks jumlah tenaga kerja pada kuartal IV-2018 tercatat sebesar 48,92% atau berada di fase kontraksi,&amp;rdquo; ujar Agusman.
Adapun pada kuartal I/2019 untuk mendukung ekspansi kegiatan usaha, indikator jumlah tenaga kerja sektor industri pengolahan diprakirakan mengalami ekspansi dengan indeks sebesar 51,14%. Sementara kecepatan penerimaan barang input pada kuartal IV-2018 berada di level kontraksi dengan indeks sebesar 44,58%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja sektor industri pengolahan pada kuartal IV-2018 berada di level ekspansi. Hal ini terindikasi dari nilai Prompt Manufacturing Index (PMI)-BI sebesar 51,92%, meskipun lebih rendah dari 52,02% pada kuartal III-2018.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan kondisi ini sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha sektor industri pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal IV-2018 yang terindikasi meningkat dengan SBT sebesar 0,32%, tapi lebih rendah 3,85% daripada kuartal III-2018.
&amp;ldquo;Peningkatan kinerja sektor industri pengolahan tersebut juga sejalan dengan perkembangan investasi sektor industri pengolahan kuartal IV-2018 yang meningkat dengan SBT sebesar 2,71%,&amp;rdquo; ujar Agusman di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, perkembangan kinerja sektor industri pengolahan berdasarkan PMI-BI tersebut sejalan dengan perkembangan Nikkei Indonesia Purchasing Managers Index (PMI) yang mengindikasikan kinerja sektor industri pengolahan Indonesia pada kuartal IV-2018 berada di fase ekspansi, meskipun lebih rendah dibandingkan kuartal III-2018.
&amp;ldquo;Hal ini sebagaimana ditunjukkan rata-rata PMI kuartal IV/2018 (Oktober-Desember) yang berada di level ekspansi dengan indeks sebesar 50,70%, namun lebih rendah dibandingkan rata-rata PMI kuartal III/2018 (Juli-September) sebesar 51,03,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Penjualan Eceran Tumbuh 3,4%
Dia mengatakan, pada kuartal I-2019 kinerja sektor industri pengolahan diprakirakan terus ekspansif. Hal ini terindikasi dari PMI-BI berada di fase ekspansi dengan indeks sebesar 54,75% yang meningkat dari 51,92% pada kuartal IV-2018.
&amp;ldquo;Perkembangan kinerja sektor industri pengolahan ini sejalan dengan pertumbuhan kegiatan usaha industri pengolahan kuartal I-2019 yang lebih tinggi dibandingkan kuartal IV-2018 dengan SBT sebesar 2,17%, naik dari 0,32% pada kuartal IV-2018,&amp;rdquo; ungkap dia.
Sedangkan ekspansi industri pengolahan kuartal didorong oleh sebagian besar komponen indeks. Berdasarkan komponen pembentuk PMI-BI, peningkatan kinerja industri pengolahan pada kuartal IV-2018 didorong oleh ekspansi di sebagian besar komponen indeks, terutama indeks volume pesanan dan indeks volume produksi.

Indikator volume pesanan pada kuartal IV-2018 tercatat mengalami ekspansi dengan indeks sebesar 54,74% meningkat dibandingkan 53,37% pada kuartal III-2018. Hasil survei juga mencatat peningkatan volume pesanan didorong oleh peningkatan per mintaan khususnya di pasar domestik.
Dia menuturkan, ekspansi volume pesanan diprakirakan berlanjut pada kuartal I-2019 dengan indeks sebesar 56,17%. Sejalan dengan peningkatan volume pesanan, indikator volume produksi pada kuartal IV-2018 berada di fase ekspansi dengan indeks sebesar 54,58%. Pada kuartal I-2019, indeks volume produksi diprakirakan semakin ekspansif di level 61,43% sejalan dengan optimisme peningkatan pesanan dan terjaganya permintaan.
Baca Juga: BI: Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Melambat
&amp;ldquo;Tingginya permintaan dan volume produksi juga mendorong peningkatan persediaan barang jadi,&amp;rdquo; ungkap dia. Indikator persediaan barang jadi periode kuartal IV/2018 berada di fase ekspansi dengan indeks sebesar 54,03%.
Sementara itu, pada kuartal I-2019, indeks volume persediaan barang jadi diprakirakan semakin ekspansif di level 56,26% sejalan dengan optimisme peningkatan pesanan dan kegiatan produksi. Namun, kata dia, peningkatan aktivitas produksi sektor industri pengolahan tidak sepenuhnya berdampak pada tingkat penggunaan tenaga kerja.
&amp;ldquo;Indeks jumlah tenaga kerja pada kuartal IV-2018 tercatat sebesar 48,92% atau berada di fase kontraksi,&amp;rdquo; ujar Agusman.
Adapun pada kuartal I/2019 untuk mendukung ekspansi kegiatan usaha, indikator jumlah tenaga kerja sektor industri pengolahan diprakirakan mengalami ekspansi dengan indeks sebesar 51,14%. Sementara kecepatan penerimaan barang input pada kuartal IV-2018 berada di level kontraksi dengan indeks sebesar 44,58%.</content:encoded></item></channel></rss>
