<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Cara Sri Mulyani Jaring Investor</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/16/20/2005216/begini-cara-sri-mulyani-jaring-investor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/16/20/2005216/begini-cara-sri-mulyani-jaring-investor"/><item><title>Begini Cara Sri Mulyani Jaring Investor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/16/20/2005216/begini-cara-sri-mulyani-jaring-investor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/16/20/2005216/begini-cara-sri-mulyani-jaring-investor</guid><pubDate>Rabu 16 Januari 2019 14:07 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/16/20/2005216/begini-cara-sri-mulyani-jaring-investor-Kf3XlRf1oZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dok PII</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/16/20/2005216/begini-cara-sri-mulyani-jaring-investor-Kf3XlRf1oZ.jpg</image><title>Dok PII</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa 15 Januari 2019 dengan tema Beyond Boundaries: Indonesia As a Global PPP Investment Destination untuk menjaring lebih banyak investor.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Indonesia mempunyai APBN yang sehat dan kuat. Selain itu, Menkeu menyampaikan juga bahwa pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk keberlanjutan Public Private Partnership (PPP)/ Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

&amp;ldquo;Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN dengan populasi terbesar keempat di dunia, dan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030. Oleh karena itu, kita membutuhkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (16/1/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Luhut Ajak Apple hingga Samsung Bikin Pabrik di Indonesia
Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan dalam menghadapi lingkungan global tahun 2019, pemerintah melihat bahwa pembangunan infrastruktur sangat diperlukan mengingat Indonesia adalah negara besar yang dipisahkan oleh lautan. Pembangunan infrastruktur tersebut tidak semuanya dapat di danai dengan APBN.

Untuk itu, pemerintah Indonesia memperkenalkan skema PPP/KPBU agar pihak swasta dapat berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur.

Untuk mendukung skema ini, pemerintah menyediakan instrumen yang mendukung PPP yaitu Project Development Facility, Viability Gap Fund (VGF), Infrastructure Guarantee, dan Special Mission Vehicles (SMV) yang terdiri dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), PT Indonesia Invesment Fund, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menhub Dorong Swasta Garap Investasi Kereta Api
Direktur Pelaksana Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chavez mengungkapkan bahwa Bank Dunia memperkirakan defisit dana infrastruktur yang dialami oleh Indonesia mencapai USD1,5 triliun. Hal ini menurutnya adalah peluang bagi para investor untuk menanamkan uangnya di Indonesia sebagai negara berkembang dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Menurut Rodrigo, peluang berinvestasi di Indonesia patut diperhitungkan karena iklim investasi di Indonesia sudah semakin baik. Iklim investasi di Indonesia yang baik di Indonesia ditandai oleh pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang kuat dengan rata-rata pertumbuhan 5% per tahun dari 2015 hingga 2017.
Baca Juga: Menko Luhut ke Investor Asing: Anda Harus Gandeng Partner Lokal
Selain fundamental ekonomi yang baik dan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, pertumbuhan penerimaan pajak yang tinggi, surat utang Indonesia yang berada pada level investment grade, serta lelang surat utang negara terbaru yang selalu melebihi penawaran dengan rata-rata hingga 2,5 kali turut menjadi capaian ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut, Rodrigo menyampaikan Bank Dunia hadir untuk Indonesia dan optimis bahwa pembiayaan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Peter MacArthur menyatakan Indonesia mempunyai anggaran yang kuat dan sehat. Kanada juga tertarik untuk melakukan investasi pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand  Hermawan mengatakan perusahaan yang dipimpinnya merupakan salah satu  instrumen yang dibentuk oleh Kemenkeu untuk memberikan kenyamanan  berinvestasi dibidang infrastruktur.

PII merupakan BUMN yang diberikan mandat untuk memberikan jaminan  pemerintah terhadap risiko yang tidak terjangkau oleh investor.

Armand mengungkapkan, banyak investor yang menanyakan fungsi  penjaminan. Diapun menjelaskan bahwa penjaminan pemerintah dapat  meningkatkan kelayakan kredit (Credit Worthiness).

Kemudian, pada sesi Deep Dive PT PII Bersama-sama dengan Kementerian  Keuangan dan BUMN di bawah Kementerian Keuangan melakukan pembahasan  teknis proyek PPP dengan investor.

Salah satu pembahasan proyek dalam sesi Deep Dive adalah proyek skema  PPP perkeretaapian Makassar &amp;ndash; Parepare. Dalam proyek ini, PT PII  menjalankan mandatnya sebagai pelaksana penyiapan dan pendampingan  transaksi proyek (Project Development Facility) yang ditugaskan oleh  Kementerian Keuangan. Saat ini proyek Makassar &amp;ndash; Parepare telah masuk  dalam tahap penetapan pemenang lelang.

&amp;ldquo;Para investor mulai meyakini bahwa Indonesia merupakan destiny  investment. Termasuk dalam bidang infrastruktur menggunakan skema PPP  atau KPBU. Terlebih dengan adanya penjaminan pemerintah melalui PT PII  membuat nyaman untuk swasta berinvestasi.

Lebih lanjut Armand menyatakan bahwa karena penjaminan pemerintah  atas investasi swasta yang masuk adalah salah satu kunci Utama  keberlangsungan sebuah proyek infrastruktur mengingat panjangnya masa  pembangunan hingga operasional sebuah proyek.

&amp;ldquo;Melalui kegiatan ini, diharapkan para investor akan memperoleh  informasi yang akurat dan detail mengenai proyek-proyek di Indonesia dan  meningkatkan ketertarikan untuk berpartisipasi dalam proyek berskema  PPP,&amp;rdquo; jelas Armand.

Sebagai informasi,  sampai tahun ini PT PII telah memberikan  penjaminan kepada 17 proyek KPBU dari empat sektor yaitu 10 Proyek  Sektor Jalan Tol Tol (Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda,  Pandaan-Malang dan Manado-Bitung, Jakarta &amp;ndash; Cikampek II Elevated, Krian-  Legundi &amp;ndash; Bunder &amp;ndash; Manyar, Cileunyi &amp;ndash; Sumedang &amp;ndash; Dawuan,  Serang-Panimbang, Probolinggo -Banyuwangi dan Jakarta &amp;ndash; Cikampek II Sisi  Selatan).

Kemudian 3 Proyek Sektor Telekomunikasi (Seluruh paket Proyek Palapa  Ring yaitu Barat, Tengah dan Timur), 1 Proyek Sektor Ketenagalistrikan  (PLTU Batang), dan 3 Proyek Sektor Air Minum (SPAM Umbulan, SPAM Bandar  Lampung dan SPAM Semarang Barat).
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa 15 Januari 2019 dengan tema Beyond Boundaries: Indonesia As a Global PPP Investment Destination untuk menjaring lebih banyak investor.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Indonesia mempunyai APBN yang sehat dan kuat. Selain itu, Menkeu menyampaikan juga bahwa pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk keberlanjutan Public Private Partnership (PPP)/ Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

&amp;ldquo;Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN dengan populasi terbesar keempat di dunia, dan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030. Oleh karena itu, kita membutuhkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (16/1/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Luhut Ajak Apple hingga Samsung Bikin Pabrik di Indonesia
Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan dalam menghadapi lingkungan global tahun 2019, pemerintah melihat bahwa pembangunan infrastruktur sangat diperlukan mengingat Indonesia adalah negara besar yang dipisahkan oleh lautan. Pembangunan infrastruktur tersebut tidak semuanya dapat di danai dengan APBN.

Untuk itu, pemerintah Indonesia memperkenalkan skema PPP/KPBU agar pihak swasta dapat berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur.

Untuk mendukung skema ini, pemerintah menyediakan instrumen yang mendukung PPP yaitu Project Development Facility, Viability Gap Fund (VGF), Infrastructure Guarantee, dan Special Mission Vehicles (SMV) yang terdiri dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), PT Indonesia Invesment Fund, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menhub Dorong Swasta Garap Investasi Kereta Api
Direktur Pelaksana Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chavez mengungkapkan bahwa Bank Dunia memperkirakan defisit dana infrastruktur yang dialami oleh Indonesia mencapai USD1,5 triliun. Hal ini menurutnya adalah peluang bagi para investor untuk menanamkan uangnya di Indonesia sebagai negara berkembang dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Menurut Rodrigo, peluang berinvestasi di Indonesia patut diperhitungkan karena iklim investasi di Indonesia sudah semakin baik. Iklim investasi di Indonesia yang baik di Indonesia ditandai oleh pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang kuat dengan rata-rata pertumbuhan 5% per tahun dari 2015 hingga 2017.
Baca Juga: Menko Luhut ke Investor Asing: Anda Harus Gandeng Partner Lokal
Selain fundamental ekonomi yang baik dan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, pertumbuhan penerimaan pajak yang tinggi, surat utang Indonesia yang berada pada level investment grade, serta lelang surat utang negara terbaru yang selalu melebihi penawaran dengan rata-rata hingga 2,5 kali turut menjadi capaian ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut, Rodrigo menyampaikan Bank Dunia hadir untuk Indonesia dan optimis bahwa pembiayaan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Peter MacArthur menyatakan Indonesia mempunyai anggaran yang kuat dan sehat. Kanada juga tertarik untuk melakukan investasi pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand  Hermawan mengatakan perusahaan yang dipimpinnya merupakan salah satu  instrumen yang dibentuk oleh Kemenkeu untuk memberikan kenyamanan  berinvestasi dibidang infrastruktur.

PII merupakan BUMN yang diberikan mandat untuk memberikan jaminan  pemerintah terhadap risiko yang tidak terjangkau oleh investor.

Armand mengungkapkan, banyak investor yang menanyakan fungsi  penjaminan. Diapun menjelaskan bahwa penjaminan pemerintah dapat  meningkatkan kelayakan kredit (Credit Worthiness).

Kemudian, pada sesi Deep Dive PT PII Bersama-sama dengan Kementerian  Keuangan dan BUMN di bawah Kementerian Keuangan melakukan pembahasan  teknis proyek PPP dengan investor.

Salah satu pembahasan proyek dalam sesi Deep Dive adalah proyek skema  PPP perkeretaapian Makassar &amp;ndash; Parepare. Dalam proyek ini, PT PII  menjalankan mandatnya sebagai pelaksana penyiapan dan pendampingan  transaksi proyek (Project Development Facility) yang ditugaskan oleh  Kementerian Keuangan. Saat ini proyek Makassar &amp;ndash; Parepare telah masuk  dalam tahap penetapan pemenang lelang.

&amp;ldquo;Para investor mulai meyakini bahwa Indonesia merupakan destiny  investment. Termasuk dalam bidang infrastruktur menggunakan skema PPP  atau KPBU. Terlebih dengan adanya penjaminan pemerintah melalui PT PII  membuat nyaman untuk swasta berinvestasi.

Lebih lanjut Armand menyatakan bahwa karena penjaminan pemerintah  atas investasi swasta yang masuk adalah salah satu kunci Utama  keberlangsungan sebuah proyek infrastruktur mengingat panjangnya masa  pembangunan hingga operasional sebuah proyek.

&amp;ldquo;Melalui kegiatan ini, diharapkan para investor akan memperoleh  informasi yang akurat dan detail mengenai proyek-proyek di Indonesia dan  meningkatkan ketertarikan untuk berpartisipasi dalam proyek berskema  PPP,&amp;rdquo; jelas Armand.

Sebagai informasi,  sampai tahun ini PT PII telah memberikan  penjaminan kepada 17 proyek KPBU dari empat sektor yaitu 10 Proyek  Sektor Jalan Tol Tol (Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda,  Pandaan-Malang dan Manado-Bitung, Jakarta &amp;ndash; Cikampek II Elevated, Krian-  Legundi &amp;ndash; Bunder &amp;ndash; Manyar, Cileunyi &amp;ndash; Sumedang &amp;ndash; Dawuan,  Serang-Panimbang, Probolinggo -Banyuwangi dan Jakarta &amp;ndash; Cikampek II Sisi  Selatan).

Kemudian 3 Proyek Sektor Telekomunikasi (Seluruh paket Proyek Palapa  Ring yaitu Barat, Tengah dan Timur), 1 Proyek Sektor Ketenagalistrikan  (PLTU Batang), dan 3 Proyek Sektor Air Minum (SPAM Umbulan, SPAM Bandar  Lampung dan SPAM Semarang Barat).
</content:encoded></item></channel></rss>
