<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bulan Depan MRT Uji Coba Angkut Penumpang</title><description>PT MRT Jakarta akan melakukan uji coba operasi penuh rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada  26 Februari 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/19/320/2006640/bulan-depan-mrt-uji-coba-angkut-penumpang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/19/320/2006640/bulan-depan-mrt-uji-coba-angkut-penumpang"/><item><title>Bulan Depan MRT Uji Coba Angkut Penumpang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/19/320/2006640/bulan-depan-mrt-uji-coba-angkut-penumpang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/19/320/2006640/bulan-depan-mrt-uji-coba-angkut-penumpang</guid><pubDate>Sabtu 19 Januari 2019 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/19/320/2006640/bulan-depan-mrt-uji-coba-angkut-penumpang-yA0KrRECRx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi MRT (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/19/320/2006640/bulan-depan-mrt-uji-coba-angkut-penumpang-yA0KrRECRx.jpg</image><title>Ilustrasi MRT (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT MRT Jakarta akan melakukan uji coba operasi penuh mass rapid transit (MRT) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 26 Februari 2019.
Uji coba moda transportasi massal ini akan melibatkan masyarakat umum. Direktur Utama PT MRT William Syahbandar mengatakan, proses uji coba kereta MRT tersebut akan melibatkan para stakeholders dan masyarakat.
Saat ini fase parallel trial run yang telah dimulai sejak 24 Desember 2018 masih berlangsung hingga 25 Februari 2019. Fase ini adalah fase uji coba yang dilakukan oleh MRT Jakarta secara paralel dengan tahap testing and commissioning yang dilaksanakan oleh kontraktor.
Baca Juga: Pengerjaan MRT Fase II Dimulai Akhir Januari
 
Pada tahap ini MRT Jakarta telah melibatkan pemangku kepentingan secara terbatas khususnya yang memiliki keterlibatan, dampak, dan pengaruh secara langsung dalam proses pembangunan MRT Jakarta.
&amp;rdquo;Uji coba operasi yang melibatkan masyarakat nanti diharapkan bisa lebih mengenalkan kereta MRT Jakarta lebih luas lagi sehingga saat operasi nanti, masyarakat tak lagi asing dengan proses operasional kereta MRT,&amp;rdquo; kata William kemarin.
William menjelaskan, untuk melakukan uji coba secara penuh pada 26 Februari mendatang, MRT Jakarta akan membuka pendaftaran secara Online melalui website untuk bisa mengikuti proses uji coba dengan pembatasan kuota per harinya. &amp;rdquo;Sehingga siapa yang duluan mendaftarlah yang akan bisa menjajal Ratangga,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/12/10/54733/276784_medium.jpg&quot; alt=&quot;MRT Akan Beroperasi Pertengahan Maret Tahun Depan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Sambil menunggu dan menyelesaikan segala persiapan operasional Maret mendatang, William juga tengah mempersiapkan pembangunan fase II yang akan dimulai pada akhir Januari 2019. Menurut dia, kepastian ground breaking fase II saat ini tinggal menunggu rekomendasi dari Sekretariat Negara.
Hal tersebut terkait lokasi pembangunan yang berada di kawasan objek vital negara, yakni di kawasan Monas. &amp;rdquo;Pembangunan MRT fase II akan dibagi dalam dua tahap lantaran lokasi depo sampai saat ini belum mendapat kepastian. Fase II A dari Bundaran HI-Kota tidak terganggu, meski belum ada depo.
Jadi, ground breaking tetap bisa berjalan,&amp;rdquo; jelasnya. Pembangunan depo mutlak harus dilakukan untuk fase II agar operasional bisa berjalan dengan optimal saat rampung. Pasalnya, pada fase II MRT akan kembali menambah 15 rangkaian kereta. Ada beberapa lokasi depo yang saat ini tengah menjadi opsi.Salah satunya kawasan Ancol di Jakarta Utara. Gubernur DKI Jakarta  Anies Baswedan memastikan, MRT fase II tetap akan beroperasi optimal,  meski hanya sampai Kota.
Anies menyebut, dari 16 kereta Ratangga yang ada saat ini, ditambah 6  menjadi 22 kereta masih dapat mengangkut 400.000 orang per hari.  Artinya, meski hanya dari Bundaran HI-Kota, kapasitas yang dikerjakan  tidak terpengaruh.
&amp;rdquo;Karena itu, target untuk menyelesaikan sampai ke Kota tidak akan ada  kendala. Sambil kita mematangkan soal lokasi depo, jadi tidak menjadi  kendala untuk pembangunan fase II karena menggunakan depo di Lebak  Bulus,&amp;rdquo; ujarnya.
Anies menjelaskan, pembangunan fase II bertahap sambil mencari lahan  untuk pembangunan depo yang sebelumnya direncanakan di lahan Kampung  Bandan. Menurut dia, pembangunan fase II dari Bundaran HI ke Kota tidak  boleh berhenti cuma karena belum ada lokasi depo.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/12/10/54733/276786_medium.jpg&quot; alt=&quot;MRT Akan Beroperasi Pertengahan Maret Tahun Depan&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Nantinya, dari Kota Tua extension-nya dilanjutkan ke Lapangan BMW dan  Ancol, Jakarta Utara. Terkait groundbreaking fase II dengan membangun  gardu di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Anies mengaku, hal itu sudah  dibahas dalam pertemuannya dengan Sekretariat Negara.
&amp;rdquo;Mudah-mudahan semuanya lancar. Sejauh ini sih enggak ada masalah  pembangunan gardu di Monas. Kalau tertulis mungkin belum,&amp;rdquo; katanya.  Diketahui, PT MRT Jakarta pada awalnya berencana untuk membangun depo  MRT di Kampung Bandan, tetapi batal karena status lahan yang bermasalah.
Adapun PT MRT Jakarta berencana menggeser depo tersebut ke lahan  Stadion BMW, tetapi Dirut PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu  menegaskan bahwa hal tersebut tidak dimungkinkan karena depo MRT  memerlukan lahan seluas 12 hektare, sedangkan lahan Stadion BMW seluas  25 hektare.
Dwi menilai tidak mungkin membangun depo yang merupakan objek vital  nasional bersanding dengan ruang publik seperti Stadion BMW. Anggota  Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) bidang perkeretaapian, Aditya  Dwilaksana, meminta Pemprov DKI Jakarta mempertahankan depo Kampung  Bandan yang jelas sudah ada kajian studinya.
Menurut dia, hal itu hanya perlu musyawarah yang saling menguntungkan  mengingat PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan Badan Usaha Milik  Negara (BUMN) yang jelas mempunya prioritas bisnis.
(Bima Setiyadi)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT MRT Jakarta akan melakukan uji coba operasi penuh mass rapid transit (MRT) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 26 Februari 2019.
Uji coba moda transportasi massal ini akan melibatkan masyarakat umum. Direktur Utama PT MRT William Syahbandar mengatakan, proses uji coba kereta MRT tersebut akan melibatkan para stakeholders dan masyarakat.
Saat ini fase parallel trial run yang telah dimulai sejak 24 Desember 2018 masih berlangsung hingga 25 Februari 2019. Fase ini adalah fase uji coba yang dilakukan oleh MRT Jakarta secara paralel dengan tahap testing and commissioning yang dilaksanakan oleh kontraktor.
Baca Juga: Pengerjaan MRT Fase II Dimulai Akhir Januari
 
Pada tahap ini MRT Jakarta telah melibatkan pemangku kepentingan secara terbatas khususnya yang memiliki keterlibatan, dampak, dan pengaruh secara langsung dalam proses pembangunan MRT Jakarta.
&amp;rdquo;Uji coba operasi yang melibatkan masyarakat nanti diharapkan bisa lebih mengenalkan kereta MRT Jakarta lebih luas lagi sehingga saat operasi nanti, masyarakat tak lagi asing dengan proses operasional kereta MRT,&amp;rdquo; kata William kemarin.
William menjelaskan, untuk melakukan uji coba secara penuh pada 26 Februari mendatang, MRT Jakarta akan membuka pendaftaran secara Online melalui website untuk bisa mengikuti proses uji coba dengan pembatasan kuota per harinya. &amp;rdquo;Sehingga siapa yang duluan mendaftarlah yang akan bisa menjajal Ratangga,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/12/10/54733/276784_medium.jpg&quot; alt=&quot;MRT Akan Beroperasi Pertengahan Maret Tahun Depan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Sambil menunggu dan menyelesaikan segala persiapan operasional Maret mendatang, William juga tengah mempersiapkan pembangunan fase II yang akan dimulai pada akhir Januari 2019. Menurut dia, kepastian ground breaking fase II saat ini tinggal menunggu rekomendasi dari Sekretariat Negara.
Hal tersebut terkait lokasi pembangunan yang berada di kawasan objek vital negara, yakni di kawasan Monas. &amp;rdquo;Pembangunan MRT fase II akan dibagi dalam dua tahap lantaran lokasi depo sampai saat ini belum mendapat kepastian. Fase II A dari Bundaran HI-Kota tidak terganggu, meski belum ada depo.
Jadi, ground breaking tetap bisa berjalan,&amp;rdquo; jelasnya. Pembangunan depo mutlak harus dilakukan untuk fase II agar operasional bisa berjalan dengan optimal saat rampung. Pasalnya, pada fase II MRT akan kembali menambah 15 rangkaian kereta. Ada beberapa lokasi depo yang saat ini tengah menjadi opsi.Salah satunya kawasan Ancol di Jakarta Utara. Gubernur DKI Jakarta  Anies Baswedan memastikan, MRT fase II tetap akan beroperasi optimal,  meski hanya sampai Kota.
Anies menyebut, dari 16 kereta Ratangga yang ada saat ini, ditambah 6  menjadi 22 kereta masih dapat mengangkut 400.000 orang per hari.  Artinya, meski hanya dari Bundaran HI-Kota, kapasitas yang dikerjakan  tidak terpengaruh.
&amp;rdquo;Karena itu, target untuk menyelesaikan sampai ke Kota tidak akan ada  kendala. Sambil kita mematangkan soal lokasi depo, jadi tidak menjadi  kendala untuk pembangunan fase II karena menggunakan depo di Lebak  Bulus,&amp;rdquo; ujarnya.
Anies menjelaskan, pembangunan fase II bertahap sambil mencari lahan  untuk pembangunan depo yang sebelumnya direncanakan di lahan Kampung  Bandan. Menurut dia, pembangunan fase II dari Bundaran HI ke Kota tidak  boleh berhenti cuma karena belum ada lokasi depo.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/12/10/54733/276786_medium.jpg&quot; alt=&quot;MRT Akan Beroperasi Pertengahan Maret Tahun Depan&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Nantinya, dari Kota Tua extension-nya dilanjutkan ke Lapangan BMW dan  Ancol, Jakarta Utara. Terkait groundbreaking fase II dengan membangun  gardu di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Anies mengaku, hal itu sudah  dibahas dalam pertemuannya dengan Sekretariat Negara.
&amp;rdquo;Mudah-mudahan semuanya lancar. Sejauh ini sih enggak ada masalah  pembangunan gardu di Monas. Kalau tertulis mungkin belum,&amp;rdquo; katanya.  Diketahui, PT MRT Jakarta pada awalnya berencana untuk membangun depo  MRT di Kampung Bandan, tetapi batal karena status lahan yang bermasalah.
Adapun PT MRT Jakarta berencana menggeser depo tersebut ke lahan  Stadion BMW, tetapi Dirut PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu  menegaskan bahwa hal tersebut tidak dimungkinkan karena depo MRT  memerlukan lahan seluas 12 hektare, sedangkan lahan Stadion BMW seluas  25 hektare.
Dwi menilai tidak mungkin membangun depo yang merupakan objek vital  nasional bersanding dengan ruang publik seperti Stadion BMW. Anggota  Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) bidang perkeretaapian, Aditya  Dwilaksana, meminta Pemprov DKI Jakarta mempertahankan depo Kampung  Bandan yang jelas sudah ada kajian studinya.
Menurut dia, hal itu hanya perlu musyawarah yang saling menguntungkan  mengingat PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan Badan Usaha Milik  Negara (BUMN) yang jelas mempunya prioritas bisnis.
(Bima Setiyadi)</content:encoded></item></channel></rss>
