<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi China Hanya Tumbuh 6,6%, Menko Darmin: Karena Perang Dagang</title><description>Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution ikut berkomentar terkait perlambatan pertumbuhan ekonomi China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/22/20/2007724/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-6-menko-darmin-karena-perang-dagang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/22/20/2007724/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-6-menko-darmin-karena-perang-dagang"/><item><title>Ekonomi China Hanya Tumbuh 6,6%, Menko Darmin: Karena Perang Dagang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/22/20/2007724/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-6-menko-darmin-karena-perang-dagang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/22/20/2007724/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-6-menko-darmin-karena-perang-dagang</guid><pubDate>Selasa 22 Januari 2019 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/22/20/2007724/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-6-menko-darmin-karena-perang-dagang-HxUod0bmE6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Menko Darmin (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/22/20/2007724/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-6-menko-darmin-karena-perang-dagang-HxUod0bmE6.jpg</image><title>Foto: Menko Darmin (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution ikut berkomentar terkait perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Cina sendiri hanya tumbuh 6,6% pada 2018.

Menurut Darmin melambatnya pertumbuhan ekonomi China disebabkan karena perang dagang antara China dengan Amerika Serikat. Oleh sebab itu kedua negara ikut terkena imbasnya.

&quot;Itu bagian dari perang dagang mereka itu bahwa ekonomi China pertumbuhannya makin melambat, walaupun melambat masih 6,6% kalau enggak salah,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi China 2018 Hanya 6,6%, Terendah dalam 28 Tahun
Untuk di Amerika Serikat sendiri berbagai kejadian yang merugikan ekonominya mulai terjadi belakangan ini. Yang terbaru adalah pemerinatahan Amerika Serikat mengalami shutdown.

&quot;Bagaimana mau bagi duit kalau shutdown dan sebagainya,&quot; ucapnya.

Yang paling terkena dampaknya dari shutdown-nya ekonomi AS adalah sektor pertanian. Menurut Darmin, sektor pertanian Amerika Serikat mengalami kalang kabut meskipun memiliki cukup banyak uang.

&quot;Di Amerika Serikat juga banyak persoalan dengan perang dagang ini terutama di pertanian. Pertanian dia kalang kabut betul walaupun sudah disediakan dana cukup besar oleh pemerintah AS,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekonomi Global Melambat, Ekspor Bisa Tertekan
Darmin mengungkapkan, berkaca dari contoh tersebut dapat digambarkan jika perang dagang tidak mudah untuk dihindari dan diberhentikan secara tiba-tiba. Apalagi kedua negara tersebut merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Bahkan tak hanya bagi dua negara itu saja, bagi negara-negara di seluruh dunia termasuk Indonesia juga terkena dampak dari perang dagang yang tidak mudah dan cepat untuk dihilangkan.

&quot;Begitu jalan akan melahirkan dampak ke seluruh dunia karena ini adalah dua ekonomi terbesar di dunia. Tidak ada yang bisa menghindar untuk tidak terpengaruh,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution ikut berkomentar terkait perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Cina sendiri hanya tumbuh 6,6% pada 2018.

Menurut Darmin melambatnya pertumbuhan ekonomi China disebabkan karena perang dagang antara China dengan Amerika Serikat. Oleh sebab itu kedua negara ikut terkena imbasnya.

&quot;Itu bagian dari perang dagang mereka itu bahwa ekonomi China pertumbuhannya makin melambat, walaupun melambat masih 6,6% kalau enggak salah,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi China 2018 Hanya 6,6%, Terendah dalam 28 Tahun
Untuk di Amerika Serikat sendiri berbagai kejadian yang merugikan ekonominya mulai terjadi belakangan ini. Yang terbaru adalah pemerinatahan Amerika Serikat mengalami shutdown.

&quot;Bagaimana mau bagi duit kalau shutdown dan sebagainya,&quot; ucapnya.

Yang paling terkena dampaknya dari shutdown-nya ekonomi AS adalah sektor pertanian. Menurut Darmin, sektor pertanian Amerika Serikat mengalami kalang kabut meskipun memiliki cukup banyak uang.

&quot;Di Amerika Serikat juga banyak persoalan dengan perang dagang ini terutama di pertanian. Pertanian dia kalang kabut betul walaupun sudah disediakan dana cukup besar oleh pemerintah AS,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekonomi Global Melambat, Ekspor Bisa Tertekan
Darmin mengungkapkan, berkaca dari contoh tersebut dapat digambarkan jika perang dagang tidak mudah untuk dihindari dan diberhentikan secara tiba-tiba. Apalagi kedua negara tersebut merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Bahkan tak hanya bagi dua negara itu saja, bagi negara-negara di seluruh dunia termasuk Indonesia juga terkena dampak dari perang dagang yang tidak mudah dan cepat untuk dihilangkan.

&quot;Begitu jalan akan melahirkan dampak ke seluruh dunia karena ini adalah dua ekonomi terbesar di dunia. Tidak ada yang bisa menghindar untuk tidak terpengaruh,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
