<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNI Kantongi Laba Bersih Rp15,02 Triliun Sepanjang 2018</title><description>PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membukukan laba bersih sebesar Rp15,02 triliun pada akhir 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/278/2008354/bni-kantongi-laba-bersih-rp15-02-triliun-sepanjang-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/278/2008354/bni-kantongi-laba-bersih-rp15-02-triliun-sepanjang-2018"/><item><title>BNI Kantongi Laba Bersih Rp15,02 Triliun Sepanjang 2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/278/2008354/bni-kantongi-laba-bersih-rp15-02-triliun-sepanjang-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/278/2008354/bni-kantongi-laba-bersih-rp15-02-triliun-sepanjang-2018</guid><pubDate>Rabu 23 Januari 2019 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/23/278/2008354/bni-kantongi-laba-bersih-rp15-02-triliun-sepanjang-2018-McUBKoxh6p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/23/278/2008354/bni-kantongi-laba-bersih-rp15-02-triliun-sepanjang-2018-McUBKoxh6p.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membukukan laba bersih sebesar Rp15,02 triliun pada akhir 2018. Pencapaian ini tumbuh 10,3% (year on year/yoy) dari laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,62 triliun.
Kinerja positif sepanjang 2018 itu ditopang pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang tumbuh 11,0% yoy, yakni dari Rp31,94 triliun di 2017 menjadi Rp35,45 triliun di 2018.
&quot;NII tersebut menjadi sumber pertumbuhan laba bersih BNI yang utama,&quot; ujar Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (23/1/2019).
Baca Juga: Volume Transaksi Remitansi BNI Capai USD85,3 Miliar
 
Selain itu, pertumbuhan laba bersih juga ditopang pertumbuhan pendapatan non bunga sebesar 5,2% yoy atau mencapai Rp11,61 triliun dari posisi tahun lalu yang sebesar Rp11,04  triliun. &quot;Pertumbuhan pendapatan non bunga tersebut didorong oleh peningkatan kontribusi fee dari trade finance, pengelolaan rekening,dan fee bisnis kartu,&quot; imbuhnya.
Selain itu, kinerja bank berplat merah ini juga didorong dari membaiknya kualitas aset. Hal ini ditunjukkan dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross yang turun menjadi 1,9% di akhir 2018 dari tahun 2017 sebesar 2,3%. Dengan demikian, lanjutnya, BNI mampu menekan creditcost dari 1,6% pada akhir 2017 menjadi 1,4% pada akhir 2018.

&quot;Di sisi lain, coverage ratio meningkat dari tahun lalu 148% menjadi 152,9% pada Desember 2018 untuk mengantisipasi kondisi global yang challenging di tahun 2019,&quot; jelas dia.
Sepanjang 2018 BNI juga meningkatkan efisiensi di dalam operasionalnya, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 42,5% dibandingkan posisi 2017 yang sebesar 43,9%. Hal ini juga disebabkan pertumbuhan biaya operasional (Opex) yang tetap terjaga pada level 6,8%.
&quot;Dengan profitabilitas tersebut, BNI mencatatkan pertumbuhan Return on Equity (ROE) dari 15,6% menjadi 16,1% yoy,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membukukan laba bersih sebesar Rp15,02 triliun pada akhir 2018. Pencapaian ini tumbuh 10,3% (year on year/yoy) dari laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,62 triliun.
Kinerja positif sepanjang 2018 itu ditopang pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang tumbuh 11,0% yoy, yakni dari Rp31,94 triliun di 2017 menjadi Rp35,45 triliun di 2018.
&quot;NII tersebut menjadi sumber pertumbuhan laba bersih BNI yang utama,&quot; ujar Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (23/1/2019).
Baca Juga: Volume Transaksi Remitansi BNI Capai USD85,3 Miliar
 
Selain itu, pertumbuhan laba bersih juga ditopang pertumbuhan pendapatan non bunga sebesar 5,2% yoy atau mencapai Rp11,61 triliun dari posisi tahun lalu yang sebesar Rp11,04  triliun. &quot;Pertumbuhan pendapatan non bunga tersebut didorong oleh peningkatan kontribusi fee dari trade finance, pengelolaan rekening,dan fee bisnis kartu,&quot; imbuhnya.
Selain itu, kinerja bank berplat merah ini juga didorong dari membaiknya kualitas aset. Hal ini ditunjukkan dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross yang turun menjadi 1,9% di akhir 2018 dari tahun 2017 sebesar 2,3%. Dengan demikian, lanjutnya, BNI mampu menekan creditcost dari 1,6% pada akhir 2017 menjadi 1,4% pada akhir 2018.

&quot;Di sisi lain, coverage ratio meningkat dari tahun lalu 148% menjadi 152,9% pada Desember 2018 untuk mengantisipasi kondisi global yang challenging di tahun 2019,&quot; jelas dia.
Sepanjang 2018 BNI juga meningkatkan efisiensi di dalam operasionalnya, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 42,5% dibandingkan posisi 2017 yang sebesar 43,9%. Hal ini juga disebabkan pertumbuhan biaya operasional (Opex) yang tetap terjaga pada level 6,8%.
&quot;Dengan profitabilitas tersebut, BNI mencatatkan pertumbuhan Return on Equity (ROE) dari 15,6% menjadi 16,1% yoy,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
