<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNI Catat Kredit Tumbuh 16,2% pada 2018, Setara Rp512,78 Triliun</title><description>PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sepanjang 2018 mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp512,78 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/278/2008428/bni-catat-kredit-tumbuh-16-2-pada-2018-setara-rp512-78-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/278/2008428/bni-catat-kredit-tumbuh-16-2-pada-2018-setara-rp512-78-triliun"/><item><title>BNI Catat Kredit Tumbuh 16,2% pada 2018, Setara Rp512,78 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/278/2008428/bni-catat-kredit-tumbuh-16-2-pada-2018-setara-rp512-78-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/278/2008428/bni-catat-kredit-tumbuh-16-2-pada-2018-setara-rp512-78-triliun</guid><pubDate>Rabu 23 Januari 2019 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/23/278/2008428/bni-catat-kredit-tumbuh-16-2-pada-2018-setara-rp512-78-triliun-S3IT2vemGM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/23/278/2008428/bni-catat-kredit-tumbuh-16-2-pada-2018-setara-rp512-78-triliun-S3IT2vemGM.jpeg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA -  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sepanjang 2018 mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp512,78 triliun. Realisasi itu tumbuh 16,2% year on year (yoy) dari tahun 2017 yang sebesar Rp441,31 triliun.
Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah menjelaskan, penyaluran kredit tersebut ditopang segmen korporasi swasta yang mendominasi atau sebesar 29,6% dari total kredit yang disalurkan. Kredit segmen korporasi swasta mencapai Rp151,71 triliun atau tumbuh 12,9% yoy di 2018.
&quot;Sementara penyaluran kredit ke Badan-badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 21,6% dari total kredit. Nilai kredit ke BUMN mencapai Rp110,99 triliun pada 2018, atau tumbuh 31,6% yoy,&quot; sebutnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (23/1/2019).
Khusus untuk kredit yang disalurkan pada segmen usaha menengah, perseroan mencatat sebesar Rp74,73 triliun pada akhir 2018 atau 6,4% yoy. Kredit di segmen ini rata-rata tersalurkan ke sektor perdagangan, restauran, perhotelan, perindustrian, transportasi, pergudangan, dan komunikasi.
Baca Juga: BNI Kantongi Laba Bersih Rp15,02 Triliun Sepanjang 2018
 
Adapun untuk kredit pada segmen usaha kecil, tercatat tumbuh 17% yoy atau Rp66,06 triliun pada akhir 2018. Di segmen ini pertumbuhan tertinggi pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu 42,9% yoy atau mencapai Rp20,3 triliun.
Pertumbuhan segmen usaha kecil tertinggi tercatat tersalurkan ke sektor agrikultur yang meningkat 54,7% yoy. &quot;Ekspansi kredit pada segmen ini dilakukan dengan menambah jumlah outlet yang diberi kewenangan untuk menyalurkan kredit kecil, dari 197 outlet pada 2017 menjadi 266 outlet pada 2018,&quot; jelasnya.
Endang juga menyatakan, kredit payroll menjadi kontributor utama penyaluran kredit pada segmen konsumer. Di mana mengalami  pertumbuhan sebesar 34,2% yoy atau menjadi Rp23,74 triliun di 2018.
Sementara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan pertumbuhan 9,9% yoy atau tersalurkan Rp40,75 triliun. Sedangkan kartu kredit juga tumbuh 7,9% yoy atau mencapai Rp12,56 triliun.

&quot;Penyaluran kredit tersebut sebagian besar dilakukan dalam skema Kredit Modal Kerja (KMK) yang mencapai 52,5% dari total kredit yang disalurkan atau senilai Rp269,26 triliun pada akhir 2018. Nilai KMK tersebut tumbuh 19,0% yoy dibandingkan posisi akhir tahun 2017 yang mencapai Rp226,19 triliun,&quot; paparnya.
Penyaluran kredit juga dilakukan dalam bentuk Kredit Investasi (KI) sebesar 29,1% dari total kredit atau senilai Rp 149,27 triliun pada akhir 2018. Nilai tersebut tumbuh 14,6% yoy dari posisi 2017 yang mencapai Rp 130,29 triliun.
Pada sektor manufaktur mengambil porsi 19,1% dari total kredit atau sebesar Rp98,03 triliun, tumbuh 32,0% yoy dibandingkan 2017 yang mencapai Rp82,74 triliun.
Sedangkan penyaluran kredit ke proyek-proyek infrastruktur utamanya tertuju pada konstruksi dan jalan tol. Pertumbuhan kredit untuk proyek infrastruktur mencapai 11,1% yoy atau mencapai Rp110,60 triliun dari tahun lalu yang sebesar Rp99,51 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA -  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sepanjang 2018 mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp512,78 triliun. Realisasi itu tumbuh 16,2% year on year (yoy) dari tahun 2017 yang sebesar Rp441,31 triliun.
Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah menjelaskan, penyaluran kredit tersebut ditopang segmen korporasi swasta yang mendominasi atau sebesar 29,6% dari total kredit yang disalurkan. Kredit segmen korporasi swasta mencapai Rp151,71 triliun atau tumbuh 12,9% yoy di 2018.
&quot;Sementara penyaluran kredit ke Badan-badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 21,6% dari total kredit. Nilai kredit ke BUMN mencapai Rp110,99 triliun pada 2018, atau tumbuh 31,6% yoy,&quot; sebutnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (23/1/2019).
Khusus untuk kredit yang disalurkan pada segmen usaha menengah, perseroan mencatat sebesar Rp74,73 triliun pada akhir 2018 atau 6,4% yoy. Kredit di segmen ini rata-rata tersalurkan ke sektor perdagangan, restauran, perhotelan, perindustrian, transportasi, pergudangan, dan komunikasi.
Baca Juga: BNI Kantongi Laba Bersih Rp15,02 Triliun Sepanjang 2018
 
Adapun untuk kredit pada segmen usaha kecil, tercatat tumbuh 17% yoy atau Rp66,06 triliun pada akhir 2018. Di segmen ini pertumbuhan tertinggi pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu 42,9% yoy atau mencapai Rp20,3 triliun.
Pertumbuhan segmen usaha kecil tertinggi tercatat tersalurkan ke sektor agrikultur yang meningkat 54,7% yoy. &quot;Ekspansi kredit pada segmen ini dilakukan dengan menambah jumlah outlet yang diberi kewenangan untuk menyalurkan kredit kecil, dari 197 outlet pada 2017 menjadi 266 outlet pada 2018,&quot; jelasnya.
Endang juga menyatakan, kredit payroll menjadi kontributor utama penyaluran kredit pada segmen konsumer. Di mana mengalami  pertumbuhan sebesar 34,2% yoy atau menjadi Rp23,74 triliun di 2018.
Sementara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan pertumbuhan 9,9% yoy atau tersalurkan Rp40,75 triliun. Sedangkan kartu kredit juga tumbuh 7,9% yoy atau mencapai Rp12,56 triliun.

&quot;Penyaluran kredit tersebut sebagian besar dilakukan dalam skema Kredit Modal Kerja (KMK) yang mencapai 52,5% dari total kredit yang disalurkan atau senilai Rp269,26 triliun pada akhir 2018. Nilai KMK tersebut tumbuh 19,0% yoy dibandingkan posisi akhir tahun 2017 yang mencapai Rp226,19 triliun,&quot; paparnya.
Penyaluran kredit juga dilakukan dalam bentuk Kredit Investasi (KI) sebesar 29,1% dari total kredit atau senilai Rp 149,27 triliun pada akhir 2018. Nilai tersebut tumbuh 14,6% yoy dari posisi 2017 yang mencapai Rp 130,29 triliun.
Pada sektor manufaktur mengambil porsi 19,1% dari total kredit atau sebesar Rp98,03 triliun, tumbuh 32,0% yoy dibandingkan 2017 yang mencapai Rp82,74 triliun.
Sedangkan penyaluran kredit ke proyek-proyek infrastruktur utamanya tertuju pada konstruksi dan jalan tol. Pertumbuhan kredit untuk proyek infrastruktur mencapai 11,1% yoy atau mencapai Rp110,60 triliun dari tahun lalu yang sebesar Rp99,51 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
