<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dibuka Akhir Januari, Pemerintah Rekrut 150.000 Pegawai Setara PNS</title><description>Proses seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap pertama bakal dilaksanakan akhir Januari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/320/2008150/dibuka-akhir-januari-pemerintah-rekrut-150-000-pegawai-setara-pns</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/320/2008150/dibuka-akhir-januari-pemerintah-rekrut-150-000-pegawai-setara-pns"/><item><title>Dibuka Akhir Januari, Pemerintah Rekrut 150.000 Pegawai Setara PNS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/320/2008150/dibuka-akhir-januari-pemerintah-rekrut-150-000-pegawai-setara-pns</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/320/2008150/dibuka-akhir-januari-pemerintah-rekrut-150-000-pegawai-setara-pns</guid><pubDate>Rabu 23 Januari 2019 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/23/320/2008150/dibuka-akhir-januari-pemerintah-rekrut-150-000-pegawai-setara-pns-d9dm6SrLde.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/23/320/2008150/dibuka-akhir-januari-pemerintah-rekrut-150-000-pegawai-setara-pns-d9dm6SrLde.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Antara</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Proses seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap pertama bakal dilaksanakan akhir Januari. Pemerintah tahun ini bakal merekrut 150.000 PPPK yang diprioritaskan dari honorer kategori II (K2).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin mengungkapkan hal tersebut seusai rapat kerja (raker) dan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR dan Badan Kepegawaian negara (BKN) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Untuk rekrutmen tahap pertama prosesnya sudah dimulai dengan alokasi 75.000 PPPK. Dari jumlah itu, 50.000 PPPK dikhususkan untuk posisi guru. Sedangkan rekrutmen tahap kedua sebanyak 75.000 PPPK yang akan dilakukan pada akhir April atau awal Mei 2019.

&amp;ldquo;Kenapa dua tahap, supaya tidak mengganggu proses pemilu,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Penerimaan CPNS 2019 Dibuka Usai Pilpres
Syafruddin menjelaskan, rekrutmen PPPK ini umumnya dilakukan di daerah karena untuk posisi guru honorer umumnya ada di daerah sehingga jarang ditemukan ada di pusat.

Hari ini, Rabu (23/1/2019), Kemenpan-RB akan melakukan rapat dengan para kepala daerah guna memutuskan skema anggarannya.

&amp;ldquo;Bukan tenaga honorer saja, PNS juga (dibebankan) pemda. Kementerian lembaga itu dari Kementerian Keuangan, kemudian gaji-gaji dari PNS itu yang di daerah di tingkat dua tingkat satu, ya pemerintah daerah. Memang itu skemanya,&amp;rdquo; kata Menpan-RB.

Sementara itu, alokasi rekrutmen CPNS 2019, kata Syafruddin, akan ada 100.000 formasi untuk instansi yang sama dengan tes CPNS 2018 lalu. Namun, belum ada pembahasan rinci mengenai hal tersebut. &amp;ldquo;Belum dibahas, masih lama. Nanti ya, masih lama,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: BKN: Maret Bukan Penerimaan CPNS 2019
Kepala BKN Bima Haria Wibisana menjelaskan rekrutmen CPNS memang belum ada pembahasan terperinci. Bahkan, hal itu baru akan dibicarakan karena perlu diidentifikasi kebutuhan di daerah-daerah. Alokasi 100.000 formasi itu baru perkiraan.

&amp;ldquo;Itu angka (100.000) perkiraan kita karena kan masing-masing gubernur, bupati itu punya kuota berbeda, kita perlu identifikasi dulu,&amp;rdquo; tutur Bima.

Karena itu, Bima menegaskan, rekrutmen CPNS 2019 belum pasti diselenggarakan pada Maret. Kemungkinan bisa juga dilaksanakan setelah pemilu.

&amp;ldquo;Belum pasti Maret, intinya kemungkinan (buka pendaftaran CPNS) itu sebelum pemilu dan sesudah pemilu,&amp;rdquo; katanya.
Wakil Ketua Komisi II DPR Nihayatul Wafiroh (Ninik) menilai rekrutmen  honorer K2 dalam PPPK ini menjadi solusi luar biasa. Sebab selama ini  pengangkatan honorer K2 terbentur aturan Undang-Undang Nomor 5/2014  tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) karena syarat minimal usia adalah  35 tahun. Sementara para honorer K2 kebanyakan sudah lebih dari 35  tahun.

&amp;ldquo;Dengan PPPK ini, saya pikir ada solusi baik untuk kita semuanya.  Termasuk buat teman-teman honorer, teman-teman yang sudah mengabdi lama,  bukan hanya tenaga kesehatan tapi juga tenaga teknis,&amp;rdquo; kata Ninik  seusai rapat.

Namun yang menjadi pekerjaan rumah selanjutnya adalah seperti apa  skemanya, karena dalam rapat belum dijelaskan secara rinci. Dia  menjelaskan, sudah ada komitmen antara Komisi II DPR dengan Menpan-RB  bahwa rekrutmen PPPK tidak boleh menggunakan standar rekrutmen CPNS,  karena usia honorer K2 kebanyakan sudah paruh baya. &amp;ldquo;

Kita berharap pemerintah bisa membuat skema lagi supaya ini lebih  diperbanyak lagi. Sehingga seluruh tenaga kesehatan dan tenaga guru  (honorer K2) yang bisa terakomodasi di situ,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
 
DPR Usul Diakomodasi di CPNS 2019

DPR meminta Kemenpan-RB mengakomodasi mereka dalam rekrutmen CPNS 2019 karena terbatasnya formasi dalam rekrutmen PPPK.

Wakil Ketua Komisi II DPR Mardani Ali Sera mengatakan, Komisi II  mendorong Kemenpan-RB dan BKN agar segera mengisi 59.458 formasi CPNS  yang belum terisi sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan  kepada masyarakat bisa berjalan optimal.

DPR juga mendorong pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) di 48  instansi daerah yang tertunda pelaksanaannya agar formasi CPNS di daerah  itu terpenuhi.
&amp;ldquo;Komisi II mendorong Kemenpan-RB memberikan afirmasi dalam sistem  pengadaan CPNS tahun berikutnya bagi tenaga honorer K2 agar bisa  mengikuti seleksi dan menjadi CPNS,&amp;rdquo; kata Mardani saat membacakan  simpulan raker dan RDP.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir  Effendy menjelaskan, khusus untuk seleksi PPPK sekarang ditujukan untuk  guru honorer K2 yang jumlahnya sekitar 159.000 orang. &amp;ldquo;Itu bagi yang mau  (ikut seleksi). Kalau tidak mau juga nggak apa-apa,&amp;rdquo; katanya. (Kiswondari)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Proses seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap pertama bakal dilaksanakan akhir Januari. Pemerintah tahun ini bakal merekrut 150.000 PPPK yang diprioritaskan dari honorer kategori II (K2).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin mengungkapkan hal tersebut seusai rapat kerja (raker) dan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR dan Badan Kepegawaian negara (BKN) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Untuk rekrutmen tahap pertama prosesnya sudah dimulai dengan alokasi 75.000 PPPK. Dari jumlah itu, 50.000 PPPK dikhususkan untuk posisi guru. Sedangkan rekrutmen tahap kedua sebanyak 75.000 PPPK yang akan dilakukan pada akhir April atau awal Mei 2019.

&amp;ldquo;Kenapa dua tahap, supaya tidak mengganggu proses pemilu,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Penerimaan CPNS 2019 Dibuka Usai Pilpres
Syafruddin menjelaskan, rekrutmen PPPK ini umumnya dilakukan di daerah karena untuk posisi guru honorer umumnya ada di daerah sehingga jarang ditemukan ada di pusat.

Hari ini, Rabu (23/1/2019), Kemenpan-RB akan melakukan rapat dengan para kepala daerah guna memutuskan skema anggarannya.

&amp;ldquo;Bukan tenaga honorer saja, PNS juga (dibebankan) pemda. Kementerian lembaga itu dari Kementerian Keuangan, kemudian gaji-gaji dari PNS itu yang di daerah di tingkat dua tingkat satu, ya pemerintah daerah. Memang itu skemanya,&amp;rdquo; kata Menpan-RB.

Sementara itu, alokasi rekrutmen CPNS 2019, kata Syafruddin, akan ada 100.000 formasi untuk instansi yang sama dengan tes CPNS 2018 lalu. Namun, belum ada pembahasan rinci mengenai hal tersebut. &amp;ldquo;Belum dibahas, masih lama. Nanti ya, masih lama,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: BKN: Maret Bukan Penerimaan CPNS 2019
Kepala BKN Bima Haria Wibisana menjelaskan rekrutmen CPNS memang belum ada pembahasan terperinci. Bahkan, hal itu baru akan dibicarakan karena perlu diidentifikasi kebutuhan di daerah-daerah. Alokasi 100.000 formasi itu baru perkiraan.

&amp;ldquo;Itu angka (100.000) perkiraan kita karena kan masing-masing gubernur, bupati itu punya kuota berbeda, kita perlu identifikasi dulu,&amp;rdquo; tutur Bima.

Karena itu, Bima menegaskan, rekrutmen CPNS 2019 belum pasti diselenggarakan pada Maret. Kemungkinan bisa juga dilaksanakan setelah pemilu.

&amp;ldquo;Belum pasti Maret, intinya kemungkinan (buka pendaftaran CPNS) itu sebelum pemilu dan sesudah pemilu,&amp;rdquo; katanya.
Wakil Ketua Komisi II DPR Nihayatul Wafiroh (Ninik) menilai rekrutmen  honorer K2 dalam PPPK ini menjadi solusi luar biasa. Sebab selama ini  pengangkatan honorer K2 terbentur aturan Undang-Undang Nomor 5/2014  tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) karena syarat minimal usia adalah  35 tahun. Sementara para honorer K2 kebanyakan sudah lebih dari 35  tahun.

&amp;ldquo;Dengan PPPK ini, saya pikir ada solusi baik untuk kita semuanya.  Termasuk buat teman-teman honorer, teman-teman yang sudah mengabdi lama,  bukan hanya tenaga kesehatan tapi juga tenaga teknis,&amp;rdquo; kata Ninik  seusai rapat.

Namun yang menjadi pekerjaan rumah selanjutnya adalah seperti apa  skemanya, karena dalam rapat belum dijelaskan secara rinci. Dia  menjelaskan, sudah ada komitmen antara Komisi II DPR dengan Menpan-RB  bahwa rekrutmen PPPK tidak boleh menggunakan standar rekrutmen CPNS,  karena usia honorer K2 kebanyakan sudah paruh baya. &amp;ldquo;

Kita berharap pemerintah bisa membuat skema lagi supaya ini lebih  diperbanyak lagi. Sehingga seluruh tenaga kesehatan dan tenaga guru  (honorer K2) yang bisa terakomodasi di situ,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
 
DPR Usul Diakomodasi di CPNS 2019

DPR meminta Kemenpan-RB mengakomodasi mereka dalam rekrutmen CPNS 2019 karena terbatasnya formasi dalam rekrutmen PPPK.

Wakil Ketua Komisi II DPR Mardani Ali Sera mengatakan, Komisi II  mendorong Kemenpan-RB dan BKN agar segera mengisi 59.458 formasi CPNS  yang belum terisi sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan  kepada masyarakat bisa berjalan optimal.

DPR juga mendorong pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) di 48  instansi daerah yang tertunda pelaksanaannya agar formasi CPNS di daerah  itu terpenuhi.
&amp;ldquo;Komisi II mendorong Kemenpan-RB memberikan afirmasi dalam sistem  pengadaan CPNS tahun berikutnya bagi tenaga honorer K2 agar bisa  mengikuti seleksi dan menjadi CPNS,&amp;rdquo; kata Mardani saat membacakan  simpulan raker dan RDP.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir  Effendy menjelaskan, khusus untuk seleksi PPPK sekarang ditujukan untuk  guru honorer K2 yang jumlahnya sekitar 159.000 orang. &amp;ldquo;Itu bagi yang mau  (ikut seleksi). Kalau tidak mau juga nggak apa-apa,&amp;rdquo; katanya. (Kiswondari)</content:encoded></item></channel></rss>
