<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menristekdikti: Perkembangan Teknologi Geser 375 Juta Pekerjaan</title><description>Mohamad Nasir menyatakan, akibat revolusi industri 4.0 jutaan pekerja harus mengalami pergeseran profesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/320/2008332/menristekdikti-perkembangan-teknologi-geser-375-juta-pekerjaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/320/2008332/menristekdikti-perkembangan-teknologi-geser-375-juta-pekerjaan"/><item><title>Menristekdikti: Perkembangan Teknologi Geser 375 Juta Pekerjaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/320/2008332/menristekdikti-perkembangan-teknologi-geser-375-juta-pekerjaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/23/320/2008332/menristekdikti-perkembangan-teknologi-geser-375-juta-pekerjaan</guid><pubDate>Rabu 23 Januari 2019 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/23/320/2008332/menristekdikti-perkembangan-teknologi-geser-375-juta-pekerjaan-u23u3ehi18.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia Leaders Forum 2019 (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/23/320/2008332/menristekdikti-perkembangan-teknologi-geser-375-juta-pekerjaan-u23u3ehi18.jpeg</image><title>Indonesia Leaders Forum 2019 (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyatakan, akibat revolusi industri 4.0 jutaan pekerja harus mengalami pergeseran profesi. Sebab tenaga manusia kini mulai tergantikan dengan digitalisasi.
&quot;Karena perkembangan industri 4.0 sebanyak 75 juta hingga 375 juta orang pergeseran pekerjaan,&quot; sebutnya dalam Indonesia Leader Forum (ILF) di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (23/1/2019).
Baca Juga: Hong Kong Ingin Tingkatkan Perlindungan TKI
 
Pekerjaan yang teralihkan karena perkembangan teknologi yakni buruh pabrik digantikan tenaga mesin. Selain itu, pekerja di gerbang tol juga terkena imbas dengan sistem pembayaran secara elektronifikasi.
&quot;Tol dulu setiap gate itu 15-20 orang (pekerja). Kalau ada 1.000 gate di Indonesia berarti bisa ada 20 ribu pekerja. Kalau semua berganti fungsi (ke elektronifikasi), berarti mereka akan bergeser kerjaannya,&quot; jelasnya.

Kemudian peran penjaga toko juga tergantikan dengan adanya e-commerce. Toko online membuat kehadiran toko fisik tak diperlukan, yang artinya mengurangi tenaga kerja.
&quot;Belum lagi masalah kaitan pertokoan dan supermarket yang alami penutupan. Ini akibat dari revolusi industri yang cepat,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyatakan, akibat revolusi industri 4.0 jutaan pekerja harus mengalami pergeseran profesi. Sebab tenaga manusia kini mulai tergantikan dengan digitalisasi.
&quot;Karena perkembangan industri 4.0 sebanyak 75 juta hingga 375 juta orang pergeseran pekerjaan,&quot; sebutnya dalam Indonesia Leader Forum (ILF) di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (23/1/2019).
Baca Juga: Hong Kong Ingin Tingkatkan Perlindungan TKI
 
Pekerjaan yang teralihkan karena perkembangan teknologi yakni buruh pabrik digantikan tenaga mesin. Selain itu, pekerja di gerbang tol juga terkena imbas dengan sistem pembayaran secara elektronifikasi.
&quot;Tol dulu setiap gate itu 15-20 orang (pekerja). Kalau ada 1.000 gate di Indonesia berarti bisa ada 20 ribu pekerja. Kalau semua berganti fungsi (ke elektronifikasi), berarti mereka akan bergeser kerjaannya,&quot; jelasnya.

Kemudian peran penjaga toko juga tergantikan dengan adanya e-commerce. Toko online membuat kehadiran toko fisik tak diperlukan, yang artinya mengurangi tenaga kerja.
&quot;Belum lagi masalah kaitan pertokoan dan supermarket yang alami penutupan. Ini akibat dari revolusi industri yang cepat,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
