<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaya Menteri Rini Jajal Panser Anoa Buatan Pindad</title><description>Rini M Soemarni menyempatkan diri mengendarai langsung Panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad (Persero)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/24/320/2009070/gaya-menteri-rini-jajal-panser-anoa-buatan-pindad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/24/320/2009070/gaya-menteri-rini-jajal-panser-anoa-buatan-pindad"/><item><title>Gaya Menteri Rini Jajal Panser Anoa Buatan Pindad</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/24/320/2009070/gaya-menteri-rini-jajal-panser-anoa-buatan-pindad</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/24/320/2009070/gaya-menteri-rini-jajal-panser-anoa-buatan-pindad</guid><pubDate>Kamis 24 Januari 2019 20:28 WIB</pubDate><dc:creator>Mulyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/24/320/2009070/gaya-menteri-rini-jajal-panser-anoa-buatan-pindad-xADFbXsVTG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Menteri Rini Kendarai Panser Anoa 6x6 Buatan Pindad</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/24/320/2009070/gaya-menteri-rini-jajal-panser-anoa-buatan-pindad-xADFbXsVTG.jpg</image><title>Foto: Menteri Rini Kendarai Panser Anoa 6x6 Buatan Pindad</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarni menyempatkan diri mengendarai langsung Panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad (Persero) sambil mengelilingi fasilitas produksi Pindad di Bandung. Aksi tersebut dilakukan dia melakukan kunjungan kerja di Bandung, Jawa Barat.
&quot;Saya mencoba mengemudikan sendiri kendaraan tempur (ranpur) Anoa karya anak bangsa. Enak dan mudah dikendalikan. Saya yakin kualitasnya bagus untuk kebutuhan pertahanan negara kita. Ke depannya saya mendorong PT Pindad untuk mengembangkan  kendaraan komersil,&quot; ungkap Menteri Rini dalam keterangan tertulis, Kamis (24/1/2019).
Panser Anoa 6x6 karya Pindad telah diproduksi dalam berbagai varian dan telah ikut dalam misi perdamaian dunia PBB di berbagai Negara seperti Lebanon, Afrika Tengah, dan Sudan.
Baca Juga: Wapres JK Cerita Pindad Produksi 20 Panser dalam 1 Bulan
Selain digunakan di dalam negeri, sejumlah negara seperti Malaysia,  Filipina, Brunei hingga negara Timur Tengah telah membeli produk karya anak bangsa ini.
Dalam kunjungan ini, Menteri Rini didampingi oleh Direktur Utama PT Pindand, Abraham Mose, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, Deputi Pertambangan Industri Strategis dan Media Kemnterian BUMN Fajar Harry Sampurno, Direktur Utama PT Pertamina ( Persero) Nicke Widyawati dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim.

Selain itu, dalam kunjungan kerjanya,  Menteri Rini juga mengikuti serah terima 5 unit Heli AKS dan 1 unit Pesawat Udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk TNI Angkatan Laut yang berlangsung di Hanggar Rotary Wing KP II milik PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Baca Juga: Jadi Angkutan Pulau Terpencil, Pesawat N219 Bisa Mendarat di Landasan tak Beraspal
Pesawat udara yang diserahkan yaitu 1 unit CN235-220 MPA (Serial Number N067) sesuai Kontrak Jual Beli Nomor TRAK/19/PLN/I/2013/AL tanggal 07 Januari 2013, antara Kementerian Pertahanan RI dan PTDI. Pesawat udara ini yang secara kontraktual telah diserahkan kepada Kemhan atau TNI Angkatan Laut (AL) pada bulan September 2018.
Pesawat udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft memiliki beberapa keunggulan, yakni dapat lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput, mampu terbang selama 10-11 jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot, dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.Sedangkan helikopter yang diserahkan yaitu 5 unit Heli AKS (Serial  Number 7021, 7042, 7043, 7046, 7047) yang merupakan bagian dari materiil  kontrak 11 unit Heli AKS sebagaimana Kontrak Jual Beli Nomor  TRAK/979/PLN/IX/2014/AL pada tanggal 30 September 2014 antara  Kementerian Pertahanan RI dan PTDI, secara kontraktual telah diserahkan  bertahap pada bulan Juni 2018 untuk SN 7021 dan 7043 serta bulan  November 2018 untuk SN 7042, 7046 dan 7047.
Helikopter AS565 MBe Panther full AKS mampu mendeteksi keberadaan  kapal selam yang dilengkapi dengan dipping sonar L-3 Ocean Systems  DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS). Sonar HELRAS dapat  beroperasi optimal di area laut dangkal dan laut dalam.

Teknologi HELRAS menggunakan frekuensi rendah dengan resolusi tinggi  pada sistem Doppler dan rentang gelombang panjang untuk mengetahui  keberadaan kapal selam dari jarak jauh. Dipadu dengan perangkat DS-100,  AS565 Panther dirancang ideal untuk melakukan redetection, melokalisir  sasaran, dan melancarkan serangan torpedo di perairan dangkal maupun  perairan dalam.
&amp;ldquo;Saya terus mendorong agar PT DI mampu memproduksi alat-alat  pertahanan yang berkualitas dan dapat digunakan untuk pertahanan negara  kita. Semoga kerja sama antar BUMN dan Tentara Nasional Indonesia tetap  terus ditingkatkan. PT DI juga tidak hanya menjadi pemain di pasar lokal  tetapi juga pasar internasional,&amp;rdquo; tutur Menteri Rini.</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarni menyempatkan diri mengendarai langsung Panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad (Persero) sambil mengelilingi fasilitas produksi Pindad di Bandung. Aksi tersebut dilakukan dia melakukan kunjungan kerja di Bandung, Jawa Barat.
&quot;Saya mencoba mengemudikan sendiri kendaraan tempur (ranpur) Anoa karya anak bangsa. Enak dan mudah dikendalikan. Saya yakin kualitasnya bagus untuk kebutuhan pertahanan negara kita. Ke depannya saya mendorong PT Pindad untuk mengembangkan  kendaraan komersil,&quot; ungkap Menteri Rini dalam keterangan tertulis, Kamis (24/1/2019).
Panser Anoa 6x6 karya Pindad telah diproduksi dalam berbagai varian dan telah ikut dalam misi perdamaian dunia PBB di berbagai Negara seperti Lebanon, Afrika Tengah, dan Sudan.
Baca Juga: Wapres JK Cerita Pindad Produksi 20 Panser dalam 1 Bulan
Selain digunakan di dalam negeri, sejumlah negara seperti Malaysia,  Filipina, Brunei hingga negara Timur Tengah telah membeli produk karya anak bangsa ini.
Dalam kunjungan ini, Menteri Rini didampingi oleh Direktur Utama PT Pindand, Abraham Mose, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, Deputi Pertambangan Industri Strategis dan Media Kemnterian BUMN Fajar Harry Sampurno, Direktur Utama PT Pertamina ( Persero) Nicke Widyawati dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim.

Selain itu, dalam kunjungan kerjanya,  Menteri Rini juga mengikuti serah terima 5 unit Heli AKS dan 1 unit Pesawat Udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk TNI Angkatan Laut yang berlangsung di Hanggar Rotary Wing KP II milik PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Baca Juga: Jadi Angkutan Pulau Terpencil, Pesawat N219 Bisa Mendarat di Landasan tak Beraspal
Pesawat udara yang diserahkan yaitu 1 unit CN235-220 MPA (Serial Number N067) sesuai Kontrak Jual Beli Nomor TRAK/19/PLN/I/2013/AL tanggal 07 Januari 2013, antara Kementerian Pertahanan RI dan PTDI. Pesawat udara ini yang secara kontraktual telah diserahkan kepada Kemhan atau TNI Angkatan Laut (AL) pada bulan September 2018.
Pesawat udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft memiliki beberapa keunggulan, yakni dapat lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput, mampu terbang selama 10-11 jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot, dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.Sedangkan helikopter yang diserahkan yaitu 5 unit Heli AKS (Serial  Number 7021, 7042, 7043, 7046, 7047) yang merupakan bagian dari materiil  kontrak 11 unit Heli AKS sebagaimana Kontrak Jual Beli Nomor  TRAK/979/PLN/IX/2014/AL pada tanggal 30 September 2014 antara  Kementerian Pertahanan RI dan PTDI, secara kontraktual telah diserahkan  bertahap pada bulan Juni 2018 untuk SN 7021 dan 7043 serta bulan  November 2018 untuk SN 7042, 7046 dan 7047.
Helikopter AS565 MBe Panther full AKS mampu mendeteksi keberadaan  kapal selam yang dilengkapi dengan dipping sonar L-3 Ocean Systems  DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS). Sonar HELRAS dapat  beroperasi optimal di area laut dangkal dan laut dalam.

Teknologi HELRAS menggunakan frekuensi rendah dengan resolusi tinggi  pada sistem Doppler dan rentang gelombang panjang untuk mengetahui  keberadaan kapal selam dari jarak jauh. Dipadu dengan perangkat DS-100,  AS565 Panther dirancang ideal untuk melakukan redetection, melokalisir  sasaran, dan melancarkan serangan torpedo di perairan dangkal maupun  perairan dalam.
&amp;ldquo;Saya terus mendorong agar PT DI mampu memproduksi alat-alat  pertahanan yang berkualitas dan dapat digunakan untuk pertahanan negara  kita. Semoga kerja sama antar BUMN dan Tentara Nasional Indonesia tetap  terus ditingkatkan. PT DI juga tidak hanya menjadi pemain di pasar lokal  tetapi juga pasar internasional,&amp;rdquo; tutur Menteri Rini.</content:encoded></item></channel></rss>
