<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rasio KPR di 2018 hanya 2,9%, Industri Properti Belum Bangkit?</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat rasio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di tahun 2018 masih relatif rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/24/470/2008783/rasio-kpr-di-2018-hanya-2-9-industri-properti-belum-bangkit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/24/470/2008783/rasio-kpr-di-2018-hanya-2-9-industri-properti-belum-bangkit"/><item><title>Rasio KPR di 2018 hanya 2,9%, Industri Properti Belum Bangkit?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/24/470/2008783/rasio-kpr-di-2018-hanya-2-9-industri-properti-belum-bangkit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/24/470/2008783/rasio-kpr-di-2018-hanya-2-9-industri-properti-belum-bangkit</guid><pubDate>Kamis 24 Januari 2019 12:46 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/24/470/2008783/rasio-kpr-di-2018-hanya-2-9-industri-properti-belum-bangkit-iqd6CZUUJ6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/24/470/2008783/rasio-kpr-di-2018-hanya-2-9-industri-properti-belum-bangkit-iqd6CZUUJ6.jpeg</image><title>Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat rasio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di tahun 2018 masih relatif rendah. BI mencatat rasio KPR terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di 2018 yakni 2,9%.
Manager Departemen Makro Prudential Bank Indonesia Bayu Adi Gunawan mengatakan, rasio KPR tersebut menandakan jika sektor properti belum bangkit. Seperti diketahui sejak 2014 lalu sektor properti mengalami anjlok.
&quot;KPR kita cuma 2,9% dari PDB. 2018 serapan KPR belum maksimal. Belum sampai puncaknya. Tadinya harapan kami di 2018 akhir dan 2019 tengah akan sampaikan puncak,&quot; katanya dalam sebuah diskusi bertajuk 'Proyeksi Arah Properti 2019: Memanfaatkan Kesempatan untuk Bertahan di Tahun 2019' di Jakarta, Kamis (24/12/2019).
Baca Juga: Tukang Cukur Bisa Ajukan KPR, Cicilannya Rp800.000/Bulan
 
Meskipun begitu lanjut Bayu, yang cukup menggembirakan adalah di 2018 ada kredit KPR baru hingga Rp12 triliun. Angka tersebut terus mengalami peningkatan sejak 2015 lalu.
&quot;2018 kredit baru Rp12 triliun. Jadi ada peningkatan dari 2015. Tapi paling tinggi di 2018,&quot; katanya.
Bayu menjelaskan, sepanjang 2018 lalu KPR untuk rumah tapak murah dan komersial mendominasi. Adapun datanya sepanjang 2018, KPR rumah tapak tumbuh sekitar 7,1%.
&quot;Pertumbuhan rumah tapak di 7,1% itu per Oktober. Dua segmen ini yang mendominasi kredit KPR,&quot; kata dia.
Sementara itu untuk Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) masih sangat kecil sekali. Meskipun pembangunan apartemen cukup tinggi namun sayangnya pangsa pasarnya masih sedikit.
&quot;Growthnya apartemen memang tinggi tapi pangsa KPR-nya sedikit. NPL-nya KPR masih terjaga di 2,7%,&quot; tuturnya.

Sementara itu dari sisi pasar lanjut Bayu, market usia muda masih mendominasi dan terus meningkat. Sementara usia 36-45 tahun justru mengalami penurunan.
&quot;Usia muda (Milenial) mulai meningkat dominasinya 2014-2017 pangsanya cukup meningkat. 36-45 tahun pasarnya lebih menurun. Tipe 22-70 rumah tapak dan rusun dominasi anak muda. Anak muda punya aware dengan nyicil rumah,&quot; jelasnya.
Sementara jika dilihat dari pekerjaannya lanjut Bayu, pekerja korporasi publik masih mendominasi. Sales-nya sekitar 4% dari sales keseluruhan di 2017.
&quot;Anomalinya kinerja korporasi publik properti 2018 memang menurun. Tumbuh tapi tumbuh melambat. Sales-nya bagus 2017 kemari, tapi 2018 growth sales-nya cuma 4% demand katanya memang kurang,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat rasio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di tahun 2018 masih relatif rendah. BI mencatat rasio KPR terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di 2018 yakni 2,9%.
Manager Departemen Makro Prudential Bank Indonesia Bayu Adi Gunawan mengatakan, rasio KPR tersebut menandakan jika sektor properti belum bangkit. Seperti diketahui sejak 2014 lalu sektor properti mengalami anjlok.
&quot;KPR kita cuma 2,9% dari PDB. 2018 serapan KPR belum maksimal. Belum sampai puncaknya. Tadinya harapan kami di 2018 akhir dan 2019 tengah akan sampaikan puncak,&quot; katanya dalam sebuah diskusi bertajuk 'Proyeksi Arah Properti 2019: Memanfaatkan Kesempatan untuk Bertahan di Tahun 2019' di Jakarta, Kamis (24/12/2019).
Baca Juga: Tukang Cukur Bisa Ajukan KPR, Cicilannya Rp800.000/Bulan
 
Meskipun begitu lanjut Bayu, yang cukup menggembirakan adalah di 2018 ada kredit KPR baru hingga Rp12 triliun. Angka tersebut terus mengalami peningkatan sejak 2015 lalu.
&quot;2018 kredit baru Rp12 triliun. Jadi ada peningkatan dari 2015. Tapi paling tinggi di 2018,&quot; katanya.
Bayu menjelaskan, sepanjang 2018 lalu KPR untuk rumah tapak murah dan komersial mendominasi. Adapun datanya sepanjang 2018, KPR rumah tapak tumbuh sekitar 7,1%.
&quot;Pertumbuhan rumah tapak di 7,1% itu per Oktober. Dua segmen ini yang mendominasi kredit KPR,&quot; kata dia.
Sementara itu untuk Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) masih sangat kecil sekali. Meskipun pembangunan apartemen cukup tinggi namun sayangnya pangsa pasarnya masih sedikit.
&quot;Growthnya apartemen memang tinggi tapi pangsa KPR-nya sedikit. NPL-nya KPR masih terjaga di 2,7%,&quot; tuturnya.

Sementara itu dari sisi pasar lanjut Bayu, market usia muda masih mendominasi dan terus meningkat. Sementara usia 36-45 tahun justru mengalami penurunan.
&quot;Usia muda (Milenial) mulai meningkat dominasinya 2014-2017 pangsanya cukup meningkat. 36-45 tahun pasarnya lebih menurun. Tipe 22-70 rumah tapak dan rusun dominasi anak muda. Anak muda punya aware dengan nyicil rumah,&quot; jelasnya.
Sementara jika dilihat dari pekerjaannya lanjut Bayu, pekerja korporasi publik masih mendominasi. Sales-nya sekitar 4% dari sales keseluruhan di 2017.
&quot;Anomalinya kinerja korporasi publik properti 2018 memang menurun. Tumbuh tapi tumbuh melambat. Sales-nya bagus 2017 kemari, tapi 2018 growth sales-nya cuma 4% demand katanya memang kurang,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
