<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Launching Santri Tani Milenial, Mentan Kucurkan 1 Juta Ayam untuk Seluruh Pesantren</title><description>Launching Santri Tani Milenial tersebut merupakan upaya serius Kementan dalam regenerasi di sektor pertanian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/25/320/2009250/launching-santri-tani-milenial-mentan-kucurkan-1-juta-ayam-untuk-seluruh-pesantren</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/25/320/2009250/launching-santri-tani-milenial-mentan-kucurkan-1-juta-ayam-untuk-seluruh-pesantren"/><item><title>Launching Santri Tani Milenial, Mentan Kucurkan 1 Juta Ayam untuk Seluruh Pesantren</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/25/320/2009250/launching-santri-tani-milenial-mentan-kucurkan-1-juta-ayam-untuk-seluruh-pesantren</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/25/320/2009250/launching-santri-tani-milenial-mentan-kucurkan-1-juta-ayam-untuk-seluruh-pesantren</guid><pubDate>Jum'at 25 Januari 2019 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Mulyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/25/320/2009250/launching-santri-tani-milenial-mentan-kucurkan-1-juta-ayam-untuk-seluruh-pesantren-B7U8RZYtrq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Launching Santri Tani Milenial (Dok Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/25/320/2009250/launching-santri-tani-milenial-mentan-kucurkan-1-juta-ayam-untuk-seluruh-pesantren-B7U8RZYtrq.jpg</image><title>Mentan Launching Santri Tani Milenial (Dok Kementan)</title></images><description>TASIKMALAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan terobosan meningkatkan produksi pertanian di berbagai komoditas melalui peningkatan minat generasi muda.

Sebanyak 15 ribu santri dari seluruh Indonesia melakukan dialog dan mendapatkan pelatihan agribisnis agar bisa menerapkan praktik usaha modern pertanian dari hulu ke hilir.
&amp;nbsp;Baca Juga: Mentan Akan Luncurkan Program Santri Tani Milenial
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, kegiatan bertajuk Launching Santri Tani Milenial tersebut merupakan upaya serius Kementan dalam regenerasi di sektor pertanian. Hal ini penting mengingat kebutuhan pangan masa depan akan semakin besar seiring laju pertumbuhan penduduk, tapi pekerja sektor pertanian justru turun dan diisi oleh petani yang senior.

&quot;Alhamdulillah ada energi baru untuk pertanian kita, santri milenial yang jumlahnya 4 juta seluruh Indonesia. Kita sudah buat peraturan agar mereka bisa akses langsung ke Kementerian tanpa prosedur yang berbelit. Salah satu bantuan adalah kita alokasikan 1 juta ayam untuk seluruh pesantren,&quot; kata Amran dalam sambutan bertajuk Launching Santri Tani Milenial di Lapangan Pasar Munding, Desa Kamulyaan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (26/1/2019).
&amp;nbsp;
Amran menambahkan, memperkenalkan dan menggerakan santri milenial adalah pilihan strategis untuk regenerasi dan meningkatkan produktivitas pertanian. Melibatkan para santri merupakan bagian dari program yang lebih besar yakni gerakan 1 juta petani milenial yang sudah ditetapkan sebagai program prioritas membangun manusia Indonesia di 2019.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Pondok Pesantren seluruh Indonesia tersebut Kementan memberikan bantuan secara langsung benih unggul untuk padi, jagung, dan tanaman hortikultura.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Belgian Blue, Indonesia Bisa Swasembada Daging
Begitu juga dengan ternak, ada 102 ekor sapi, 500 ekor kambing/domba, dan 10.000 ekor ayam, serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa 10 hand tracktor. Jumlah ini masih terus berkembang sambil melakukan pendataan potensi pesantren-pesantren yang ada.

&quot;Kegiatan ini tidak sekedar seremonial karena bantuan dan pelatihan yang dilakukan kongkrit dan akan dimonitoring oleh unit-unit pelaksana teknis. Harapannya, pesantren bisa mendorong produktivitas pertanian dan menghasilkan banyak entrepreneur muda bidang pertanian ketika kembali ke masyarakat,&quot; kata Amran.
&amp;nbsp;
Data Badan Penyuluhan dan Pengambangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengungkapkan Gerakan Petani Milenial ini sendiri melibatkan satu juta petani milenial yang tergabung dalam 40.000 kelompok petani.

Mereka tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dimulai dari Aceh sampai ke Papua, dan dibagi dalam zona kawasan jenis komoditas pertanian mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

&quot;Jumlah petani milenial setiap provinsi berbeda-beda berdasarkan jumlah petani yang tergolong ke dalam usia milenial yaitu, 19 &amp;ndash; 39 tahun. Atau, petani yang tidak berada dalam range umur tersebut tetapi berjiwa milenial, tanggap teknologi digital, tanggap alsintan dan mempunyai lahan,&quot; kata Kepala BPPSDMP Momon Rusmono.
&amp;nbsp;Wirausaha Santri dan Kemandirian Pesantren
Sebelum membuka acara Santri Tani Milenial, Menteri Amran  menyempatkan menempatkan diri untuk menengok pelatihan pertanian untuk  para santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda.

Di pesantren yang lokasinya sekitar 2 km dari lokasi acara tersebut,  Amran betinteraksi langsung dengan sejumlah santri yang antusias  mengikuti pelatihan pengoperasian Alsintan di sawah hingga pelatihan  peternakan khususnya sapi, domba dan ayam.

Tak hanya teori, para santri tersebut langsung menerapkan ilmunya.  Sejak berdirinya di pertengahan 1960-an, para santri di pesantren ini  memang telah terbiasa memenuhi kebutuhan 4.000 santrinya dengan bertani.

&quot;Dari lebih dari 30 hektare lebih lahan milik pesantren, setengahnya  adalah lahan pertanian dan sudah dikembangkan untuk sawah, kebun untuk  bawang, buncis hingga cabai, juga peternakan, hingga lahan hidroponik  untuk sayuran,&quot; kata pimpinan pesantren Miftahul Huda, K.H. Asep Maoshul  Affandy.

Dengan program Kementan untuk memberdayakan santri untuk sektor  pertanian, Asep yang juga merupakan anggota DPR RI ini sangat menyambut  baik.

Menurutnya, secara praktik, banyak pesantren yang sudah  memperkenalkan pertanian kepada santrinya bahkan menjadikan pertanian  sebagai usaha pemenuhan kebutuhan pesantren, tapi akan lebih terarah  jika ditopang dengan pelatihan dan bantuan dari pemrintah.

&quot;Program santri tani milenial oleh Kementan sangat baik untuk  menambah semangat regenerasi petani sekaligus membangun kemandirian  pertanian berbasis pesantren. Bukan sekedar ilmu pengetahuan, tapi  langkah nyata meningkatkan kesadaran, minat, dan bekal berwirausaha tani  saat kembali ke masyarakat,&quot; tutur Asep.

Kabupaten Tasikmalaya dipilih sebagai lokasi peluncuran gerakan  santri tani milenial karena selain memiliki banyak pesantren, juga  merupakan sentra pertanian produktif.

Tahun 2017, Tasikmalaya memiliki luasan lahan untuk pertanaman padi  sebesar 128.589 hektare dan lahan kering untuk pertanaman sayuran  sebesar 26.570 hektare. Produksi padi di Kabupaten Tasikmalaya pada  periode tersebut sebesar 823.818 ton sementara sayuran bervariasi sesuai  dengan komoditasnya.

Launching Santri Tani Milenial juga dihadiri oleh Anggota DPR RI,  Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Razhanul Ulum, Bupati Tasikmalaya Ade  Sugianto, sejumlah pimpinan pondok pesantren se-Indonesia, perwakilan  dari sejumlah kementerian terkait seperti Sekretariat Negara,  Kementerian BUMN, Kemenko Perekonomian, Kemendes, dan Kemenag, juga  mitra strategis dari perusahaan perbankan, dan kelompok tani.
</description><content:encoded>TASIKMALAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan terobosan meningkatkan produksi pertanian di berbagai komoditas melalui peningkatan minat generasi muda.

Sebanyak 15 ribu santri dari seluruh Indonesia melakukan dialog dan mendapatkan pelatihan agribisnis agar bisa menerapkan praktik usaha modern pertanian dari hulu ke hilir.
&amp;nbsp;Baca Juga: Mentan Akan Luncurkan Program Santri Tani Milenial
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, kegiatan bertajuk Launching Santri Tani Milenial tersebut merupakan upaya serius Kementan dalam regenerasi di sektor pertanian. Hal ini penting mengingat kebutuhan pangan masa depan akan semakin besar seiring laju pertumbuhan penduduk, tapi pekerja sektor pertanian justru turun dan diisi oleh petani yang senior.

&quot;Alhamdulillah ada energi baru untuk pertanian kita, santri milenial yang jumlahnya 4 juta seluruh Indonesia. Kita sudah buat peraturan agar mereka bisa akses langsung ke Kementerian tanpa prosedur yang berbelit. Salah satu bantuan adalah kita alokasikan 1 juta ayam untuk seluruh pesantren,&quot; kata Amran dalam sambutan bertajuk Launching Santri Tani Milenial di Lapangan Pasar Munding, Desa Kamulyaan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (26/1/2019).
&amp;nbsp;
Amran menambahkan, memperkenalkan dan menggerakan santri milenial adalah pilihan strategis untuk regenerasi dan meningkatkan produktivitas pertanian. Melibatkan para santri merupakan bagian dari program yang lebih besar yakni gerakan 1 juta petani milenial yang sudah ditetapkan sebagai program prioritas membangun manusia Indonesia di 2019.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Pondok Pesantren seluruh Indonesia tersebut Kementan memberikan bantuan secara langsung benih unggul untuk padi, jagung, dan tanaman hortikultura.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Belgian Blue, Indonesia Bisa Swasembada Daging
Begitu juga dengan ternak, ada 102 ekor sapi, 500 ekor kambing/domba, dan 10.000 ekor ayam, serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa 10 hand tracktor. Jumlah ini masih terus berkembang sambil melakukan pendataan potensi pesantren-pesantren yang ada.

&quot;Kegiatan ini tidak sekedar seremonial karena bantuan dan pelatihan yang dilakukan kongkrit dan akan dimonitoring oleh unit-unit pelaksana teknis. Harapannya, pesantren bisa mendorong produktivitas pertanian dan menghasilkan banyak entrepreneur muda bidang pertanian ketika kembali ke masyarakat,&quot; kata Amran.
&amp;nbsp;
Data Badan Penyuluhan dan Pengambangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengungkapkan Gerakan Petani Milenial ini sendiri melibatkan satu juta petani milenial yang tergabung dalam 40.000 kelompok petani.

Mereka tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dimulai dari Aceh sampai ke Papua, dan dibagi dalam zona kawasan jenis komoditas pertanian mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

&quot;Jumlah petani milenial setiap provinsi berbeda-beda berdasarkan jumlah petani yang tergolong ke dalam usia milenial yaitu, 19 &amp;ndash; 39 tahun. Atau, petani yang tidak berada dalam range umur tersebut tetapi berjiwa milenial, tanggap teknologi digital, tanggap alsintan dan mempunyai lahan,&quot; kata Kepala BPPSDMP Momon Rusmono.
&amp;nbsp;Wirausaha Santri dan Kemandirian Pesantren
Sebelum membuka acara Santri Tani Milenial, Menteri Amran  menyempatkan menempatkan diri untuk menengok pelatihan pertanian untuk  para santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda.

Di pesantren yang lokasinya sekitar 2 km dari lokasi acara tersebut,  Amran betinteraksi langsung dengan sejumlah santri yang antusias  mengikuti pelatihan pengoperasian Alsintan di sawah hingga pelatihan  peternakan khususnya sapi, domba dan ayam.

Tak hanya teori, para santri tersebut langsung menerapkan ilmunya.  Sejak berdirinya di pertengahan 1960-an, para santri di pesantren ini  memang telah terbiasa memenuhi kebutuhan 4.000 santrinya dengan bertani.

&quot;Dari lebih dari 30 hektare lebih lahan milik pesantren, setengahnya  adalah lahan pertanian dan sudah dikembangkan untuk sawah, kebun untuk  bawang, buncis hingga cabai, juga peternakan, hingga lahan hidroponik  untuk sayuran,&quot; kata pimpinan pesantren Miftahul Huda, K.H. Asep Maoshul  Affandy.

Dengan program Kementan untuk memberdayakan santri untuk sektor  pertanian, Asep yang juga merupakan anggota DPR RI ini sangat menyambut  baik.

Menurutnya, secara praktik, banyak pesantren yang sudah  memperkenalkan pertanian kepada santrinya bahkan menjadikan pertanian  sebagai usaha pemenuhan kebutuhan pesantren, tapi akan lebih terarah  jika ditopang dengan pelatihan dan bantuan dari pemrintah.

&quot;Program santri tani milenial oleh Kementan sangat baik untuk  menambah semangat regenerasi petani sekaligus membangun kemandirian  pertanian berbasis pesantren. Bukan sekedar ilmu pengetahuan, tapi  langkah nyata meningkatkan kesadaran, minat, dan bekal berwirausaha tani  saat kembali ke masyarakat,&quot; tutur Asep.

Kabupaten Tasikmalaya dipilih sebagai lokasi peluncuran gerakan  santri tani milenial karena selain memiliki banyak pesantren, juga  merupakan sentra pertanian produktif.

Tahun 2017, Tasikmalaya memiliki luasan lahan untuk pertanaman padi  sebesar 128.589 hektare dan lahan kering untuk pertanaman sayuran  sebesar 26.570 hektare. Produksi padi di Kabupaten Tasikmalaya pada  periode tersebut sebesar 823.818 ton sementara sayuran bervariasi sesuai  dengan komoditasnya.

Launching Santri Tani Milenial juga dihadiri oleh Anggota DPR RI,  Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Razhanul Ulum, Bupati Tasikmalaya Ade  Sugianto, sejumlah pimpinan pondok pesantren se-Indonesia, perwakilan  dari sejumlah kementerian terkait seperti Sekretariat Negara,  Kementerian BUMN, Kemenko Perekonomian, Kemendes, dan Kemenag, juga  mitra strategis dari perusahaan perbankan, dan kelompok tani.
</content:encoded></item></channel></rss>
