<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BTN Bidik DPK Ritel Rp58,8 Triliun</title><description>BTN membidik pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15% tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/27/278/2009968/btn-bidik-dpk-ritel-rp58-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/27/278/2009968/btn-bidik-dpk-ritel-rp58-8-triliun"/><item><title>BTN Bidik DPK Ritel Rp58,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/27/278/2009968/btn-bidik-dpk-ritel-rp58-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/27/278/2009968/btn-bidik-dpk-ritel-rp58-8-triliun</guid><pubDate>Minggu 27 Januari 2019 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/27/278/2009968/btn-bidik-dpk-ritel-rp58-8-triliun-vYbIDVQPAv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/27/278/2009968/btn-bidik-dpk-ritel-rp58-8-triliun-vYbIDVQPAv.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15% tahun ini.

Khusus DPK ritel diharapkan bisa terkumpul menjadi sekitar Rp58,8 triliun atau tumbuh 15,9% dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp51,6 triliun. Jumlah nasabah baru juga diharapkan bertambah sekitar 1,5 juta rekening.

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, salah satu strategi untuk mengejar target tersebut dengan meluncurkan Program Poin Serbu (Serba Untung) BTN.

&amp;rdquo;Tujuan dari Poin Serbu BTN tahun ini adalah menarik sebanyak mungkin nasabah baru, meningkatkan saldo tabungan, dan meningkatkan fee based income(pendapatan nonbunga) dari transaksi nasabah lewat seluruh aplikasi,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta.
&amp;nbsp;Baca Juga: BTN Gandeng Korpri Kejar Target Pembiayaan KPR
Menurut Maryono, selain meraup DPK murah lewat Program Poin Serbu BTN, perseroan juga berburu fee based incomelewat transaksi elektronik dengan kartu debit maupun dengan aplikasi mobile bankingdan internet banking.

&amp;rdquo;Pertumbuhan e-commerce dan fintech di Indonesia membuat transaksi digital meningkat pesat dan mengerek fee based income, karena itu sebagai bentuk rewards atau pemberian poin akan menguntungkan nasabah,&amp;rdquo; jelas Maryono.

Tahun 2018, bank dengan kode saham BBTN ini mencetak pendapatan nonbunga dari transaksi elektronik sekitar Rp114 miliar dengan jumlah transaksi menyentuh sekitar 250 juta transaksi.

Pada 2019 Maryono memasang target peningkatan fee based income hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu dan volume transaksi bisa dikerek hingga sekitar 288 juta transaksi atau naik 38% dibandingkan target tahun sebelumnya yang dipatok 207 juta transaksi.
&amp;nbsp;Baca Juga: BTN Siap Ambil Alih Pembiayaan Perumahan bagi MBR
Maryono berharap kehadiran program Poin Serbu BTN dapat memancing nasabah mengoptimalkan pengalaman mereka bertransaksi dengan mobile banking dan kartu debit Bank BTN.

&amp;rdquo;Kami optimistis transaksi elektronik akan terus meningkat karena Himpunan Bank-Bank Negara atau Himbara makin solid melakukan sinergi layanan perbankan elektronik kami, dimulai dari ATM Link, EDC Link, dan ke depan LinkAja suatu integrasi pembayaran dengan teknologi QR code,&amp;rdquo; paparnya.

Untuk memacu semangat nasabah menabung, lanjut dia, BTN membanjiri nasabah ritel dengan poin dari aktivitas perbankan. Di antaranya top up tabungan, mempertahankan jumlah saldo, mengaktifkan fasilitas auto debit dan aktivasi mobile banking/internet banking.
Kemudian melakukan transaksi lewat aplikasi mobile banking BTN atau  internet banking BTN seperti membeli pulsa, membayar tagihan  listrik/kartu kredit, dan bertransaksi di toko online atau merchant  dengan menggunakan debit online atau kartu debit BTN.

Dengan melakukan aktivitas perbankan maupun transaksi tersebut,  nasabah berhak mengoleksi poin sebesar 1-10 poin tergantung jenis  transaksi dan nilai tabungan ataupun penambahan saldo tabungan. Bagi  nasabah yang rajin mengumpulkan poin dan menjaga saldo tabungan di atas  Rp10 juta berpeluang meraih hadiah utama berupa tabungan senilai  miliaran rupiah.

&amp;rdquo;Program tabungan berhadiah merupakan salah satu bentuk apresiasi  kami kepada nasabah atas kesetiaannya dan kepercayaannya menggunakan  layanan perbankan dari BTN. Karena itu, kami merespons keinginan mereka  mulai dari jenis hadiah, pencairan hadiah, dangrand prize yang mereka  idamkan,&amp;rdquo; katanya. (Rakhmat Baihaqi)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15% tahun ini.

Khusus DPK ritel diharapkan bisa terkumpul menjadi sekitar Rp58,8 triliun atau tumbuh 15,9% dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp51,6 triliun. Jumlah nasabah baru juga diharapkan bertambah sekitar 1,5 juta rekening.

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, salah satu strategi untuk mengejar target tersebut dengan meluncurkan Program Poin Serbu (Serba Untung) BTN.

&amp;rdquo;Tujuan dari Poin Serbu BTN tahun ini adalah menarik sebanyak mungkin nasabah baru, meningkatkan saldo tabungan, dan meningkatkan fee based income(pendapatan nonbunga) dari transaksi nasabah lewat seluruh aplikasi,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta.
&amp;nbsp;Baca Juga: BTN Gandeng Korpri Kejar Target Pembiayaan KPR
Menurut Maryono, selain meraup DPK murah lewat Program Poin Serbu BTN, perseroan juga berburu fee based incomelewat transaksi elektronik dengan kartu debit maupun dengan aplikasi mobile bankingdan internet banking.

&amp;rdquo;Pertumbuhan e-commerce dan fintech di Indonesia membuat transaksi digital meningkat pesat dan mengerek fee based income, karena itu sebagai bentuk rewards atau pemberian poin akan menguntungkan nasabah,&amp;rdquo; jelas Maryono.

Tahun 2018, bank dengan kode saham BBTN ini mencetak pendapatan nonbunga dari transaksi elektronik sekitar Rp114 miliar dengan jumlah transaksi menyentuh sekitar 250 juta transaksi.

Pada 2019 Maryono memasang target peningkatan fee based income hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu dan volume transaksi bisa dikerek hingga sekitar 288 juta transaksi atau naik 38% dibandingkan target tahun sebelumnya yang dipatok 207 juta transaksi.
&amp;nbsp;Baca Juga: BTN Siap Ambil Alih Pembiayaan Perumahan bagi MBR
Maryono berharap kehadiran program Poin Serbu BTN dapat memancing nasabah mengoptimalkan pengalaman mereka bertransaksi dengan mobile banking dan kartu debit Bank BTN.

&amp;rdquo;Kami optimistis transaksi elektronik akan terus meningkat karena Himpunan Bank-Bank Negara atau Himbara makin solid melakukan sinergi layanan perbankan elektronik kami, dimulai dari ATM Link, EDC Link, dan ke depan LinkAja suatu integrasi pembayaran dengan teknologi QR code,&amp;rdquo; paparnya.

Untuk memacu semangat nasabah menabung, lanjut dia, BTN membanjiri nasabah ritel dengan poin dari aktivitas perbankan. Di antaranya top up tabungan, mempertahankan jumlah saldo, mengaktifkan fasilitas auto debit dan aktivasi mobile banking/internet banking.
Kemudian melakukan transaksi lewat aplikasi mobile banking BTN atau  internet banking BTN seperti membeli pulsa, membayar tagihan  listrik/kartu kredit, dan bertransaksi di toko online atau merchant  dengan menggunakan debit online atau kartu debit BTN.

Dengan melakukan aktivitas perbankan maupun transaksi tersebut,  nasabah berhak mengoleksi poin sebesar 1-10 poin tergantung jenis  transaksi dan nilai tabungan ataupun penambahan saldo tabungan. Bagi  nasabah yang rajin mengumpulkan poin dan menjaga saldo tabungan di atas  Rp10 juta berpeluang meraih hadiah utama berupa tabungan senilai  miliaran rupiah.

&amp;rdquo;Program tabungan berhadiah merupakan salah satu bentuk apresiasi  kami kepada nasabah atas kesetiaannya dan kepercayaannya menggunakan  layanan perbankan dari BTN. Karena itu, kami merespons keinginan mereka  mulai dari jenis hadiah, pencairan hadiah, dangrand prize yang mereka  idamkan,&amp;rdquo; katanya. (Rakhmat Baihaqi)</content:encoded></item></channel></rss>
