<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jenis-Jenis Usaha Fintech di Indonesia</title><description>Berikut ini adalah beberapa usaha fintech yang ada di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/28/320/2010042/jenis-jenis-usaha-fintech-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/28/320/2010042/jenis-jenis-usaha-fintech-di-indonesia"/><item><title>Jenis-Jenis Usaha Fintech di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/28/320/2010042/jenis-jenis-usaha-fintech-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/28/320/2010042/jenis-jenis-usaha-fintech-di-indonesia</guid><pubDate>Senin 28 Januari 2019 08:41 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/27/320/2010042/jenis-jenis-usaha-fintech-di-indonesia-TwnvXbRXjc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/27/320/2010042/jenis-jenis-usaha-fintech-di-indonesia-TwnvXbRXjc.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Zaman sekarang, penggunaan teknologi informasi semakin marak sehingga mengubah gaya hidup masyarakat yang serba cepat, salah satunya di sektor finansial.

Seiring dengan kebutuhan masyarakat tersebut, maka muncul berbagai usaha yang menawarkan jasa keuangan menggunakan teknologi, atau lebih dikenal dengan Teknologi Finansial (Financial Technology/Fintech).

Dengan adanya fintech, masyarakat pengguna akan mendapat keuntungan karena transaksi jual beli serta urusan pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, efektif dan efisien. Mungkin, Anda juga salah satu pengguna jasa fintech aktif.
Baca Juga: Fokus pada Pendidikan, Pinduit Berikan Pinjaman Tanpa Jaminan
Sebagian besar orang sudah terbiasa memakai dompet elektronik, memanfaatkan fintech sebagai financial planner, hingga investasi lewat peer to peer lending. Berikut ini adalah beberapa usaha fintech yang ada di Indonesia seperti dikutip Qerja, Senin (24/1/2019).

1. Crowdfunding dan Peer To Peer Lending

Perusahaan fintech crowdfunding dan peer to peer lending menawarkan jasa untuk mempertemukan pemilik dana dengan pengusaha startup atau pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah/UMKM yang membutuhkan dana.

Bedanya, peer to peer lending yaitu kegiatan di mana kreditur dan debitur melakukan praktik pinjam meminjam tanpa bertemu muka. Sementara pada crowdfunding, sejumlah pemilik dana akan membiayai proyek atau bisnisseseorang secara bersama seperti patungan.
Baca Juga: Dampak Positif Fintech, Serap Tenaga Kerja dan Tumbuhkan Perekonomian
Dengan jasa tersebut, pemilik dana punya pilihan alternatif untuk berinvestasi. Sementara pengusaha juga punya alternatif sumber pendanaan di luar perbankan. Contoh situs fintech crowdfunding antara lain Kickstarter, Kitabisa dan Indiegogo. Sementara situs peer to peer lending misalnya Mekar, Koinworks, Amartha, dan Investree.

 
2. Payment, Clearing dan Settlement

Dari judul poin ini, kita sudah bisa memahami bahwa fintech jenis ini bergerak di bidang pembayaran, baik yang diselenggarakan perbankan atau dilakukan Bank Indonesia. Keberadaan fintech ini jelas bisa memudahkan pengguna untuk melakukan transaksi pembayaran yang praktis, cepat, aman dan nyaman.
Baca Juga: Ciri-Ciri Fintech Ilegal, Kantor Tidak Jelas hingga Syarat Mudah
Fintech payment gateway seperti Doku dan Midtrans sangat berguna untuk mendukung bisnis e-commerce. Payment gateway menghubungkan bisnis e-commerce dengan berbagai bank sehingga penjual dan pembeli bisa melakukan transaksi dengan cepat dan aman.

Sementara layanan fintech e-wallet seperti GoPay, OVO, dan T-Cash memungkinkan pengguna menyimpan uang di aplikasi untuk digunakan bertransaksi sewaktu-waktu diperlukan. Pemakaian e-wallet mudah sehingga pengguna tidak perlu repot menggunakan alat pembayaran tunai dan berurusan dengan uang kembalian.


3. Market Aggregator

intech market aggregator punya simpanan bank data tentang berbagai  produk keuangan yang tersedia di pasar. Portal market agregator akan  membantu masyarakat untuk menentukan pilihan pada satu produk keuangan  tertentu. Caranya dengan menyajikan data olahan tentang berbagai aspek  produk keuangan sepeerti harga, fitur, dan manfaat.

Sebagai contoh, ketika seseorang ingin membuat kartu kredit, maka  bisa mengunjungi portal Cekaja, KreditGogo, atau Cermati, memasukkan  data pribadi yang dibutuhkan. Kemudian, market aggregator tersebut akan  menampilkan seluruh penyedia layanan kartu kredit, dan memberikan data  aspek setiap kartu kredit. Dengan begitu, pengguna bisa menimbang dan  memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan.

 
4. Manajemen Risiko dan Investasi

Fintech manajemen risiko dan investasi juga bisa membantu pengguna  mengambil keputusan terkait langkah finansial tertentu. Layanan yang  ditawarkan fintech ini seperti perencana keuangan dalam bentuk perangkat  lunak.

Dengan memanfaatkan layanan fintech ini, seseorang yang memiliki dana  bisa mengatur keuangan dan menaruhya di instrumen investasi atau  asuransi yang tepat. Beberapa contoh fintech manajemen risiko dan  investasi adalah Bareksa, Cekpremi, dan Rajapremi.

Layanan yang ditawarkan berbagai perusahaan fintech memang bisa  memudahkan kehidupan kita sehari-hari, mulai dari pembayarana, hingga  investasi. Jika ingin memanfaatkan jasa tersebut, Anda harus memastikan  bahwa perusahaan telah terdaftar di Bank Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Zaman sekarang, penggunaan teknologi informasi semakin marak sehingga mengubah gaya hidup masyarakat yang serba cepat, salah satunya di sektor finansial.

Seiring dengan kebutuhan masyarakat tersebut, maka muncul berbagai usaha yang menawarkan jasa keuangan menggunakan teknologi, atau lebih dikenal dengan Teknologi Finansial (Financial Technology/Fintech).

Dengan adanya fintech, masyarakat pengguna akan mendapat keuntungan karena transaksi jual beli serta urusan pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, efektif dan efisien. Mungkin, Anda juga salah satu pengguna jasa fintech aktif.
Baca Juga: Fokus pada Pendidikan, Pinduit Berikan Pinjaman Tanpa Jaminan
Sebagian besar orang sudah terbiasa memakai dompet elektronik, memanfaatkan fintech sebagai financial planner, hingga investasi lewat peer to peer lending. Berikut ini adalah beberapa usaha fintech yang ada di Indonesia seperti dikutip Qerja, Senin (24/1/2019).

1. Crowdfunding dan Peer To Peer Lending

Perusahaan fintech crowdfunding dan peer to peer lending menawarkan jasa untuk mempertemukan pemilik dana dengan pengusaha startup atau pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah/UMKM yang membutuhkan dana.

Bedanya, peer to peer lending yaitu kegiatan di mana kreditur dan debitur melakukan praktik pinjam meminjam tanpa bertemu muka. Sementara pada crowdfunding, sejumlah pemilik dana akan membiayai proyek atau bisnisseseorang secara bersama seperti patungan.
Baca Juga: Dampak Positif Fintech, Serap Tenaga Kerja dan Tumbuhkan Perekonomian
Dengan jasa tersebut, pemilik dana punya pilihan alternatif untuk berinvestasi. Sementara pengusaha juga punya alternatif sumber pendanaan di luar perbankan. Contoh situs fintech crowdfunding antara lain Kickstarter, Kitabisa dan Indiegogo. Sementara situs peer to peer lending misalnya Mekar, Koinworks, Amartha, dan Investree.

 
2. Payment, Clearing dan Settlement

Dari judul poin ini, kita sudah bisa memahami bahwa fintech jenis ini bergerak di bidang pembayaran, baik yang diselenggarakan perbankan atau dilakukan Bank Indonesia. Keberadaan fintech ini jelas bisa memudahkan pengguna untuk melakukan transaksi pembayaran yang praktis, cepat, aman dan nyaman.
Baca Juga: Ciri-Ciri Fintech Ilegal, Kantor Tidak Jelas hingga Syarat Mudah
Fintech payment gateway seperti Doku dan Midtrans sangat berguna untuk mendukung bisnis e-commerce. Payment gateway menghubungkan bisnis e-commerce dengan berbagai bank sehingga penjual dan pembeli bisa melakukan transaksi dengan cepat dan aman.

Sementara layanan fintech e-wallet seperti GoPay, OVO, dan T-Cash memungkinkan pengguna menyimpan uang di aplikasi untuk digunakan bertransaksi sewaktu-waktu diperlukan. Pemakaian e-wallet mudah sehingga pengguna tidak perlu repot menggunakan alat pembayaran tunai dan berurusan dengan uang kembalian.


3. Market Aggregator

intech market aggregator punya simpanan bank data tentang berbagai  produk keuangan yang tersedia di pasar. Portal market agregator akan  membantu masyarakat untuk menentukan pilihan pada satu produk keuangan  tertentu. Caranya dengan menyajikan data olahan tentang berbagai aspek  produk keuangan sepeerti harga, fitur, dan manfaat.

Sebagai contoh, ketika seseorang ingin membuat kartu kredit, maka  bisa mengunjungi portal Cekaja, KreditGogo, atau Cermati, memasukkan  data pribadi yang dibutuhkan. Kemudian, market aggregator tersebut akan  menampilkan seluruh penyedia layanan kartu kredit, dan memberikan data  aspek setiap kartu kredit. Dengan begitu, pengguna bisa menimbang dan  memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan.

 
4. Manajemen Risiko dan Investasi

Fintech manajemen risiko dan investasi juga bisa membantu pengguna  mengambil keputusan terkait langkah finansial tertentu. Layanan yang  ditawarkan fintech ini seperti perencana keuangan dalam bentuk perangkat  lunak.

Dengan memanfaatkan layanan fintech ini, seseorang yang memiliki dana  bisa mengatur keuangan dan menaruhya di instrumen investasi atau  asuransi yang tepat. Beberapa contoh fintech manajemen risiko dan  investasi adalah Bareksa, Cekpremi, dan Rajapremi.

Layanan yang ditawarkan berbagai perusahaan fintech memang bisa  memudahkan kehidupan kita sehari-hari, mulai dari pembayarana, hingga  investasi. Jika ingin memanfaatkan jasa tersebut, Anda harus memastikan  bahwa perusahaan telah terdaftar di Bank Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
