<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masalah Sertifikat Tanah Banyak Hambat Pembangunan</title><description>Permasalahan sertifikat tanah banyak menghambat program pembangunan nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/28/470/2010557/masalah-sertifikat-tanah-banyak-hambat-pembangunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/28/470/2010557/masalah-sertifikat-tanah-banyak-hambat-pembangunan"/><item><title>Masalah Sertifikat Tanah Banyak Hambat Pembangunan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/28/470/2010557/masalah-sertifikat-tanah-banyak-hambat-pembangunan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/28/470/2010557/masalah-sertifikat-tanah-banyak-hambat-pembangunan</guid><pubDate>Senin 28 Januari 2019 20:00 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/28/470/2010557/masalah-sertifikat-tanah-banyak-hambat-pembangunan-pueg3LrBf3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/28/470/2010557/masalah-sertifikat-tanah-banyak-hambat-pembangunan-pueg3LrBf3.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Sofyan A Djalil mengatakan permasalahan sertifikat tanah banyak menghambat program pembangunan nasional.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil  mengatakan saat ini Indonesia seharusnya bisa selangkah lebih maju, apabila banyak permasalahan dapat diselesaikan.

&quot;Dikarenakan banyak masalah yang tidak terselesaikan, maka banyak program pemerintah yang tidak jalan,&quot; ujarnya seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Senin (28/1/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi: Belum Semua Tanah di Jakarta Pusat Bersertifikat
Sofyan mengibaratkan bahwa masalah tersebut seperti benang kusut yang sulit diuraikan. &quot;Termasuk pertanahan,&quot; ujarnya.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) berkomitmen untuk terus membantu menyelesaikan sertifikasi tanah-tanah di seluruh Indonesia. Tidak hanya tanah milik masyarakat, namun juga tanah milik instansi dan lembaga.

Hal tersebut diterjemahkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Kementerian ATR/BPN dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Dewan Da'wah Indonesia.

&quot;Kontrak pembangunan jalan tol, sudah dimulai sejak tahun 2003. Namun, karena banyak permasalahan terkait pembebasan lahan, proyek-proyek tersebut sulit untuk dilaksanakan,&quot; ujar Sofyan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi Bagikan 3.023 Sertifikat Tanah untuk Warga Jakbar
Dia melanjutkan berkat pelaksanaan UU Nomor 2 Tahun 2012, kini proyek pembangunan jalan tol sudah banyak yang rampung.

Selain itu Kementerian ATR/BPN juga saat ini sedang giat mendaftarkan sertifikat tanah-tanah wakaf di seluruh Indonesia.  Sofyan A Djalil mengutarakan bahwa hal ini sudah ditargetkan oleh Presiden agar seluruh tanah wakaf disertifikasi di seluruh Indonesia.

&quot;Ini sudah menjadi tugas utama kami agar menyertifikatkan tanah wakaf di seluruh Indonesia. Dalam dua tahun ini juga, kami sudah menerbitkan jutaan sertifikat,&quot; kata Sofyan.

Sofyan menambahkan dalam tiga tahun terakhir Kementerian ATR/BPN telah berhasil mendaftarkan 16 juta bidang tanah, yang sebagian besar telah berhasil diterbitkan sertifikatnya. &quot;Kini kami lebih baik,&quot; ujar Sofyan.
&amp;nbsp;Baca Juga: 9 Juta Sertifikat Tanah untuk Rakyat Siap Diterbitkan Tahun Ini
Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Atok Urrahman mengatakan bahwa Kementerian ATR/BPN memiliki peran dalam menyukseskan kegiatan pengadaan tanah. &quot;Pada kesempatan ini izinkan kami memberikan penghargaan kepada Ibu Arie Yuriwin, selaku Dirjen Pengadaan Tanah, karena banyak membantu kami menyelesaikan permasalahan terkait pengadaan tanah,&quot; ujar Atok Urrohman.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Dewan Da'wah Islamiyah, Mohammad Siddik mengatakan bahwa peran Kementerian ATR/BPN dalam menyelesaikan program penyertifikatan tanah sangat ditunggu oleh masyarakat. &quot;Untuk itu, saya minta bantuan Kementerian ATR/BPN agar menyelesaikan pensertifikatan tanah-tanah wakaf,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Sofyan A Djalil mengatakan permasalahan sertifikat tanah banyak menghambat program pembangunan nasional.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil  mengatakan saat ini Indonesia seharusnya bisa selangkah lebih maju, apabila banyak permasalahan dapat diselesaikan.

&quot;Dikarenakan banyak masalah yang tidak terselesaikan, maka banyak program pemerintah yang tidak jalan,&quot; ujarnya seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Senin (28/1/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi: Belum Semua Tanah di Jakarta Pusat Bersertifikat
Sofyan mengibaratkan bahwa masalah tersebut seperti benang kusut yang sulit diuraikan. &quot;Termasuk pertanahan,&quot; ujarnya.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) berkomitmen untuk terus membantu menyelesaikan sertifikasi tanah-tanah di seluruh Indonesia. Tidak hanya tanah milik masyarakat, namun juga tanah milik instansi dan lembaga.

Hal tersebut diterjemahkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Kementerian ATR/BPN dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Dewan Da'wah Indonesia.

&quot;Kontrak pembangunan jalan tol, sudah dimulai sejak tahun 2003. Namun, karena banyak permasalahan terkait pembebasan lahan, proyek-proyek tersebut sulit untuk dilaksanakan,&quot; ujar Sofyan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi Bagikan 3.023 Sertifikat Tanah untuk Warga Jakbar
Dia melanjutkan berkat pelaksanaan UU Nomor 2 Tahun 2012, kini proyek pembangunan jalan tol sudah banyak yang rampung.

Selain itu Kementerian ATR/BPN juga saat ini sedang giat mendaftarkan sertifikat tanah-tanah wakaf di seluruh Indonesia.  Sofyan A Djalil mengutarakan bahwa hal ini sudah ditargetkan oleh Presiden agar seluruh tanah wakaf disertifikasi di seluruh Indonesia.

&quot;Ini sudah menjadi tugas utama kami agar menyertifikatkan tanah wakaf di seluruh Indonesia. Dalam dua tahun ini juga, kami sudah menerbitkan jutaan sertifikat,&quot; kata Sofyan.

Sofyan menambahkan dalam tiga tahun terakhir Kementerian ATR/BPN telah berhasil mendaftarkan 16 juta bidang tanah, yang sebagian besar telah berhasil diterbitkan sertifikatnya. &quot;Kini kami lebih baik,&quot; ujar Sofyan.
&amp;nbsp;Baca Juga: 9 Juta Sertifikat Tanah untuk Rakyat Siap Diterbitkan Tahun Ini
Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Atok Urrahman mengatakan bahwa Kementerian ATR/BPN memiliki peran dalam menyukseskan kegiatan pengadaan tanah. &quot;Pada kesempatan ini izinkan kami memberikan penghargaan kepada Ibu Arie Yuriwin, selaku Dirjen Pengadaan Tanah, karena banyak membantu kami menyelesaikan permasalahan terkait pengadaan tanah,&quot; ujar Atok Urrohman.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Dewan Da'wah Islamiyah, Mohammad Siddik mengatakan bahwa peran Kementerian ATR/BPN dalam menyelesaikan program penyertifikatan tanah sangat ditunggu oleh masyarakat. &quot;Untuk itu, saya minta bantuan Kementerian ATR/BPN agar menyelesaikan pensertifikatan tanah-tanah wakaf,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
