<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Cabai Anjlok, Petani: Sekarang Rp23.000/Kg</title><description>Petani mengeluhkan harga cabai merah saat ini yang jatuh hingga posisi Rp23.000  per kilogram.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/29/320/2010696/harga-cabai-anjlok-petani-sekarang-rp23-000-kg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/29/320/2010696/harga-cabai-anjlok-petani-sekarang-rp23-000-kg"/><item><title>Harga Cabai Anjlok, Petani: Sekarang Rp23.000/Kg</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/29/320/2010696/harga-cabai-anjlok-petani-sekarang-rp23-000-kg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/29/320/2010696/harga-cabai-anjlok-petani-sekarang-rp23-000-kg</guid><pubDate>Selasa 29 Januari 2019 08:55 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/29/320/2010696/harga-cabai-anjlok-petani-sekarang-rp23-000-kg-g1VVTHHNfA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">cabai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/29/320/2010696/harga-cabai-anjlok-petani-sekarang-rp23-000-kg-g1VVTHHNfA.jpg</image><title>cabai (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Petani di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluhkan harga cabai merah saat ini yang jatuh hingga posisi Rp23.000 per kilogram.
&quot;Harganya benar-benar jatuh dari Rp35.000 per kilogram menjadi Rp23.000 per kilogram, kondisi harga tersebut di satu sisi menguntungkan konsumen tetapi petani belum begitu beruntung,&quot; kata Seorang Petani Cabai Merah Acoi dilansir dari Antara, Selasa (29/1/2019).
Ia menjelaskan, kondisi harga cabai yang selalu berfluktuasi tergantung dengan mekanisme pasar namun situasi tersebut kadang-kadang merugikan petani.
Baca Juga: Harga Cabai Sempat Anjlok, Mentan: Sekarang Sudah Normal
 
&quot;Situasi yang merugikan petani itu di saat masa panen tiba, kemudian harga cabai merah anjlok sementara produksi melimpah,&quot; ujarnya.
Sementara Salim, petani cabai merah lainnya mengatakan, dengan kondisi harga cabai merah saat ini belum begitu menguntungkan petani.
&quot;Kendati tidak merugi namun tidak begitu untung karena biaya produksi tinggi sementara harga cabai merah jatuh,&quot; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/09/20/42576/224767_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menurunnya Pasokan dari Petani, Cabai Keriting Merah Naik 20%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Ia mengatakan, keuntungan petani Bangka Tengah terutama yang tergabung dalam kelompok karena sekitar 80% menggunakan pupuk organik dengan biaya operasional lebih rendah dibanding menggunakan pupuk kimia.
&quot;Keuntungannya karena kami menggunakan pupuk organik dan ada dukungan dari pemerintah daerah sehingga harga Rp23.000 per kilogram masih bisa mendapatkan untung,&quot; ujarnya. (KR-AMD).
</description><content:encoded>JAKARTA - Petani di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluhkan harga cabai merah saat ini yang jatuh hingga posisi Rp23.000 per kilogram.
&quot;Harganya benar-benar jatuh dari Rp35.000 per kilogram menjadi Rp23.000 per kilogram, kondisi harga tersebut di satu sisi menguntungkan konsumen tetapi petani belum begitu beruntung,&quot; kata Seorang Petani Cabai Merah Acoi dilansir dari Antara, Selasa (29/1/2019).
Ia menjelaskan, kondisi harga cabai yang selalu berfluktuasi tergantung dengan mekanisme pasar namun situasi tersebut kadang-kadang merugikan petani.
Baca Juga: Harga Cabai Sempat Anjlok, Mentan: Sekarang Sudah Normal
 
&quot;Situasi yang merugikan petani itu di saat masa panen tiba, kemudian harga cabai merah anjlok sementara produksi melimpah,&quot; ujarnya.
Sementara Salim, petani cabai merah lainnya mengatakan, dengan kondisi harga cabai merah saat ini belum begitu menguntungkan petani.
&quot;Kendati tidak merugi namun tidak begitu untung karena biaya produksi tinggi sementara harga cabai merah jatuh,&quot; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/09/20/42576/224767_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menurunnya Pasokan dari Petani, Cabai Keriting Merah Naik 20%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Ia mengatakan, keuntungan petani Bangka Tengah terutama yang tergabung dalam kelompok karena sekitar 80% menggunakan pupuk organik dengan biaya operasional lebih rendah dibanding menggunakan pupuk kimia.
&quot;Keuntungannya karena kami menggunakan pupuk organik dan ada dukungan dari pemerintah daerah sehingga harga Rp23.000 per kilogram masih bisa mendapatkan untung,&quot; ujarnya. (KR-AMD).
</content:encoded></item></channel></rss>
