<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aprindo: 95% Pengusaha Ritel Bertransformasi ke Online</title><description>95% ritel Indonesia melakukan penjualan menggunakan online</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/29/320/2010826/aprindo-95-pengusaha-ritel-bertransformasi-ke-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/29/320/2010826/aprindo-95-pengusaha-ritel-bertransformasi-ke-online"/><item><title>Aprindo: 95% Pengusaha Ritel Bertransformasi ke Online</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/29/320/2010826/aprindo-95-pengusaha-ritel-bertransformasi-ke-online</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/29/320/2010826/aprindo-95-pengusaha-ritel-bertransformasi-ke-online</guid><pubDate>Selasa 29 Januari 2019 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/29/320/2010826/aprindo-95-pengusaha-ritel-bertransformasi-ke-online-gkbMssYfJ7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/29/320/2010826/aprindo-95-pengusaha-ritel-bertransformasi-ke-online-gkbMssYfJ7.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha ritel Indonesia saat ini sudah bertransformasi ke layanan online atau bisnis e-commeres. Sudah 95% ritel Indonesia melakukan penjualan menggunakan online.
&quot;Ritel di Indonesia sudah mentransformasi dari toko fisik ke online store. Ada 95% anggota Aprindo. Sedangkan 5 % tidak berubah karena local player. 95% anggota itu seperti, Alfamart online dan lain-lain,&quot; ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey di acara Future Commerce Indonesia 2019 di Hotel Shangrila-La, Jakarta, Selasa (29/1/2019).
Baca Juga: Masyarakat RI Masih Suka Belanja di Toko
Dia menjelaskan, adanya transformasi tersebut untuk ikut perkembangan global yang saat ini memasuki era Industri 4.0. Di mana ada dua hal terjadi , merubah customer seperti Artificial Intelligent (AI) dan Big Data.

&quot;Sedangkan pengusaha ritel sudah beranjak ke e-commerce. Big data ini berdampak sekali dulu istilah ritel, bagaimana satu toko ke toko lainnya. Tapi sekarang bagaimana big data dapat royalti program financial teknologi,&quot; tuturnya.
Baca Juga: Digempur E-Commerce, Pelaku Ritel Harus Mampu Beradaptasi
Dia menuturkan, para pelaku usaha saat ini dituntut untuk merubah teknologi sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman dan bisa untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. &quot;Oleh karena itu, pemerintah harus mendukung dunia ritel dan e-commerce,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha ritel Indonesia saat ini sudah bertransformasi ke layanan online atau bisnis e-commeres. Sudah 95% ritel Indonesia melakukan penjualan menggunakan online.
&quot;Ritel di Indonesia sudah mentransformasi dari toko fisik ke online store. Ada 95% anggota Aprindo. Sedangkan 5 % tidak berubah karena local player. 95% anggota itu seperti, Alfamart online dan lain-lain,&quot; ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey di acara Future Commerce Indonesia 2019 di Hotel Shangrila-La, Jakarta, Selasa (29/1/2019).
Baca Juga: Masyarakat RI Masih Suka Belanja di Toko
Dia menjelaskan, adanya transformasi tersebut untuk ikut perkembangan global yang saat ini memasuki era Industri 4.0. Di mana ada dua hal terjadi , merubah customer seperti Artificial Intelligent (AI) dan Big Data.

&quot;Sedangkan pengusaha ritel sudah beranjak ke e-commerce. Big data ini berdampak sekali dulu istilah ritel, bagaimana satu toko ke toko lainnya. Tapi sekarang bagaimana big data dapat royalti program financial teknologi,&quot; tuturnya.
Baca Juga: Digempur E-Commerce, Pelaku Ritel Harus Mampu Beradaptasi
Dia menuturkan, para pelaku usaha saat ini dituntut untuk merubah teknologi sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman dan bisa untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. &quot;Oleh karena itu, pemerintah harus mendukung dunia ritel dan e-commerce,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
