<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perkuat Neraca Perdagangan, Bekraf Dorong Ekspor Produk Kreatif</title><description>Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) siap mendorong nilai ekspor dari sektor industri kreatif pada 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/30/320/2011251/perkuat-neraca-perdagangan-bekraf-dorong-ekspor-produk-kreatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/30/320/2011251/perkuat-neraca-perdagangan-bekraf-dorong-ekspor-produk-kreatif"/><item><title>Perkuat Neraca Perdagangan, Bekraf Dorong Ekspor Produk Kreatif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/30/320/2011251/perkuat-neraca-perdagangan-bekraf-dorong-ekspor-produk-kreatif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/30/320/2011251/perkuat-neraca-perdagangan-bekraf-dorong-ekspor-produk-kreatif</guid><pubDate>Rabu 30 Januari 2019 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/30/320/2011251/perkuat-neraca-perdagangan-bekraf-dorong-ekspor-produk-kreatif-bwRFi8OoI8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/30/320/2011251/perkuat-neraca-perdagangan-bekraf-dorong-ekspor-produk-kreatif-bwRFi8OoI8.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) siap mendorong nilai ekspor dari sektor industri kreatif pada 2019. Produk kreatif tidak hanya dikenal secara global, tapi juga harus mampu mempunyai nilai ekonomi untuk memperkuat sisi ekspor neraca perdagangan Indonesia.
Wakil Kepala Bekraf Ricky J Pesik mengatakan transaksi ekspor akan dipacu demi memperbaiki defisit neraca per dagangan. Hal ini mengingat ekonomi kreatif (ekraf) diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi baru pada tahun-tahun mendatang. &amp;ldquo;Tahun ini kami ingin nilai ekspor ekraf bisa lebih tinggi. Karena itu, deputi pemasaran akan menjadi tumpuan untuk membawa semakin banyak produk kreatif yang siap dipasarkan. Jangan sekadar Go Global, tapi juga harus bisa dijual.
Baca Juga: Digital Payment Dorong Penjualan Ritel Naik 10% Sepanjang 2018
 
Di situ peran kami,&amp;rdquo; ujar Ricky kemarin di Jakarta. Bekraf akan lebih agresif melakukan pemasaran ke luar negeri dengan sekitar 80% dari pagu anggaran Bekraf atau sekitar Rp500 miliar dialokasikan untuk membiayai berbagai program tahun ini. Program pemasaran yang dijalankan di antaranya melalui keterlibatan Indonesia sebagai market focus dalam London Book Fair 2019. &amp;ldquo;Kami akan menggenjot ekspor, karena itu anggaran untuk program salah satunya melalui deputi pemasaran dialokasikan lebih besar,&amp;rdquo; tutur Ricky.
Dia juga melihat potensi platform perdagangan elektronik untuk menjadi andalan pemasaran produk kreatif ke pasar internasional. Pihaknya mengharapkan pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa melayani pembelian ritel oleh konsumen global melalui e-commerce. Pelaku e-commerce nasional dan perusahaan logistik saat ini dinilai siap menyempurnakan ekosistem bisnis kreatif agar bisa menjual produk ke luar negeri secara ritel. &amp;ldquo;Ada sektor yang mengalami penurunan nilai ekspor seperti kerajinan perhiasan untuk pasar Eropa. Dampaknya signifikan. Namun, kita jangan tunggu sampai tren turun. Harus langsung dorong dan tidak secara sporadis,&amp;rdquo; katanya.

Kriya atau kerajinan tangan adalah sektor kreatif kedua terbesar yang menyumbang ekspor. Kontribusi kriya terhadap total ekspor, kata Ricky, berada di kisaran belasan persen. Adapun sektor terbesar penyumbang ekspor adalah fashion sebesar 50% dan sektor lainnya adalah kuliner. Di dalam Rencana Strategis Bekraf, penjualan produk kreatif ke luar negeri ditargetkan mendulang USD21,50 miliar pada 2019. Angka ini memungkinkan tercapai lantaran pada 2016 realisasinya sudah mencapai USD19,98 miliar. Berdasarkan data Bekraf, nilai ekspor produk kreatif Indonesia mengalami penurunan dari USD20 miliar pada 2016 ke kisaran USD19 miliar pada 2017.
Ricky mengatakan bahwa sektor ekonomi kreatif yang mengalami penurunan ekspor adalah kriya. Peningkatan kinerja ekspor merupakan satu dari empat fokus Bekraf dalam mengawal perkembangan bidang ekonomi kreatif pada 2019. Poin lain ialah menyempurnakan distribusi bantuan pemerintah non tunai maupun permodalan. Selain itu, Bekraf juga menginisiasi manajemen koleksi karya kreatif secara digital. Program ini terutama memfasilitasi karya intelektual musik agar konsumsinya terdata sehingga perhitungan royalti lebih transparan.
(Hafid Fuad)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) siap mendorong nilai ekspor dari sektor industri kreatif pada 2019. Produk kreatif tidak hanya dikenal secara global, tapi juga harus mampu mempunyai nilai ekonomi untuk memperkuat sisi ekspor neraca perdagangan Indonesia.
Wakil Kepala Bekraf Ricky J Pesik mengatakan transaksi ekspor akan dipacu demi memperbaiki defisit neraca per dagangan. Hal ini mengingat ekonomi kreatif (ekraf) diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi baru pada tahun-tahun mendatang. &amp;ldquo;Tahun ini kami ingin nilai ekspor ekraf bisa lebih tinggi. Karena itu, deputi pemasaran akan menjadi tumpuan untuk membawa semakin banyak produk kreatif yang siap dipasarkan. Jangan sekadar Go Global, tapi juga harus bisa dijual.
Baca Juga: Digital Payment Dorong Penjualan Ritel Naik 10% Sepanjang 2018
 
Di situ peran kami,&amp;rdquo; ujar Ricky kemarin di Jakarta. Bekraf akan lebih agresif melakukan pemasaran ke luar negeri dengan sekitar 80% dari pagu anggaran Bekraf atau sekitar Rp500 miliar dialokasikan untuk membiayai berbagai program tahun ini. Program pemasaran yang dijalankan di antaranya melalui keterlibatan Indonesia sebagai market focus dalam London Book Fair 2019. &amp;ldquo;Kami akan menggenjot ekspor, karena itu anggaran untuk program salah satunya melalui deputi pemasaran dialokasikan lebih besar,&amp;rdquo; tutur Ricky.
Dia juga melihat potensi platform perdagangan elektronik untuk menjadi andalan pemasaran produk kreatif ke pasar internasional. Pihaknya mengharapkan pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa melayani pembelian ritel oleh konsumen global melalui e-commerce. Pelaku e-commerce nasional dan perusahaan logistik saat ini dinilai siap menyempurnakan ekosistem bisnis kreatif agar bisa menjual produk ke luar negeri secara ritel. &amp;ldquo;Ada sektor yang mengalami penurunan nilai ekspor seperti kerajinan perhiasan untuk pasar Eropa. Dampaknya signifikan. Namun, kita jangan tunggu sampai tren turun. Harus langsung dorong dan tidak secara sporadis,&amp;rdquo; katanya.

Kriya atau kerajinan tangan adalah sektor kreatif kedua terbesar yang menyumbang ekspor. Kontribusi kriya terhadap total ekspor, kata Ricky, berada di kisaran belasan persen. Adapun sektor terbesar penyumbang ekspor adalah fashion sebesar 50% dan sektor lainnya adalah kuliner. Di dalam Rencana Strategis Bekraf, penjualan produk kreatif ke luar negeri ditargetkan mendulang USD21,50 miliar pada 2019. Angka ini memungkinkan tercapai lantaran pada 2016 realisasinya sudah mencapai USD19,98 miliar. Berdasarkan data Bekraf, nilai ekspor produk kreatif Indonesia mengalami penurunan dari USD20 miliar pada 2016 ke kisaran USD19 miliar pada 2017.
Ricky mengatakan bahwa sektor ekonomi kreatif yang mengalami penurunan ekspor adalah kriya. Peningkatan kinerja ekspor merupakan satu dari empat fokus Bekraf dalam mengawal perkembangan bidang ekonomi kreatif pada 2019. Poin lain ialah menyempurnakan distribusi bantuan pemerintah non tunai maupun permodalan. Selain itu, Bekraf juga menginisiasi manajemen koleksi karya kreatif secara digital. Program ini terutama memfasilitasi karya intelektual musik agar konsumsinya terdata sehingga perhitungan royalti lebih transparan.
(Hafid Fuad)</content:encoded></item></channel></rss>
