<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang-Orang Superkaya yang Hidup Sederhana</title><description>Berstatus kaya raya lazimnya membuat orang jemawa karena bisa leluasa untuk berbuat apa saja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/31/320/2011772/orang-orang-superkaya-yang-hidup-sederhana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/01/31/320/2011772/orang-orang-superkaya-yang-hidup-sederhana"/><item><title>Orang-Orang Superkaya yang Hidup Sederhana</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/01/31/320/2011772/orang-orang-superkaya-yang-hidup-sederhana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/01/31/320/2011772/orang-orang-superkaya-yang-hidup-sederhana</guid><pubDate>Kamis 31 Januari 2019 10:22 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/31/320/2011772/orang-orang-superkaya-yang-hidup-sederhana-NQjHenyxg6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/31/320/2011772/orang-orang-superkaya-yang-hidup-sederhana-NQjHenyxg6.jpg</image><title>Foto: Koran Sindo</title></images><description>WALLINGFORD - Berstatus kaya raya lazimnya membuat orang jemawa karena bisa leluasa untuk berbuat apa saja.
Namun, tidak demikian dengan prinsip kehidupan yang dipegang oleh segelintir miliarder dunia. Kendati bergelimang harta, tidak lantas membuat mereka berbuat sesukanya. Bak padi yang semakin berisi, mereka justru kian merunduk atau berperilaku sederhana.
Gambaran ini seperti terlihat dalam keseharian Bill Gates. Pendiri Microsoft ini bukan hanya dikenal atas terobosan dan inovasi teknologinya, melainkan juga kekayaannya yang mencapai USD95,9 miliar (Rp1.345 triliun). Meski tajir dan populer, Bill Gates tidak pernah bersikap sewenang-wenang.
Dia tetap rela mengantre saat memesan burger di sebuah rumah makan. Seperti dilansir dailymail.co.uk, burger merupakan makanan kesukaan Bill Gates. Di dalam foto terbaru, dia tampak berdiri di belakang pembeli yang lain.
Baca Juga: Rahasia Sukses Miliarder Bill Gates dan Warren Buffett
 
Dengan tangan dimasukkan ke saku celana, dia kelihatan rileks saat dilaporkan mengantre di luar Dick&amp;rsquo;s Drive In di wilayah Wallingford, Minggu (27/1) malam. Pakaian yang dikenakan Gates pun sederhana. Dia hanya mengenakan kaus merah, celana abu-abu, dan sepatu kets hitam putih.
Foto itu diambil mantan pegawai Microsof, Mike Galos, yang juga tengah makan di restoran tersebut. Awalnya, dia memasangnya di laman alumni Microsoft sebelum mengunggahnya di Facebook .
&amp;ldquo;Saat nilai Anda setara USD100.000.000.000 dan mengoperasikan yayasan amal terbesar di sepanjang sejarah dunia, tapi tetap mengantre untuk burger, fries , dan Coke di Dick&amp;rsquo;s seperti kita semua. Inilah bagaimana sifat orang kaya sebenarnya, bukan seperti wanna be pemilik toilet emas di Gedung Putih,&amp;rdquo; tulis Galos.
Sampai kemarin, foto tersebut mendapatkan 17.000 like di Facebook dan dishared sebanyak 14.000 kali. Menurut Galos, Bill Gates tidak pernah menarik perhatian, meski dirinya seperti selebritas. Dia menilai Bill Gates sebagai sosok miliarder yang ramah dan asyik.

Galos juga mengaku disambut baik oleh sang kutu buku itu di suatu acara. Bill Gates mengaku suka burger, terutama burger yang dijual di Restoran Burger master. Miliarder kelahiran Seattle, Washington, 28 Oktober 1955 ini dilaporkan sering makan malam di sana.
Selain itu, selama berpidato di Universitas Washington pada 2011 lalu, dia juga pernah mengatakan menyukai burger di Dick&amp;rsquo;s Seattle dan tergelitik dengan harganya yang tidak pernah naik. Sama seperti Bill Gates, investor Warren Buffett juga tidak lupa daratan.
Meski kekayaannya mencapai USD83,4 miliar (Rp1.174 triliun), lelaki berusia 87 tahun itu tinggal di rumah tuanya di Omaha, Nebraska yang dibeli pada 1958 seharga USD31.500. Buffett juga dilaporkan tidak pernah makan di atas USD3,17 (Rp45.000).Selama di perjalanan menuju kantornya yang cukup dekat, Buffett  biasanya membeli sarapan di McDonald dan memesan sausage patties atau  egg and cheese atau bacon . &amp;ldquo;Sambil mencukur janggut, saya bilang ke  istri saya, mau USD2,61, USD2,95 atau USD3,17 terserahlah,&amp;rdquo; kata  Buffett, dilansir cnbc.com .
Miliarder lainnya yang terkenal hidup sederhana ialah Ingvar Kamprad,  pendiri IKEA. Meski mampu membeli jet pribadi, dia tetap terbang  menggunakan pesawat komersial di kelas ekonomi. Dia juga sering  berbelanja di warung biasa, bukan mal-mal besar dan bepergian ke sana  kemari menggunakan bus umum.
Baca Juga: Hanya Lulusan SD, Ini Filosofi Eka Tjipta Pemilik Harta Rp120 Triliun
Kekayaan Kamprad dilaporkan mencapai USD28 miliar antara tahun  2005-2010, menyusul bagusnya penjualan IKEA di 44 negara di dunia.  Kekayaan itu telah diwariskan mengingat Kamprad meninggal dunia dalam  usia 91 tahun awal 2018. Johan Stenebo mengatakan bahwa Kamprad ingin  hidup seperti biasa.
&amp;ldquo;Dia ingin tampil apa adanya dan men jadi bagian dari masyarakat  umum,&amp;rdquo; kata mantan asisten eksekutif Kamprad itu. Johan mengatakan bahwa  Kamprad juga ingin tampak seperti orang yang kekurangan dan bodoh.  &amp;ldquo;Bagaimanapun, dia tak mampu menyembunyikan kecerdasannya.
Dia tahu proses, biaya, dan harga jual furnitur secara rinci,&amp;rdquo;  tambahnya. Kamprad juga memiliki kebiasaan membawa garam dan merica ke  restoran mana pun dia pergi. &amp;ldquo;Saya menghindari kehidupan mewah bukan  karena alasan uang. Kami tidak memerlukan mobil kinclong, gelar hebat,  seragam, dan simbol status sosial. Kami lebih bergantung pada semangat  dan kekuatan,&amp;rdquo; katanya.
(Muh Shamil)</description><content:encoded>WALLINGFORD - Berstatus kaya raya lazimnya membuat orang jemawa karena bisa leluasa untuk berbuat apa saja.
Namun, tidak demikian dengan prinsip kehidupan yang dipegang oleh segelintir miliarder dunia. Kendati bergelimang harta, tidak lantas membuat mereka berbuat sesukanya. Bak padi yang semakin berisi, mereka justru kian merunduk atau berperilaku sederhana.
Gambaran ini seperti terlihat dalam keseharian Bill Gates. Pendiri Microsoft ini bukan hanya dikenal atas terobosan dan inovasi teknologinya, melainkan juga kekayaannya yang mencapai USD95,9 miliar (Rp1.345 triliun). Meski tajir dan populer, Bill Gates tidak pernah bersikap sewenang-wenang.
Dia tetap rela mengantre saat memesan burger di sebuah rumah makan. Seperti dilansir dailymail.co.uk, burger merupakan makanan kesukaan Bill Gates. Di dalam foto terbaru, dia tampak berdiri di belakang pembeli yang lain.
Baca Juga: Rahasia Sukses Miliarder Bill Gates dan Warren Buffett
 
Dengan tangan dimasukkan ke saku celana, dia kelihatan rileks saat dilaporkan mengantre di luar Dick&amp;rsquo;s Drive In di wilayah Wallingford, Minggu (27/1) malam. Pakaian yang dikenakan Gates pun sederhana. Dia hanya mengenakan kaus merah, celana abu-abu, dan sepatu kets hitam putih.
Foto itu diambil mantan pegawai Microsof, Mike Galos, yang juga tengah makan di restoran tersebut. Awalnya, dia memasangnya di laman alumni Microsoft sebelum mengunggahnya di Facebook .
&amp;ldquo;Saat nilai Anda setara USD100.000.000.000 dan mengoperasikan yayasan amal terbesar di sepanjang sejarah dunia, tapi tetap mengantre untuk burger, fries , dan Coke di Dick&amp;rsquo;s seperti kita semua. Inilah bagaimana sifat orang kaya sebenarnya, bukan seperti wanna be pemilik toilet emas di Gedung Putih,&amp;rdquo; tulis Galos.
Sampai kemarin, foto tersebut mendapatkan 17.000 like di Facebook dan dishared sebanyak 14.000 kali. Menurut Galos, Bill Gates tidak pernah menarik perhatian, meski dirinya seperti selebritas. Dia menilai Bill Gates sebagai sosok miliarder yang ramah dan asyik.

Galos juga mengaku disambut baik oleh sang kutu buku itu di suatu acara. Bill Gates mengaku suka burger, terutama burger yang dijual di Restoran Burger master. Miliarder kelahiran Seattle, Washington, 28 Oktober 1955 ini dilaporkan sering makan malam di sana.
Selain itu, selama berpidato di Universitas Washington pada 2011 lalu, dia juga pernah mengatakan menyukai burger di Dick&amp;rsquo;s Seattle dan tergelitik dengan harganya yang tidak pernah naik. Sama seperti Bill Gates, investor Warren Buffett juga tidak lupa daratan.
Meski kekayaannya mencapai USD83,4 miliar (Rp1.174 triliun), lelaki berusia 87 tahun itu tinggal di rumah tuanya di Omaha, Nebraska yang dibeli pada 1958 seharga USD31.500. Buffett juga dilaporkan tidak pernah makan di atas USD3,17 (Rp45.000).Selama di perjalanan menuju kantornya yang cukup dekat, Buffett  biasanya membeli sarapan di McDonald dan memesan sausage patties atau  egg and cheese atau bacon . &amp;ldquo;Sambil mencukur janggut, saya bilang ke  istri saya, mau USD2,61, USD2,95 atau USD3,17 terserahlah,&amp;rdquo; kata  Buffett, dilansir cnbc.com .
Miliarder lainnya yang terkenal hidup sederhana ialah Ingvar Kamprad,  pendiri IKEA. Meski mampu membeli jet pribadi, dia tetap terbang  menggunakan pesawat komersial di kelas ekonomi. Dia juga sering  berbelanja di warung biasa, bukan mal-mal besar dan bepergian ke sana  kemari menggunakan bus umum.
Baca Juga: Hanya Lulusan SD, Ini Filosofi Eka Tjipta Pemilik Harta Rp120 Triliun
Kekayaan Kamprad dilaporkan mencapai USD28 miliar antara tahun  2005-2010, menyusul bagusnya penjualan IKEA di 44 negara di dunia.  Kekayaan itu telah diwariskan mengingat Kamprad meninggal dunia dalam  usia 91 tahun awal 2018. Johan Stenebo mengatakan bahwa Kamprad ingin  hidup seperti biasa.
&amp;ldquo;Dia ingin tampil apa adanya dan men jadi bagian dari masyarakat  umum,&amp;rdquo; kata mantan asisten eksekutif Kamprad itu. Johan mengatakan bahwa  Kamprad juga ingin tampak seperti orang yang kekurangan dan bodoh.  &amp;ldquo;Bagaimanapun, dia tak mampu menyembunyikan kecerdasannya.
Dia tahu proses, biaya, dan harga jual furnitur secara rinci,&amp;rdquo;  tambahnya. Kamprad juga memiliki kebiasaan membawa garam dan merica ke  restoran mana pun dia pergi. &amp;ldquo;Saya menghindari kehidupan mewah bukan  karena alasan uang. Kami tidak memerlukan mobil kinclong, gelar hebat,  seragam, dan simbol status sosial. Kami lebih bergantung pada semangat  dan kekuatan,&amp;rdquo; katanya.
(Muh Shamil)</content:encoded></item></channel></rss>
