<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Tembus Rp13.900, Kemenkeu: Bukti Ekonomi Indonesia Tidak Krisis</title><description>Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Nufransa Wira Sakti mengatakan kondisi ekonomi Indonesia tidak krisis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/01/278/2012284/rupiah-tembus-rp13-900-kemenkeu-bukti-ekonomi-indonesia-tidak-krisis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/01/278/2012284/rupiah-tembus-rp13-900-kemenkeu-bukti-ekonomi-indonesia-tidak-krisis"/><item><title>Rupiah Tembus Rp13.900, Kemenkeu: Bukti Ekonomi Indonesia Tidak Krisis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/01/278/2012284/rupiah-tembus-rp13-900-kemenkeu-bukti-ekonomi-indonesia-tidak-krisis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/01/278/2012284/rupiah-tembus-rp13-900-kemenkeu-bukti-ekonomi-indonesia-tidak-krisis</guid><pubDate>Jum'at 01 Februari 2019 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rikhza Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/01/278/2012284/rupiah-tembus-rp13-900-kemenkeu-bukti-ekonomi-indonesia-tidak-krisis-epGohbJSs7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/01/278/2012284/rupiah-tembus-rp13-900-kemenkeu-bukti-ekonomi-indonesia-tidak-krisis-epGohbJSs7.jpg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Nufransa Wira Sakti mengatakan kondisi ekonomi Indonesia tidak krisis, bahkan kondisi ekonomi Indonesia dinilai sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai tukar rupiah terhadap USD yang kemarin menguat di level Rp13.973 atau 1,13% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
&amp;ldquo;Indonesia tidak krisis, kondisi ekonomi Indonesia sangat baik,&amp;rdquo; ujarnya lewat akun facebook pribadinya, Jakarta, Jumat (1/2/2019).
Dia menambahkan, hal tersebut terjadi setelah Bank Sentra Amerika Serikat, The Fed berlaku konservatif dengan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25%-2,5%. Dia juga menulis, The Fed menyatakan, komite akan bersabar dalam menemukan kenaikan suku bunga acuan berikutnya.
Baca Juga: Dolar AS Lesu, Rupiah Makin Kokoh di Rp13.972/USD
 
Sebagai dampaknya, dia menambahkan, arus modal berlarian dari US dan membuat USD melemah. Di kawasan Asia, rupiah menguat paling moncer bila dibanding Ringgit (+0,35%), Dollar Singapura (+0,07%), Baht  (+0,53%), Peso (+0,48%), Yen (+0,27%), Yuan (+0,09%) dan Dollar Taiwan (+0,11%).
&amp;ldquo;Jadi naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memang sangat terpengaruh kondisi global, terutama Amerika. Saat rupiah sempat melemah dan nilai dolar melambung tinggi, beberapa pihak menuduh pemerintah selalu menyalahkan kondisi global terutama naiknya suku bunga The Fed. Padahal memang faktanya seperi itu,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Saat rupiah melemah, pemerintah dan bank Indonesia tidak tinggal diam. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang bertugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah selalu berlaku profesional dan independen. Kementerian Keuangan juga membuat berbagai kebijakan untuk memacu ekspor dan mengendalikan impor.
Dia mengatakan, pilihan investor untuk membawa arus modal masuk ke Indonesia tentu saja merupakan bentuk kepercayaan akan stabilitas ekonomi dan keamanan berinvestasi di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Nufransa Wira Sakti mengatakan kondisi ekonomi Indonesia tidak krisis, bahkan kondisi ekonomi Indonesia dinilai sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai tukar rupiah terhadap USD yang kemarin menguat di level Rp13.973 atau 1,13% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
&amp;ldquo;Indonesia tidak krisis, kondisi ekonomi Indonesia sangat baik,&amp;rdquo; ujarnya lewat akun facebook pribadinya, Jakarta, Jumat (1/2/2019).
Dia menambahkan, hal tersebut terjadi setelah Bank Sentra Amerika Serikat, The Fed berlaku konservatif dengan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25%-2,5%. Dia juga menulis, The Fed menyatakan, komite akan bersabar dalam menemukan kenaikan suku bunga acuan berikutnya.
Baca Juga: Dolar AS Lesu, Rupiah Makin Kokoh di Rp13.972/USD
 
Sebagai dampaknya, dia menambahkan, arus modal berlarian dari US dan membuat USD melemah. Di kawasan Asia, rupiah menguat paling moncer bila dibanding Ringgit (+0,35%), Dollar Singapura (+0,07%), Baht  (+0,53%), Peso (+0,48%), Yen (+0,27%), Yuan (+0,09%) dan Dollar Taiwan (+0,11%).
&amp;ldquo;Jadi naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memang sangat terpengaruh kondisi global, terutama Amerika. Saat rupiah sempat melemah dan nilai dolar melambung tinggi, beberapa pihak menuduh pemerintah selalu menyalahkan kondisi global terutama naiknya suku bunga The Fed. Padahal memang faktanya seperi itu,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Saat rupiah melemah, pemerintah dan bank Indonesia tidak tinggal diam. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang bertugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah selalu berlaku profesional dan independen. Kementerian Keuangan juga membuat berbagai kebijakan untuk memacu ekspor dan mengendalikan impor.
Dia mengatakan, pilihan investor untuk membawa arus modal masuk ke Indonesia tentu saja merupakan bentuk kepercayaan akan stabilitas ekonomi dan keamanan berinvestasi di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
