<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komisi VII Bakal Tuntaskan Kasus Tumpahan Minyak di Laut</title><description>PT Pertamina (Persero) sedang melakukan investigasi terhadap tumpahan solar yang berasal dari kapal milik PT Soechi Lines Tbk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/01/320/2012628/komisi-vii-bakal-tuntaskan-kasus-tumpahan-minyak-di-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/01/320/2012628/komisi-vii-bakal-tuntaskan-kasus-tumpahan-minyak-di-laut"/><item><title>Komisi VII Bakal Tuntaskan Kasus Tumpahan Minyak di Laut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/01/320/2012628/komisi-vii-bakal-tuntaskan-kasus-tumpahan-minyak-di-laut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/01/320/2012628/komisi-vii-bakal-tuntaskan-kasus-tumpahan-minyak-di-laut</guid><pubDate>Jum'at 01 Februari 2019 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/01/320/2012628/komisi-vii-bakal-tuntaskan-kasus-tumpahan-minyak-di-laut-4DYFU6NSOq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/01/320/2012628/komisi-vii-bakal-tuntaskan-kasus-tumpahan-minyak-di-laut-4DYFU6NSOq.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) sedang melakukan investigasi terhadap tumpahan solar yang berasal dari kapal milik PT Soechi Lines Tbk. Tumpahan solar menggenangi perairan Parepare pertengahan bulan Januari.

&quot; Sedang dilakukan investigasi oleh tim,&quot; ujar Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Gandhi Sriwidodo seperti dikutip, Jakarta, Jumat (1/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menhub Bakal Siapkan Aturan Atasi Tumpahan Minyak di Laut
Kapal milik Soechi menumpahkan solar pada 10 Januari 2019 dan berserakan di Pantai Cempae, Parepare, Sulawesi Selatan. Tumpahan tersebut hampir satu kilometer ke pelelangan ikan.

Sementara, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Tamsil Linrung, belum lama ini meninjau tumpahan minyak di perairan pantai Cempae, Parepare.

Dia meminta kepada seluruh pihak agar bertanggung jawab atas adanya tumpahan minyak yang berdampak pada pencemaran lingkungan.

&amp;ldquo;Kami minta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tumpahan minyak ini, berdasarkan mekanisme dan temuan di lapangan bahwa ada tumpahan solar, untuk melakukan ganti rugi kepada warga yang terdampak,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tumpahan Minyak di Laut Parepare, Dampak Kapal Bocor Milik Soechi Lines
Tamsil berjanji, jika memang tidak ada kejelasan terkait insiden tumpahan minyak ini, maka dirinya akan membawa aspirasi warga ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirut Pertamina di Komisi VII DPR Ri,

&amp;ldquo;Kalau memang pihak Pertamina tidak melakukan langkah-langkah nyata sesuai mekanisme, kita akan panggil Dirut Pertamina untuk dilakukan RDP. Kita juga bisa panggil BPH Migas,&amp;ldquo; katanya.

Ketika disinggung mengenai kapal MT Golden Pearl XIV milik PT Soechi Lines yang dituding kerap melakukan kesalahan yang sama, Tamsil mengatakan, siapa pun yang bersalah akan ditindak sesuai dengan SOP dan undang-undang yang berlaku, dan jika memang terbukti bersalah, maka akan diminta izinnya untuk dicabut.
Berikut adalah kompilasi berbagai kecelakaan dan perkara Soechi dari tahun 2010 hingga 2019:

19 Mei 2010 &amp;ndash; Soechi XIX menabrak KM Dian No. 1 sampai tenggelam
Soechi Chemical XIX menabrak KM Dian No. 1 di Teluk Jakarta dengan  kecepatan penuh karena mengabaikan upaya awak KM Dian No. 1  berkomunikasi melalui radio VHF dan juga lampu sorot. Akibat kelalaian  Soechi Chemical XIX maka KM Dian No. 1 tenggelam.

13 Oktober 2010 &amp;ndash; MT Angelia XVI ditangkap oleh kapal patrol Polri karena &amp;ldquo;kencing&amp;rdquo;
MT Angelia XVI yang disewa Pertamina tertangkap di perairan  Kalimantan Selatan karena &amp;ldquo;kencing&amp;rdquo; muatannya. Saat ditangkap kapal  dengan ukuran tersebut sedang membawa solar serta premium milik  Pertamina.

18 Oktober 2010 &amp;ndash; Masalah sewa lahan galangan kapal PT Multi Ocean Shipyard (MOS)
Izin-izin atas sewa lahan milik pemerintah dan penggunaan lahan laut  untuk reklamasi belum berada di tangan DPRD Karimun. Ketua Komisi A DPRD  Karimun saat itu, Jamaluddin Sahari mengungkapkan ada dugaan  pelanggaran dan mendesak pemerintah daerah menutup aktivitas MOS.

27 Agustus 2012 &amp;ndash; Soechi Lesmana terbakar, 2 Orang Tewas 2 Kritis
MT Soechi Lesmana yang sedang disewa Pertamina dan mengangkut 6.000  ton solar dan premium meledak dan terbakar di perairan Mamuju  mengakibatkan dua orang tewas dan dua orang kondisi kritis setelah  mengalami luka bakar. Akhirnya kapal ini kandas dekat Kota Mamuju.

3 Desember 2012 &amp;ndash; Penyelundupan BBM Soechi Anindya
MT Soechi Anindya selaku pemegang kontrak Pertamina membawa minyak  dari Terminal Pertamina di Pulau Sambu. Namun dalam perjalanan, kapal  itu berbelok arah ke perairan Malaysia. Selanjutnya segel dirusak dan  300 ton BBM dipompa dari MT Soechi Anindya ke MT Fulfill.

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kantor Wilayah Direktorat  Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau Ahmad Rofiq mengungkapkan,  &amp;rdquo;ABK (MT Soechi) mengakui sudah tiga kali menyelundupkan MFO.&amp;rdquo; Direktur  Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono menambah,&quot;kapal Soechi Anindya ini  diduga sudah berulang kali menyelundupkan BBM.&quot;

28 Januari 2014 &amp;ndash; MT Soechi Chemical VII menabrak KMP Jatra III
Soechi Chemical VII yang sedang disewa Pertamina mengalami kecelakaan  di Selat Sunda dimana terjadi tabrakan antara Soechi Chemical VII dan  KMP Jatra III.

10 Februari 2015 - Arenza XXVII ditahan di Singapura
Very Large Crude Carrier (VLCC) Arenza XXVII yang dimiliki Soechi dan  sempat disewa Pertamina di tahan di perairan Singapura karena tidak  membayar hutang senilai SGD 1.67 juta terkait pembelian bahan bakar  minyak (BBM) dengan perusahaan penjual BBM Sentek Marine &amp;amp; Trading  Pte. Ltd.

26 April 2015 &amp;ndash; Soechi Chemical I terhempas dan hampir menabrak Hotel di Selat Sunda
Soechi Chemical I yang disewa Pertamina kandas di perairan Merak dan  hampir menabrak Hotel Merak Beach. Bahkan diketahui jarak antara mobil  hotel dan kapal kandas hanya sekitar 10 meter.
21 Desember 2015 &amp;ndash; Alisa XVII mogok dan kandas di Pacitan
Alisa XVII yang disewa oleh Pertamina kandas di perairan Pacitan   karena mengalami mati mesin. &quot;Kapal itu sedang dalam perjalanan dari   Surabaya menuju Cilacap dan mengalami mati mesin sehingga terdampar di   sini,&quot; terang Kanit Satpolair Pacitan, Bripka Indro Wibowo.

12 Januari 2017 &amp;ndash; Buruh demo karena gaji tidak dibayar
Kantor PT MOS di Karimun porak-poranda akibat demo yang berakhir   menjadi kerusuhan pekerja. Hal itu dipicu keterlambatan pembayaran gaji   pekerja yang berjumlah sekitar 1.600 orang.

19 Juli 2017 &amp;ndash; Soechi terlambat kirim kapal pesanan Pertamina
Tiga unit kapal tanker dari PT Pertamina (Persero) yang seharusnya   diserahterimakan antara 2015-2016 terlambat hampir 3 tahun. Namun Paula   Marlina selaku Direktur Keuangan Soechi Lines menepis isu adanya denda   atau penalti yang hingga Juni 2017 nilainya disebut-sebut mencapai  US$50  juta.

29 November 2017 &amp;ndash; SC Warrior L terbakar di China
SC Warrior L milik Soechi yang disewa Pertamina mengalami kebakaran   di sungai dekat Guang Zhou, China. Peristiwa itu mengakibatkan empat kru   kapal luka parah dan 11 personil lainnya terluka.

31 Agustus 2018 &amp;ndash; MOS digugat PKPU
Pengadilan Negeri Medan mengabulkan perkara permohonan Penundaan   Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap P.T. Multi Ocean Shipyard   (MOS) yang diajukan oleh Excellift Sdn. Bhd. dan P.T. Kawasan Dinamika   Harmonitama.

24 November 2018 &amp;ndash; Ledakan di galangan kapal MOS
23 pekerja dikabarkan menjadi korban dan menderita luka serius   dibagian wajah dan badan akibat balon udara yang digunakan diduga kuat   sudah terlalu lapuk dan banyak tambalan dan akhirnya meledak. Ketua DPD   Partai Hanura Provinsi Kepri Bakti Lubis menyatakan kasus kecelakaan   kerja di MOS bukan yang pertama kali terjadi. &amp;ldquo;Informasi minimnya safety   kerja dan sistem pembayaran hak- hak karyawan di luar ketentuan oleh  PT  MOS itu sudah menjadi rahasia umum di Karimun, bahkan dugaan kuat   pidana lingkungan dan pajak timbunan,&amp;rdquo; kata Bakti Lubis.

24 November 2018 &amp;ndash; Masalah BPJS Ketenagakerjaan
Hany 800 pekerja dari total 1.600 pekerja MOS yang terdaftar di BPJS.   Disnaker berjanji akan memberikan sanksi tegas bila MOS terbukti   bersalah. Sanksi administrasi berupa pemberhentian rekomendasi   pemerintah daerah untuk mendapatkan proyek Pemerintah hingga   pemberhentian proyek serta sanksi pidana 8 tahun penjara dan denda   hingga 1 Milyar.

10 Januari 2019 &amp;ndash; Solar tumpah dari kapal Golden Pearl XIV di perairan Parepare
Kejadian terakhir dialami oleh Golden Pearl XIV yang disewa oleh   Pertamina. Kapal berukuran 6.715 DWT ini bocor dan menumpahkan solar di   perairan Parepare. Rilis Pertamina mengungkapkan bahwa penyebab  kejadian  adalah &amp;ldquo;kerusakan pada pendingin LO Cooler A/E kapal tanker.  Solar  tersebut adalah bahan bakar kapal, bukan dari muatan tanker&amp;rdquo; dan  jumlah  solar yang tumpah tersebut adalah 800 liter.

Soechi Lines dalam keterangan sebelumnya  menyebutkan  yang tumpah di Parepare itu oli yang berasal dari propeller.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) sedang melakukan investigasi terhadap tumpahan solar yang berasal dari kapal milik PT Soechi Lines Tbk. Tumpahan solar menggenangi perairan Parepare pertengahan bulan Januari.

&quot; Sedang dilakukan investigasi oleh tim,&quot; ujar Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Gandhi Sriwidodo seperti dikutip, Jakarta, Jumat (1/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menhub Bakal Siapkan Aturan Atasi Tumpahan Minyak di Laut
Kapal milik Soechi menumpahkan solar pada 10 Januari 2019 dan berserakan di Pantai Cempae, Parepare, Sulawesi Selatan. Tumpahan tersebut hampir satu kilometer ke pelelangan ikan.

Sementara, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Tamsil Linrung, belum lama ini meninjau tumpahan minyak di perairan pantai Cempae, Parepare.

Dia meminta kepada seluruh pihak agar bertanggung jawab atas adanya tumpahan minyak yang berdampak pada pencemaran lingkungan.

&amp;ldquo;Kami minta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tumpahan minyak ini, berdasarkan mekanisme dan temuan di lapangan bahwa ada tumpahan solar, untuk melakukan ganti rugi kepada warga yang terdampak,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tumpahan Minyak di Laut Parepare, Dampak Kapal Bocor Milik Soechi Lines
Tamsil berjanji, jika memang tidak ada kejelasan terkait insiden tumpahan minyak ini, maka dirinya akan membawa aspirasi warga ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirut Pertamina di Komisi VII DPR Ri,

&amp;ldquo;Kalau memang pihak Pertamina tidak melakukan langkah-langkah nyata sesuai mekanisme, kita akan panggil Dirut Pertamina untuk dilakukan RDP. Kita juga bisa panggil BPH Migas,&amp;ldquo; katanya.

Ketika disinggung mengenai kapal MT Golden Pearl XIV milik PT Soechi Lines yang dituding kerap melakukan kesalahan yang sama, Tamsil mengatakan, siapa pun yang bersalah akan ditindak sesuai dengan SOP dan undang-undang yang berlaku, dan jika memang terbukti bersalah, maka akan diminta izinnya untuk dicabut.
Berikut adalah kompilasi berbagai kecelakaan dan perkara Soechi dari tahun 2010 hingga 2019:

19 Mei 2010 &amp;ndash; Soechi XIX menabrak KM Dian No. 1 sampai tenggelam
Soechi Chemical XIX menabrak KM Dian No. 1 di Teluk Jakarta dengan  kecepatan penuh karena mengabaikan upaya awak KM Dian No. 1  berkomunikasi melalui radio VHF dan juga lampu sorot. Akibat kelalaian  Soechi Chemical XIX maka KM Dian No. 1 tenggelam.

13 Oktober 2010 &amp;ndash; MT Angelia XVI ditangkap oleh kapal patrol Polri karena &amp;ldquo;kencing&amp;rdquo;
MT Angelia XVI yang disewa Pertamina tertangkap di perairan  Kalimantan Selatan karena &amp;ldquo;kencing&amp;rdquo; muatannya. Saat ditangkap kapal  dengan ukuran tersebut sedang membawa solar serta premium milik  Pertamina.

18 Oktober 2010 &amp;ndash; Masalah sewa lahan galangan kapal PT Multi Ocean Shipyard (MOS)
Izin-izin atas sewa lahan milik pemerintah dan penggunaan lahan laut  untuk reklamasi belum berada di tangan DPRD Karimun. Ketua Komisi A DPRD  Karimun saat itu, Jamaluddin Sahari mengungkapkan ada dugaan  pelanggaran dan mendesak pemerintah daerah menutup aktivitas MOS.

27 Agustus 2012 &amp;ndash; Soechi Lesmana terbakar, 2 Orang Tewas 2 Kritis
MT Soechi Lesmana yang sedang disewa Pertamina dan mengangkut 6.000  ton solar dan premium meledak dan terbakar di perairan Mamuju  mengakibatkan dua orang tewas dan dua orang kondisi kritis setelah  mengalami luka bakar. Akhirnya kapal ini kandas dekat Kota Mamuju.

3 Desember 2012 &amp;ndash; Penyelundupan BBM Soechi Anindya
MT Soechi Anindya selaku pemegang kontrak Pertamina membawa minyak  dari Terminal Pertamina di Pulau Sambu. Namun dalam perjalanan, kapal  itu berbelok arah ke perairan Malaysia. Selanjutnya segel dirusak dan  300 ton BBM dipompa dari MT Soechi Anindya ke MT Fulfill.

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kantor Wilayah Direktorat  Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau Ahmad Rofiq mengungkapkan,  &amp;rdquo;ABK (MT Soechi) mengakui sudah tiga kali menyelundupkan MFO.&amp;rdquo; Direktur  Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono menambah,&quot;kapal Soechi Anindya ini  diduga sudah berulang kali menyelundupkan BBM.&quot;

28 Januari 2014 &amp;ndash; MT Soechi Chemical VII menabrak KMP Jatra III
Soechi Chemical VII yang sedang disewa Pertamina mengalami kecelakaan  di Selat Sunda dimana terjadi tabrakan antara Soechi Chemical VII dan  KMP Jatra III.

10 Februari 2015 - Arenza XXVII ditahan di Singapura
Very Large Crude Carrier (VLCC) Arenza XXVII yang dimiliki Soechi dan  sempat disewa Pertamina di tahan di perairan Singapura karena tidak  membayar hutang senilai SGD 1.67 juta terkait pembelian bahan bakar  minyak (BBM) dengan perusahaan penjual BBM Sentek Marine &amp;amp; Trading  Pte. Ltd.

26 April 2015 &amp;ndash; Soechi Chemical I terhempas dan hampir menabrak Hotel di Selat Sunda
Soechi Chemical I yang disewa Pertamina kandas di perairan Merak dan  hampir menabrak Hotel Merak Beach. Bahkan diketahui jarak antara mobil  hotel dan kapal kandas hanya sekitar 10 meter.
21 Desember 2015 &amp;ndash; Alisa XVII mogok dan kandas di Pacitan
Alisa XVII yang disewa oleh Pertamina kandas di perairan Pacitan   karena mengalami mati mesin. &quot;Kapal itu sedang dalam perjalanan dari   Surabaya menuju Cilacap dan mengalami mati mesin sehingga terdampar di   sini,&quot; terang Kanit Satpolair Pacitan, Bripka Indro Wibowo.

12 Januari 2017 &amp;ndash; Buruh demo karena gaji tidak dibayar
Kantor PT MOS di Karimun porak-poranda akibat demo yang berakhir   menjadi kerusuhan pekerja. Hal itu dipicu keterlambatan pembayaran gaji   pekerja yang berjumlah sekitar 1.600 orang.

19 Juli 2017 &amp;ndash; Soechi terlambat kirim kapal pesanan Pertamina
Tiga unit kapal tanker dari PT Pertamina (Persero) yang seharusnya   diserahterimakan antara 2015-2016 terlambat hampir 3 tahun. Namun Paula   Marlina selaku Direktur Keuangan Soechi Lines menepis isu adanya denda   atau penalti yang hingga Juni 2017 nilainya disebut-sebut mencapai  US$50  juta.

29 November 2017 &amp;ndash; SC Warrior L terbakar di China
SC Warrior L milik Soechi yang disewa Pertamina mengalami kebakaran   di sungai dekat Guang Zhou, China. Peristiwa itu mengakibatkan empat kru   kapal luka parah dan 11 personil lainnya terluka.

31 Agustus 2018 &amp;ndash; MOS digugat PKPU
Pengadilan Negeri Medan mengabulkan perkara permohonan Penundaan   Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap P.T. Multi Ocean Shipyard   (MOS) yang diajukan oleh Excellift Sdn. Bhd. dan P.T. Kawasan Dinamika   Harmonitama.

24 November 2018 &amp;ndash; Ledakan di galangan kapal MOS
23 pekerja dikabarkan menjadi korban dan menderita luka serius   dibagian wajah dan badan akibat balon udara yang digunakan diduga kuat   sudah terlalu lapuk dan banyak tambalan dan akhirnya meledak. Ketua DPD   Partai Hanura Provinsi Kepri Bakti Lubis menyatakan kasus kecelakaan   kerja di MOS bukan yang pertama kali terjadi. &amp;ldquo;Informasi minimnya safety   kerja dan sistem pembayaran hak- hak karyawan di luar ketentuan oleh  PT  MOS itu sudah menjadi rahasia umum di Karimun, bahkan dugaan kuat   pidana lingkungan dan pajak timbunan,&amp;rdquo; kata Bakti Lubis.

24 November 2018 &amp;ndash; Masalah BPJS Ketenagakerjaan
Hany 800 pekerja dari total 1.600 pekerja MOS yang terdaftar di BPJS.   Disnaker berjanji akan memberikan sanksi tegas bila MOS terbukti   bersalah. Sanksi administrasi berupa pemberhentian rekomendasi   pemerintah daerah untuk mendapatkan proyek Pemerintah hingga   pemberhentian proyek serta sanksi pidana 8 tahun penjara dan denda   hingga 1 Milyar.

10 Januari 2019 &amp;ndash; Solar tumpah dari kapal Golden Pearl XIV di perairan Parepare
Kejadian terakhir dialami oleh Golden Pearl XIV yang disewa oleh   Pertamina. Kapal berukuran 6.715 DWT ini bocor dan menumpahkan solar di   perairan Parepare. Rilis Pertamina mengungkapkan bahwa penyebab  kejadian  adalah &amp;ldquo;kerusakan pada pendingin LO Cooler A/E kapal tanker.  Solar  tersebut adalah bahan bakar kapal, bukan dari muatan tanker&amp;rdquo; dan  jumlah  solar yang tumpah tersebut adalah 800 liter.

Soechi Lines dalam keterangan sebelumnya  menyebutkan  yang tumpah di Parepare itu oli yang berasal dari propeller.</content:encoded></item></channel></rss>
