<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Turun Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS</title><description>Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/02/320/2012819/harga-emas-turun-usai-rilis-data-tenaga-kerja-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/02/320/2012819/harga-emas-turun-usai-rilis-data-tenaga-kerja-as"/><item><title>Harga Emas Turun Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/02/320/2012819/harga-emas-turun-usai-rilis-data-tenaga-kerja-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/02/320/2012819/harga-emas-turun-usai-rilis-data-tenaga-kerja-as</guid><pubDate>Sabtu 02 Februari 2019 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/02/320/2012819/harga-emas-turun-usai-rilis-data-tenaga-kerja-as-MrLxNBHGQb.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/02/320/2012819/harga-emas-turun-usai-rilis-data-tenaga-kerja-as-MrLxNBHGQb.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi). Penurunan ini tertekan oleh positifnya data pekerjaan Amerika Serikat.
Melansir Xinhua, Sabtu (2/2/2019), harga emas paling aktif untuk pengeringan April di pasar spot turun 0,23% menjadi USD1.317,56 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS turun USD3,10 menjadi USD1.322,10 per ons.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 14,1 sen AS atau 0,88%, menjadi ditutup pada USD15,931 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD2,00 atau 0,24%, menjadi USD826,70 per ounce.
Seperti diketahui, Ekonomi AS menambahkan 304.000 lapangan pekerjaan, lebih tinggi dari yang diperkirakan pada Januari, menurut statistik resmi yang baru dirilis. Angka ini jauh melebihi ekspektasi yang mana para ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal dan Dow Jones keduanya memperkirakan kenaikan sekitar 170.000 lapangan pekerjaan
Sementara itu, survei Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur AS untuk Januari membaik berkat ekspansi yang lebih cepat dalam output dan pesanan baru, menurut data yang dirilis oleh IHS Markit.
Indeks dolar AS yang kuat juga menahan kenaikan emas, yang telah membukukan kenaikan signifikan dalam enam sesi terakhir, terutama setelah Federal Reserve AS (Fed) mengumumkan sikap yang lebih dovish pada kebijakan moneternya</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi). Penurunan ini tertekan oleh positifnya data pekerjaan Amerika Serikat.
Melansir Xinhua, Sabtu (2/2/2019), harga emas paling aktif untuk pengeringan April di pasar spot turun 0,23% menjadi USD1.317,56 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS turun USD3,10 menjadi USD1.322,10 per ons.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 14,1 sen AS atau 0,88%, menjadi ditutup pada USD15,931 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD2,00 atau 0,24%, menjadi USD826,70 per ounce.
Seperti diketahui, Ekonomi AS menambahkan 304.000 lapangan pekerjaan, lebih tinggi dari yang diperkirakan pada Januari, menurut statistik resmi yang baru dirilis. Angka ini jauh melebihi ekspektasi yang mana para ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal dan Dow Jones keduanya memperkirakan kenaikan sekitar 170.000 lapangan pekerjaan
Sementara itu, survei Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur AS untuk Januari membaik berkat ekspansi yang lebih cepat dalam output dan pesanan baru, menurut data yang dirilis oleh IHS Markit.
Indeks dolar AS yang kuat juga menahan kenaikan emas, yang telah membukukan kenaikan signifikan dalam enam sesi terakhir, terutama setelah Federal Reserve AS (Fed) mengumumkan sikap yang lebih dovish pada kebijakan moneternya</content:encoded></item></channel></rss>
