<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dikritik Menteri Pencetak Uang, Sri Mulyani : Kami Bekerja Siang Malam</title><description>Puisi berjudul &amp;ldquo;Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Uang&amp;rdquo; sedang ramai menjadi bahan perbincangan. Puisi yang ditulis oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani ini diunggah dalam instagram pribadinya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/02/320/2012895/dikritik-menteri-pencetak-uang-sri-mulyani-kami-bekerja-siang-malam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/02/320/2012895/dikritik-menteri-pencetak-uang-sri-mulyani-kami-bekerja-siang-malam"/><item><title>Dikritik Menteri Pencetak Uang, Sri Mulyani : Kami Bekerja Siang Malam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/02/320/2012895/dikritik-menteri-pencetak-uang-sri-mulyani-kami-bekerja-siang-malam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/02/320/2012895/dikritik-menteri-pencetak-uang-sri-mulyani-kami-bekerja-siang-malam</guid><pubDate>Sabtu 02 Februari 2019 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Rachma Unzilla </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/02/320/2012895/dikritik-menteri-pencetak-uang-sri-mulyani-kami-bekerja-siang-malam-w4wjvvKucB.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/02/320/2012895/dikritik-menteri-pencetak-uang-sri-mulyani-kami-bekerja-siang-malam-w4wjvvKucB.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Puisi berjudul &amp;ldquo;Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Uang&amp;rdquo; sedang ramai menjadi bahan perbincangan. Puisi yang ditulis oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani ini diunggah dalam instagram pribadinya.
Puisi yang terdiri dari 5 bait ini disebut-sebut sebagai &amp;lsquo;balasan&amp;rsquo; Sri Mulyani atas ucapan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto. Beberapa waktu lalu, Prabowo menyebut jangan lagi disebut Menteri Keuangan, melainkan diganti menjadi Menteri Pencetak Uang.
Dalam bait ketiga puisinya, Sri Mulyani pun menceritakan perjalanannya melayani masyarakat.
 
 
Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Uang
 
Kami bekerja siang malam
 
Menyediakan jaminan agar 96.8 juta rakyat terlindungi dan tetap sehat
 
Merawat ratusan ribu sekolah dan madrasah
 
agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa
 
bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya
 
Sri Mulyani menuturkan bahwa selama ini pemerintah bekerja siang malam demi melindungi 96.8 juta rakyat Indonesia agar tetap sehat.
Selain itu, juga merawat ratusan ribu sekolah dan madrasah agar anak-anak Indonesia mampu mendapatkan ilmu dan taqwa di masa depan.
Dia akhir puisi, Sri Mulyani menyebut bahwa ini merupakan &amp;lsquo;cerita tentang kita membangun Indonesia&amp;rsquo;.</description><content:encoded>JAKARTA - Puisi berjudul &amp;ldquo;Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Uang&amp;rdquo; sedang ramai menjadi bahan perbincangan. Puisi yang ditulis oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani ini diunggah dalam instagram pribadinya.
Puisi yang terdiri dari 5 bait ini disebut-sebut sebagai &amp;lsquo;balasan&amp;rsquo; Sri Mulyani atas ucapan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto. Beberapa waktu lalu, Prabowo menyebut jangan lagi disebut Menteri Keuangan, melainkan diganti menjadi Menteri Pencetak Uang.
Dalam bait ketiga puisinya, Sri Mulyani pun menceritakan perjalanannya melayani masyarakat.
 
 
Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Uang
 
Kami bekerja siang malam
 
Menyediakan jaminan agar 96.8 juta rakyat terlindungi dan tetap sehat
 
Merawat ratusan ribu sekolah dan madrasah
 
agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa
 
bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya
 
Sri Mulyani menuturkan bahwa selama ini pemerintah bekerja siang malam demi melindungi 96.8 juta rakyat Indonesia agar tetap sehat.
Selain itu, juga merawat ratusan ribu sekolah dan madrasah agar anak-anak Indonesia mampu mendapatkan ilmu dan taqwa di masa depan.
Dia akhir puisi, Sri Mulyani menyebut bahwa ini merupakan &amp;lsquo;cerita tentang kita membangun Indonesia&amp;rsquo;.</content:encoded></item></channel></rss>
