<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Pedagang: Omzet Penjualan Pernak-pernik Imlek Anjlok hingga 50%</title><description>Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2019, banyak masyarakat yang berburu pernak-pernih khas untuk perayaan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/03/320/2013179/curhat-pedagang-omzet-penjualan-pernak-pernik-imlek-anjlok-hingga-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/03/320/2013179/curhat-pedagang-omzet-penjualan-pernak-pernik-imlek-anjlok-hingga-50"/><item><title>Curhat Pedagang: Omzet Penjualan Pernak-pernik Imlek Anjlok hingga 50%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/03/320/2013179/curhat-pedagang-omzet-penjualan-pernak-pernik-imlek-anjlok-hingga-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/03/320/2013179/curhat-pedagang-omzet-penjualan-pernak-pernik-imlek-anjlok-hingga-50</guid><pubDate>Minggu 03 Februari 2019 12:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rikhza Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/03/320/2013179/curhat-pedagang-omzet-penjualan-pernak-pernik-imlek-anjlok-hingga-50-4ODI66sDbR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Pernak-pernik Imlek (Ica/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/03/320/2013179/curhat-pedagang-omzet-penjualan-pernak-pernik-imlek-anjlok-hingga-50-4ODI66sDbR.jpg</image><title>Foto: Pernak-pernik Imlek (Ica/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2019, banyak masyarakat yang berburu pernak-pernih khas untuk perayaan. Jenis pernak-pernik pun bervariasi, seperti angpao, lampion, dan pohon mei hua.
Menurut pantauan Okezone di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Minggu (3/2/2019), terlihat banyak pedagang yang menjual beragam pernah-pernik khas imlek. Berbagai pernak-pernik berwarna merah membuat perayaan imlek semakin terasa.
Salah satu pedagang, Supri mengatakan, pernah-pernik yang banyak dibeli, yaitu lampion. &quot;Paling banyak laku, lampion dengan kisaran harga Rp100 ribu sampai Rp225 ribu,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Selain lampion, ada juga pernah-pernik seperti gantungan kecil berbentuk babi. Asal tahu saja, tahun ini merupakan tahun Babi Tanah. &quot;Khas tahun ini, ya seperti ini gantungan kecil-kecil ini. Harga satuan Rp10 ribu ada juga yang Rp15 ribu,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Deretan Angpao Digital yang Bisa Dimanfaatkan Saat Imlek
Meski banyak pengunjung yang mencari pernak-pernik dan untuk perayaan, beberapa penjual masih mengeluhkan turunnya pembeli di tahun ini.
Seperti Tansiutin, yang mengaku, penjualan pernah-pernik di tahun ini mengalami penurunan.
&quot;Semua varian (pernak-pernik) laku ya, cuman tahun ini agak turun dibanding tahun kemarin,&quot; ujarnya kepada Okezone.
Dia menambahkan, minat pembeli di tahun ini sangat sedikit, bahkan penjualannya turun 50%. &quot;Minat belinya sedikit, turunnya ya sekitar 50%,&quot; jelasnya.
Menurutnya, di tahun Babi Tanah sekarang, jauh berbeda dengan Tahun Babi Tanah pada 12 tahun yang lalu. Dia menilai hoki di tahun-tahun sebelumnya sangat bagus.
&amp;nbsp;
Selain itu juga, lanjut dia, menurunnya penjualan disebabkan dengan masyarakat yang masih memiliki pernak-pernik bekas perayaan imlek di tahun sebelumnya. &quot;Ya mungkin masih punya bekas tahun kemarin, yang masih bagus,&quot; tambahnya.
Tak hanya pernak-pernik, makanan khas perayaan imlek seperti dodol pun tak kalah dicari.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menilik Mitologi Monster Nian dalam Perayaan Imlek
Salah satu penjual dodol, Kim Kim, mengaku menjual dodol setiap perayaan imlek. Dodol yang dijual pun beragam pilihan dan tempat produksinya.
&quot;Varian dodolnya macem-macem ya, pembuatnya juga beda-beda, ada yang dari Tangerang, Sukabumi, Tegal, dan Belitung, yang paling umum laris sih dari Tangerang,&quot; ujarnya.
Soal harga, Kim mematok harga bervariasi untuk setiap dodol yang dijualnya. &quot;Harganya bervariasi, dari Rp35 ribu hingga Rp50 ribu,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Dari usaha penjualan dodol tersebut, Kim mengaku tak mengalami penurunan. &quot;Sama saja sih, omzetnya bisa kurang lebih Rp50 juta,&quot; pungkasnya.
Namun, bebeda dengan Kim, penjual dodol, Afo mengaku, mengalami penurunan penjualan di tahun ini. &quot;Penjualannya turun kurang lebih 40% tahun ini,&quot; ujarnya. Dia juga menambahkan, banyaknya saingan membuat penjualannya menurun.</description><content:encoded>JAKARTA - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2019, banyak masyarakat yang berburu pernak-pernih khas untuk perayaan. Jenis pernak-pernik pun bervariasi, seperti angpao, lampion, dan pohon mei hua.
Menurut pantauan Okezone di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Minggu (3/2/2019), terlihat banyak pedagang yang menjual beragam pernah-pernik khas imlek. Berbagai pernak-pernik berwarna merah membuat perayaan imlek semakin terasa.
Salah satu pedagang, Supri mengatakan, pernah-pernik yang banyak dibeli, yaitu lampion. &quot;Paling banyak laku, lampion dengan kisaran harga Rp100 ribu sampai Rp225 ribu,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Selain lampion, ada juga pernah-pernik seperti gantungan kecil berbentuk babi. Asal tahu saja, tahun ini merupakan tahun Babi Tanah. &quot;Khas tahun ini, ya seperti ini gantungan kecil-kecil ini. Harga satuan Rp10 ribu ada juga yang Rp15 ribu,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Deretan Angpao Digital yang Bisa Dimanfaatkan Saat Imlek
Meski banyak pengunjung yang mencari pernak-pernik dan untuk perayaan, beberapa penjual masih mengeluhkan turunnya pembeli di tahun ini.
Seperti Tansiutin, yang mengaku, penjualan pernah-pernik di tahun ini mengalami penurunan.
&quot;Semua varian (pernak-pernik) laku ya, cuman tahun ini agak turun dibanding tahun kemarin,&quot; ujarnya kepada Okezone.
Dia menambahkan, minat pembeli di tahun ini sangat sedikit, bahkan penjualannya turun 50%. &quot;Minat belinya sedikit, turunnya ya sekitar 50%,&quot; jelasnya.
Menurutnya, di tahun Babi Tanah sekarang, jauh berbeda dengan Tahun Babi Tanah pada 12 tahun yang lalu. Dia menilai hoki di tahun-tahun sebelumnya sangat bagus.
&amp;nbsp;
Selain itu juga, lanjut dia, menurunnya penjualan disebabkan dengan masyarakat yang masih memiliki pernak-pernik bekas perayaan imlek di tahun sebelumnya. &quot;Ya mungkin masih punya bekas tahun kemarin, yang masih bagus,&quot; tambahnya.
Tak hanya pernak-pernik, makanan khas perayaan imlek seperti dodol pun tak kalah dicari.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menilik Mitologi Monster Nian dalam Perayaan Imlek
Salah satu penjual dodol, Kim Kim, mengaku menjual dodol setiap perayaan imlek. Dodol yang dijual pun beragam pilihan dan tempat produksinya.
&quot;Varian dodolnya macem-macem ya, pembuatnya juga beda-beda, ada yang dari Tangerang, Sukabumi, Tegal, dan Belitung, yang paling umum laris sih dari Tangerang,&quot; ujarnya.
Soal harga, Kim mematok harga bervariasi untuk setiap dodol yang dijualnya. &quot;Harganya bervariasi, dari Rp35 ribu hingga Rp50 ribu,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Dari usaha penjualan dodol tersebut, Kim mengaku tak mengalami penurunan. &quot;Sama saja sih, omzetnya bisa kurang lebih Rp50 juta,&quot; pungkasnya.
Namun, bebeda dengan Kim, penjual dodol, Afo mengaku, mengalami penurunan penjualan di tahun ini. &quot;Penjualannya turun kurang lebih 40% tahun ini,&quot; ujarnya. Dia juga menambahkan, banyaknya saingan membuat penjualannya menurun.</content:encoded></item></channel></rss>
