<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI 2018 Tumbuh 5,17%, Meleset dari Target APBN 5,4%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 tumbuh 5,17%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/06/20/2014314/ekonomi-ri-2018-tumbuh-5-17-meleset-dari-target-apbn-5-4</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/06/20/2014314/ekonomi-ri-2018-tumbuh-5-17-meleset-dari-target-apbn-5-4"/><item><title>Ekonomi RI 2018 Tumbuh 5,17%, Meleset dari Target APBN 5,4%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/06/20/2014314/ekonomi-ri-2018-tumbuh-5-17-meleset-dari-target-apbn-5-4</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/06/20/2014314/ekonomi-ri-2018-tumbuh-5-17-meleset-dari-target-apbn-5-4</guid><pubDate>Rabu 06 Februari 2019 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/06/20/2014314/ekonomi-ri-2018-tumbuh-5-17-meleset-dari-target-apbn-5-4-66AzL8pbU4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Giri Hartomo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/06/20/2014314/ekonomi-ri-2018-tumbuh-5-17-meleset-dari-target-apbn-5-4-66AzL8pbU4.jpg</image><title>Foto: Giri Hartomo</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 tumbuh 5,17%. Meskipun angka ini sangat baik, namun meleset dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yakni sebesar 5,4%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, angka ini cukup bagus. Mengingat perekonomian global juga sedang mengalami perlambatan.

&quot;Angka ini capaian yang cukup menggembirakan mengingat perekonomian global,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (6/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018 Capai 5,17%, Tertinggi Sejak 2014
Menurut Kecuk sapaan akrabnya, memang angka pertumbuhan ekonomi Indonesia bukan yang terbaik di dunia. Namun menurutnya dibandingkan negara-negara lainnya, ini relatif lebih baik.

&quot;Memang kita bukan yang terbaik. Tapi kita lebih baik dibandingkan negara lainnya,&quot; katanya.

Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut dipengaruhi berbagai hal, antara lain harga komoditas yang mengalami penurunan. Bahkan penurunan harga terjadi pada semua sekitar komoditas baik migas maupun non migas.

&quot;Harga komoditas non migas di pasar internasional pada triwulan keempat secara umum turun dibandingkan tahun lalu dan triwulan III 2018,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bisikan Darmin ke Presiden Jokowi dan Ekonomi RI Tumbuh 5,17%
Ditambah lagi lanjut Kecuk, kondisi perekonomian global menunjukan tanda-tanda pelemahan selama 2018. Sebagai salah satu contohnya adalah pertumbuhan ekonomi China yang mengalami perlambatan yang hanya tumbuh 6,4% di triwulan IV.

&quot;Kenapa saya ambil China karena ekspor Indonesia cukup tinggi ke China,&quot; ucapnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 tumbuh 5,17%. Meskipun angka ini sangat baik, namun meleset dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yakni sebesar 5,4%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, angka ini cukup bagus. Mengingat perekonomian global juga sedang mengalami perlambatan.

&quot;Angka ini capaian yang cukup menggembirakan mengingat perekonomian global,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (6/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018 Capai 5,17%, Tertinggi Sejak 2014
Menurut Kecuk sapaan akrabnya, memang angka pertumbuhan ekonomi Indonesia bukan yang terbaik di dunia. Namun menurutnya dibandingkan negara-negara lainnya, ini relatif lebih baik.

&quot;Memang kita bukan yang terbaik. Tapi kita lebih baik dibandingkan negara lainnya,&quot; katanya.

Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut dipengaruhi berbagai hal, antara lain harga komoditas yang mengalami penurunan. Bahkan penurunan harga terjadi pada semua sekitar komoditas baik migas maupun non migas.

&quot;Harga komoditas non migas di pasar internasional pada triwulan keempat secara umum turun dibandingkan tahun lalu dan triwulan III 2018,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bisikan Darmin ke Presiden Jokowi dan Ekonomi RI Tumbuh 5,17%
Ditambah lagi lanjut Kecuk, kondisi perekonomian global menunjukan tanda-tanda pelemahan selama 2018. Sebagai salah satu contohnya adalah pertumbuhan ekonomi China yang mengalami perlambatan yang hanya tumbuh 6,4% di triwulan IV.

&quot;Kenapa saya ambil China karena ekspor Indonesia cukup tinggi ke China,&quot; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
