<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Ekonomi Global Masih dalam Kondisi Tidak Baik</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih bersyukur lantaran pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 sebesar 5,17%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/07/20/2014955/jokowi-ekonomi-global-masih-dalam-kondisi-tidak-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/07/20/2014955/jokowi-ekonomi-global-masih-dalam-kondisi-tidak-baik"/><item><title>Jokowi: Ekonomi Global Masih dalam Kondisi Tidak Baik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/07/20/2014955/jokowi-ekonomi-global-masih-dalam-kondisi-tidak-baik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/07/20/2014955/jokowi-ekonomi-global-masih-dalam-kondisi-tidak-baik</guid><pubDate>Kamis 07 Februari 2019 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/07/20/2014955/jokowi-ekonomi-global-masih-dalam-kondisi-tidak-baik-UDXpjP0d78.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/07/20/2014955/jokowi-ekonomi-global-masih-dalam-kondisi-tidak-baik-UDXpjP0d78.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo  (Jokowi) masih bersyukur pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 sebesar 5,17%. Meski jauh dari target pemerintah yakni sebesar 7%, Kepala Negara menilai, pertumbuhan ekonomi  Indonesia masih baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dia menjelaskan bahwa situasi tersebut sama sekali tidak menguntungkan pemerintah.
&quot;Kita jangan kufur nikmat, kalau diberi kenikmatan pertumbuhan ekonomi yang di atas 5 Alhamdulillah disyukuri. Inflasinya 3,13 juga Alhamdulillah disyukuri karena global ekonomi. Ekonomi dunia ekonomi global juga masih pada posisi yang tidak baik yang tidak menguntungkan kita,&quot; ujar Jokowi usai menghadiri perayaan Imlek Nasional 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jabar Fokus di Segitiga Emas, Apa Itu?
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dari negara-negara lain di dunia yang masuk dalam G20 (Group of Twenty).
&quot;Bandingkan dengan negara-negara lain, yang G20 loh ya. Kita ini sudah masuk ke dalam grup G20. Yang PDB-nya kita juga lebih USD1 triliun. Kemudian inflasinya 3,13 juga, inflasi yang rendah. Ini patut kita syukuri,&quot; ujar
Jokowi berkomitmen tetap memperkuat ekspor dan menekan impor guna mendorong perekonomian bangsa. Dia pun berjanji akan mendorong barang-barang substitusi impor agar diproduksi di dalam negeri.
&quot;Berikutnya investasi yang sebesar-besarnya sehingga kita terus memperbaiki menyederhanakan perizinan-perizinan yang ada di pusat maupun di daerah,&quot; kata Jokowi.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi 5,17% Patut Disyukuri
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17% sepanjang 2018. Pertumbuhan ekonomi ini menunjukan peningkatan dibanding pertumbuhan 2017 yang sebesar 5,07%.
Pada 2017 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,07%. Pada 2016, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,03% dan 2015 sebesar 4,88%.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo  (Jokowi) masih bersyukur pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 sebesar 5,17%. Meski jauh dari target pemerintah yakni sebesar 7%, Kepala Negara menilai, pertumbuhan ekonomi  Indonesia masih baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dia menjelaskan bahwa situasi tersebut sama sekali tidak menguntungkan pemerintah.
&quot;Kita jangan kufur nikmat, kalau diberi kenikmatan pertumbuhan ekonomi yang di atas 5 Alhamdulillah disyukuri. Inflasinya 3,13 juga Alhamdulillah disyukuri karena global ekonomi. Ekonomi dunia ekonomi global juga masih pada posisi yang tidak baik yang tidak menguntungkan kita,&quot; ujar Jokowi usai menghadiri perayaan Imlek Nasional 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jabar Fokus di Segitiga Emas, Apa Itu?
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dari negara-negara lain di dunia yang masuk dalam G20 (Group of Twenty).
&quot;Bandingkan dengan negara-negara lain, yang G20 loh ya. Kita ini sudah masuk ke dalam grup G20. Yang PDB-nya kita juga lebih USD1 triliun. Kemudian inflasinya 3,13 juga, inflasi yang rendah. Ini patut kita syukuri,&quot; ujar
Jokowi berkomitmen tetap memperkuat ekspor dan menekan impor guna mendorong perekonomian bangsa. Dia pun berjanji akan mendorong barang-barang substitusi impor agar diproduksi di dalam negeri.
&quot;Berikutnya investasi yang sebesar-besarnya sehingga kita terus memperbaiki menyederhanakan perizinan-perizinan yang ada di pusat maupun di daerah,&quot; kata Jokowi.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi 5,17% Patut Disyukuri
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17% sepanjang 2018. Pertumbuhan ekonomi ini menunjukan peningkatan dibanding pertumbuhan 2017 yang sebesar 5,07%.
Pada 2017 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,07%. Pada 2016, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,03% dan 2015 sebesar 4,88%.</content:encoded></item></channel></rss>
