<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Tak Lagi ke Kantor, Urus Sertifikat Tanah Pakai Sistem Digital</title><description>Jokowi minta agar pelayanan di bidang pertanahan segera ditransformasikan ke dalam sistem pelayanan yang berbasis digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/07/470/2014687/tak-lagi-ke-kantor-urus-sertifikat-tanah-pakai-sistem-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/07/470/2014687/tak-lagi-ke-kantor-urus-sertifikat-tanah-pakai-sistem-digital"/><item><title>   Tak Lagi ke Kantor, Urus Sertifikat Tanah Pakai Sistem Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/07/470/2014687/tak-lagi-ke-kantor-urus-sertifikat-tanah-pakai-sistem-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/07/470/2014687/tak-lagi-ke-kantor-urus-sertifikat-tanah-pakai-sistem-digital</guid><pubDate>Kamis 07 Februari 2019 08:42 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/07/470/2014687/tak-lagi-ke-kantor-urus-sertifikat-tanah-pakai-sistem-digital-2ir4tQTnR6.png" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ibu Yani Manfaatkan Sertifikat Tanah (Instagram ATR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/07/470/2014687/tak-lagi-ke-kantor-urus-sertifikat-tanah-pakai-sistem-digital-2ir4tQTnR6.png</image><title>Foto: Ibu Yani Manfaatkan Sertifikat Tanah (Instagram ATR)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa dirinya sudah meminta tiga tahun yang lalu agar pelayanan di bidang pertanahan segera ditransformasikan ke dalam sistem pelayanan yang berbasis digital.

&amp;ldquo;Layanan pertanahan harus bisa diakses oleh masyarakat dari mana saja, sehingga kantor-kantor Pertanahan harusnya tidak lagi padat orang ngantri, penuh orang ngantri,&amp;rdquo; tegas Presiden Jokowi seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Kamis (7/2/2019).
Baca Juga: Manfaatkan Sertifikat Tanah, Ibu Ini Bisa Buka Warung
Kemudahan pelayanan ini, lanjut Presiden, juga diharapkan mampu nanti meningkatkan peringkat kemudahan berusaha di Indonesia yaitu Ease of Doing Business, menjadi peringkat yang lebih baik karena urusan sertipikat itu juga menjadi salah satu penilaian.

Lebih tegas lagi, Presiden Jokowi bahkan meminta agar di tahun ini bisa dimulai sistem pelayanan berbasis digital dan diterapkan di Kementerian ATR/BPN.

&amp;ldquo;Saya minta agar Kementerian ATR/ BPN mulai mentransformasikan seluruh bisnis proses secara digital. Semua berkas, semua dokumen harus ditransformasikan dalam format digital,&amp;rdquo; pinta Presiden.
Baca Juga: Target Sertifikasi Tanah Naik Jadi 10 Juta Bidang pada 2019
Presiden menilai, ini bukan soal yang sulit. Membangun sistem, membangun platform seperti ini, lanjut Presiden, juga bukan hal yang mahal, dan bukan sesuatu yang sulit. Sehingga seluruh proses pelayanan dapat dilakukan secara elektronik, secara online, dan real time, akurat, aman, dan memudahkan masyarakat maupun yang berkaitan dengan investasi.

Terkait hal itu, Presiden Jokowi meminta agar sistem manajemen SDM di Kementerian ATR/BPN perlu dibangun, ditingkatkan mulai tahap rekruitmen, tahap upgrading pola karir,  sistem penilaian yang berbasis kinerja, berbasis kompetensi, serta pemberian reward and punishment.

&amp;ldquo;Saya kira sangat penting bagi kita sekarang ini,&amp;rdquo; tegas Presiden Jokowi.


Harus Selesai 2025

Sebelumnya Presiden Jokowi  menjelaskan, sebagaimana kementerian yang  lain, dirinya memang memberikan target kepada Kementerian ATR/BPN,  sehingga jelas ukuran-ukurannya.

Dia mengingatkan, bahwa persoalan sertipikat tanah ini sudah  bertahun-tahun tidak bisa diselesaikan, padahal rakyat membutuhkan  sertipikat sebagai pengakuan hak atas tanah yang mereka miliki.

Yang harusnya,  lanjut Presiden, memang harusnya rakyat itu ngurusnya  gampang, bisa ngurus sendiri, tidak pakai perantara, tidak pakai calo.  Kalau ada biaya, biayanya juga jelas, dan juga yang diharapkan  selesainya cepat, tidak harus menunggu berbulan-bulan atau  bertahun-tahun.

&amp;ldquo;Saya kira nggak musimlah sekarang seperti ini. Dan ini musimnya juga  berganti, sekarang kantor BPN betul-betul, saya ke desa, saya ke  daerah, rakyat sangat menghargai apa yang telah dikerjakan oleh  kantor-kantor BPN. Mereka sangat menghargai,&amp;rdquo; ujar Presiden.

Menurut Presiden, pemerintah akan memberikan solusi jika kementerian  menghadapi masalah dalam merampungkan target yang diberikan. Seperti  pada 2015, Menteri ATR/Kepala BPN menyampaikan ada kekurangan juru ukur  untuk menyelesaikan 126 juta bidang tanah yang belum bersertifikat, maka  pemerintah mencarikan juru ukur yang dingiinkan, termasuk kalau perlu  ya memakai jasa tenaga juru ukur swasta yang berlisensi.

Karena itu, Presiden Jokowi meyakini, dengan kerja keras seluruh  jajaran Kementerian ATR/BPN, maka tahun 2025 urusan yang namanya  sertifikat ini harus semuanya selesai di seluruh tanah air.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa dirinya sudah meminta tiga tahun yang lalu agar pelayanan di bidang pertanahan segera ditransformasikan ke dalam sistem pelayanan yang berbasis digital.

&amp;ldquo;Layanan pertanahan harus bisa diakses oleh masyarakat dari mana saja, sehingga kantor-kantor Pertanahan harusnya tidak lagi padat orang ngantri, penuh orang ngantri,&amp;rdquo; tegas Presiden Jokowi seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Kamis (7/2/2019).
Baca Juga: Manfaatkan Sertifikat Tanah, Ibu Ini Bisa Buka Warung
Kemudahan pelayanan ini, lanjut Presiden, juga diharapkan mampu nanti meningkatkan peringkat kemudahan berusaha di Indonesia yaitu Ease of Doing Business, menjadi peringkat yang lebih baik karena urusan sertipikat itu juga menjadi salah satu penilaian.

Lebih tegas lagi, Presiden Jokowi bahkan meminta agar di tahun ini bisa dimulai sistem pelayanan berbasis digital dan diterapkan di Kementerian ATR/BPN.

&amp;ldquo;Saya minta agar Kementerian ATR/ BPN mulai mentransformasikan seluruh bisnis proses secara digital. Semua berkas, semua dokumen harus ditransformasikan dalam format digital,&amp;rdquo; pinta Presiden.
Baca Juga: Target Sertifikasi Tanah Naik Jadi 10 Juta Bidang pada 2019
Presiden menilai, ini bukan soal yang sulit. Membangun sistem, membangun platform seperti ini, lanjut Presiden, juga bukan hal yang mahal, dan bukan sesuatu yang sulit. Sehingga seluruh proses pelayanan dapat dilakukan secara elektronik, secara online, dan real time, akurat, aman, dan memudahkan masyarakat maupun yang berkaitan dengan investasi.

Terkait hal itu, Presiden Jokowi meminta agar sistem manajemen SDM di Kementerian ATR/BPN perlu dibangun, ditingkatkan mulai tahap rekruitmen, tahap upgrading pola karir,  sistem penilaian yang berbasis kinerja, berbasis kompetensi, serta pemberian reward and punishment.

&amp;ldquo;Saya kira sangat penting bagi kita sekarang ini,&amp;rdquo; tegas Presiden Jokowi.


Harus Selesai 2025

Sebelumnya Presiden Jokowi  menjelaskan, sebagaimana kementerian yang  lain, dirinya memang memberikan target kepada Kementerian ATR/BPN,  sehingga jelas ukuran-ukurannya.

Dia mengingatkan, bahwa persoalan sertipikat tanah ini sudah  bertahun-tahun tidak bisa diselesaikan, padahal rakyat membutuhkan  sertipikat sebagai pengakuan hak atas tanah yang mereka miliki.

Yang harusnya,  lanjut Presiden, memang harusnya rakyat itu ngurusnya  gampang, bisa ngurus sendiri, tidak pakai perantara, tidak pakai calo.  Kalau ada biaya, biayanya juga jelas, dan juga yang diharapkan  selesainya cepat, tidak harus menunggu berbulan-bulan atau  bertahun-tahun.

&amp;ldquo;Saya kira nggak musimlah sekarang seperti ini. Dan ini musimnya juga  berganti, sekarang kantor BPN betul-betul, saya ke desa, saya ke  daerah, rakyat sangat menghargai apa yang telah dikerjakan oleh  kantor-kantor BPN. Mereka sangat menghargai,&amp;rdquo; ujar Presiden.

Menurut Presiden, pemerintah akan memberikan solusi jika kementerian  menghadapi masalah dalam merampungkan target yang diberikan. Seperti  pada 2015, Menteri ATR/Kepala BPN menyampaikan ada kekurangan juru ukur  untuk menyelesaikan 126 juta bidang tanah yang belum bersertifikat, maka  pemerintah mencarikan juru ukur yang dingiinkan, termasuk kalau perlu  ya memakai jasa tenaga juru ukur swasta yang berlisensi.

Karena itu, Presiden Jokowi meyakini, dengan kerja keras seluruh  jajaran Kementerian ATR/BPN, maka tahun 2025 urusan yang namanya  sertifikat ini harus semuanya selesai di seluruh tanah air.</content:encoded></item></channel></rss>
