<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Rest Area di Tol Trans Jawa Diminta seperti Pantura</title><description>PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus meningkatkan konektivitas nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/12/320/2016993/rest-area-di-tol-trans-jawa-diminta-seperti-pantura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/12/320/2016993/rest-area-di-tol-trans-jawa-diminta-seperti-pantura"/><item><title>   Rest Area di Tol Trans Jawa Diminta seperti Pantura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/12/320/2016993/rest-area-di-tol-trans-jawa-diminta-seperti-pantura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/12/320/2016993/rest-area-di-tol-trans-jawa-diminta-seperti-pantura</guid><pubDate>Selasa 12 Februari 2019 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/12/320/2016993/rest-area-di-tol-trans-jawa-diminta-seperti-pantura-0YZwxBBDdA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Rest Area (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/12/320/2016993/rest-area-di-tol-trans-jawa-diminta-seperti-pantura-0YZwxBBDdA.jpg</image><title>Foto: Rest Area (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus meningkatkan konektivitas nasional. Hal itu nampak dari telah diresmikannya Tol Trans Jawa oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Tak tanggung-tanggung, Tol Trans Jawa yang memiliki panjang 944,4 km tersebut, 5 ruas di antaranya dioperasikan langsung oleh Jasa Marga.

Selain meningkatkan konektivitas nasional, yang menarik adalah, pada saat peresmian 20 Desember 2018, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arriyani mengatakan, tol yang tersambung dari Merak hingga Surabaya tersebut nantinya memiliki 61 rest area, di mana setiap rest area tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di masing-masing wilayah yang dilintasi Tol Trans Jawa.
&amp;nbsp;Baca Juga: Hitungan Tarif Tol Trans Jawa Sudah Paling Pas
Ketua Hukum dan Humas Dewan Transportasi Kota Ellen Sophie Wulan Tangkudung mengatakan, mengingat panjangnya rute Tol Trans Jawa, di setiap rest area baiknya menyediakan ikon-ikon daerah yang dilintasi.

Tentunya hal itu dapat dimanfaatkan oleh pelaku UKM selain untuk mengembangkan usaha, juga mempromosikan ikon daerahnya masing-masing.

&quot;Ada oleh-oleh yang kita cari saat dulu kita lewat Pantura, seperti kalau ke Brebes pasti saya beli telor asin, nah di rest area itu memang harus ada, misalnya di Tegal apa, di Pekalongan batik misalnya. Jadi selain makanan, di rest area harus ada hal yang dulu kita selalu cari ketika lewat Pantura,&quot; ujar Ellen seperti dikutip, Jakarta, Selasa (12/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tol Trans Jawa Mahal, Menteri PUPR: Yang Protes Sopir Truk Bukan Pengusaha
Selain rest area yang berpotensi menjadikan Tol Trans Jawa sebagai sarana promosi daerah, keindahan alam di sekitar tol pun tak luput dari sorotan pengamat.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo mengungkapkan, kawasan-kawasan dengan pemandangan indah dapat memberikan opsi kepada Jasa Marga untuk menambah tempat pemberhentian atau rest area.

Selain untuk tempat beristirahat, diyakini lokasi-lokasi dengan tingkat keindahan tertentu tersebut mampu membuat konsumen Tol trans Jawa tak ragu untuk kembali melakukan perjalanan, atau hanya sekedar melepas penat dengan melintasi Tol Trans Jawa.

&quot;Kita kan generasi selfi, jadi kalau ada tempat yang menarik, bisa saja diberhentikan di situ. Dicari saja areanya, entah di Salatiga, atau di Pabrik Gula-nya itu,&quot; kata Agus.
Ya, didukung dengan banyaknya rest area yang telah dibangun maupun  yang sedang dioptimalkan pembangunannya, kian menambah kenyamanan dalam  berkendara di Tol Trans Jawa.

Di mana waktu tempuh normal dari Merak hingga Pasuruan (via JORR dan  Jakarta-Cikampek-Pasuruan) memerlukan waktu tempuh 21 jam untuk  kendaraan pribadi, dan 28 jam untuk kendaraan besar, kini melalui Tol  Trans Jawa, hanya memakan waktu masing-masing 11 jam 42 menit dan 15 jam  38 menit.

Penghematan waktu tersebut juga disambut gembira oleh pengemudi truk,  salah satunya adalah Boniran (50), pengemudi truk yang biasa  mengirimkan logistik dari Bekasi ke Surabaya ini mengatakan, keberadaan  Tol Trans Jawa merupakan hal yang baik bagi pengemudi truk, pasalnya  mampu memangkas waktu di jalan dan segera pulang untuk beristirahat.

&quot;Tol itu bagus, kemacetan berkurang, waktu lebih cepat,&quot; ujar Boniran belum lama ini.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus meningkatkan konektivitas nasional. Hal itu nampak dari telah diresmikannya Tol Trans Jawa oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Tak tanggung-tanggung, Tol Trans Jawa yang memiliki panjang 944,4 km tersebut, 5 ruas di antaranya dioperasikan langsung oleh Jasa Marga.

Selain meningkatkan konektivitas nasional, yang menarik adalah, pada saat peresmian 20 Desember 2018, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arriyani mengatakan, tol yang tersambung dari Merak hingga Surabaya tersebut nantinya memiliki 61 rest area, di mana setiap rest area tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di masing-masing wilayah yang dilintasi Tol Trans Jawa.
&amp;nbsp;Baca Juga: Hitungan Tarif Tol Trans Jawa Sudah Paling Pas
Ketua Hukum dan Humas Dewan Transportasi Kota Ellen Sophie Wulan Tangkudung mengatakan, mengingat panjangnya rute Tol Trans Jawa, di setiap rest area baiknya menyediakan ikon-ikon daerah yang dilintasi.

Tentunya hal itu dapat dimanfaatkan oleh pelaku UKM selain untuk mengembangkan usaha, juga mempromosikan ikon daerahnya masing-masing.

&quot;Ada oleh-oleh yang kita cari saat dulu kita lewat Pantura, seperti kalau ke Brebes pasti saya beli telor asin, nah di rest area itu memang harus ada, misalnya di Tegal apa, di Pekalongan batik misalnya. Jadi selain makanan, di rest area harus ada hal yang dulu kita selalu cari ketika lewat Pantura,&quot; ujar Ellen seperti dikutip, Jakarta, Selasa (12/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tol Trans Jawa Mahal, Menteri PUPR: Yang Protes Sopir Truk Bukan Pengusaha
Selain rest area yang berpotensi menjadikan Tol Trans Jawa sebagai sarana promosi daerah, keindahan alam di sekitar tol pun tak luput dari sorotan pengamat.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo mengungkapkan, kawasan-kawasan dengan pemandangan indah dapat memberikan opsi kepada Jasa Marga untuk menambah tempat pemberhentian atau rest area.

Selain untuk tempat beristirahat, diyakini lokasi-lokasi dengan tingkat keindahan tertentu tersebut mampu membuat konsumen Tol trans Jawa tak ragu untuk kembali melakukan perjalanan, atau hanya sekedar melepas penat dengan melintasi Tol Trans Jawa.

&quot;Kita kan generasi selfi, jadi kalau ada tempat yang menarik, bisa saja diberhentikan di situ. Dicari saja areanya, entah di Salatiga, atau di Pabrik Gula-nya itu,&quot; kata Agus.
Ya, didukung dengan banyaknya rest area yang telah dibangun maupun  yang sedang dioptimalkan pembangunannya, kian menambah kenyamanan dalam  berkendara di Tol Trans Jawa.

Di mana waktu tempuh normal dari Merak hingga Pasuruan (via JORR dan  Jakarta-Cikampek-Pasuruan) memerlukan waktu tempuh 21 jam untuk  kendaraan pribadi, dan 28 jam untuk kendaraan besar, kini melalui Tol  Trans Jawa, hanya memakan waktu masing-masing 11 jam 42 menit dan 15 jam  38 menit.

Penghematan waktu tersebut juga disambut gembira oleh pengemudi truk,  salah satunya adalah Boniran (50), pengemudi truk yang biasa  mengirimkan logistik dari Bekasi ke Surabaya ini mengatakan, keberadaan  Tol Trans Jawa merupakan hal yang baik bagi pengemudi truk, pasalnya  mampu memangkas waktu di jalan dan segera pulang untuk beristirahat.

&quot;Tol itu bagus, kemacetan berkurang, waktu lebih cepat,&quot; ujar Boniran belum lama ini.
</content:encoded></item></channel></rss>
