<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Jurus BPJS Kesehatan Atasi Defisit</title><description>BPJS Kesehatan menyiapkan tiga opsi untuk mengatasi defisit yang membengkak</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/13/320/2017456/3-jurus-bpjs-kesehatan-atasi-defisit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/13/320/2017456/3-jurus-bpjs-kesehatan-atasi-defisit"/><item><title>3 Jurus BPJS Kesehatan Atasi Defisit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/13/320/2017456/3-jurus-bpjs-kesehatan-atasi-defisit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/13/320/2017456/3-jurus-bpjs-kesehatan-atasi-defisit</guid><pubDate>Rabu 13 Februari 2019 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Retno Tri Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/13/320/2017456/3-jurus-bpjs-kesehatan-atasi-defisit-jx6SPGVnsP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/13/320/2017456/3-jurus-bpjs-kesehatan-atasi-defisit-jx6SPGVnsP.jpg</image><title>Foto: Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris</title></images><description>JAKARTA  &amp;ndash; BPJS Kesehatan menyiapkan tiga opsi untuk mengatasi defisit yang membengkak. Tercatat, defisit pada 2018 mencapai Rp16,5 triliun.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, jajarannya sudah mempersiapkan strategi yang baik dalam mengatasi defisit yang berlebihan. Strategi pertama adalah penyesuaian dana, kedua, pengaturan manfaat.
Baca Juga: Pangkal 'Penyakit' Defisit BPJS Kesehatan Rp16,5 Triliun
&amp;ldquo;Kita lakukan tiga opsi itu. Untuk pengaturan manfaat, apakah manfaatnya sudah bisa dirasakan atau tidak bagi masyarakat,&amp;rdquo; ujar Fahmi, ketika berkunjung ke Okezone, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Kemudian untuk opsi ketiga adalah suntikan dana dari pemerintah. Di mana, pada 2019 pemerintah telah mengucurkan biaya sebesar Rp11 triliun untuk BPJS.
Baca Juga: Dirut Pastikan BPJS Kesehatan Tetap Gratis kecuali Operasi Plastik
Dia mengatakan, sejak Desember 2018 ada rapat berama Menteri Keuangan serta Menteri Kesehatan mengenai pembahasan biaya operasional. &amp;ldquo;Ada rapat pembahasan biaya operasional BPJS, basisnya penerimaan dan pengeluaran,&amp;rdquo; ujarnya.
Sebagai informasi, defisit BPJS Kesehatan dari tahun ke tahun terus membengkak. Pada 2014  defisit mencapai Rp3,3 triliun, kemudian Rp5,7 triliun di tahun berikutnya. Kini, data terbaru 2018 mencatat angka Rp16,5 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA  &amp;ndash; BPJS Kesehatan menyiapkan tiga opsi untuk mengatasi defisit yang membengkak. Tercatat, defisit pada 2018 mencapai Rp16,5 triliun.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, jajarannya sudah mempersiapkan strategi yang baik dalam mengatasi defisit yang berlebihan. Strategi pertama adalah penyesuaian dana, kedua, pengaturan manfaat.
Baca Juga: Pangkal 'Penyakit' Defisit BPJS Kesehatan Rp16,5 Triliun
&amp;ldquo;Kita lakukan tiga opsi itu. Untuk pengaturan manfaat, apakah manfaatnya sudah bisa dirasakan atau tidak bagi masyarakat,&amp;rdquo; ujar Fahmi, ketika berkunjung ke Okezone, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Kemudian untuk opsi ketiga adalah suntikan dana dari pemerintah. Di mana, pada 2019 pemerintah telah mengucurkan biaya sebesar Rp11 triliun untuk BPJS.
Baca Juga: Dirut Pastikan BPJS Kesehatan Tetap Gratis kecuali Operasi Plastik
Dia mengatakan, sejak Desember 2018 ada rapat berama Menteri Keuangan serta Menteri Kesehatan mengenai pembahasan biaya operasional. &amp;ldquo;Ada rapat pembahasan biaya operasional BPJS, basisnya penerimaan dan pengeluaran,&amp;rdquo; ujarnya.
Sebagai informasi, defisit BPJS Kesehatan dari tahun ke tahun terus membengkak. Pada 2014  defisit mencapai Rp3,3 triliun, kemudian Rp5,7 triliun di tahun berikutnya. Kini, data terbaru 2018 mencatat angka Rp16,5 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
