<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNI Syariah Kantongi Laba Bersih Rp416,08 Miliar</title><description>PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik  35,67% dibandingkan laba bersih 2017 mencapai Rp306,68 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/14/278/2017919/bni-syariah-kantongi-laba-bersih-rp416-08-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/14/278/2017919/bni-syariah-kantongi-laba-bersih-rp416-08-miliar"/><item><title>BNI Syariah Kantongi Laba Bersih Rp416,08 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/14/278/2017919/bni-syariah-kantongi-laba-bersih-rp416-08-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/14/278/2017919/bni-syariah-kantongi-laba-bersih-rp416-08-miliar</guid><pubDate>Kamis 14 Februari 2019 15:08 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/14/278/2017919/bni-syariah-kantongi-laba-bersih-rp416-08-miliar-kq6vYlrZkK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/14/278/2017919/bni-syariah-kantongi-laba-bersih-rp416-08-miliar-kq6vYlrZkK.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67% dibandingkan laba bersih 2017 mencapai Rp306,68 miliar.
&quot;Kenaikan laba tahun lalu disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal,&quot; kata Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dilansir di Antaranews.com, Kamis (14/2/2019).
Dari sisi  pembiayaan, per Desember 2018 lalu, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp28,30 triliun atau naik 19,93% dibandingkan 2017 Rp23,6 triliun.
Baca Juga: Ekspansi Pembiayaan Membaik, Laba BNI Syariah Tumbuh 15,3%
 
Komposisi pembiayaan tahun lalu disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp13,92 triliun atau 49,17% dari total pembiayaan, diikuti segmen komersial Rp7 triliun (24,74%), segmen kecil dan menengah sebesar Rp5,97 Triliun (21,09%), segmen mikro Rp1,08 triliun (3,82%), dan Hasanah Card Rp332,69 miliar (1,18%).
Sementara itu, kualitas pembiayaan BNI Syariah relatif terjaga, dimana pada 2018 berhasil menjaga rasio pembiayaan bermasalah Non Performing Financing (NPF) dibawah 3% yaitu sebesar 2,93%.
Hingga akhir tahun lalu, aset BNI Syariah mencapai Rp41,05 triliun atau tumbuh sebesar 17,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi bisnis khususnya penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah mencapai Rp35,5 triliun atau tumbuh 20,82% dibandingkan tahun sebelumnya Rp29,38 triliun, dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3 juta nasabah.
&quot;Komposisi DPK tersebut didominasi oleh dana murah, yaitu giro dan tabungan yang mencapai 55,82%. Komposisi dana murah ini juga meningkat jika dibanding tahun sebelumnya 51,6%,&quot; ujar Firman.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67% dibandingkan laba bersih 2017 mencapai Rp306,68 miliar.
&quot;Kenaikan laba tahun lalu disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal,&quot; kata Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dilansir di Antaranews.com, Kamis (14/2/2019).
Dari sisi  pembiayaan, per Desember 2018 lalu, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp28,30 triliun atau naik 19,93% dibandingkan 2017 Rp23,6 triliun.
Baca Juga: Ekspansi Pembiayaan Membaik, Laba BNI Syariah Tumbuh 15,3%
 
Komposisi pembiayaan tahun lalu disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp13,92 triliun atau 49,17% dari total pembiayaan, diikuti segmen komersial Rp7 triliun (24,74%), segmen kecil dan menengah sebesar Rp5,97 Triliun (21,09%), segmen mikro Rp1,08 triliun (3,82%), dan Hasanah Card Rp332,69 miliar (1,18%).
Sementara itu, kualitas pembiayaan BNI Syariah relatif terjaga, dimana pada 2018 berhasil menjaga rasio pembiayaan bermasalah Non Performing Financing (NPF) dibawah 3% yaitu sebesar 2,93%.
Hingga akhir tahun lalu, aset BNI Syariah mencapai Rp41,05 triliun atau tumbuh sebesar 17,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi bisnis khususnya penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah mencapai Rp35,5 triliun atau tumbuh 20,82% dibandingkan tahun sebelumnya Rp29,38 triliun, dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3 juta nasabah.
&quot;Komposisi DPK tersebut didominasi oleh dana murah, yaitu giro dan tabungan yang mencapai 55,82%. Komposisi dana murah ini juga meningkat jika dibanding tahun sebelumnya 51,6%,&quot; ujar Firman.</content:encoded></item></channel></rss>
