<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   7 Tips Anti Bangkrut di Musim Hujan</title><description>Musim hujan diam-diam juga memberi kerugian tanpa diduga..</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/16/320/2017884/7-tips-anti-bangkrut-di-musim-hujan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/16/320/2017884/7-tips-anti-bangkrut-di-musim-hujan"/><item><title>   7 Tips Anti Bangkrut di Musim Hujan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/16/320/2017884/7-tips-anti-bangkrut-di-musim-hujan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/16/320/2017884/7-tips-anti-bangkrut-di-musim-hujan</guid><pubDate>Sabtu 16 Februari 2019 07:31 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/14/320/2017884/7-tips-anti-bangkrut-di-musim-hujan-MGlD7hn4fa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/14/320/2017884/7-tips-anti-bangkrut-di-musim-hujan-MGlD7hn4fa.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Musim hujan tak kunjung pamit. Walau memiliki sejumlah dampak positif, seperti udara yang terasa lebih sejuk, musim hujan diam-diam juga memberi kerugian tanpa diduga. Banyak kebutuhan tambahan yang diperlukan saat musim hujan datang.



Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan justru mengalami puncaknya pada pertengahan bulan Februari ini. Hujan tersebut akan sering terjadi pada sore dan menjelang malam hari.

Siasat Hadapi Musim Hujan

Nah, biasanya di musim hujan pengeluaran yang harus kamu disiapkan pun sedikit membengkak. Namun jangan khawatir, semua masih bisa diatasi jika tahu cara menyiasatinya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tips Rayakan Hari Valentine Tanpa Kuras Kantong
Berikut ini tips anti bangkrut di musim hujan seperti dikutip CekAja, Sabtu (16/2/2019).

1. Siapkan bekal dari rumah

Godaan untuk membeli jajanan seperti bakso, mi ayam, atau gorengan pasti ada saja. Terutama cuaca di musim hujan yang nikmat rasanya kalau sembari menyantap makanan hangat. Meski harganya murah, tapi kalau jadi kebiasaan ini terus melekat tentu akan tetap membuat dompetmu boncos.

Lebih baik siapkan bekal dari rumah, lalu bawa setiap hari ke kantor. Tambah snack buah-buahan segar bila perlu. Selain hemat, pastinya makanan rumah lebih sehat dan terjaga kebersihannya.

2. Berangkat lebih pagi

Tips selanjutnya, usahakan untuk berangkat lebih pagi. Mengapa harus berangkat kerja lebih awal di musim hujan? Pasalnya, banjir atau genangan air bisa terjadi di beberapa titik dan ruas jalan.
&amp;nbsp;Baca Juga: 5 Cara Sederhana Menghemat Uang, Nomor 2 Patut Dicoba
Ketika kamu berangkat pagi, lalu lintas tentunya lebih sepi. Jumlah mobil yang berseliweran tidak seperti kondisi jalanan di atas jam 08.00 pagi, sekalipun itu sedang hujan deras. Jika naik kendaraan umum, di pagi buta biasanya juga masih sepi penumpang. Kamu tak perlu berdesak-desakan dan jengkel dibuatnya.

3. Jangan terobos banjir

Kadang kala, hujan yang turun seharian dapat berujung banjir di beberapa ruas jalan. Jika dihadapkan dengan kondisi tersebut, hindari menerobosnya karena bisa menimbulkan kerusakan bagi kendaraanmu.
&amp;nbsp;Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Berdasarkan Urutan Lahir
Akali dengan cara lain, seperti menunggu hujan reda dan banjir surut. Kamu juga bisa lewat jalan alternatif dengan mencarinya di aplikasi peta digital agar sampai dengan selamat ke tempat tujuan.

4. Work from home

Jika ternyata hujan turun non stop ketika ingin berangkat kerja, jangan paksakan berangkat. Sekalipun mengendarai mobil, kamu akan terjebak macet. Akhirnya, jadi buang-buang bensin! Begitu pun kalau memilih naik taksi online. Pasalnya, tarif mereka sering kali melonjak drastis saat hujan.

Lebih baik, minta izin kepada atasan untuk work from home. Tetap bekerja, tapi dari rumah saja. Work from home tentu bisa menghindari segala bentuk kerugian yang dialami dalam mobilitas, terutama di musim hujan seperti ini. Namun, pastikan kamu punya koneksi internet yang mumpuni selama work from home ya.
5. Manfaatkan ulang air hujan

Air hujan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari,  lho. Salah satunya adalah untuk mencuci kendaraan yang terkena lumpur  atau lain sebagainya. Selain hemat air, kamu tak perlu keluar uang untuk  mendatangi tempat cuci motor dan mobil bukan?

Jadi, selagi bisa, tampung dengan ember untuk kebutuhan tersebut.  Caranya, endapkan air hujan selama tiga hingga tujuh hari. Nantinya air  bisa langsung digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kenapa harus  didiamkan terlebih dahulu? Ini dilakukan untuk membuat partikel atau  kotoran yang ada pada air hujan dapat terpisah dan mengendap di bagian  dasar tong.
&amp;nbsp;
 
6.  Hemat penggunaan elektronik

Kalau dipikir-pikir, musim hujan dengan sendirinya memberi kesempatan  untuk berhemat. Dengan udara yang lebih sejuk, sebenarnya kamu tidak  perlu lagi menggunakan elektronik seperti kipas angin atau AC dalam  waktu lama.

Padamkan listrik saat tak digunakan, terutama di siang hari. Kamu  bisa menggunakan pengatur waktu atau sensor cahaya untuk memastikan  lampu di rumah menyala dan padam tepat waktu.
&amp;nbsp;
 
7. Jaga kesehatan dan kebersihan

Terakhir, jaga kesehatan. Udara yang lembap saat musim hujan, membuat  beberapa penyakit musiman sering kali timbul. Namun, jika imun tubuhmu  kuat, hal ini tidak akan terjadi. Bagaimana caranya menjaga kesehatan  yang benar? Mulai dari yang sederhana seperti tidak begadang,  mengonsumsi makanan sehat, ditambah konsumsi suplemen multivitamin.  Serta penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal 1,5  liter per hari.

Kebersihan juga tak boleh luput dari perhatianmu. Cuci bersih selalu  tangan, karena kuman yang menempel bisa menjadi sumber penyakit. Jaga  juga kondisi rumah, jangan sampai lupa untuk sering-sering disapu dan  pel.

Antisipasi Pengeluaran Tak Terduga

Kesehatan adalah investasi yang paling berharga. Sebab jika kamu  jatuh sakit, aktivitas menjadi sangat terganggu. Saat musim hujan  melanda, ada beberapa penyakit musiman yang juga muncul. Dari mulai  diare hingga flu, hampir pasti diderita kebanyakan orang.  Belum lagi  wabah yang lebih membahayakan seperti demam berdarah.

Pastinya kamu tidak akan tahu seberapa berisikonya penyakit-penyakit  tersebut ketika menyerang tubuh. Katakanlah sampai harus dirujuk ke  rumah sakit untuk perawatan yang lebih intensif. Tingginya biaya  pengobatan membuat kamu tidak cukup hanya menjaga kesehatan. Asuransi  kesehatan memegang andil yang penting dalam hal ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Musim hujan tak kunjung pamit. Walau memiliki sejumlah dampak positif, seperti udara yang terasa lebih sejuk, musim hujan diam-diam juga memberi kerugian tanpa diduga. Banyak kebutuhan tambahan yang diperlukan saat musim hujan datang.



Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan justru mengalami puncaknya pada pertengahan bulan Februari ini. Hujan tersebut akan sering terjadi pada sore dan menjelang malam hari.

Siasat Hadapi Musim Hujan

Nah, biasanya di musim hujan pengeluaran yang harus kamu disiapkan pun sedikit membengkak. Namun jangan khawatir, semua masih bisa diatasi jika tahu cara menyiasatinya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tips Rayakan Hari Valentine Tanpa Kuras Kantong
Berikut ini tips anti bangkrut di musim hujan seperti dikutip CekAja, Sabtu (16/2/2019).

1. Siapkan bekal dari rumah

Godaan untuk membeli jajanan seperti bakso, mi ayam, atau gorengan pasti ada saja. Terutama cuaca di musim hujan yang nikmat rasanya kalau sembari menyantap makanan hangat. Meski harganya murah, tapi kalau jadi kebiasaan ini terus melekat tentu akan tetap membuat dompetmu boncos.

Lebih baik siapkan bekal dari rumah, lalu bawa setiap hari ke kantor. Tambah snack buah-buahan segar bila perlu. Selain hemat, pastinya makanan rumah lebih sehat dan terjaga kebersihannya.

2. Berangkat lebih pagi

Tips selanjutnya, usahakan untuk berangkat lebih pagi. Mengapa harus berangkat kerja lebih awal di musim hujan? Pasalnya, banjir atau genangan air bisa terjadi di beberapa titik dan ruas jalan.
&amp;nbsp;Baca Juga: 5 Cara Sederhana Menghemat Uang, Nomor 2 Patut Dicoba
Ketika kamu berangkat pagi, lalu lintas tentunya lebih sepi. Jumlah mobil yang berseliweran tidak seperti kondisi jalanan di atas jam 08.00 pagi, sekalipun itu sedang hujan deras. Jika naik kendaraan umum, di pagi buta biasanya juga masih sepi penumpang. Kamu tak perlu berdesak-desakan dan jengkel dibuatnya.

3. Jangan terobos banjir

Kadang kala, hujan yang turun seharian dapat berujung banjir di beberapa ruas jalan. Jika dihadapkan dengan kondisi tersebut, hindari menerobosnya karena bisa menimbulkan kerusakan bagi kendaraanmu.
&amp;nbsp;Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Berdasarkan Urutan Lahir
Akali dengan cara lain, seperti menunggu hujan reda dan banjir surut. Kamu juga bisa lewat jalan alternatif dengan mencarinya di aplikasi peta digital agar sampai dengan selamat ke tempat tujuan.

4. Work from home

Jika ternyata hujan turun non stop ketika ingin berangkat kerja, jangan paksakan berangkat. Sekalipun mengendarai mobil, kamu akan terjebak macet. Akhirnya, jadi buang-buang bensin! Begitu pun kalau memilih naik taksi online. Pasalnya, tarif mereka sering kali melonjak drastis saat hujan.

Lebih baik, minta izin kepada atasan untuk work from home. Tetap bekerja, tapi dari rumah saja. Work from home tentu bisa menghindari segala bentuk kerugian yang dialami dalam mobilitas, terutama di musim hujan seperti ini. Namun, pastikan kamu punya koneksi internet yang mumpuni selama work from home ya.
5. Manfaatkan ulang air hujan

Air hujan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari,  lho. Salah satunya adalah untuk mencuci kendaraan yang terkena lumpur  atau lain sebagainya. Selain hemat air, kamu tak perlu keluar uang untuk  mendatangi tempat cuci motor dan mobil bukan?

Jadi, selagi bisa, tampung dengan ember untuk kebutuhan tersebut.  Caranya, endapkan air hujan selama tiga hingga tujuh hari. Nantinya air  bisa langsung digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kenapa harus  didiamkan terlebih dahulu? Ini dilakukan untuk membuat partikel atau  kotoran yang ada pada air hujan dapat terpisah dan mengendap di bagian  dasar tong.
&amp;nbsp;
 
6.  Hemat penggunaan elektronik

Kalau dipikir-pikir, musim hujan dengan sendirinya memberi kesempatan  untuk berhemat. Dengan udara yang lebih sejuk, sebenarnya kamu tidak  perlu lagi menggunakan elektronik seperti kipas angin atau AC dalam  waktu lama.

Padamkan listrik saat tak digunakan, terutama di siang hari. Kamu  bisa menggunakan pengatur waktu atau sensor cahaya untuk memastikan  lampu di rumah menyala dan padam tepat waktu.
&amp;nbsp;
 
7. Jaga kesehatan dan kebersihan

Terakhir, jaga kesehatan. Udara yang lembap saat musim hujan, membuat  beberapa penyakit musiman sering kali timbul. Namun, jika imun tubuhmu  kuat, hal ini tidak akan terjadi. Bagaimana caranya menjaga kesehatan  yang benar? Mulai dari yang sederhana seperti tidak begadang,  mengonsumsi makanan sehat, ditambah konsumsi suplemen multivitamin.  Serta penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal 1,5  liter per hari.

Kebersihan juga tak boleh luput dari perhatianmu. Cuci bersih selalu  tangan, karena kuman yang menempel bisa menjadi sumber penyakit. Jaga  juga kondisi rumah, jangan sampai lupa untuk sering-sering disapu dan  pel.

Antisipasi Pengeluaran Tak Terduga

Kesehatan adalah investasi yang paling berharga. Sebab jika kamu  jatuh sakit, aktivitas menjadi sangat terganggu. Saat musim hujan  melanda, ada beberapa penyakit musiman yang juga muncul. Dari mulai  diare hingga flu, hampir pasti diderita kebanyakan orang.  Belum lagi  wabah yang lebih membahayakan seperti demam berdarah.

Pastinya kamu tidak akan tahu seberapa berisikonya penyakit-penyakit  tersebut ketika menyerang tubuh. Katakanlah sampai harus dirujuk ke  rumah sakit untuk perawatan yang lebih intensif. Tingginya biaya  pengobatan membuat kamu tidak cukup hanya menjaga kesehatan. Asuransi  kesehatan memegang andil yang penting dalam hal ini.</content:encoded></item></channel></rss>
