<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendorong Pengembangan Merek Dalam Negeri</title><description>Indonesia bukan sekadar tukang jahit produk merek bangsa Iain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/18/320/2019793/mendorong-pengembangan-merek-dalam-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/18/320/2019793/mendorong-pengembangan-merek-dalam-negeri"/><item><title>Mendorong Pengembangan Merek Dalam Negeri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/18/320/2019793/mendorong-pengembangan-merek-dalam-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/18/320/2019793/mendorong-pengembangan-merek-dalam-negeri</guid><pubDate>Senin 18 Februari 2019 21:32 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/18/320/2019793/mendorong-pengembangan-merek-dalam-negeri-IzsTMwh1fh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Foto: Pengembangan Merek Dalam Negeri (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/18/320/2019793/mendorong-pengembangan-merek-dalam-negeri-IzsTMwh1fh.jpg</image><title>Ilustrasi Foto: Pengembangan Merek Dalam Negeri (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri kosmetik nasional tumbuh 7,36% pada kuartal I-2018, meningkat dibandingkan pada 2017 yang tumbuh 6,35%. Sepanjang 2018, industri kosmetik diperkirakan tumbuh sebesar 7,33%. Untuk tahun ini, pertumbuhan industri kosmetik diperkirakan berada di rentang 7%-9% pada 2019.

Pertumbuhan industri kosmetik memang tidak terlepas dari konsumsi masyarakat. Tidak mau terlena dengan produk luar, produsen kosmetik lokal juga berupaya meningkatkan gengsi mereka dengan membuat produk berkualitas. Hal itu terlihat dengan makin maraknya produsen lokal yang berani memakai brand-nya sendiri.
&amp;nbsp;Baca Juga: Industri Kaca dalam Negeri Pasok 90% Produk Automotif
Apalagi. produk Indonesia kian mendunia. Berbagai ekspor telah dilakukan perusahaan dalam negeri. Produk dalam negeri pun diyakini bisa bersaing dengan produk luar negeri.

Seperti yang dikatakan Presiden Direktur Mayora Group Andre Sukendra Atmadja, Mayora membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar tukang jahit produk merek bangsa Iain.

&quot;Misi kami selain melakukan ekspor juga untuk membuktikan bahwa produk dengan merek Indonesia juga berkelas dunia sehingga dapat mengangkat harga diri dan martabat Indonesia di mata dunia,&quot; ujarnya di Pabrik Mayora Tangerang, Banten, Senin (18/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Industri Kosmetik Tumbuh 7,36%, Begini Imbasnya ke Perusahaan
Presiden Jokowi mengemukakan,  ekspor yang dilakukan PT Mayora bisa menjadi contoh karena sudah masuk sudah ekspor ke lebih dari 100 negara, baik di Asia, ASEAN, di Amerika latin, di Afrika, di Uni Eropa, di Amerika.

Presiden juga mengaku senang karena produk yang diekspor itu banyak melibatkan petani, konten lokalnya dapat dikatakan 100%, semuanya barang lokal, tapi untuk ekspor.

&amp;ldquo;Ini yang kita harapkan ke depan. Jadi produk komoditas lokal tetapi orientasi semuanya kepada ekspor. Dan jumlahnya PT Mayora ekspor tidak kecil, setiap bulan kurang lebih 2.000 kontainer,&amp;rdquo; ujar Presiden.
Baca Juga: Presdir Mayora: Indonesia Bukan Sekadar Tukang Jahit Merek

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan produsen kosmetik lokal,  Direktur PT Pamerindo Indonesia Juanita Soerakoesoemah menjembatani  produsen, eksportir, distributor, dan agen dari berbagai produk dan  layanan kecantikan dalam satu pameran. Pameran berskala B2B  (business-to-business) Cosmobeaut&amp;eacute; Indonesia bakal segera dihelat.

&quot;Area Supply Chain memamerkan segala hal mulai dari bahan baku hingga  pengembangan produk dan pengemasan hingga private label. Yakni produk  yang ditawarkan tanpa merek sehingga dapat diberikan merek sesuai yang  diinginkan,&quot; katanya.

Para pengunjung dapat menemukan bahan-bahan inovatif, komponen  canggih, kemajuan teknologi, dan pemasaran yang kreatif untuk membantu  pengusaha lokal mewujudkan produk kecantikan mereka.

Dia menambahkan, selama beberapa tahun terakhir, banyak pengusaha  perempuan yang menciptakan merek berskala kecil hingga skala besar  bermunculan di dunia kecantikan.

&quot;Selain itu, Anda juga dapat bertemu perusahaan-perusahaan yang  bersedia memasok meski dalam jumlah pesanan yang sedikit, mengerjakan  merek kustom dan kemasan yang dirancang khusus untuk produk Anda,&quot; kata  Juanita.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri kosmetik nasional tumbuh 7,36% pada kuartal I-2018, meningkat dibandingkan pada 2017 yang tumbuh 6,35%. Sepanjang 2018, industri kosmetik diperkirakan tumbuh sebesar 7,33%. Untuk tahun ini, pertumbuhan industri kosmetik diperkirakan berada di rentang 7%-9% pada 2019.

Pertumbuhan industri kosmetik memang tidak terlepas dari konsumsi masyarakat. Tidak mau terlena dengan produk luar, produsen kosmetik lokal juga berupaya meningkatkan gengsi mereka dengan membuat produk berkualitas. Hal itu terlihat dengan makin maraknya produsen lokal yang berani memakai brand-nya sendiri.
&amp;nbsp;Baca Juga: Industri Kaca dalam Negeri Pasok 90% Produk Automotif
Apalagi. produk Indonesia kian mendunia. Berbagai ekspor telah dilakukan perusahaan dalam negeri. Produk dalam negeri pun diyakini bisa bersaing dengan produk luar negeri.

Seperti yang dikatakan Presiden Direktur Mayora Group Andre Sukendra Atmadja, Mayora membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar tukang jahit produk merek bangsa Iain.

&quot;Misi kami selain melakukan ekspor juga untuk membuktikan bahwa produk dengan merek Indonesia juga berkelas dunia sehingga dapat mengangkat harga diri dan martabat Indonesia di mata dunia,&quot; ujarnya di Pabrik Mayora Tangerang, Banten, Senin (18/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Industri Kosmetik Tumbuh 7,36%, Begini Imbasnya ke Perusahaan
Presiden Jokowi mengemukakan,  ekspor yang dilakukan PT Mayora bisa menjadi contoh karena sudah masuk sudah ekspor ke lebih dari 100 negara, baik di Asia, ASEAN, di Amerika latin, di Afrika, di Uni Eropa, di Amerika.

Presiden juga mengaku senang karena produk yang diekspor itu banyak melibatkan petani, konten lokalnya dapat dikatakan 100%, semuanya barang lokal, tapi untuk ekspor.

&amp;ldquo;Ini yang kita harapkan ke depan. Jadi produk komoditas lokal tetapi orientasi semuanya kepada ekspor. Dan jumlahnya PT Mayora ekspor tidak kecil, setiap bulan kurang lebih 2.000 kontainer,&amp;rdquo; ujar Presiden.
Baca Juga: Presdir Mayora: Indonesia Bukan Sekadar Tukang Jahit Merek

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan produsen kosmetik lokal,  Direktur PT Pamerindo Indonesia Juanita Soerakoesoemah menjembatani  produsen, eksportir, distributor, dan agen dari berbagai produk dan  layanan kecantikan dalam satu pameran. Pameran berskala B2B  (business-to-business) Cosmobeaut&amp;eacute; Indonesia bakal segera dihelat.

&quot;Area Supply Chain memamerkan segala hal mulai dari bahan baku hingga  pengembangan produk dan pengemasan hingga private label. Yakni produk  yang ditawarkan tanpa merek sehingga dapat diberikan merek sesuai yang  diinginkan,&quot; katanya.

Para pengunjung dapat menemukan bahan-bahan inovatif, komponen  canggih, kemajuan teknologi, dan pemasaran yang kreatif untuk membantu  pengusaha lokal mewujudkan produk kecantikan mereka.

Dia menambahkan, selama beberapa tahun terakhir, banyak pengusaha  perempuan yang menciptakan merek berskala kecil hingga skala besar  bermunculan di dunia kecantikan.

&quot;Selain itu, Anda juga dapat bertemu perusahaan-perusahaan yang  bersedia memasok meski dalam jumlah pesanan yang sedikit, mengerjakan  merek kustom dan kemasan yang dirancang khusus untuk produk Anda,&quot; kata  Juanita.</content:encoded></item></channel></rss>
