<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arab Saudi Tanamkan Investasi Rp282 Triliun di Pakistan</title><description>Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menandatangani kesepakatan investasi senilai USD20 miliar dengan Pakistan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/19/320/2019952/arab-saudi-tanamkan-investasi-rp282-triliun-di-pakistan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/19/320/2019952/arab-saudi-tanamkan-investasi-rp282-triliun-di-pakistan"/><item><title>Arab Saudi Tanamkan Investasi Rp282 Triliun di Pakistan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/19/320/2019952/arab-saudi-tanamkan-investasi-rp282-triliun-di-pakistan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/19/320/2019952/arab-saudi-tanamkan-investasi-rp282-triliun-di-pakistan</guid><pubDate>Selasa 19 Februari 2019 11:00 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/19/320/2019952/arab-saudi-tanamkan-investasi-rp282-triliun-di-pakistan-DIaam7q0df.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/19/320/2019952/arab-saudi-tanamkan-investasi-rp282-triliun-di-pakistan-DIaam7q0df.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Koran Sindo</title></images><description>ISLAMABAD - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menandatangani kesepakatan investasi senilai USD20 miliar (Rp282 triliun) dalam kunjungan ke Pakistan.
Memulai tur Asia Selatan dan China dengan jumlah investasi yang lebih besar di Pakistan dibandingkan perkiraan sebelumnya, MBS menyatakan dana USD20 miliar itu hanya awal dari kerja sama ekonomi yang akan mendekatkan dua aliansi bersejarah tersebut.
&amp;ldquo;Ini besar untuk tahap satu dan tentu ini akan tumbuh setiap bulan serta setiap tahun, ini akan menguntungkan ke dua negara,&amp;rdquo; kata MBS dilansir Reuters .
&amp;ldquo;Kita te lah menjadi negara saudara kandung, negara sahabat untuk Pakistan. Kita telah berjalan bersama dalam saat sulit dan senang dan kita akan melanjutkannya,&amp;rdquo; tambahnya.
Baca Juga: Kata Pangeran Mahkota Arab Saudi soal Kebijakan Presiden Trump
Meski demikian, kunjungan Pangeran Mohammed itu dibayangi meningkatnya kete gangan antara Pakistan dan In dia. Awal pekan ini pelaku bom bunuh diri menewaskan 44 polisi para militer India di Kash mir.
New Delhi menuduh Pakistan terlibat dalam pengeboman itu dan mengancam menghukum Islamabad. Pakistan menyangkal tuduhan itu. Saat ini Pakistan mengalami kesulitan keuangan dan membutuhkan lebih banyak teman.
Karena itulah Islamabad menyambut kedatangan MBS dengan tangan terbuka dan sambutan megah, termasuk mengirim sejumlah jet tempur untuk mengawal pesawatnya yang datang saat memasuki wilayah udara Pakistan.
Baca Juga: Otoritas Pasar Saham Arab Saudi Siap Sambut IPO Saudi Aramco
Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan dan Panglima Militer Pakistan Qamar Javed Bajwa menyambut MBS di karpet merah yang digelar di bandara militer di Kota Rawalpindi. Khan pun langsung mengemudikan mobil yang membawa MBS menuju ibu kota Islamabad.
&amp;ldquo;Arab Saudi selalu menjadi teman saat dibutuhkan, itulah mengapa kami sangat menghargainya. Saya ingin berterima kasih pada Anda untuk cara Anda membantu kami saat kami dalam situasi buruk,&amp;rdquo; tutur Khan saat duduk di samping Pangeran Mohammed.
Arab Saudi beberapa bulan terakhir membantu menjaga perekonomian Pakistan tetap berjalan dengan menambah cadangan devisa asing dengan pinjaman senilai USD6 miliar.Dana itu memberi ruang bagi Islamabad untuk bernafas saat  menegosiasikan bailout (dana talangan) dengan Dana Mone ter  Internasional (IMF). Pakistan menunjukkan apresiasinya dengan  memperlakukan kunjungan MBS sebagai lawatan negara terbesar sejak  Presiden China Xi Jinping datang pada 2015.
Saat itu, Xi  berencana menginvestasikan puluhan miliar untuk sejumlah infrastruktur  di Pakistan sebagai bagian dari proyek global China dalam Belt and Road.  Di Pakistan, sebagian besar kesepakatan yang ditanda tangani fokus pada  proyek energi, termasuk kompleks petrokimia dan pengilangan minyak  senilai USD10 miliar di kota pantai Gwadar, tempat China membangun satu  pelabuhan.
Memorandum kese pahaman juga ditandatangani untuk investasi dalam  pertambangan dan pertanian. Para pengamat menganggap tur MBS itu juga  sebagai upaya putra mahkota memperbaiki citranya setelah pembunuhan  jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Banyak negara Barat menyalahkan MBS  atas pembunuhan itu namun tuduhan itu disangkal Pangeran Mohammed.
MBS juga berencana mengunjungi Indonesia dan Malaysia dalam tur itu,  namun lawatan itu ditunda, menurut para pejabat Malaysia dan Indonesia.  Hubungan Arab Saudi dan Pakistan di masa lalu ditandai dengan bantuan  Saudi pada perekonomian Pakistan saat masa krisis.
Sebagai imbalannya, militer Pakistan memberi du kungan pada Saudi dan  keluarga kerajaan. Sementara itu, Menteri Informasi Pakistan Fawad  Chaudhry menyatakan, MBS telah memerintahkan pembebasan sekitar 2.100  tahanan asal Pakistan di penjara Arab Saudi.
&amp;ldquo;Putra mahkota telah memerintahkan pembebasan segera 2.107 tahanan  Pakistan setelah permintaan dari PM Pakistan Imran Khan,&amp;rdquo; kata Chaudhry  dalam unggahan di Twitter.
Nasib ribuan pekerja asal Pakistan yang dipenjara disejumlah tahanan di Timur Tengah menjadi isu sensitif di Pakistan.
Sebagian besar tahanan asal Pakistan itu berasal dari keluarga miskin  tidak memiliki ha rapan untuk segera bebas. Banyak warga Pakistan pergi  ke Timur Tengah setiap tahun un - tuk bekerja di sejumlah proyek  konstruksi atau sebagai pembantu rumah tangga. Gaji yang mereka kirim  kembali ke Pakistan sangat penting bagi perekonomian negara itu.

</description><content:encoded>ISLAMABAD - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menandatangani kesepakatan investasi senilai USD20 miliar (Rp282 triliun) dalam kunjungan ke Pakistan.
Memulai tur Asia Selatan dan China dengan jumlah investasi yang lebih besar di Pakistan dibandingkan perkiraan sebelumnya, MBS menyatakan dana USD20 miliar itu hanya awal dari kerja sama ekonomi yang akan mendekatkan dua aliansi bersejarah tersebut.
&amp;ldquo;Ini besar untuk tahap satu dan tentu ini akan tumbuh setiap bulan serta setiap tahun, ini akan menguntungkan ke dua negara,&amp;rdquo; kata MBS dilansir Reuters .
&amp;ldquo;Kita te lah menjadi negara saudara kandung, negara sahabat untuk Pakistan. Kita telah berjalan bersama dalam saat sulit dan senang dan kita akan melanjutkannya,&amp;rdquo; tambahnya.
Baca Juga: Kata Pangeran Mahkota Arab Saudi soal Kebijakan Presiden Trump
Meski demikian, kunjungan Pangeran Mohammed itu dibayangi meningkatnya kete gangan antara Pakistan dan In dia. Awal pekan ini pelaku bom bunuh diri menewaskan 44 polisi para militer India di Kash mir.
New Delhi menuduh Pakistan terlibat dalam pengeboman itu dan mengancam menghukum Islamabad. Pakistan menyangkal tuduhan itu. Saat ini Pakistan mengalami kesulitan keuangan dan membutuhkan lebih banyak teman.
Karena itulah Islamabad menyambut kedatangan MBS dengan tangan terbuka dan sambutan megah, termasuk mengirim sejumlah jet tempur untuk mengawal pesawatnya yang datang saat memasuki wilayah udara Pakistan.
Baca Juga: Otoritas Pasar Saham Arab Saudi Siap Sambut IPO Saudi Aramco
Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan dan Panglima Militer Pakistan Qamar Javed Bajwa menyambut MBS di karpet merah yang digelar di bandara militer di Kota Rawalpindi. Khan pun langsung mengemudikan mobil yang membawa MBS menuju ibu kota Islamabad.
&amp;ldquo;Arab Saudi selalu menjadi teman saat dibutuhkan, itulah mengapa kami sangat menghargainya. Saya ingin berterima kasih pada Anda untuk cara Anda membantu kami saat kami dalam situasi buruk,&amp;rdquo; tutur Khan saat duduk di samping Pangeran Mohammed.
Arab Saudi beberapa bulan terakhir membantu menjaga perekonomian Pakistan tetap berjalan dengan menambah cadangan devisa asing dengan pinjaman senilai USD6 miliar.Dana itu memberi ruang bagi Islamabad untuk bernafas saat  menegosiasikan bailout (dana talangan) dengan Dana Mone ter  Internasional (IMF). Pakistan menunjukkan apresiasinya dengan  memperlakukan kunjungan MBS sebagai lawatan negara terbesar sejak  Presiden China Xi Jinping datang pada 2015.
Saat itu, Xi  berencana menginvestasikan puluhan miliar untuk sejumlah infrastruktur  di Pakistan sebagai bagian dari proyek global China dalam Belt and Road.  Di Pakistan, sebagian besar kesepakatan yang ditanda tangani fokus pada  proyek energi, termasuk kompleks petrokimia dan pengilangan minyak  senilai USD10 miliar di kota pantai Gwadar, tempat China membangun satu  pelabuhan.
Memorandum kese pahaman juga ditandatangani untuk investasi dalam  pertambangan dan pertanian. Para pengamat menganggap tur MBS itu juga  sebagai upaya putra mahkota memperbaiki citranya setelah pembunuhan  jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Banyak negara Barat menyalahkan MBS  atas pembunuhan itu namun tuduhan itu disangkal Pangeran Mohammed.
MBS juga berencana mengunjungi Indonesia dan Malaysia dalam tur itu,  namun lawatan itu ditunda, menurut para pejabat Malaysia dan Indonesia.  Hubungan Arab Saudi dan Pakistan di masa lalu ditandai dengan bantuan  Saudi pada perekonomian Pakistan saat masa krisis.
Sebagai imbalannya, militer Pakistan memberi du kungan pada Saudi dan  keluarga kerajaan. Sementara itu, Menteri Informasi Pakistan Fawad  Chaudhry menyatakan, MBS telah memerintahkan pembebasan sekitar 2.100  tahanan asal Pakistan di penjara Arab Saudi.
&amp;ldquo;Putra mahkota telah memerintahkan pembebasan segera 2.107 tahanan  Pakistan setelah permintaan dari PM Pakistan Imran Khan,&amp;rdquo; kata Chaudhry  dalam unggahan di Twitter.
Nasib ribuan pekerja asal Pakistan yang dipenjara disejumlah tahanan di Timur Tengah menjadi isu sensitif di Pakistan.
Sebagian besar tahanan asal Pakistan itu berasal dari keluarga miskin  tidak memiliki ha rapan untuk segera bebas. Banyak warga Pakistan pergi  ke Timur Tengah setiap tahun un - tuk bekerja di sejumlah proyek  konstruksi atau sebagai pembantu rumah tangga. Gaji yang mereka kirim  kembali ke Pakistan sangat penting bagi perekonomian negara itu.

</content:encoded></item></channel></rss>
