<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang RI Naik, Menko Luhut: Semua untuk Hal Produktif</title><description>Kemenkeu mencatatkan posisi utang pemerintah pada Januari 2019 sebesar Rp4.498,65 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/21/20/2020907/utang-ri-naik-menko-luhut-semua-untuk-hal-produktif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/21/20/2020907/utang-ri-naik-menko-luhut-semua-untuk-hal-produktif"/><item><title>Utang RI Naik, Menko Luhut: Semua untuk Hal Produktif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/21/20/2020907/utang-ri-naik-menko-luhut-semua-untuk-hal-produktif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/21/20/2020907/utang-ri-naik-menko-luhut-semua-untuk-hal-produktif</guid><pubDate>Kamis 21 Februari 2019 11:00 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/21/20/2020907/utang-ri-naik-menko-luhut-semua-untuk-hal-produktif-zUPhof4jfz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/21/20/2020907/utang-ri-naik-menko-luhut-semua-untuk-hal-produktif-zUPhof4jfz.jpg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan posisi utang pemerintah pada Januari 2019 sebesar Rp4.498,65 triliun. Angka ini setara 30,10% dari Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih di dalam batas yang ditetapkan yakni 60% dari PDB.
Posisi utang di awal tahun meningkat sekira Rp80 triliun dari posisi Desember 2018 sebesar Rp4.418,30 triliun. Juga meningkat dibanding posisi Januari 2018 yang sebesar Rp3.958,6 triliun.
Baca Juga: Utang Pemerintah Naik Lagi Capai Rp4.498 Triliun, Ini Rinciannya
Terkait hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan menegaskan bahwa utang tersebut merupakan bukan yang tidak produktif.
&quot;Indonesia ini utangnya produktif, seperti proyek pembangunan light rail transit (LRT), Jabodebek. Maka itu, tidak ada satu pun utang kita tidak produktif,&quot; ujarnya di Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Baca Juga: Sri Mulyani: Utang Semakin Jadi Pembahasan Jelang Pemilu
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, peningkatan utang ini didorong adanya penerbitan surat utang global secara signifikan sebagai bentuk antisipasi kondisi perekenomian.
&quot;Ini disebabkan akhir tahun lalu dinamika volatilitas tinggi dan di Januari kita ambil langkah terbitkan surat utang global secara signifikan untuk antisipasi keseluruhan tahun 2019,&quot; kata dia dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan posisi utang pemerintah pada Januari 2019 sebesar Rp4.498,65 triliun. Angka ini setara 30,10% dari Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih di dalam batas yang ditetapkan yakni 60% dari PDB.
Posisi utang di awal tahun meningkat sekira Rp80 triliun dari posisi Desember 2018 sebesar Rp4.418,30 triliun. Juga meningkat dibanding posisi Januari 2018 yang sebesar Rp3.958,6 triliun.
Baca Juga: Utang Pemerintah Naik Lagi Capai Rp4.498 Triliun, Ini Rinciannya
Terkait hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan menegaskan bahwa utang tersebut merupakan bukan yang tidak produktif.
&quot;Indonesia ini utangnya produktif, seperti proyek pembangunan light rail transit (LRT), Jabodebek. Maka itu, tidak ada satu pun utang kita tidak produktif,&quot; ujarnya di Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Baca Juga: Sri Mulyani: Utang Semakin Jadi Pembahasan Jelang Pemilu
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, peningkatan utang ini didorong adanya penerbitan surat utang global secara signifikan sebagai bentuk antisipasi kondisi perekenomian.
&quot;Ini disebabkan akhir tahun lalu dinamika volatilitas tinggi dan di Januari kita ambil langkah terbitkan surat utang global secara signifikan untuk antisipasi keseluruhan tahun 2019,&quot; kata dia dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu.</content:encoded></item></channel></rss>
