<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sst..Menteri Rini Intip Toilet Wanita di Bandara NYIA Kulonprogo</title><description>Di gedung terminal Bandara NYIA, Rini menyempatkan mengecek ruang toilet wanita.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/21/320/2021253/sst-menteri-rini-intip-toilet-wanita-di-bandara-nyia-kulonprogo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/21/320/2021253/sst-menteri-rini-intip-toilet-wanita-di-bandara-nyia-kulonprogo"/><item><title>Sst..Menteri Rini Intip Toilet Wanita di Bandara NYIA Kulonprogo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/21/320/2021253/sst-menteri-rini-intip-toilet-wanita-di-bandara-nyia-kulonprogo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/21/320/2021253/sst-menteri-rini-intip-toilet-wanita-di-bandara-nyia-kulonprogo</guid><pubDate>Kamis 21 Februari 2019 21:07 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/21/320/2021253/sst-menteri-rini-intip-toilet-wanita-di-bandara-nyia-kulonprogo-ErdChQf5lh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Pembangunan Bandara Kulonprogo (Dok AP I)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/21/320/2021253/sst-menteri-rini-intip-toilet-wanita-di-bandara-nyia-kulonprogo-ErdChQf5lh.jpeg</image><title>Foto: Pembangunan Bandara Kulonprogo (Dok AP I)</title></images><description>KULONPROGO &amp;ndash; Ada hal unik dalam kunjungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno mengunjungi dan melihat progres pembangunan bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) di Kabupaten. Di gedung terminal, Rini menyempatkan mengecek ruang toilet wanita.

&amp;ldquo;Mumpung masih dibangun saya lihat toilet wanita dulu,&amp;rdquo; &amp;uuml;ngkap Rini saat melakukan kunjungan, Kamis (21/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jadi Bandara Terbesar Ketiga di RI, Menteri Rini: Kualitas NYIA Harus Baik
Bahkan Rini sempat menanyakan ada berapa jumlah toilet wanita kepada Project Manager Pembangunan Bandara NYIA Tauchid Purnomo Hadi yang banyak memberikan paparan.

&amp;ldquo;Ini ada berapa toilet untuk wanita,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Dirut PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan masih mengejar target pembangunan agar bisa dioperasionalkan pada blan April. Saat ini progres pembangunan masih sesuai target. Bahkan melampaui. Namun untuk memastikan kapan akan dioperasionalkan, masih menunggu hasil verifikasi dari Kementerian Perhubungan.

&amp;ldquo;Sesuai rencana April akan dioperasionalkan, mudah-mudahan awal April bisa,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menanti Pengoperasian Bandara Kulonprogo
Agar bisa dioperasionalkan, natinya dari sisi airside harus tuntas 100%. Termasuk pembangunan runway sepanjang 3.250 meter. Dalam tahap awal, diharapkan bisa untuk melayani penerbangan international. Sesuai rencana akan ada enam penerbangan international dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta yang akan dipindah ke sini.

&amp;ldquo;Kami harus optimis, April nanti bisa untuk parking stand 23 pesawat,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain melihat progres pembangunan terminal, Rini juga melihat pembangunan masjid yang da di sisi utara terminal. Secara simbolis,  Rini juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada masyarakat terdampak pembangunan bandara. Bahkan melihat proses pendidikan kilat (diklat) sebagai bagian proses CSR untuk menyiapkan tenaga keja terdampak.

&amp;ldquo;Mereka yang dilatih ini adalah warga yang terdampak bandara agar bisa bekerja,&amp;rdquo; jelas  Koordinator Help desk Proyek Bandara NYIA Rismantori.


</description><content:encoded>KULONPROGO &amp;ndash; Ada hal unik dalam kunjungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno mengunjungi dan melihat progres pembangunan bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) di Kabupaten. Di gedung terminal, Rini menyempatkan mengecek ruang toilet wanita.

&amp;ldquo;Mumpung masih dibangun saya lihat toilet wanita dulu,&amp;rdquo; &amp;uuml;ngkap Rini saat melakukan kunjungan, Kamis (21/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Jadi Bandara Terbesar Ketiga di RI, Menteri Rini: Kualitas NYIA Harus Baik
Bahkan Rini sempat menanyakan ada berapa jumlah toilet wanita kepada Project Manager Pembangunan Bandara NYIA Tauchid Purnomo Hadi yang banyak memberikan paparan.

&amp;ldquo;Ini ada berapa toilet untuk wanita,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Dirut PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan masih mengejar target pembangunan agar bisa dioperasionalkan pada blan April. Saat ini progres pembangunan masih sesuai target. Bahkan melampaui. Namun untuk memastikan kapan akan dioperasionalkan, masih menunggu hasil verifikasi dari Kementerian Perhubungan.

&amp;ldquo;Sesuai rencana April akan dioperasionalkan, mudah-mudahan awal April bisa,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menanti Pengoperasian Bandara Kulonprogo
Agar bisa dioperasionalkan, natinya dari sisi airside harus tuntas 100%. Termasuk pembangunan runway sepanjang 3.250 meter. Dalam tahap awal, diharapkan bisa untuk melayani penerbangan international. Sesuai rencana akan ada enam penerbangan international dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta yang akan dipindah ke sini.

&amp;ldquo;Kami harus optimis, April nanti bisa untuk parking stand 23 pesawat,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain melihat progres pembangunan terminal, Rini juga melihat pembangunan masjid yang da di sisi utara terminal. Secara simbolis,  Rini juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada masyarakat terdampak pembangunan bandara. Bahkan melihat proses pendidikan kilat (diklat) sebagai bagian proses CSR untuk menyiapkan tenaga keja terdampak.

&amp;ldquo;Mereka yang dilatih ini adalah warga yang terdampak bandara agar bisa bekerja,&amp;rdquo; jelas  Koordinator Help desk Proyek Bandara NYIA Rismantori.


</content:encoded></item></channel></rss>
