<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspansi ke Bisnis Tambang, Siwani Makmur Kaji Rights Issue</title><description>PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) akan melakukan rights issue untuk usaha pertambangan itu pada Maret 2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/278/2021399/ekspansi-ke-bisnis-tambang-siwani-makmur-kaji-rights-issue</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/278/2021399/ekspansi-ke-bisnis-tambang-siwani-makmur-kaji-rights-issue"/><item><title>Ekspansi ke Bisnis Tambang, Siwani Makmur Kaji Rights Issue</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/278/2021399/ekspansi-ke-bisnis-tambang-siwani-makmur-kaji-rights-issue</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/278/2021399/ekspansi-ke-bisnis-tambang-siwani-makmur-kaji-rights-issue</guid><pubDate>Jum'at 22 Februari 2019 11:29 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/22/278/2021399/ekspansi-ke-bisnis-tambang-siwani-makmur-kaji-rights-issue-Tkzp9PeyCY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/22/278/2021399/ekspansi-ke-bisnis-tambang-siwani-makmur-kaji-rights-issue-Tkzp9PeyCY.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Di balik melesatnya perdagangan saham PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) hingga berujung pada penghentian sementara perdagangan saham atau suspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), rupanya emiten produsen kemasan ini tengah mempersiapkan rencana pengembangan bisnis di sektor pertambangan.
President Direktur Siwani Makmur Ifiandiz Nazsir menjelaskan, perseroan berencana melakukan aksi korporasi dengan mengembangkan usaha ke bidang usaha pertambangan. Rencananya, perseroan akan melakukan rights issue untuk usaha pertambangan itu pada Maret 2019.
Terkait dengan rencana dan dana yang disiapkan untuk pengembangan bidang usaha pertambangan, Ifiandiz belum dapat menjelaskan lebih lanjut.
&amp;ldquo;Kami masih terikat non disclosure agreement. Jadi kami belum bisa memberikan keterangan pada bulan ini. Nanti bulan Maret kami akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana ini,&quot; ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, di Jakarta, Jumat (22/2/2019).
Baca Juga: Bergerak Liar, BEI Awasi Saham Marga Abhinaya Abadi
Sebelumnya, perseroan sempat menyampaikan rencana menjajaki pengembangan usaha di sektor properti dan pertambangan pada pertengahan tahun lalu. Rencana ini dilakukan setelah SIMA memutuskan menyetop produksi percetakan dan pembuatan kemasan fleksibel.
Sepanjang tahun 2018 kemarin, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,07 miliar, turun 18,09% secara year on year. Perseroan mengalami rugi bersih Rp242,37 juta pada 2018, dari tahun sebelumnya mencatatkan laba Rp161,97 juta.
Pada 2018, perseroan memiliki jumlah aset sebesar Rp86,10 milair, turun 0,12 dari tahun sebelumnya sebesar Rp86,20 miliar. Adapun, perseroan liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp57,94 miliar dan 28,16 miliar.
Lebih lanjut, Ifiandiz menjelaskan perseroan melakukan kerja sama dengan PT De Petrolium International yang berlokasi di Dumai dari tahun 2017 dengan kontrak kerja sebesar Rp3 miliar. Kerja sama ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan mesin PT De Petrolium International.
Kerja sama dengan nilai serupa diperpanjang pada tahun 2018. Lebih lanjut, pada tahun ini, perseroan kembali melakukan kerja sama untuk perawatan dan perbaikan mesin dengan kontrak kerja yang baru.
Baca Juga: Pergerakan Tak Wajar, BEI Awasi Saham Siwani Makmur
Sementara Corporate Secretary PT Siwani Makmur Tbk Yudhi Surjadjaja mengatakan, public expose insidentil diselenggara sesuai dengan permintaan Bursa Efek Indonesia, setelah sahamnya terkena suspensi karena melonjak hingga 300%. Terkait kenaikan harga saham, perseroan menyerahkan kepada mekanisme pasar.
&quot;Tentang kenaikan ini, kami tidak tahu, karena segala saham apapun kami serahkan ke mekanisme pasar,&quot;ungkapnya.
Sebagai informasi, perdagangan saham SIMA disuspensi BEI pada tanggal 18 Februari 2019 kemarin, lantaran terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran atau melesat hingga 334% secara tahunan. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan pernah bilang, penghentian sementara perdagangan saham SIMA dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham SIMA.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Di balik melesatnya perdagangan saham PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) hingga berujung pada penghentian sementara perdagangan saham atau suspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), rupanya emiten produsen kemasan ini tengah mempersiapkan rencana pengembangan bisnis di sektor pertambangan.
President Direktur Siwani Makmur Ifiandiz Nazsir menjelaskan, perseroan berencana melakukan aksi korporasi dengan mengembangkan usaha ke bidang usaha pertambangan. Rencananya, perseroan akan melakukan rights issue untuk usaha pertambangan itu pada Maret 2019.
Terkait dengan rencana dan dana yang disiapkan untuk pengembangan bidang usaha pertambangan, Ifiandiz belum dapat menjelaskan lebih lanjut.
&amp;ldquo;Kami masih terikat non disclosure agreement. Jadi kami belum bisa memberikan keterangan pada bulan ini. Nanti bulan Maret kami akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana ini,&quot; ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, di Jakarta, Jumat (22/2/2019).
Baca Juga: Bergerak Liar, BEI Awasi Saham Marga Abhinaya Abadi
Sebelumnya, perseroan sempat menyampaikan rencana menjajaki pengembangan usaha di sektor properti dan pertambangan pada pertengahan tahun lalu. Rencana ini dilakukan setelah SIMA memutuskan menyetop produksi percetakan dan pembuatan kemasan fleksibel.
Sepanjang tahun 2018 kemarin, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,07 miliar, turun 18,09% secara year on year. Perseroan mengalami rugi bersih Rp242,37 juta pada 2018, dari tahun sebelumnya mencatatkan laba Rp161,97 juta.
Pada 2018, perseroan memiliki jumlah aset sebesar Rp86,10 milair, turun 0,12 dari tahun sebelumnya sebesar Rp86,20 miliar. Adapun, perseroan liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp57,94 miliar dan 28,16 miliar.
Lebih lanjut, Ifiandiz menjelaskan perseroan melakukan kerja sama dengan PT De Petrolium International yang berlokasi di Dumai dari tahun 2017 dengan kontrak kerja sebesar Rp3 miliar. Kerja sama ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan mesin PT De Petrolium International.
Kerja sama dengan nilai serupa diperpanjang pada tahun 2018. Lebih lanjut, pada tahun ini, perseroan kembali melakukan kerja sama untuk perawatan dan perbaikan mesin dengan kontrak kerja yang baru.
Baca Juga: Pergerakan Tak Wajar, BEI Awasi Saham Siwani Makmur
Sementara Corporate Secretary PT Siwani Makmur Tbk Yudhi Surjadjaja mengatakan, public expose insidentil diselenggara sesuai dengan permintaan Bursa Efek Indonesia, setelah sahamnya terkena suspensi karena melonjak hingga 300%. Terkait kenaikan harga saham, perseroan menyerahkan kepada mekanisme pasar.
&quot;Tentang kenaikan ini, kami tidak tahu, karena segala saham apapun kami serahkan ke mekanisme pasar,&quot;ungkapnya.
Sebagai informasi, perdagangan saham SIMA disuspensi BEI pada tanggal 18 Februari 2019 kemarin, lantaran terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran atau melesat hingga 334% secara tahunan. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan pernah bilang, penghentian sementara perdagangan saham SIMA dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham SIMA.</content:encoded></item></channel></rss>
