<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BBM Satu Harga Putar Roda Ekonomi Pulau Buru</title><description>Kementerian ESDM meresmikan BBM Satu Harga di wilayah Pulau Buru, Provinsi Maluku</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/320/2021539/bbm-satu-harga-putar-roda-ekonomi-pulau-buru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/320/2021539/bbm-satu-harga-putar-roda-ekonomi-pulau-buru"/><item><title>BBM Satu Harga Putar Roda Ekonomi Pulau Buru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/320/2021539/bbm-satu-harga-putar-roda-ekonomi-pulau-buru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/320/2021539/bbm-satu-harga-putar-roda-ekonomi-pulau-buru</guid><pubDate>Jum'at 22 Februari 2019 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Retno Tri Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/22/320/2021539/bbm-satu-harga-putar-roda-ekonomi-pulau-buru-QTxIHNBXMu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi BBM Satu Harga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/22/320/2021539/bbm-satu-harga-putar-roda-ekonomi-pulau-buru-QTxIHNBXMu.jpg</image><title>Ilustrasi BBM Satu Harga (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial meresmikan BBM Satu Harga di wilayah Pulau Buru, Provinsi Maluku.
Kini, masyarakat Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru dan sekitarnya mendapatkan BBM dengan harga yang jauh lebih murah, yaitu Rp6.450 per liter untuk jenis Premium dan Rp5.150 per liter untuk Solar.
Sebelumnya warga setempat yang mayoritas petani dan nelayan harus membeli BBM jenis Solar dengan harga sekitar Rp10.000 dan BBM Premium dengan harga sekitar Rp9.000.
Pemerintah sangat mengapresiasi kerja keras dan perjuangan PT Pertamina (persero) dalam merealisasikan BBM Satu Harga di daerah sulit seperti di Pulau Buru ini.
&quot;Upaya pemerataan energi melalui BBM Satu Harga merupakan usaha yang luar biasa pemerintah dan PT Pertamina (Persero) serta badan usaha pendamping agar mampu menggerakkan sektor-sektor ekonomi, termasuk di Buru yang masuk wilayah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), dan ini adalah BBM Satu Harga satu-satunya di Pulau Buru,&quot; kata Ego Syahrial dilansir dari laman Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/2/2019).
Baca Juga: Menteri ESDM: BBM Satu Harga Tumbuhkan Perekonomian Warga Malinau
Peresmian ini juga dihadiri oleh Kapolda Provinsi Maluku, Inspektur Jenderal Royke Lumowa, Bupati Kabupaten Buru, Bapak Ramly I. Umasugi, Ketua DRPD Kabupaten Buru, Bapak Iksan Tinggap, General Manager MOR VIII PT Pertamina (Persero), Iin Febrian, Kepala Camat Air Buaya, Bapak Karim Gailea dan beberapa pejabat Pemda setempat.
Kemudahan akses juga menjadi keberkahan lain bagi masyarakat Buru. Sebelum adanya BBM Satu Harga mereka mesti menempuh lebih dari 88 KM ke SPBU Namlea dan 60 Km ke APMS Lala Desa Waplau melalui jalur darat hanya demi mendapatkan BBM.
&quot;Ini mempermudah kehidupan perekonomian masyarakat sehingga lebih baik,&quot; ungkap Ego.
Baca Juga: Pertamina Tambah Penyalur BBM Satu Harga di Sulawesi
Ego menambahkan bahwa investasi BBM Satu Harga tersebut kecil, jika dibandingkan efek ganda ekonomi yang tercipta di suatu daerah jika mendapat pasokan BBM satu harga.
&quot;Kalau dilihat dari biaya sepertinya mahal, tapi efek ganda dengan adanya energi yang murah, akan memutar roda perekonomian lebih cepat, industri rakyat di sini akan tumbuh dan berkembang, dan tentunya PT. Pertamina tidak akan rugi dalam mendukung program Pemerintah ini,&amp;rdquo; simpul Ego.
Bupati Buru, Ramly I. Umasugi mengharapkan kehadiran BBM Satu Harga di daerahnya dapat membuat ekonomi daerah stabil dan meningkat.
&quot;Kehadiran BBM Satu Harga ini sangat-sangat membantu dua kecamatan, yaitu kecamatan Air Buaya dan Kecamatan Pena lise serta desa-desa pesisir di Buru Selatan, para nelayannya membeli BBM di sini dengan harga pasti&quot; ungkap Ramly.Ramly menambahkan dengan adanya dana desa, para petani bisa  memodernisasi peralatan pertanian dan peralatan tangkap ikan sehingga  bisa menaikan produksinya.
&quot;Dengan modernisasi alat pertanian dan alat tangkap sehingga  memerlukan BBM untuk operasionalnya, sehingga memicu pertumbuhan ekonomi  di sini&quot; katanya.
Penyediaan BBM di SPBU Kompak Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru yang  sudah beroperasi sejak 28 September 2018 ini dipasok dari Terminal BBM  Namlea sejauh kurang lebih 100 Km atau sekitar kurang lebih tiga jam  jalan darat dengan alokasi perbulan sekitar 60 Kiloliter (KL) untuk  Premium dan Solar sebanyak 20 KL. SPBU tersebut dan akan melayani  sekitar 2.825 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 11.299 jiwa.
Banyak tantangan yang dihadapi PT Pertamina (Persero) untuk  mewujudkan program BBM Satu Harga tersebut, seperti aksesibilitas dan  infrastruktur. Oleh karena itu, ia berharap dukungan stakeholders untuk  bersama-sama menyukseskan program ini.
Kuota volume BBM subsidi tahun 2019 untuk Kabupaten Buru sebesar  4.979 KL untuk Minyak Solar, 7.132 KL untuk Minyak Tanah. Sedangkan  kuota Volume BBM Penugasan Premium untuk Kabupaten Buru sebesar 9.097  KL.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial meresmikan BBM Satu Harga di wilayah Pulau Buru, Provinsi Maluku.
Kini, masyarakat Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru dan sekitarnya mendapatkan BBM dengan harga yang jauh lebih murah, yaitu Rp6.450 per liter untuk jenis Premium dan Rp5.150 per liter untuk Solar.
Sebelumnya warga setempat yang mayoritas petani dan nelayan harus membeli BBM jenis Solar dengan harga sekitar Rp10.000 dan BBM Premium dengan harga sekitar Rp9.000.
Pemerintah sangat mengapresiasi kerja keras dan perjuangan PT Pertamina (persero) dalam merealisasikan BBM Satu Harga di daerah sulit seperti di Pulau Buru ini.
&quot;Upaya pemerataan energi melalui BBM Satu Harga merupakan usaha yang luar biasa pemerintah dan PT Pertamina (Persero) serta badan usaha pendamping agar mampu menggerakkan sektor-sektor ekonomi, termasuk di Buru yang masuk wilayah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), dan ini adalah BBM Satu Harga satu-satunya di Pulau Buru,&quot; kata Ego Syahrial dilansir dari laman Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/2/2019).
Baca Juga: Menteri ESDM: BBM Satu Harga Tumbuhkan Perekonomian Warga Malinau
Peresmian ini juga dihadiri oleh Kapolda Provinsi Maluku, Inspektur Jenderal Royke Lumowa, Bupati Kabupaten Buru, Bapak Ramly I. Umasugi, Ketua DRPD Kabupaten Buru, Bapak Iksan Tinggap, General Manager MOR VIII PT Pertamina (Persero), Iin Febrian, Kepala Camat Air Buaya, Bapak Karim Gailea dan beberapa pejabat Pemda setempat.
Kemudahan akses juga menjadi keberkahan lain bagi masyarakat Buru. Sebelum adanya BBM Satu Harga mereka mesti menempuh lebih dari 88 KM ke SPBU Namlea dan 60 Km ke APMS Lala Desa Waplau melalui jalur darat hanya demi mendapatkan BBM.
&quot;Ini mempermudah kehidupan perekonomian masyarakat sehingga lebih baik,&quot; ungkap Ego.
Baca Juga: Pertamina Tambah Penyalur BBM Satu Harga di Sulawesi
Ego menambahkan bahwa investasi BBM Satu Harga tersebut kecil, jika dibandingkan efek ganda ekonomi yang tercipta di suatu daerah jika mendapat pasokan BBM satu harga.
&quot;Kalau dilihat dari biaya sepertinya mahal, tapi efek ganda dengan adanya energi yang murah, akan memutar roda perekonomian lebih cepat, industri rakyat di sini akan tumbuh dan berkembang, dan tentunya PT. Pertamina tidak akan rugi dalam mendukung program Pemerintah ini,&amp;rdquo; simpul Ego.
Bupati Buru, Ramly I. Umasugi mengharapkan kehadiran BBM Satu Harga di daerahnya dapat membuat ekonomi daerah stabil dan meningkat.
&quot;Kehadiran BBM Satu Harga ini sangat-sangat membantu dua kecamatan, yaitu kecamatan Air Buaya dan Kecamatan Pena lise serta desa-desa pesisir di Buru Selatan, para nelayannya membeli BBM di sini dengan harga pasti&quot; ungkap Ramly.Ramly menambahkan dengan adanya dana desa, para petani bisa  memodernisasi peralatan pertanian dan peralatan tangkap ikan sehingga  bisa menaikan produksinya.
&quot;Dengan modernisasi alat pertanian dan alat tangkap sehingga  memerlukan BBM untuk operasionalnya, sehingga memicu pertumbuhan ekonomi  di sini&quot; katanya.
Penyediaan BBM di SPBU Kompak Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru yang  sudah beroperasi sejak 28 September 2018 ini dipasok dari Terminal BBM  Namlea sejauh kurang lebih 100 Km atau sekitar kurang lebih tiga jam  jalan darat dengan alokasi perbulan sekitar 60 Kiloliter (KL) untuk  Premium dan Solar sebanyak 20 KL. SPBU tersebut dan akan melayani  sekitar 2.825 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 11.299 jiwa.
Banyak tantangan yang dihadapi PT Pertamina (Persero) untuk  mewujudkan program BBM Satu Harga tersebut, seperti aksesibilitas dan  infrastruktur. Oleh karena itu, ia berharap dukungan stakeholders untuk  bersama-sama menyukseskan program ini.
Kuota volume BBM subsidi tahun 2019 untuk Kabupaten Buru sebesar  4.979 KL untuk Minyak Solar, 7.132 KL untuk Minyak Tanah. Sedangkan  kuota Volume BBM Penugasan Premium untuk Kabupaten Buru sebesar 9.097  KL.</content:encoded></item></channel></rss>
