<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Arcandra: Penemuan Lapangan Baru Pangkas Defisit Migas</title><description>Penemuan lapangan migas baru yang telah diumumkan dinilai mampu memangkas defisit migas yang terjadi pada 2025.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/320/2021634/arcandra-penemuan-lapangan-baru-pangkas-defisit-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/320/2021634/arcandra-penemuan-lapangan-baru-pangkas-defisit-migas"/><item><title>   Arcandra: Penemuan Lapangan Baru Pangkas Defisit Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/320/2021634/arcandra-penemuan-lapangan-baru-pangkas-defisit-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/22/320/2021634/arcandra-penemuan-lapangan-baru-pangkas-defisit-migas</guid><pubDate>Jum'at 22 Februari 2019 19:25 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/22/320/2021634/arcandra-penemuan-lapangan-baru-pangkas-defisit-migas-TVZOVYTFWy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Wamen ESDM Arcandra Tahar (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/22/320/2021634/arcandra-penemuan-lapangan-baru-pangkas-defisit-migas-TVZOVYTFWy.jpg</image><title>Foto: Wamen ESDM Arcandra Tahar (Okezone)</title></images><description>PADANG - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Arcandra Tahar mengatakan penemuan akbar dari lapangan migas baru yang telah diumumkan dinilai mampu memangkas defisit migas yang terjadi pada 2025.

&quot;Oh tentu itu mampu memangkas dengan penemuan baru akhir-akhir ini. Namun mampu memangkas berapa persen ini masih kita hitung dan optimalkan kemampuan operasionalnya, &quot; kata Arcandra Tahar usai meresmikan Lampu Tenaga Surya di Universitas Andalas, Padang seperti dikutip Antaranews, Jumat (22/2/2019).

Dia menjelaskan bahwa setiap lapangan baru akan dimaksimalkan produksinya melalui kerja sama dengan operator yang sudah kontrak.
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit Migas Turun, Menko Darmin: Dampak Kebijakan B20
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM menyampaikan apresiasinya kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama Repsol atas penemuan giant discovery di Wilayah Kerja Sakakemang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan, yang ditandai dengan pelaksanaan pengeboran Sumur Kaliberau Dalam 2X (KBD2X) yang menemukan potensi cadangan mencapai 2 triliun kaki kubik (Tcf) gas.

&quot;Ini adalah (penemuan cadangan) yang kedua terbesar setelah di (Blok) Corridor. Semoga nanti di sekitar area ini ditemukan cadangan-cadangan baru, termasuk WK baru, South Sakakemang, yang berdekatan dengan Sakakemang. Semoga Repsol bisa beruntung juga mendapatkan cadangan yang lebih dari di Sakakemang,&quot; ujar Arcandra.
&amp;nbsp;Baca Juga: Disayangkan, Defisit Migas Tak Dibahas Dalam Debat Capres
Arcandra berharap, penemuan ini akan membangkitkan semangat eksplorasi di Indonesia ke depan, mengingat masih banyaknya basin di Indonesia yang belum dieksplorasi lebih lanjut. &quot;Ternyata Alhamdulillah kita menemukan lagi yang baru. Artinya apa? Potensinya masih ada. Selama kita bersungguh-sungguh menjalankan semua program eksplorasi, dan juga atas dukungan Pemerintah untuk mempermudah bisnis proses hulu migas di Indonesia, termasuk hadirnya sistem Gross Split,&quot; ungkap Arcandra.

Untuk diketahui, Repsol kembali berinvestasi di Indonesia dan menjadi KKKS sejak tahun 2009 dengan fokus pada aset-aset di wilayah timur Indonesia. Repsol kemudian mengambil Talisman pada tahun 2015. Saat ini Repsol mengelola empat wilayah kerja eksplorasi yaitu East Jabung, Sakakemang, South East Jambi, dan Andaman 3.
Sumur KBD2X mulai ditajak pada 20 Agustus 2018 dengan target  fractured basement reservoir. Jenis reservoir ini memiliki potensi  hidrokarbon yang menjanjikan, terutama di wilayah Sumatra Selatan. Hal  ini terbukti dengan penemuan-penemuan sebelumnya di wilayah kerja lain  seperti Lapangan Suban dan Sumpal, KKKS ConocoPhillips Indonesia.  Penemuan dari sumur KBD2X ini termasuk dalam lima penemuan terbesar di  dunia pada tahun 2018-2019 dan menjadi penemuan terbesar di Indonesia  selama dua dekade terakhir.

Pada kesempatan sebelumnya, Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf  mengatakan defisit migas pada tahun 2050 akan makin besar, yakni 3,82  juta BOPD minyak dan 24.398 MMSCFD gas.

Berdasarkan neraca sumber energi primer minyak dan gas bumi pada  2025,  akan ada defisit minyak sebesar 1,39 juta bph dan 2.837 juta  standar kaki kubik per hari (MMCFD) gas.

Nanang mengatakan ada beberapa langkah untuk meningkatkan produksi  dan menutup defisit pada 2025 dan 2050. Langkah tersebut di antaranya  adalah insentif untuk usaha-usaha eksplorasi sebagai antisipasi jangka  panjang, percepatan POD/POFD, secondary dan tertiary recovery project  (EOR), dan pencarian upside potential di mature field.</description><content:encoded>PADANG - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Arcandra Tahar mengatakan penemuan akbar dari lapangan migas baru yang telah diumumkan dinilai mampu memangkas defisit migas yang terjadi pada 2025.

&quot;Oh tentu itu mampu memangkas dengan penemuan baru akhir-akhir ini. Namun mampu memangkas berapa persen ini masih kita hitung dan optimalkan kemampuan operasionalnya, &quot; kata Arcandra Tahar usai meresmikan Lampu Tenaga Surya di Universitas Andalas, Padang seperti dikutip Antaranews, Jumat (22/2/2019).

Dia menjelaskan bahwa setiap lapangan baru akan dimaksimalkan produksinya melalui kerja sama dengan operator yang sudah kontrak.
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit Migas Turun, Menko Darmin: Dampak Kebijakan B20
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM menyampaikan apresiasinya kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama Repsol atas penemuan giant discovery di Wilayah Kerja Sakakemang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan, yang ditandai dengan pelaksanaan pengeboran Sumur Kaliberau Dalam 2X (KBD2X) yang menemukan potensi cadangan mencapai 2 triliun kaki kubik (Tcf) gas.

&quot;Ini adalah (penemuan cadangan) yang kedua terbesar setelah di (Blok) Corridor. Semoga nanti di sekitar area ini ditemukan cadangan-cadangan baru, termasuk WK baru, South Sakakemang, yang berdekatan dengan Sakakemang. Semoga Repsol bisa beruntung juga mendapatkan cadangan yang lebih dari di Sakakemang,&quot; ujar Arcandra.
&amp;nbsp;Baca Juga: Disayangkan, Defisit Migas Tak Dibahas Dalam Debat Capres
Arcandra berharap, penemuan ini akan membangkitkan semangat eksplorasi di Indonesia ke depan, mengingat masih banyaknya basin di Indonesia yang belum dieksplorasi lebih lanjut. &quot;Ternyata Alhamdulillah kita menemukan lagi yang baru. Artinya apa? Potensinya masih ada. Selama kita bersungguh-sungguh menjalankan semua program eksplorasi, dan juga atas dukungan Pemerintah untuk mempermudah bisnis proses hulu migas di Indonesia, termasuk hadirnya sistem Gross Split,&quot; ungkap Arcandra.

Untuk diketahui, Repsol kembali berinvestasi di Indonesia dan menjadi KKKS sejak tahun 2009 dengan fokus pada aset-aset di wilayah timur Indonesia. Repsol kemudian mengambil Talisman pada tahun 2015. Saat ini Repsol mengelola empat wilayah kerja eksplorasi yaitu East Jabung, Sakakemang, South East Jambi, dan Andaman 3.
Sumur KBD2X mulai ditajak pada 20 Agustus 2018 dengan target  fractured basement reservoir. Jenis reservoir ini memiliki potensi  hidrokarbon yang menjanjikan, terutama di wilayah Sumatra Selatan. Hal  ini terbukti dengan penemuan-penemuan sebelumnya di wilayah kerja lain  seperti Lapangan Suban dan Sumpal, KKKS ConocoPhillips Indonesia.  Penemuan dari sumur KBD2X ini termasuk dalam lima penemuan terbesar di  dunia pada tahun 2018-2019 dan menjadi penemuan terbesar di Indonesia  selama dua dekade terakhir.

Pada kesempatan sebelumnya, Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf  mengatakan defisit migas pada tahun 2050 akan makin besar, yakni 3,82  juta BOPD minyak dan 24.398 MMSCFD gas.

Berdasarkan neraca sumber energi primer minyak dan gas bumi pada  2025,  akan ada defisit minyak sebesar 1,39 juta bph dan 2.837 juta  standar kaki kubik per hari (MMCFD) gas.

Nanang mengatakan ada beberapa langkah untuk meningkatkan produksi  dan menutup defisit pada 2025 dan 2050. Langkah tersebut di antaranya  adalah insentif untuk usaha-usaha eksplorasi sebagai antisipasi jangka  panjang, percepatan POD/POFD, secondary dan tertiary recovery project  (EOR), dan pencarian upside potential di mature field.</content:encoded></item></channel></rss>
