<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Pergerakan IHSG Jelang Pemilu</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga saat ini masih terkonfirmasi berada dalam jalur uptrend jangka pendek maupun menengah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/25/278/2022402/begini-pergerakan-ihsg-jelang-pemilu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/25/278/2022402/begini-pergerakan-ihsg-jelang-pemilu"/><item><title>Begini Pergerakan IHSG Jelang Pemilu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/25/278/2022402/begini-pergerakan-ihsg-jelang-pemilu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/25/278/2022402/begini-pergerakan-ihsg-jelang-pemilu</guid><pubDate>Senin 25 Februari 2019 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/25/278/2022402/begini-pergerakan-ihsg-jelang-pemilu-mUS8pGwhzT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Pergerakan IHSG (Foto Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/25/278/2022402/begini-pergerakan-ihsg-jelang-pemilu-mUS8pGwhzT.jpg</image><title>Ilustrasi: Pergerakan IHSG (Foto Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga saat ini masih terkonfirmasi berada dalam jalur uptrend jangka pendek maupun menengah. Support level juga terlihat kuat terjaga di tengah fluktuasi harga komoditas yang masih terjadi.

Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, sentimen yang minim menjelang akhir bulan kedua pada awal tahun 2019 memberikan ruang terhadap IHSG untuk bergerak konsolidasi dalam jangka pendek dengan peluang kenaikan yang masih besar.

&amp;ldquo;Hari ini (Senin), Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi menguat,&amp;rdquo; ujar William di Jakarta, kemarin.
&amp;nbsp;Baca Juga: IHSG Dibuka Rebound ke 6.527
Sementara itu, Analis PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko menuturkan, pada perdagangan sepan jang pekan ini laju IHSG diperkirakan akan terkatrol aksi beli menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Karena itu, laju IHSG pada perdagangan pekan ini tidak akan mengalami kontinuasi penurunan lebih lanjut ke level 6.350.

&amp;ldquo;Kami melihat, pelaku pasar mulai mengakumulasi pembelian menjelang pemilu (pemilihan umum) 17 April 2019 sehingga penurunan level di bawah 6.410 tidak berlangsung lama,&amp;rdquo; kata dia.

Secara teknikal, penutupan IHSG di atas level 6.410 merupakan sinyal bahwa risiko penurunan ke level 6.350 mau pun 6.200 menjadi hilang untuk sementara waktu.

IHSG berpotensi menguji resistant minor atas di kisaran level 6.550-6.580. Rentang indeks itu merupakan level tertinggi yang bakal dicapai IHSG pada 2019. Dengan demikian, adanya peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG di perdagangan pekan ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham di antaranya ASII, PTBA, BBTN, dan BBNI.

Sementara itu, pada periode 18 hing ga 22 Februari 2019, pasar ditutup positif dengan menunjukkan data IHSG me ningkat sebesar 1,76% ke level 6.501,38 dari 6.389,09 pada penutupan pekan sebelumnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat ke 6.520, Cermati Saham Ini
Seiring dengan kenaikan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan sebesar 1,76% menjadi sebesar Rp7.392,35 triliun dari Rp7.264,29 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hani Ahadiyani mengungkapkan, untuk rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami peningkatan sebesar 5,18% menjadi Rp9,63 triliun dari Rp9,16 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.
Kemudian untuk rata-rata volume transaksi harian BEI juga mengalami  peningkatan sebesar 0,03% menjadi 14,22 miliar unit saham dari 14,21  miliar unit saham dari pekan sebelumnya. &amp;ldquo;Hanya rata-rata frekuensi  transaksi harian BEI yang mengalami perubahan sebesar 4,40% menjadi  444.470 kali transaksi dari 464.930 kali transaksi dari pekan lalu,&amp;rdquo;  ungkap dia.

Adapun selama sepekan kemarin, investor asing mencatatkan jual bersih  sebesar Rp79 miliar dan sampai pekan ak hir Februari 2019 investor  asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp10,88 triliun.

Sebagai catatan, pembukaan perdagangan BEI pada akhir pekan kemarin  dibuka oleh PT Bank Bukopin dalam &amp;lsquo;Peningkatan Inklusi Pasar Modal untuk  Karyawan Bukopin melalui Pelaksanaan Program Sekolah Pasar Modal dan  Forum Investor&amp;rsquo;, Jumat (22/2).

Di sisi lain, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang  tahun 2019 adalah 13 emisi dari 10 perusahaan tercatat senilai Rp11,44  triliun. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang  tercatat di BEI berjumlah 390 emisi dengan nilai nominal outstanding  sebesar Rp420,91 triliun dan USD47,5 juta diterbitkan oleh 117  perusahaan tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 100 seri dengan  nilai nominal Rp2.454,83 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset  (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp9,55 triliun. (Kunthi Fahmar Sandy)
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga saat ini masih terkonfirmasi berada dalam jalur uptrend jangka pendek maupun menengah. Support level juga terlihat kuat terjaga di tengah fluktuasi harga komoditas yang masih terjadi.

Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, sentimen yang minim menjelang akhir bulan kedua pada awal tahun 2019 memberikan ruang terhadap IHSG untuk bergerak konsolidasi dalam jangka pendek dengan peluang kenaikan yang masih besar.

&amp;ldquo;Hari ini (Senin), Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi menguat,&amp;rdquo; ujar William di Jakarta, kemarin.
&amp;nbsp;Baca Juga: IHSG Dibuka Rebound ke 6.527
Sementara itu, Analis PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko menuturkan, pada perdagangan sepan jang pekan ini laju IHSG diperkirakan akan terkatrol aksi beli menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Karena itu, laju IHSG pada perdagangan pekan ini tidak akan mengalami kontinuasi penurunan lebih lanjut ke level 6.350.

&amp;ldquo;Kami melihat, pelaku pasar mulai mengakumulasi pembelian menjelang pemilu (pemilihan umum) 17 April 2019 sehingga penurunan level di bawah 6.410 tidak berlangsung lama,&amp;rdquo; kata dia.

Secara teknikal, penutupan IHSG di atas level 6.410 merupakan sinyal bahwa risiko penurunan ke level 6.350 mau pun 6.200 menjadi hilang untuk sementara waktu.

IHSG berpotensi menguji resistant minor atas di kisaran level 6.550-6.580. Rentang indeks itu merupakan level tertinggi yang bakal dicapai IHSG pada 2019. Dengan demikian, adanya peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG di perdagangan pekan ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham di antaranya ASII, PTBA, BBTN, dan BBNI.

Sementara itu, pada periode 18 hing ga 22 Februari 2019, pasar ditutup positif dengan menunjukkan data IHSG me ningkat sebesar 1,76% ke level 6.501,38 dari 6.389,09 pada penutupan pekan sebelumnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat ke 6.520, Cermati Saham Ini
Seiring dengan kenaikan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan sebesar 1,76% menjadi sebesar Rp7.392,35 triliun dari Rp7.264,29 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hani Ahadiyani mengungkapkan, untuk rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami peningkatan sebesar 5,18% menjadi Rp9,63 triliun dari Rp9,16 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.
Kemudian untuk rata-rata volume transaksi harian BEI juga mengalami  peningkatan sebesar 0,03% menjadi 14,22 miliar unit saham dari 14,21  miliar unit saham dari pekan sebelumnya. &amp;ldquo;Hanya rata-rata frekuensi  transaksi harian BEI yang mengalami perubahan sebesar 4,40% menjadi  444.470 kali transaksi dari 464.930 kali transaksi dari pekan lalu,&amp;rdquo;  ungkap dia.

Adapun selama sepekan kemarin, investor asing mencatatkan jual bersih  sebesar Rp79 miliar dan sampai pekan ak hir Februari 2019 investor  asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp10,88 triliun.

Sebagai catatan, pembukaan perdagangan BEI pada akhir pekan kemarin  dibuka oleh PT Bank Bukopin dalam &amp;lsquo;Peningkatan Inklusi Pasar Modal untuk  Karyawan Bukopin melalui Pelaksanaan Program Sekolah Pasar Modal dan  Forum Investor&amp;rsquo;, Jumat (22/2).

Di sisi lain, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang  tahun 2019 adalah 13 emisi dari 10 perusahaan tercatat senilai Rp11,44  triliun. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang  tercatat di BEI berjumlah 390 emisi dengan nilai nominal outstanding  sebesar Rp420,91 triliun dan USD47,5 juta diterbitkan oleh 117  perusahaan tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 100 seri dengan  nilai nominal Rp2.454,83 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset  (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp9,55 triliun. (Kunthi Fahmar Sandy)
</content:encoded></item></channel></rss>
