<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Apple Kian Tenggelam, Perusahaan China Jadi Paling Inovatif</title><description>Peringkat Apple Inc sebagai perusahaan paling inovatif di dunia menurun drastis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/25/320/2022385/apple-kian-tenggelam-perusahaan-china-jadi-paling-inovatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/25/320/2022385/apple-kian-tenggelam-perusahaan-china-jadi-paling-inovatif"/><item><title>   Apple Kian Tenggelam, Perusahaan China Jadi Paling Inovatif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/25/320/2022385/apple-kian-tenggelam-perusahaan-china-jadi-paling-inovatif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/25/320/2022385/apple-kian-tenggelam-perusahaan-china-jadi-paling-inovatif</guid><pubDate>Senin 25 Februari 2019 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/25/320/2022385/apple-kian-tenggelam-perusahaan-china-jadi-paling-inovatif-GTJXNVuvHS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Apple Kian Tenggelam (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/25/320/2022385/apple-kian-tenggelam-perusahaan-china-jadi-paling-inovatif-GTJXNVuvHS.jpg</image><title>Foto: Apple Kian Tenggelam (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Peringkat Apple Inc sebagai perusahaan paling inovatif di dunia menurun drastis. Perusahaan raksasa teknologi raksasa itu jatuh 16 posisi dari posisi 1 tahun lalu ke posisi 17 tahun ini dalam daftar perusahaan paling inovatif di dunia versi majalah Fast Company.

&amp;ldquo;Apple tidak mampu menciptakan inovasi baru yang berdampak luas setahun terakhir. Di sisi lain, penjualan perangkat keras sedang melesu,&amp;rdquo; ujar redaktur senior Fast Company, Amy Farley, dikutip cnbc.com. &amp;ldquo;Tapi, Apple unggul dalam pengembangan dan pembuatan prosesor,&amp;rdquo; tambahnya.

Menurut Farley, Apple berhasil menciptakan prosesor yang mampu beroperasi dalam aktivitas data yang sangat intensif seperti kecerdasan buatan (AI), augmented reality (AR), dan fotografi tingkat tinggi. Inovasi tersebut menjadi salah satu aset Apple yang sangat berharga di pasar elektronik.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bukan Apple, Ini 10 Perusahaan Paling Inovatif di Dunia
Pada tahun ini, Apple tersingkir oleh perusahaan China Meituan Dianping yang menduduki posisi puncak untuk pertama kali di Fast Company. Meituan Dianping merupakan perusahaan pembuat aplikasi mobile untuk layanan pemesanan kamar hotel, tiket bioskop, hingga pengantaran makanan.

Pada separuh tahun 2018, Meituan Dianping dilaporkan memfasilitasi 27,7 miliar transaksi senilai USD33,8 miliar untuk melayani 350 juta orang. Posisi kedua dalam daftar perusahaan paling inovatif di dunia 2019 diduduki Grab. Perusahaan yang berbasis di Singapura itu berhasil memperoleh pendapatan USD1 miliar pada 2018.

Fast Company juga memuji National Basketball Association (NBA) yang memecahkan rekor baru jumlah penonton dan pertumbuhan pelanggan streaming sebesar 3%. NBA bercokol di posisi ketiga dengan kenaikan pendapatan sebesar 25% setelah game NBA 2K masuk e-sport.

&amp;ldquo;NBA sangat cerdas dan cepat untuk menggandeng e-sport,&amp;rdquo; kata Farley. &amp;ldquo;Orang-orang di AS dan di seluruh dunia yang tidak pernah menonton NBA akan menjadi tertarik, bukan hanya dengan NBA, tapi juga klub NBA dan para pemainnya. Mereka akan merasa dekat,&amp;rdquo; papar Farley.

Berbicara tentang persaingan di bisnis streaming, The Walt Disney Company tidak terkalahkan, bahkan oleh Netflix. Walt Disney berencana menawarkan konten asli dan perpustakaan film Disney serta TV show terkenal di AS. Farley menyambut baik ide itu.

Stitch Fix yang berada di posisi 5 disebut sebagai perusahaan analisis data yang menyamarkannya dalam layanan penjualan busana. Stitch Fix mengirimkan penjahit kepada klien mereka. Hal itu diyakini untuk mengetahui tren masa kini, kegemaran setiap konsumen, dan keakraban.
&amp;nbsp;Baca Juga: Daftar 10 Perusahaan Terkaya di Amerika Serikat, Siapa Saja?
Perusahaan yang didirikan pada 2017 itu menghasilkan USD1,2 miliar pada 2018 dengan pendapatan kuartal pertama awal tahun ini sekitar USD466 juta. Namun, saham Stitch Fix tidak stabil. Sahamnya sempat jatuh pada Desember 2018 setelah pertumbuhannya lambat.

Apple mengambil langkah tidak biasa dengan memangkas perkiraan penjualan pada kuartal pertama 2019. Ini merupakan imbas dari tergerusnya nilai pasar Apple dalam tiga bulan terakhir. Pada Oktober-Desember 2018 nilai pasar Apple anjlok 38% atau USD445,25 miliar atau setara Rp6.456 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS/USD).
Sebelumnya pada awal Oktober lalu, nilai pasar perusahaan yang  didirikan Steve Jobs itu mencapai rekor tertinggi, yakni USD1.120 miliar  (sekitar Rp16.240 triliun). Namun pada Kamis (4/1) nilai pasar Apple  turun menjadi USD674,75 miliar.

Kendati turun signifikan, nilai pasar Apple masih dua kali lebih  besar dibandingkan nilai pasar perusahaan yang sudah berdiri lebih lama  seperti Wells Fargo. Kapitalisasi pasar Apple juga tiga kali lebih besar  dibanding kapitalisasi McDonalds dan lima kali lebih besar ketimbang  kapitalisasi Costco.

Revisi perkiraan laba Apple diakui oleh Chief Executive Apple Tim  Cook sebagai akibat dari melambatnya penjualan iPhone di China yang  perekonomiannya terdampak perang dagang dengan AS. Pernyataan Cook itu  menyebabkan saham Apple jatuh hanya dalam hitungan jam.

Para pemasok dilanda kecemasan karena menganggap produsen iPhone itu  sedang dilanda masalah serius di pasar global. Pendapatan Apple juga  jatuh pada kuartal keempat 2018. Hal ini menunjukkan perkembangan  ekonomi China memberikan dampak yang sangat tajam dan besar terhadap  perusahaan AS.

&amp;ldquo;Meski kami mengantisipasi beberapa tantangan di pasar utama yang  sedang berkembang, kami tidak sadar dengan guncangan deselerasi ekonomi  di China,&amp;rdquo; ujar Cook dalam surat kepada investor seperti dikutip  Reuters.

Apple saat ini berada dalam posisi sulit di China yang menjadi pasar  penjualan utamanya dan tempat produksi teraktif. Pasar China  berkontribusi sekitar 15% dari total penjualan Apple di seluruh dunia.

Sejak Chief Financial Officer Huawei Technologies Co Ltd Meng Wanzhou  ditangkap di Kanada pada akhir tahun lalu atas permintaan AS, sentimen  negatif muncul dari konsumen China. Mereka mulai menjauh dari produk  Apple.

Bahkan, sebelum itu, Apple secara bertahap mengalami penurunan jumlah  penjualan mengingat produk Huawei lebih diminati di China. Cook  menegaskan kepada CNBC bahwa produk Apple tidak didiskriminasi oleh  Pemerintah China dan mendapat ruang kebebasan yang sama dengan para  pesaingnya.

Namun masyarakat China tidak memiliki keinginan yang tinggi untuk  membeli iPhone karena dianggap terlalu identik dengan AS yang terkenal  agresif. &amp;ldquo;Ketegangan hubungan dagang antara China dan AS membuat kami  semakin tergencet,&amp;rdquo; kata Cook.

Menurut para ahli, harga produk Apple pun tiga kali lebih mahal  daripada produk lain. &amp;ldquo;Saya pikir Apple perlu melakukan penyesuaian  harga,&amp;rdquo; ujar Kiranjeet Kaur dari firma riset IDC. Pasar smartphone di  China mengalami penurunan tajam.

Selain Apple, pesaingnya dari Korea Selatan, Samsung Electronics Co  Ltd, juga mengalami hal yang sama di China. Pertumbuhan performa  penjualan kedua raja smartphone itu kalah jauh dari perusahaan lokal  China seperti Huawei, Oppo, dan Lenovo.

Samsung menyatakan pada Desember tahun lalu akan menutup operasi satu  pabrik telepon genggam mereka di Tianjin, China, setelah pangsa  pasarnya jatuh menjadi 1% pada kuartal pertama 2018 dari 15% pada  pertengahan 2013.

&amp;ldquo;Keputusan sulit ini kami keluarkan untuk mengefisienkan fasilitas  produksi,&amp;rdquo; ungkap pernyataan resmi Samsung. Dalam suratnya kepada  investor, Apple menurunkan perkiraan penjualan menjadi USD84 miliar pada  kuartal pertama tahun ini dari sebelumnya USD89 miliar-93 miliar.

Pesimisme baru kali ini ditunjukkan Apple sejak merilis iPhone pada   2007. Saham Apple tergelincir sebesar 7,7% dalam hitungan jam hingga   membuat nilai perusahaan jatuh di bawah USD700 miliar. Langkah yang   diambil Apple bukanlah berita yang mengejutkan.

Pada November tahun lalu, firma Cupertino menyatakan akan berhenti   memublikasikan data unit penjualan iPhone dan perangkat keras lainnya.   Hal tersebut menyebabkan para pengamat mencurigai penjualan iPhone akan   segera jatuh dalam waktu dekat.

Kecemasan juga melanda beberapa pabrik komponen smartphone. Kondisi   itu kian membuat para pengamat pesimistis dengan prospek bisnis iPhone.   Pada November 2018, Cook mengeluarkan pernyataan bahwa pertumbuhan   penjualan di pasar yang sedang berkembang seperti Brasil, India, dan   Rusia juga melambat signifikan

Kendati demikian Cook masih percaya diri dan optimistis akan meraih   kesuksesan di China. Hal itu disampaikan Cook saat perang dagang AS dan   China belum berdampak besar. Penurunan prediksi penjualan iPhone   menunjukkan perusahaan multinasional besar sekelas Apple dapat terjatuh   akibat melambatnya ekonomi China.

Perusahaan automotif seperti Ford Motor Co, Hyundai Motor Co, dan   Nissan Motor Co Ltd juga sebelumnya menyatakan berencana memangkas   jumlah produksi di China. Apple terancam mengalami kondisi yang lebih   buruk karena harga premium yang saat ini ditetapkan dapat memperburuk   bisnis iPhone di China.

&amp;ldquo;Bagaimana prospek masa depan Apple dalam jangka panjang di China   jika strategi harga ini masih diterapkan?&amp;rdquo; kata pengamat James Cordwell   dari Atlantic Equities. Pada kuartal keempat tahun lalu yang berakhir  29  September, penjualan unit iPhone berlangsung datar dan hanya meraup   pendapatan sekitar USD166,7 miliar.

Kepala ekonom di Capital Investment Counsel Hal Eddins mengatakan,   sebagai salah satu pemilik saham Apple, pihaknya merasa pesimistis atas   apa yang disampaikan Tim Cook mengenai perang dagang antara AS dan   China.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump menegaskan tetap teguh dengan   kebijakannya terhadap China. Dia menyatakan tidak khawatir dengan   menurunnya harga saham Apple dan prediksi pendapatan perusahaan itu.

&amp;ldquo;Apple sudah sukses dan merupakan perusahaan besar. Mereka akan   baik-baik saja. Tim Cook dan para karyawannya bisa meningkatkan produksi   di negeri sendiri (AS),&amp;rdquo; ujar Trump. (Muh Shamil)</description><content:encoded>NEW YORK - Peringkat Apple Inc sebagai perusahaan paling inovatif di dunia menurun drastis. Perusahaan raksasa teknologi raksasa itu jatuh 16 posisi dari posisi 1 tahun lalu ke posisi 17 tahun ini dalam daftar perusahaan paling inovatif di dunia versi majalah Fast Company.

&amp;ldquo;Apple tidak mampu menciptakan inovasi baru yang berdampak luas setahun terakhir. Di sisi lain, penjualan perangkat keras sedang melesu,&amp;rdquo; ujar redaktur senior Fast Company, Amy Farley, dikutip cnbc.com. &amp;ldquo;Tapi, Apple unggul dalam pengembangan dan pembuatan prosesor,&amp;rdquo; tambahnya.

Menurut Farley, Apple berhasil menciptakan prosesor yang mampu beroperasi dalam aktivitas data yang sangat intensif seperti kecerdasan buatan (AI), augmented reality (AR), dan fotografi tingkat tinggi. Inovasi tersebut menjadi salah satu aset Apple yang sangat berharga di pasar elektronik.
&amp;nbsp;Baca Juga: Bukan Apple, Ini 10 Perusahaan Paling Inovatif di Dunia
Pada tahun ini, Apple tersingkir oleh perusahaan China Meituan Dianping yang menduduki posisi puncak untuk pertama kali di Fast Company. Meituan Dianping merupakan perusahaan pembuat aplikasi mobile untuk layanan pemesanan kamar hotel, tiket bioskop, hingga pengantaran makanan.

Pada separuh tahun 2018, Meituan Dianping dilaporkan memfasilitasi 27,7 miliar transaksi senilai USD33,8 miliar untuk melayani 350 juta orang. Posisi kedua dalam daftar perusahaan paling inovatif di dunia 2019 diduduki Grab. Perusahaan yang berbasis di Singapura itu berhasil memperoleh pendapatan USD1 miliar pada 2018.

Fast Company juga memuji National Basketball Association (NBA) yang memecahkan rekor baru jumlah penonton dan pertumbuhan pelanggan streaming sebesar 3%. NBA bercokol di posisi ketiga dengan kenaikan pendapatan sebesar 25% setelah game NBA 2K masuk e-sport.

&amp;ldquo;NBA sangat cerdas dan cepat untuk menggandeng e-sport,&amp;rdquo; kata Farley. &amp;ldquo;Orang-orang di AS dan di seluruh dunia yang tidak pernah menonton NBA akan menjadi tertarik, bukan hanya dengan NBA, tapi juga klub NBA dan para pemainnya. Mereka akan merasa dekat,&amp;rdquo; papar Farley.

Berbicara tentang persaingan di bisnis streaming, The Walt Disney Company tidak terkalahkan, bahkan oleh Netflix. Walt Disney berencana menawarkan konten asli dan perpustakaan film Disney serta TV show terkenal di AS. Farley menyambut baik ide itu.

Stitch Fix yang berada di posisi 5 disebut sebagai perusahaan analisis data yang menyamarkannya dalam layanan penjualan busana. Stitch Fix mengirimkan penjahit kepada klien mereka. Hal itu diyakini untuk mengetahui tren masa kini, kegemaran setiap konsumen, dan keakraban.
&amp;nbsp;Baca Juga: Daftar 10 Perusahaan Terkaya di Amerika Serikat, Siapa Saja?
Perusahaan yang didirikan pada 2017 itu menghasilkan USD1,2 miliar pada 2018 dengan pendapatan kuartal pertama awal tahun ini sekitar USD466 juta. Namun, saham Stitch Fix tidak stabil. Sahamnya sempat jatuh pada Desember 2018 setelah pertumbuhannya lambat.

Apple mengambil langkah tidak biasa dengan memangkas perkiraan penjualan pada kuartal pertama 2019. Ini merupakan imbas dari tergerusnya nilai pasar Apple dalam tiga bulan terakhir. Pada Oktober-Desember 2018 nilai pasar Apple anjlok 38% atau USD445,25 miliar atau setara Rp6.456 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS/USD).
Sebelumnya pada awal Oktober lalu, nilai pasar perusahaan yang  didirikan Steve Jobs itu mencapai rekor tertinggi, yakni USD1.120 miliar  (sekitar Rp16.240 triliun). Namun pada Kamis (4/1) nilai pasar Apple  turun menjadi USD674,75 miliar.

Kendati turun signifikan, nilai pasar Apple masih dua kali lebih  besar dibandingkan nilai pasar perusahaan yang sudah berdiri lebih lama  seperti Wells Fargo. Kapitalisasi pasar Apple juga tiga kali lebih besar  dibanding kapitalisasi McDonalds dan lima kali lebih besar ketimbang  kapitalisasi Costco.

Revisi perkiraan laba Apple diakui oleh Chief Executive Apple Tim  Cook sebagai akibat dari melambatnya penjualan iPhone di China yang  perekonomiannya terdampak perang dagang dengan AS. Pernyataan Cook itu  menyebabkan saham Apple jatuh hanya dalam hitungan jam.

Para pemasok dilanda kecemasan karena menganggap produsen iPhone itu  sedang dilanda masalah serius di pasar global. Pendapatan Apple juga  jatuh pada kuartal keempat 2018. Hal ini menunjukkan perkembangan  ekonomi China memberikan dampak yang sangat tajam dan besar terhadap  perusahaan AS.

&amp;ldquo;Meski kami mengantisipasi beberapa tantangan di pasar utama yang  sedang berkembang, kami tidak sadar dengan guncangan deselerasi ekonomi  di China,&amp;rdquo; ujar Cook dalam surat kepada investor seperti dikutip  Reuters.

Apple saat ini berada dalam posisi sulit di China yang menjadi pasar  penjualan utamanya dan tempat produksi teraktif. Pasar China  berkontribusi sekitar 15% dari total penjualan Apple di seluruh dunia.

Sejak Chief Financial Officer Huawei Technologies Co Ltd Meng Wanzhou  ditangkap di Kanada pada akhir tahun lalu atas permintaan AS, sentimen  negatif muncul dari konsumen China. Mereka mulai menjauh dari produk  Apple.

Bahkan, sebelum itu, Apple secara bertahap mengalami penurunan jumlah  penjualan mengingat produk Huawei lebih diminati di China. Cook  menegaskan kepada CNBC bahwa produk Apple tidak didiskriminasi oleh  Pemerintah China dan mendapat ruang kebebasan yang sama dengan para  pesaingnya.

Namun masyarakat China tidak memiliki keinginan yang tinggi untuk  membeli iPhone karena dianggap terlalu identik dengan AS yang terkenal  agresif. &amp;ldquo;Ketegangan hubungan dagang antara China dan AS membuat kami  semakin tergencet,&amp;rdquo; kata Cook.

Menurut para ahli, harga produk Apple pun tiga kali lebih mahal  daripada produk lain. &amp;ldquo;Saya pikir Apple perlu melakukan penyesuaian  harga,&amp;rdquo; ujar Kiranjeet Kaur dari firma riset IDC. Pasar smartphone di  China mengalami penurunan tajam.

Selain Apple, pesaingnya dari Korea Selatan, Samsung Electronics Co  Ltd, juga mengalami hal yang sama di China. Pertumbuhan performa  penjualan kedua raja smartphone itu kalah jauh dari perusahaan lokal  China seperti Huawei, Oppo, dan Lenovo.

Samsung menyatakan pada Desember tahun lalu akan menutup operasi satu  pabrik telepon genggam mereka di Tianjin, China, setelah pangsa  pasarnya jatuh menjadi 1% pada kuartal pertama 2018 dari 15% pada  pertengahan 2013.

&amp;ldquo;Keputusan sulit ini kami keluarkan untuk mengefisienkan fasilitas  produksi,&amp;rdquo; ungkap pernyataan resmi Samsung. Dalam suratnya kepada  investor, Apple menurunkan perkiraan penjualan menjadi USD84 miliar pada  kuartal pertama tahun ini dari sebelumnya USD89 miliar-93 miliar.

Pesimisme baru kali ini ditunjukkan Apple sejak merilis iPhone pada   2007. Saham Apple tergelincir sebesar 7,7% dalam hitungan jam hingga   membuat nilai perusahaan jatuh di bawah USD700 miliar. Langkah yang   diambil Apple bukanlah berita yang mengejutkan.

Pada November tahun lalu, firma Cupertino menyatakan akan berhenti   memublikasikan data unit penjualan iPhone dan perangkat keras lainnya.   Hal tersebut menyebabkan para pengamat mencurigai penjualan iPhone akan   segera jatuh dalam waktu dekat.

Kecemasan juga melanda beberapa pabrik komponen smartphone. Kondisi   itu kian membuat para pengamat pesimistis dengan prospek bisnis iPhone.   Pada November 2018, Cook mengeluarkan pernyataan bahwa pertumbuhan   penjualan di pasar yang sedang berkembang seperti Brasil, India, dan   Rusia juga melambat signifikan

Kendati demikian Cook masih percaya diri dan optimistis akan meraih   kesuksesan di China. Hal itu disampaikan Cook saat perang dagang AS dan   China belum berdampak besar. Penurunan prediksi penjualan iPhone   menunjukkan perusahaan multinasional besar sekelas Apple dapat terjatuh   akibat melambatnya ekonomi China.

Perusahaan automotif seperti Ford Motor Co, Hyundai Motor Co, dan   Nissan Motor Co Ltd juga sebelumnya menyatakan berencana memangkas   jumlah produksi di China. Apple terancam mengalami kondisi yang lebih   buruk karena harga premium yang saat ini ditetapkan dapat memperburuk   bisnis iPhone di China.

&amp;ldquo;Bagaimana prospek masa depan Apple dalam jangka panjang di China   jika strategi harga ini masih diterapkan?&amp;rdquo; kata pengamat James Cordwell   dari Atlantic Equities. Pada kuartal keempat tahun lalu yang berakhir  29  September, penjualan unit iPhone berlangsung datar dan hanya meraup   pendapatan sekitar USD166,7 miliar.

Kepala ekonom di Capital Investment Counsel Hal Eddins mengatakan,   sebagai salah satu pemilik saham Apple, pihaknya merasa pesimistis atas   apa yang disampaikan Tim Cook mengenai perang dagang antara AS dan   China.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump menegaskan tetap teguh dengan   kebijakannya terhadap China. Dia menyatakan tidak khawatir dengan   menurunnya harga saham Apple dan prediksi pendapatan perusahaan itu.

&amp;ldquo;Apple sudah sukses dan merupakan perusahaan besar. Mereka akan   baik-baik saja. Tim Cook dan para karyawannya bisa meningkatkan produksi   di negeri sendiri (AS),&amp;rdquo; ujar Trump. (Muh Shamil)</content:encoded></item></channel></rss>
