<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi Asing di Startup RI Capai Rp35 Triliun   </title><description>Investasi asing yang masuk pada startup di Indonesia mencapai USD2-2,5 miliar per tahun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/26/320/2023222/investasi-asing-di-startup-ri-capai-rp35-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/26/320/2023222/investasi-asing-di-startup-ri-capai-rp35-triliun"/><item><title>Investasi Asing di Startup RI Capai Rp35 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/26/320/2023222/investasi-asing-di-startup-ri-capai-rp35-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/26/320/2023222/investasi-asing-di-startup-ri-capai-rp35-triliun</guid><pubDate>Selasa 26 Februari 2019 21:17 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/26/320/2023222/investasi-asing-di-startup-ri-capai-rp35-triliun-7okVlQsJoV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Startup (Foto: Financialexpress)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/26/320/2023222/investasi-asing-di-startup-ri-capai-rp35-triliun-7okVlQsJoV.jpg</image><title>Ilustrasi Startup (Foto: Financialexpress)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),Thomas Lembong mengatakan investasi asing yang masuk pada startup di Indonesia mencapai USD2-2,5 miliar per tahun.
&quot;Jadi, apabila dikonversi angka tersebut mencapai Rp35 triliun, (mengacu kurs Rp14.000 per dolar AS),&quot; ujarnya di kantor Kominfo Jakarta, Selasa (26/2/2019).
Baca Juga: Kepala BKPM Optimistis Banyak Investor Masuk di Tahun Politik
Dia menjelaskan, pada tahun pertama dalam periode Jokowi-JK, investasi internasional turun. Tapi satu-satunya komponen dari investasi modal asing yang tidak turun ke ekonomi digital dan e-commerce.
&quot;Maka itu, tren ini masih sangat sehat, kuat. Saya lihat malah, akan terus meningkat lagi. Dan perkiraan kami sekitar 15-20% masuk ke e-commerce dan ekonomi digital,&quot; katanya.

Sebelumnya, Pemerintah terus melakukan cara agar investasi asing masuk di tengah tahun politik. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pun optimis investasi di tahun politik bisa bertumbuh.
Baca Juga: Indonesia Tawarkan Investasi ke 50 Pengusaha AS
&quot;Terus terang kalau kita lihat trend investasi di dua bulan pertama, bahkan jelang akhir tahun lalu. Itu mencerminkan sentimen investor yang sangat optimis. Jadi, menjelang akhir tahun lalu dan kelihatan di awal tahun ini, ada recovery yang cukup kuat. Oleh karena itu trendingnya pertumbuhan sudah kembali,&quot; ujar Kepala BKPM Thomas Lembong, di Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),Thomas Lembong mengatakan investasi asing yang masuk pada startup di Indonesia mencapai USD2-2,5 miliar per tahun.
&quot;Jadi, apabila dikonversi angka tersebut mencapai Rp35 triliun, (mengacu kurs Rp14.000 per dolar AS),&quot; ujarnya di kantor Kominfo Jakarta, Selasa (26/2/2019).
Baca Juga: Kepala BKPM Optimistis Banyak Investor Masuk di Tahun Politik
Dia menjelaskan, pada tahun pertama dalam periode Jokowi-JK, investasi internasional turun. Tapi satu-satunya komponen dari investasi modal asing yang tidak turun ke ekonomi digital dan e-commerce.
&quot;Maka itu, tren ini masih sangat sehat, kuat. Saya lihat malah, akan terus meningkat lagi. Dan perkiraan kami sekitar 15-20% masuk ke e-commerce dan ekonomi digital,&quot; katanya.

Sebelumnya, Pemerintah terus melakukan cara agar investasi asing masuk di tengah tahun politik. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pun optimis investasi di tahun politik bisa bertumbuh.
Baca Juga: Indonesia Tawarkan Investasi ke 50 Pengusaha AS
&quot;Terus terang kalau kita lihat trend investasi di dua bulan pertama, bahkan jelang akhir tahun lalu. Itu mencerminkan sentimen investor yang sangat optimis. Jadi, menjelang akhir tahun lalu dan kelihatan di awal tahun ini, ada recovery yang cukup kuat. Oleh karena itu trendingnya pertumbuhan sudah kembali,&quot; ujar Kepala BKPM Thomas Lembong, di Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
