<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembangunan Tol hingga LRT Dukung Perkembangan Industri Properti</title><description>Pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat menjadi fokus utama pemerintah selama empat tahun terakhir ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/27/470/2023476/pembangunan-tol-hingga-lrt-dukung-perkembangan-industri-properti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/02/27/470/2023476/pembangunan-tol-hingga-lrt-dukung-perkembangan-industri-properti"/><item><title>Pembangunan Tol hingga LRT Dukung Perkembangan Industri Properti</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/02/27/470/2023476/pembangunan-tol-hingga-lrt-dukung-perkembangan-industri-properti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/02/27/470/2023476/pembangunan-tol-hingga-lrt-dukung-perkembangan-industri-properti</guid><pubDate>Rabu 27 Februari 2019 13:50 WIB</pubDate><dc:creator>Retno Tri Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/27/470/2023476/pembangunan-tol-hingga-lrt-dukung-perkembangan-industri-properti-8wAMUGf7ud.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/27/470/2023476/pembangunan-tol-hingga-lrt-dukung-perkembangan-industri-properti-8wAMUGf7ud.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat menjadi fokus utama pemerintah selama empat tahun terakhir ini yang diwujudkan dengan memberikan porsi anggaran yang cukup besar di dalam APBN.

Pada tahun 2019, Pemerintah menganggarkan dana APBN untuk infrastruktur sebesar Rp415 triliun, naik 1,04% dari anggaran infrastruktur tahun sebelumnya.

Anggaran tersebut antara lain akan digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 1.835 kilometer maupun jembatan sepanjang 37.177 meter.
&amp;nbsp;Baca Juga: Industri Properti di Asia Cerah, Ini Buktinya
Pemerintah juga melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dengan panjang 299 km dan pembangunan jalan tol baru sejumlah 16 proyek pada 2019 dan 12 proyek pada 2018. Kemudian jalur kereta api sepanjang 394,8 km, menyelesaikan bandara baru di empat lokasi.

Tak hanya untuk sektor transportasi, anggaran infrastruktur juga dialokasikan untuk untuk sektor perumahan.

Pemerintah membangun perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan KPR Sejahtera/FLPP mencapai 68,9 ribu unit rumah pada 2019, naik 37% dari periode 2018 sebesar 50 ribu unit. Selain itu juga untuk pembangunan rumah susun sebanyak 6.873 unit pada 2019.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita menjelaskan pembangunan infrastruktur khususnya di bidang transportasi sangat menunjang berkembangnya industri properti di Indonesia.

&amp;ldquo;Seiring makin majunya sarana transportasi di kota-kota besar di Indonesia, orang semakin menyadari praktisnya beraktivitas menggunakan transportasi umum, terutama aktivitas reguler seperti ke kantor. Di Jabodetabek, misalnya, mereka yang rumah dan kantornya dekat stasiun commuter line memilih transportasi umum, meskipun mereka punya mobil sendiri. Selain praktis, menggunakan transportasi umum juga relatif lebih hemat,&quot; katanya seperti dikutip keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (27/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Riset: Investasi Real Estate Komersial Akan Naik pada 2019
Kecenderungan ini juga ditunjukkan oleh Rumah.com Property Affordability Sentiment Index yang surveinya diambil pada paruh pertama 2018 memperlihatkan bahwa sebanyak 61% dari 1.000 responden menganggap jarak hunian terhadap sarana transportasi umum seperti halte atau stasiun sebagai faktor yang sangat penting sebelum memutuskan membeli hunian. Survei ini dilakukan terhadap responden yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

&quot;Pembangunan infrastruktur juga menjadi stimulus pertumbuhan suplai hunian karena wilayah-wilayah yang tadinya dianggap antah-berantah, menjadi terasa lebih mudah dijangkau. Sebagai contoh, Kecamatan Serpong di wilayah Tangerang Selatan kini tumbuh menjadi salah satu kawasan hunian favorit. Sekarang, Bekasi yang dulu dijauhi mulai kini makin diminati setelah pembangunan sejumlah jalan tol dan Light Rail Transit (LRT),&quot; tambah Marine.

Sejumlah pengembang pun tak ragu memasarkan propertinya dengan menjual kedekatan terhadap transportasi umum. Citra Maja Raya, misalnya. Kawasan hunian seluas 2.000 hektare ini dibangun berbasis Transit Oriented Development (TOD) dengan Stasiun Maja sebagai simpul transportasi (hub).

Konsep TOD bertujuan mengintegrasikan dan mendekatkan transportasi  massal dengan kawasan hunian sehingga memungkinkan mobilitas yang tidak  tergantung pada kendaraan pribadi dan terbebas dari kemacetan.

Contoh lainnya adalah Kawasan Jakarta Timur. Rumah.com Property Index  mencatat kenaikan indeks harga properti Jakarta Timur meningkat sebesar  48% sejak awal tahun 2015 atau dimulainya pembangunan LRT, hingga akhir  tahun 2018. Kenaikan ini hampir dua kali lipat kenaikan indeks harga  properti DKI Jakarta secara keseluruhan, yang mencapai 27%.

Data Rumah.com Property Index ini memiliki akurasi yang cukup tinggi  untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia,  karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan  disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang  dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari  properti setiap bulannya.

Demikian juga di Kawasan Bekasi, yang diprediksi menjadi pintu masuk  bagi kaum suburban menuju Jakarta, pembangunan infrastruktur juga terus  berjalan. Mulai dari sarana transportasi massal seperti Light Rail  Transit (LRT), Tol Becakayu, hingga Elevated Tol Jakarta-Cikampek.

Hal ini pun juga berdampak pada kenaikan harga propertinya seperti  yang ditunjukkan pada Rumah.com Property Index Kawasan Bekasi.

Marine menjelaskan bahwa kenaikan harga properti di Kawasan Bekasi  sejak 2015 hingga kuartal terakhir 2018 tercatat sebesar 27%. Kenaikan  ini menyamai kenaikan harga properti di DKI Jakarta secara keseluruhan.

Ini menunjukkan bahwa kawasan-kawasan yang terdapat pembangunan  infrastruktur mengalami akselerasi kenaikan harga yang menyamai wilayah  Ibu Kota.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat menjadi fokus utama pemerintah selama empat tahun terakhir ini yang diwujudkan dengan memberikan porsi anggaran yang cukup besar di dalam APBN.

Pada tahun 2019, Pemerintah menganggarkan dana APBN untuk infrastruktur sebesar Rp415 triliun, naik 1,04% dari anggaran infrastruktur tahun sebelumnya.

Anggaran tersebut antara lain akan digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 1.835 kilometer maupun jembatan sepanjang 37.177 meter.
&amp;nbsp;Baca Juga: Industri Properti di Asia Cerah, Ini Buktinya
Pemerintah juga melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dengan panjang 299 km dan pembangunan jalan tol baru sejumlah 16 proyek pada 2019 dan 12 proyek pada 2018. Kemudian jalur kereta api sepanjang 394,8 km, menyelesaikan bandara baru di empat lokasi.

Tak hanya untuk sektor transportasi, anggaran infrastruktur juga dialokasikan untuk untuk sektor perumahan.

Pemerintah membangun perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan KPR Sejahtera/FLPP mencapai 68,9 ribu unit rumah pada 2019, naik 37% dari periode 2018 sebesar 50 ribu unit. Selain itu juga untuk pembangunan rumah susun sebanyak 6.873 unit pada 2019.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita menjelaskan pembangunan infrastruktur khususnya di bidang transportasi sangat menunjang berkembangnya industri properti di Indonesia.

&amp;ldquo;Seiring makin majunya sarana transportasi di kota-kota besar di Indonesia, orang semakin menyadari praktisnya beraktivitas menggunakan transportasi umum, terutama aktivitas reguler seperti ke kantor. Di Jabodetabek, misalnya, mereka yang rumah dan kantornya dekat stasiun commuter line memilih transportasi umum, meskipun mereka punya mobil sendiri. Selain praktis, menggunakan transportasi umum juga relatif lebih hemat,&quot; katanya seperti dikutip keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (27/2/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Riset: Investasi Real Estate Komersial Akan Naik pada 2019
Kecenderungan ini juga ditunjukkan oleh Rumah.com Property Affordability Sentiment Index yang surveinya diambil pada paruh pertama 2018 memperlihatkan bahwa sebanyak 61% dari 1.000 responden menganggap jarak hunian terhadap sarana transportasi umum seperti halte atau stasiun sebagai faktor yang sangat penting sebelum memutuskan membeli hunian. Survei ini dilakukan terhadap responden yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

&quot;Pembangunan infrastruktur juga menjadi stimulus pertumbuhan suplai hunian karena wilayah-wilayah yang tadinya dianggap antah-berantah, menjadi terasa lebih mudah dijangkau. Sebagai contoh, Kecamatan Serpong di wilayah Tangerang Selatan kini tumbuh menjadi salah satu kawasan hunian favorit. Sekarang, Bekasi yang dulu dijauhi mulai kini makin diminati setelah pembangunan sejumlah jalan tol dan Light Rail Transit (LRT),&quot; tambah Marine.

Sejumlah pengembang pun tak ragu memasarkan propertinya dengan menjual kedekatan terhadap transportasi umum. Citra Maja Raya, misalnya. Kawasan hunian seluas 2.000 hektare ini dibangun berbasis Transit Oriented Development (TOD) dengan Stasiun Maja sebagai simpul transportasi (hub).

Konsep TOD bertujuan mengintegrasikan dan mendekatkan transportasi  massal dengan kawasan hunian sehingga memungkinkan mobilitas yang tidak  tergantung pada kendaraan pribadi dan terbebas dari kemacetan.

Contoh lainnya adalah Kawasan Jakarta Timur. Rumah.com Property Index  mencatat kenaikan indeks harga properti Jakarta Timur meningkat sebesar  48% sejak awal tahun 2015 atau dimulainya pembangunan LRT, hingga akhir  tahun 2018. Kenaikan ini hampir dua kali lipat kenaikan indeks harga  properti DKI Jakarta secara keseluruhan, yang mencapai 27%.

Data Rumah.com Property Index ini memiliki akurasi yang cukup tinggi  untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia,  karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan  disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang  dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari  properti setiap bulannya.

Demikian juga di Kawasan Bekasi, yang diprediksi menjadi pintu masuk  bagi kaum suburban menuju Jakarta, pembangunan infrastruktur juga terus  berjalan. Mulai dari sarana transportasi massal seperti Light Rail  Transit (LRT), Tol Becakayu, hingga Elevated Tol Jakarta-Cikampek.

Hal ini pun juga berdampak pada kenaikan harga propertinya seperti  yang ditunjukkan pada Rumah.com Property Index Kawasan Bekasi.

Marine menjelaskan bahwa kenaikan harga properti di Kawasan Bekasi  sejak 2015 hingga kuartal terakhir 2018 tercatat sebesar 27%. Kenaikan  ini menyamai kenaikan harga properti di DKI Jakarta secara keseluruhan.

Ini menunjukkan bahwa kawasan-kawasan yang terdapat pembangunan  infrastruktur mengalami akselerasi kenaikan harga yang menyamai wilayah  Ibu Kota.
</content:encoded></item></channel></rss>
